
Kara melipat tangannya di dada, matanya tak ingin menatap pemuda di depannya, begitupun pemuda di depannya.
"Jadi siapa yang kemarin?" tanya Milo.
"Ga usah kepo, ga liat apa captionnya?" jawab Kara seperti menantang makhluk yang satu ini, mata keduanya memancarkan sinar laser mematikan, burung saja kalo lewat langsung gosong.
"Mau selingkuh? mau cari mati?" tanya Milo menatap tajam, alisnya yang tebal menukik menambah ketajaman tatapannya.
"Ralat ! kamu yang mau coba selingkuh, " jawab Kara mengacungkan telunjuknya, menunjuk wajah Milo seraya mendongak. Milo menangkap telunjuk lentik Kara dan menggigitnya.
"Ihhh !" Kara menariknya dan menatap sinis, sedangkan si pelaku hanya tersenyum menyeringai.
Sementara teman teman tak ada akhlaknya melarikan diri, tak ingin berurusan dengan keduanya, sadar merekalah pemilik dosanya, mereka semua menghilang bak ditelan air kubangan.
"Aku ga selingkuh !" jawab Milo.
"Oh, jadi gombalin cewek sambil ngasih coklat tuh bukan tanda tanda orang lagi selingkuh ? terus kemaren lagi apa ? pake bilang cantik segala? lagi nawarin produk celana dalem?" tanya Kara.
"Itu cuma TOD by, bukan beneran.." Milo menggaruk belakang telinganya.
"terus kenapa kamu ga milih kejujuran, kenapa harus milih tantangan?" Milo baru tersadar akan kebodohannya, apa yang dikatakan Kara memang benar, kemarin ia main hajar saja menanyakan tantangan. Salahkan otak cetek Milo yang mengutamakan kekuatan fisik tanpa mengandalkan otaknya.
"Iya by, maaf ! itu semua gara gara..." baru sadar lagi jika teman temannya sudah tak berada disini.
"Kamvreett ! giliran gue dimarahin pada ngilang !" gumam Milo.
"Ga usah nyalahin orang, emang kamu yang salah ko, " jawab Kara tak ingin mendengar lagi Milo, ia berjalan meninggalkan Milo, tapi Milo menyusul dengan berjalan terbalik.
"Beneran by, kemarin cuma iseng.." jawabnya merayu Kara agar tak marah lagi.
"Awalnya iseng, lama lama jadian.." ketus Kara menuju perpus.
"By, " tahan Milo di tangan Kara, Milo menatap tajam, tapi saat Kara menatapnya lagi tak kalah tajam, Milo nyengir.
"Maafin ya, aku kapok by, ga lagi lagi deh, "
"Ck, buaya ! aku laporin sama papah !" jawab Kara.
"By, baby !!!" baru kali ini Milo memohon mohon pada seorang gadis seperti ini.
"Aku maafin, tapi kamu minta maaf sambil dance kaya boyband boyband gitu !!! gimana, sanggup ga ?" ucap Kara asal, hanya ingin memberi pelajaran dan mengerjai kekasihnya ini.
"Hah? nyanyi sambil joget joget gitu by, kaya cacing kepanasan?" tanya Milo.
Kara mengangguk, lalu meninggalkan Milo. Sebenarnya Kara sudah tak marah, Ica dan Ayu sudah menjelaskannya, Raka juga sudah menjelaskannya.
"Raka !!!! Arial !!!! Keanu, Erwan !!! loe ber4 gue abisin !" pekik Milo di ambang pintu kelas. Bukan keempatnya yang takut, melainkan teman teman sekelasnya. Keempat pemuda ini malah sudah mojok di ruang OSIS ikut bersembunyi disana. Mereka tau jika singa ini akan mengaumkan kemarahannya.
__ADS_1
"Ka, si Milo ngamuk ngamuk tuh nyariin loe ber 4 !" ujar Wendi teman sekelas mereka melapor.
"Biarin aja, bentar lagi juga nemuin kita disini, " jawab Raka santai.
Benar saja tak butuh waktu lama, 5 menit kemudian Milo menemukan mereka.
"Kurang aj4r loe, Kara marah sama gue ! ga mau tau gue, loe semua mesti ikut gue minta maaf sama Kara !" Milo menendang salah satu bangku kayu tak berdosa.
"Dih, yang rayu rayu kan loe, kenapa gue mesti ikutan minta maaf, lagian kan kita nyuruh loe bilang cantik doang, bukan nyuruh kasih coklat segala !" kekeh Arial beralibi diangguki Erwan.
"Itu mah loe nya aja yang buaya, " tawa Kean ditertawai Raka juga.
"Ga mau tau, pokonya loe ber4 mesti ikutan minta maaf, temenin gue !"
"Emang Kara minta apa? bukannya loe udah minta maaf ?" tanya Raka.
