
Kara mengerjap beberapa kali, ia menegakkan kepalanya.
"Dih, ini putri tidur ! pules banget tidurnya !" ucap Arial. Milo sudah terbangun dari tadi, ia hanya memejamkan matanya, tanpa benar benar tertidur. Tidak biasa untuknya, tertidur di dalam kendaraan.
Gadis ini mendongak, sosok tampan Milo sedang tersenyum manis padanya. Sungguh betapa Tuhan menyayanginya, pemandangan indah yang menjadi suguhan pertama kali ia membuka mata.
"Sorry, berat ya ?" ucap Kara.
"Engga, kamu semalem begadang apa gimana? sampe yang lain berisik aja kamu masih anteng tidur?" tanya Milo memberikan botol minum, agar nyawa Kara ngumpul semuanya, tanpa ada yang tertinggal di sekolah.
"Engga, mana bisa begadang ! ga biasa! masa sih berisik?! " jawab Kara meneguk air minum. Ia melihat ponselnya yang sejak tadi bergetar ramai, layaknya sedang tawuran.
"Besok besok kalo pergi, kamu harus bareng aku !" ucap Milo.
Mata Kara membelalak, "Njirrr !! ka Rial !! loe apa apaan !!" gadis ini baru menyadari postingan Arial, yang menghebohkan jagat dunia persilatan. Kara meraih dan menjambak jambak rambut Arial brutal, lama lama kepala Arial botak, dijambak Kara.
"Awwww, Ra ! sakit !" pekiknya sambil tertawa. Bukannya membantu, teman temannya malah menertawakan.
"Sokorrr !!" sarkas Erwan.
"Sayang, liat tuh ka Rial !!" rengek Kara meminta postingan itu di hapus. Milo menarik tangan Kara, untuk melepaskan tangannya dari rambut Arial.
"Udah by, nanti Arial botak. Masa masih muda udah botak ! jomblo seumur hidup nanti," kekeh Milo.
Mobil memasuki parkiran tempat diselenggarakannya acara, mirip seperti camp latihan tentara. Tempatnya memang di dalam area kompleks tentara. Namanya juga bela negara, tak mungkin kan, diselenggarakan di sebuah club malam.
Sudah banyak mobil mobil dari sekolah lainnya, berjejer rapi disana. Kara dan yang lainnya turun, termasuk mobil yang membawa siswa lainnya.
"Gue ogah semobil sama loe lagi ka !" manyun Kara, wajahnya sudah merah, teman temannya meledeknya habis habisan. Arena outbond dan latihan, bak bapak bapak tentara sudah di depan mata.
"Busettt ! ini kita mau latihan perang beneran?" gumam Vanya.
"Iya Va, kayanya gitu. Tuh bapak bapak tentaranya !" tunjuk Ayu.
Vio turun dari mobilnya, "what???!!! Milo ! ini apa apaan? gue ogah kotor kotoran, mana panas lagi !!"
"Kalo mau yang adem mah di kulkas kaliii !" ledek Ica.
"Namanya juga bela negara, Vi . Kalo mau yang steril mah di lab." jawab Arial.
"Loe sendiri yang maksa pengen ikut kan, kalo loe ga mau, gampang. Pulang aja !" suruh Milo, Nina menarik senyumannya, ternyata Vio bukan saingan beratnya.
"Tuan putri disuruh beginian, gue ga mau satu kelompok bareng dia ! yang ada nanti gue suruh gendong lagi !" bisik Ica.
"Tubuh loe kan kekar Ca, jadi bisa lah gendong dia. Kalo nanti di tengah tengah minta pulang !" jawab Ayu.
"Njirrr !! ogah !! boleh gue gendong, abis itu gue jorokin ke sungai !!" jawab Ica.
Sementara guru pembimbing dan Raka mendaftar ulang sekolahnya.
Akhirnya Raka mendapatkan identitas seperti bendera sekolahnya dan name tag sekolah.
"Guys, peserta satu regu hanya 25, sedangkan orang kita 28, jadi 3 orang dari OSIS ga ikut, gantinya sebagai pembawa identitas sekolah !" jelas Raka.
"Oke, kalo gitu gue !!" jawab Ica menunjukkan tangan.
__ADS_1
"Apaan loe !! ga ada, tenaga loe paling full batre Ca, dari tadi gegares mulu. Loe ikut !" sarkas Jihad, menurunkan tangan Ica.
"Mungkin Vio, Kean, sama Dimas. Gimana?" tanya Raka.
"Gue mau ikut ! masa si Caramel aja ikut, gue engga !" jumawanya, Kara melirik pada Milo. Gengsi saja, harus dikalahkan oleh seorang gadis kampung seperti Caramel di depan Milo.
"Oh oke, kalo gitu loe ikut. Tapi loe jangan nyusahin orang !" ucap Arial.
"Ya udah loe aja gimana Nin?" tanya Raka.
"Terserah !" jawab Nina.
"Oke kalo gitu."
Semuanya berbaris, mendengarkan pembukaan lalu interuksi bapak bapak tentara.
"SMA PELITA CENDEKIA !!!!" semuanya semangat.
Rintangan mereka melewati beberapa pos, lihatlah halang rintang yang harus mereka lewati. Jangan sampai kalah cepat dari sekolah lainnya.
Semua tim berlari untuk saling mendahului, begitu peluit di tiup, mereka berlari cepat. Baru juga mulai, mereka sudah disuguhi dengan rintangan melewati kubangan lumpur dengan berjalan masuk ke dalamnya.
