Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Jeritan malam yang sebenarnya


__ADS_3

Malam hari, saat paling mendebarkan untuk para peserta camping. Setelah isya berakhir, semuanya dikumpulkan kembali dilapangan. OSIS senior, berkoordinasi dengan ekskul pramuka sudah merancang sedemikian rupa game yang akan di lalui oleh para peserta jerit malam.


Jihad berada di kelompok perwakilan OSIS bersama anggota OSIS lainnya, yang sama sama angkatan junior.


"Ca, mendadak gue mules nih !" ucap Kara.


"Gue mendadak ayan Ra, "


"Bilang aja loe berdua takut !" ledek Ayu.


"Bukan takut, tapi mendadak phobia kegelapan, " kilah Kara.


"Sama aja peak !" sarkas Ica tertawa.


"Loe berdua terlalu bar bar buat phobia, muka loe berdua ga meyakinkan !" jawab Amel.


"Njirr, emang muka gue kaya apa ?!" tanya Ica


"Ratu kegelapan !" jawab Vanya.


Tantangannya adalah mencari sebuah makam dengan nisan bernama Qarun yang didalamnya ada sebuah harta, atau goals nya permainan ini. Melewati beberapa ruangan yang di desain seperti hutan untuk mendapatkan setiap clue dimana tempat makam keramat si Qarun.


Rencana berubah, karena harus perkelompok, maka taruhan jadi berubah.


"Kalo kelompok loe menang dan ga ketakutan, gue traktir selama sebulan !" ucap Jihad. Tentu saja bagi warga sekolah kaum jelata seperti Kara, Ica, Amel, Vanya dan Ayu ini adalah sebuah batu loncatan makan gratis, menghemat uang saku selama sebulan.


"Dan khusus buat para sugar baby gue, gue belanjain di mall !" bisik Jihad pada ketiga gadisnya ini.


"Kalo kalah apa ?" tanya Ica.


"Kalo kalah, gue ga minta muluk muluk, minta dipijitin aja tiap istirahat selama sebulan !" jawab Jihad.


"Oke gue setuju !" jika kalah pun bukan materi yang Jihad minta pikir Ica dan Kara.


"Loe berdua yang mijitin, kalo gue nanti ka Milo marah, gue mah layanin minumannya aja lah, " kekeh Kara.


Akhirnya games keberanian dimulai. Benar saja, sekolah disulap sedemikian rupa mirip hutan dan perkampungan kosong.


Nyali kedua gadis ini merosot 50 persen, tapi berhubung keduanya silau mata dengan traktiran, keduanya memupuk keberanian.


Pepohonan yang sengaja diadakan sangat mirip dengan suasana hutan.


"Oke pos pertama !" Kara mengambil secarik kertas misi yang harus dilakukannya.


"Menemukan sosok nene gayung dan ikut mencuci muka dari air yang dijaganya !" Kara saling melirik pada keempat gadis lainnya. Mereka berjalan di persinggahan pertama, kelas yang di buat menyerupai gubuk.


"B4ngk3 !!!!" pekik Ica, saat melihat sosok nene nene seram membawa gayung dari batok dan membawa karpet rotan. Sontak Kara dan yang lain mengelus dada.


"Ca ! ga usah histeris juga kali ! loe anggap aja nene loe di rumah !" omel Kara, bukan sosok nenek yang diperankan salah satu anak pramuka yang membuatnya kaget dan takut, tapi umpatan dan terkejutnya Ica.


"Nene gue ga pegang pegang gayung juga Ra, megangnya hape, lagian warna rambut nene gue dipikok pirang, biar kaya bejita !" jawaban Ica memberi aura positif, setidaknya suasana tak terlalu menyeramkan.


"Alah ini mah kaka kelas ! yuu ikutan cuci muka ! " ajak Amel.


"Buruan guys biar cepet kelar, kan diwaktu juga !" ujar Ayu.


"Elah ini ga pake sabunan pake skin care gitu, biar glowing !" ucap Kara, bukannya takut mereka malah terkikik. Memang benar suasana setidak enak atau semenyeramkan apapun, jika kalian berada bersama teman maka semuanya akan terasa nyaman dan seru.


"Gue minta krim malam deh, krim malam !" kekeh Vanya.


"Sini cu, nene mandiin !" ucap sosok nene itu.


"Takut masuk angin gue kalo mandi !" tolak Ica,

__ADS_1


"Bukannya loe ga bisa mandi kalo ga pake abu gosok, Ca ?!" kelakar Kara.


"Nah loe itu tau !" jangankan kaka kelas pramuka yang menjadi sosok nenek, mereka saja sudah terbahak.


"Ka, mana ada nene gayung ketawa !" ucap Ayu.


"Udah lah ! nih clue berikutnya, kalian sana deh..ntar yang ada gue pengen pipis !" ucap sosok si nene.


"Jiihhhh ka Sisil ya !" tebak Vanya.


Kelimanya melaju ke pos kedua, dimana Arial dan Erwan sudah menjadi pocong.


"Aaaa !!! kelimanya memekik, siapa yang tak takut dengan sosok hantu Indonesia satu ini, sosok berkuncir ini sukses menduduki tempat pertama sebagai hantu Indonesia paling seram. Padahal kerjaannya hanya loncat loncat.