"Si Kara minta gue jadi boyband sambil minta maaf, " jawab Milo.
"Ha??! ga salah ?!" tanya Raka.
Keanu bergidik ngeri, pasalnya mereka tak terlalu begitu suka boyband, menyanyi nyanyi sambil menari nari. Belum apa apa saja badannya sudah panas dingin.
"Loe semua yang mulai, loe semua juga yang harus mengakhiri, " jawab Milo.
"Apa imbalannya buat kita ?" tanya Erwan.
"Deal !!" ucap mereka.
Jadilah mereka disini, di sanggar ekskul dance, tentunya anak anak dance senang kedatangan tamu tak diundang yang merupakan the mostnya sekolah ini.
"Njimmm ! gue berasa alay 45 an !" jawab Arial, anak anak alay yang dibayar 45ribu untuk sebuah acara tv.
Bukannya terkikik, anak anak perempuan ini malah menganggap gaya kaku kelima pemuda tampan ini menggemaskan. Mendadak ruang ekskul dance ramai bak pasar malam yang kedatangan doger tenyom.
*************
"KaMil kemana Ra?" tanya Ica dan Ayu, seharian ini tak melihat Milo dan teman temannya.
"Tauu, marah kali !" jawab Kara di dalam perpus, selalu tempat ini yang Kara kunjungi. Perpustakaan sudah seperti rumah keduanya.
Ica mengekor Kara seperti anak itik, Kara mengambil posisi duduk di bangku tembok pinggir lapang basket di bawah pohon bunga bougenville, berteman sebungkus ciki keju, dan minuman teh kemasan. Ia membawa buku Sains di tangannya sedangkan Ica membawa komik, Ayu tak membawa buku tapi ia berniat membaca apa yang Ica baca.
"Hahahaha, njirrr gila ini mafia tapi kocak !" seru Ica dan Ayu.
Jihad bergabung mengalungkan tangannya pada ketiga gadis ini.
"Berat nyonkkk ! tangan loe kaya tangan robocop !" omel Ica, Jihad bahkan tak sungkan menyeruput minuman Ica.
__ADS_1
Lapangan memang ramai jika istirahat, tapi tak seramai hari ini.
"Ini kenapa rame banget ! pake disediain sound segala, mau ada pengumuman ya Ji?" tanya Ayu yang peka.
"Ga tau, iya kayanya, " jawab Jihad. Kara tak terlalu mengindahkannya, ia hanya berfokus pada materi yang ia baca.
Sejurus kemudian kelima orang pemuda naik ke atas podium, membuat suasana semakin gaduh.
Jihad melirik apa yang terjadi, "hm, mau ngapain lagi ni grup kamvrett ?!" dumelnya.
"Tes !!" Ica yang terusik mengenali suara itu, ia dan Ayu saling berpandangan dan mendongak.
Keduanya bergumam, "ka Milo,"
"Guys, minta waktunya sebentar ya ! maaf kalo ganggu waktu istirahatnya, disini gue mau minta maaf sama cewek gue Caramel..by, maafin aku, ga maksud buat tebar pesona atau duain kamu ! " ucapnya.
"Cieeee !!!" tawa Ica menggelegar, menyenggol Kara.
Jihad memasukkan daun ke dalam mulut Ica yang tergelak,
"Uhuk, cuihhh ! sat !!! nyi Blorong !" Ica memukul Jihad dengan geramnya.
Milo dan keempat temannya berbaris membentuk pola lantai, suara musik dari pemutar musik yang dicolokkan ke sound menggema di lapangan basket dan sekolah.
Bukan lagu Korea yang tidak ia mengerti bahasanya, tapi cukup lagu pop Indonesia yang maknanya menggambarkan perasaan Milo pada Kara.
Microphone yang terselip di belakang telinga menjadi alat tempurnya. Jaket tim baseball menjadi style panggungnya.
Milo dengan gaya lincahnya bak boyband asal negri ginseng menyihir mata para penonton di depannya, meskipun gayanya kaku dan terkesan amatiran.
"Kurasa ku tlah jatuh cinta, pada pandangan yang pertama, sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya....oh...Tuhan tolong diriku, tuk membuat dia menjadi milikku..." tangan Milo membentuk love dan menunjuk ke arah Kara yang terbengong tak percaya, sedangkan Ica, Jihad dan Ayu sudah tergelak dari tadi. Dan siswa yang lain ? jangan ditanya, sudah histeris dibuatnya.
"She is all that i need, "
"So sweeeeettttt !!!" pekik yang lain.
"Bege !!! itu.., gue kira...padahal gue cuma becanda !" gumam Kara specchless tak bisa berkata kata melihat aksi nekat Milo.
Terakhir Milo mengangkat papan sterofoam bertuliskan,
" I'M SORRY BABY "
.
.
.
__ADS_1
.