Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Serigala berbulu domba


__ADS_3

Kara berjalan menuju perpustakaan, ia mengambil beberapa buku yang ia inginkan. Kara lebih memilih menyumpal telinganya dengan headset sambil membaca, daripada mendengarkan ocehan Ica dan Jihad, yang menurutnya seperti sales sedang demo panci serbaguna.


"Ra, masih lama ga sih ??! kantin yu !!" ajak Ica menarik headset Kara. Rasa rasanya cacing di perut Ica sudah bunyiin kentongan, karena yang ada di perutnya cuma air, sampai sampai mereka kebanjiran. Yang mereka butuhkan adalah makanan.


"Kalian duluan deh, gue mau pinjem dulu ini !" tunjuk Kara pada beberapa buku.


"Beneran?" tanya Jihad.


"Iya Ji, duluan aja. Berisik !" usir Kara.


"Nyusul ya beneran !" tunjuk Jihad.


"Gue disini deh bareng Kara !" jawab Ayu, lebih memilih menemani Kara. Ica dan Jihad duluan ke kantin.


Dirasa apa yang dicari sudah di dapat Kara berjalan menuju tempat peminjaman buku.


"Udah Ra?!" tanya Ayu.


Beberapa buku di bawa Kara, ia berjalan bersama Ayu menuju kantin, tapi tiba tiba seseorang menyiramkan sesuatu ke arahnya.


"Haaaa !!" Kara terkejut termasuk Ayu.


"Eh sorry, gue ga sengaja ! barusan kedorong, sorry ya !" ucap seseorang dari kelas lain.


"Iya ga apa apa !" jawab Kara.


"Aduh Ra, itu seragam loe basah !" jawab Ayu.


"Gue ganti baju dulu deh Yu, rasanya gue masih ada baju olahraga deh, Yu !" ucap Kara.


"Gue temenin deh Ra, "


"Ga usah, gue tau loe dah laper ! loe duluan aja, bilang sama yang lain gue ganti baju !" ucap Kara langsung berlari menuju kelas.


************


Kara sudah mengganti seragam atas dengan kaos olahraga. Tiba tiba ia dikagetkan dengan pemandangan seseorang yang ia tau, ia melihat dan mengintip, siswa yang tadi menyiramkan air sirup pada seragamnya diberi selembar uang 50 ribu oleh Gladys. Kara tersenyum melihatnya, Kara sengaja berlama lama disana, ingin tau apa maksud Gladys melakukan ini.


Ternyata tujuan Gladys memang menemui Milo, seperti biasa di kantin Milo duduk bersama yang lain, pemuda itu celingukan mencari Kara.


"Gue susul dulu Kara !" Milo beranjak.


Baru saja akan keluar dari kantin, tangan Gladys menahan lengan Milo. Sontak saja Milo menepisnya.


"Ga usah so kenal lagi sama gue dys, gue cuma mau bilang ga usah macem macem sama Kara," Milo terlihat muak pada gadis di depannya ini. Jika bukan karena orang orang sekitarnya, sudah ia basmi gadis ini seperti hama.


"Mil, apa ga ada maaf buat gue?? dulu loe bilang gue cupu ? gue sudah berubah !" ia memutar menunjukkan penampilannya yang terbilang cukup emejing.


"Tapi sekarang loe malah suka sama cewek kaya Caramel ?! gue berubah buat loe, Mil ! " lanjutnya.


"Gue ga suka cewek yang menjatuhkan harga dirinya sendiri, dan mengemis ngemis sama cowok !" jawab Milo.


"Gue suka sama loe Armillo, gue sangat menggilai loe !" tangisnya.


"Loe selalu bully gue, tapi dibalik itu loe lindungin gue, loe peduli sama gue !" beberapa butir air matanya jatuh.

__ADS_1


"Sampai gue udah fitnah loe dan bikin nama baik loe jelek aja, papah loe masih biayain sekolah gue, " lanjutnya lagi.


"Itu karena bentuk tanggung jawab, karena dulu gue sempet bully loe, bukan karena gue peduli sama loe !" jawab Milo.


"Seharusnya loe sadar diri, udah gue bantu dan biayai, seharusnya loe tau terimakasih dan ga pernah buat masalah lagi sama gue !" ucap Milo penuh penekanan.


"Terus Caramel?? apa dia korban loe yang baru?! apa nantinya loe bakalan tinggalin dia saat nasibnya sama kaya gue?"


"Caramel adalah gadis yang gue sayang, jangan samakan dia dengan loe !" bentak Milo, ingin pergi. Dengan kurang aj4r nya gadis itu malah memeluk Milo dari belakang.


"Shitttt, loe ga waras !!!" sontak saja Milo berontak dan melepas kasar Gladys.


"Jangan pernah sentuh gue ! gue memang berandal, tapi gue ga b4jink4n ! jangan pernah memancing amarah gue, atau loe tau sendiri apa yang akan terjadi ! ingat !!! jangan pernah sentuh Caramel, kalo loe masih mau bernafas dengan tenang di muka bumi."


"Kalo gitu gue bakal bikin loe ngemis ngemis sama gue Mil, " gumam Gladys.