"Br3ngs3k loe !!!" Kara dan Ica melemparkan dedaunan kering.


"Pergi ga loe !!" usir Kara.


"Ini pesuruhnya apa sih Ra ?" tanya Ayu. Arial dan Erwan semakin gencar mengusili mereka dengan melompar lompat.


Ica refleks meraih sesuatu yang berat, ia melempar tepat sasaran seraya yang lainnya melihat misi.


"Tukkk !!"


"Awwww !!"


"Nah loe pocong mana yang ngaduh !" ucap Ayu.


"Ini disuruh bukain tali pocongnya !" jawab Kara.


"Idih ogah gue mah !" tolak Ica.


Ayu maju ia membukakan tali pocong milik Erwan dengan memejamkan matanya.


"Mel, loe aja yang bukain tali pocong satu lagi, gue ko ingetnya guling di rumah ya !" ucap Ica.


"Siapa Ra?" tanya Ica.


"Bu Ria, yang baik itu loh ! yang dulu bantuin loe pas kaki loe nyungseb di got !" Kara tertawa,


"Hah ?!" yang lain ikut tertawa.


"Ini sih enaknya sambil nyemil kacang, gosipnya !" jawab Kara.


"Ohh yang dulu sempet ngasih pisang gulung itu sama ibu loe ?! ya kasian, kenapa Ra ?"


"Kenapa apanya?"


"Kenapa dia meninggal ?"


"Takdir, " jawab Kara.


"Kamvrettt, gue juga tau takdir. Maksud gue sakit, apa gimana gitu ?" tanya Ica.


"Orang baik mah meninggalnya juga baik baik, husnul khotimah..lagi sholat subuh dia Ca," jawab Kara.


"Ya Allah, baiknya. Gue juga pengen kalo mati kaya gitu Ra, lagi sholat ga jadi arwah penasaran macam mereka !" tunjuk Ica pada kedua pocong kw.


"Hahaha, ngarep..loe mah meninggalnya lagi malak Jihad ! lagi makan mie instan !" jawab Kara.


"Amit amit naudzubillah Ra, " gidik Ica.


Setelah terlepas bukannya memberikan clue tapi Arial dan Erwan malah menjahili Kara dan Ica yang berlari ketakutan. Sampai pekikan mereka terdengar dari ruangan OSIS,

__ADS_1


"Siapa tuh Mil ?" tanya Juwita masih berada di ruang OSIS. Mereka keluar, melihat dari pos 2 ada Kara dan Ica keluar kelas tapi sambil cekikikan. Milo memasukkan tangannya ke saku, anteng melihat kawan kawannya menjahili pacarnya.


"Husss ! pergi ga loe ! gue sholawatan juga nih disini !"


"Allahumma shalli solatan kamilatan !!!!!" pekik Kara, sementara si pocong kw malah makin asyik menggoda.


"Gue kasih pocong cewek tapi loe jauhin temen gue, cowoknya lebih serem dari loe berdua !" Ica membawa dahan kayu dan memukul mukul Arial yang mengaduh sambil tertawa.


Juwita tertawa mendengar kata kata Ica,


"Asem si Ica !" gerutu Milo.


**********


"Ihhhh, ini pasti duo kamvreet nih !" dumel Kara.


"Ka, buruan ahh mana clue nya !" tagih Ayu dan Amel.


"Ntar ntar kalo nemu hantunya kaya gini mah keroyok aja rame rame !" ajak Ica.


"Jangan dong Ca, kalo itu kita..kalo bukan ?! kan denger denger sekolah ini angker juga, ada siswi yang gantung diri..ihhhh serem !" Arial bermaksud menakut nakuti mereka, sementara Ayu mengambil clue berikutnya dari Erwan.


"Ahh masa ?!" tanya Amel. Kara dan Ica menyeringai bertatapan, mereka ingin membalas Arial dan Erwan, mereka menakut nakuti belum tentu mereka pun berani.


"Mel....itu....!" ucap Kara berakting ketakutan menunjuk ke arah jendela. Semua terdiam, termasuk Arial.


"Alah mau nakut nakutin !" tepis Erwan.


"Ka Er...dia nongol...itu mukanya gosong !!!"


Grombyangggg... !!!!!


Prannkkkkk !!!!


Ica memukul kaleng yang ia temukan dan membantingnya keras, membuat satu sekolah terkejut.


"Kamvretttt !" pekik mereka.


Kara berlari, larinya Kara membuat yang lain ikut terbirit birit, termasuk Erwan dan Arial yang mengangkat kostum pocongnya keluar.


Ulah Kara dan Ica sukses membuat jantung seisi sekolah hampir copot.


Kara dan Ica tertawa puas melihat ekspresi kedua pocong kw.


"Saravvv loe berdua," mereka mengelus dadanya dan terduduk di tengah tengah lapang.


"Icaaaa !!! loe ngagetin tau ngga !" omel Ayu dan Amel.


"Gue kira apa ya Allah, gue gemeteran ini !" ucap Vanya.


Mereka bertujuh tergelak sendiri, membuat yang lain kebingungan.


"Ini kenapa sih, heboh banget !!" ucap Raka.


"Tuh si Kara sama si Ica !"


"Apaan loe berdua usilnya kebangetan !" omel Kara. Milo ikut tertawa,


"Loe berdua s3tan takut s3tan !" ucapnya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2