"By, " Milo menemukan gadisnya ini tak jauh dari sana, Caramel tau?? ya karena sejak tadi ia mengikuti Gladys dari kejauhan.


"Sayang, ko disini?" tanya Caramel pura pura tak tau.


"Nyusul kamu, aku cariin ke kelas katanya kamu ke perpus, pas ditunggu di kantin katanya tadi sama Ayu, tapi Ayu malah sendirian ke kantin, kenapa ga bilang ?" tanya Milo sepaket dengan segudang pertanyaan dan perintahnya. Polisi yang menginterogasi penjahat saja kalah dengan Milo jika sudah mode posesif begini. Mode emak emak yang anaknya sering keluyuran buat nge lem.


"Maaf yank..tadi ga sengaja kesiram orang, makanya ganti baju !" jawab Kara.


Milo segera meraih tangan Kara, "besok besok bilang, biar aku temenin !" jawabnya posesif.


"Masa ke toilet aja bilang, "


"Kali aja butuh orang yang pegang !" mata Kara membola.


"Pegangin baju maksudnya, " jawab Milo malah tersenyum balik menggoda Kara.


"Hayooo, mikir jorok ya...belum halal by,"


"Ihhh, abisnya ambigu !! kan otakku jadi adventure an ! "


"Udah kebelet dilamar ya neng ? cie... otaknya bisa travelling, bilang ayah sama ibu ah, anak gadisnya udah mau dinikahin, " goda Milo.


"Miloooo !!!!" Milo berlari di kejar Kara.


Milo dan Kara sampai di kantin, lalu keduanya duduk bersama yang lain.


"Arial mana?" tanya Milo.


"Tuh, lagi ghosting anak kelas XII , " tunjuk Erwan.


"Ka Raka, kaka jangan gitu ya, cukup ka Rial aja, aku cemburu !" ucap Ica ketus. Jihad menjiwir hidung Ica yang tak terlalu mancung itu.


"Bocil ga pantes cemburu cemburuan, kepentok meja aja masih mewek, mau so so an cemburu !" ucap Jihad.


"Njirrr ! gue 17 thn, tuh Kara yang bocil ! gue mah udah akil baligh, udah punya ktp !" jawab Ica tak terima.


"Ga usah bangga, palingan ktp buat jaminan kalo loe ga bayar bakso di bu kantin !" jawab Jihad melahap baksonya.


"Bukkk !!

__ADS_1


"Plukk !!"


Baso yang baru saja masuk harus keluar lagi, karena pukulan Ica di punggung Jihad.


"Rasain loe !" ucap Ica.


"Husshhh !!! mau gue siram pake air ??! berantem mulu, gue tabok sampe monas !!" lerai Kara.


"Kenapa seragam loe Ra?" tanya Kean.


"Basah kesiram orang, " jawab Kara singkat.


Selera makan Kara mendadak hilang ditelan air comberan. Mood nya langsung down hingga ke inti bumi.


"Hay, gue boleh gabung kan?" tanya Gladys.


"Udah pas, anda belum beruntung nanti coba lagi ya !" jawab Ica.


"Oh boleh silahkan, " Ica melotot mendengar Kara malah mempersilahkan rivalnya ini, Gladys ibarat serigala berbulu domba.


Mata Milo sudah mengilat, "mau main main rupanya, " Milo tak bisa gegabah kali ini, salah salah ia bertindak, Gladys pintar membalikkan keadaan, memutar balikkan fakta, seperti dulu.


"By, "


"Ra, "


"Gue doang nih yang nyambut?!" tanya Kara. Raka, Kean dan Erwan yang sudah mencium bau bau tak enak, hanya bisa diam. Tak meneruskan makan mereka. Mendadak suasana jadi tak mengenakan, naf*$u makan mereka pun hilang.


"Dys, ikut gue !" ajak Raka, menarik kasar tangan Gladys.


"Dys stop sebelum semuanya jadi makin runyam ! kalo kali ini loe bertindak di luar batas lagi, om Braja dan Milo ga segan segan nyeret loe ke bui !" ancam Raka.


"Gue..gue cuma pengen gabung doang sama kalian, apa salah?! gue pengen punya temen!" jawabnya.


"Jangan pernah loe macem macem, loe tau konsekuensinya, jangan sampai nasib loe sama seperti Ivan dan Nina, atau seperti bokap loe dulu, om Braja dan Milo menjarain bokap loe, bahkan dengan sekali perintah saja Milo bisa ngancurin hidup loe ! gue sudah peringatkan loe, " ucap Raka.


"Iya ka Raka, gue tau kok !" jawabnya. Tapi Gladys bebal, ia tetap ikut duduk.


"Gladys, kalo cuma disuruh siram orang pake air sirup bisa dapet 50 ribu, gue mau dong kerja sama loe ! gampang banget dapet duitnya, ga usah susah susah ngasih les buat anak orang !" seru Kara tersenyum antusias.


"Uhukkk ! Gladys terbatuk.


"Apa by??!" tanya Milo,


"Hah??!" tanya yang lain.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2