"Rintangan pertama kalian melewati ini dahulu anak anak ! baru soal dan kuis bisa di dapatkan !" ucap bapak berbaju loreng di depan kami.
"Astaga !!! emak gue bisa marah !!" gumam Ica.
"Kenapa??? balik balik jadi kebo??" tanya Kara.
"Pergi masih kece badai, datang ke rumah ga bisa bedain mana gue mana si jalu !!" jawab Ica.
"Kebo punya tetangga !" jawab Ica.
"Let's go guys !!" pinta Raka, ia menjadi orang pertama yang masuk melewati kolam lumpur yang tingginya saja sepa*ha. Salah melangkah maka mereka tenggelam di kolam lumpur.
"Oke semua, gue bantu yang ga bisa !" jawab Milo, ikut nyemplung, disusul senior OSIS lainnya.
"Yo cepet siapa dulu !" pinta Raka.
"Oke, gue !!" Kara membuka ikatan kuncir kudanya, ia lalu mencepol rambutnya satu agak atas, hingga leher mulusnya terlihat jelas. Menaruh kacamata bulatnya. Kakinya memasuki kubangan lumpur. Tak ada ragu ataupun jiji, gadis ini memang cukup pemberani.
"Mil, si Kara makin kesini makin yahud, ga liat cowok sekolah lain dari tadi lirik lirik ?!" bisik Arial, mereka yang sudah kotor oleh lumpur dan sampai di ujung membantu yang belum sampai. Milo hanya bisa menggumam. Arial ada benarnya. Lengah pandangan, maka Kara di sosor orang. Belum lagi gadisnya ini sedikit bandel.
"Ca, bagian loe dulu, kalo nyangkut di tengah nanti gue bantu dengan do'a !" jawab Jihad.
"Sat !!" Ica mulai nyemplung, kemudian Jihad dan Ayu lalu yang lainnya. Terakhir Vio, ia terlihat kejijian malah terkesan lebay dengan rengekan.
" Buruan Vio !! ga usah banyak drama !!" pekik Nina dari samping.
"Iuhhh, gue jijik !!! ga bisa gue !! Mil, bantuin gue dong !" pintanya.
"Loe aja deh Rial, gue eneg !" jawab Milo.
"Elah, beban !" gerutu Arial.
"Buruan !!"
__ADS_1
"Gue maunya sama Milo !!" jawab Vio.
"Sayang, bantuin deh..kelamaan juga, nanti kalah sama sekolah orang !" pinta Kara, menunggu Vio ibarat menunggu buaya beranak.
"Ahh ga," tolak Milo.
"Sayang, " rajuk Kara.
Mau tak mau Milo turun kembali, atas permintaan Kara. Jika bukan sedang berlomba, mungkin Vio sudah ia tinggal kelelep dalam lumpur.
"Loe nyusahin, meningan ganti aja deh !" ucap Milo. Gadis ini menyunggingkan senyuman kemenangan dibantu Milo, melirik sinis pada Kara, ada rasa tak tenang untuk Kara, tapi ia tau Milo mau melakukan itu, karena memang ia sendiri yang menyuruhnya.
Milo hanya menarik kasar tangan Vio, "ga usah macem macem disini. Gue ga suka cewek manja kaya loe !" ucap Milo.
Selanjutnya Kara dan yang lain menerima soal seputar kenegaraan. Tentu saja mereka dapat menjawabnya dengan mudah, ada Kara disana.
Tantangan demi tantangan mereka lewati.
"Njirrr !!" rambut gue nyangkut Ra !!" ucap Ica.
"Makanya nunduk peak !!" ucap Jihad dari ujung sana, Ica sedang merangkak meleeati ram kawat sambil maju ke depan.
"Ayo Ca, semangat !!" pekik Kara. Setelah terlewati, giliran menjawab kuisnya, mereka mendongak dan sedikit terkejut. Tentara yang berjaga berwajah tampan.
"Ra, Ra...bapak tentaranya ganteng ! shot me pak, shot me !!" gumam Ica.
" Dorrr !!" ahhhh !!" jawab Ayu membuat senapan tangan dan diarahkan di dadanya.
"Ini soalnya adek adek, " ucapnya ramah berlesung pipi.
"Ya allah bapak !!! kelilipan mata adek !!" ucap Kara tertawa bersama Ica dan Ayu, mereka sama sama gilaknya, tak tau di belakang mereka Milo sedang mendengarkan bisikan syaitan keduanya.
"Sini biar bapak tiupin neng, matanya !" bisik Milo diantara keduanya. Kara tertawa tertahan.
"Hahahaha,mati kutu loe Ra, tuh ka..cewek loe genit ma om om tentara, aturan mah buat yang jomblo napa Ra ??!" Ica maju ke depan,
"Pak, apa jadi tentara kaya gini latihannya ya??" disaat semua sedang memcahkan kuisnya. Ica malah sempat sempatnya mendekati tentara muda dan tampan itu.
"Iya dek, untuk menjaga kebugaran dan kegesitan !" jawabnya formalitas.
"Mau dong dijagain pak !" gombalnya. Seketika perhatian semuanya teralihkan oleh aksi Ica.
"Si Ica, berani banget !" gumam Erwan. Jihad menoyor kepala gadis buaya ini.
"Ck, orang lain ngerjain..ini malah gangguin orang !" bapak tentara itu hanya tertawa renyah.
"Gas Ca...brumm brummm ngenggg!!" pekik Ayu.
"Apa sih loe ?! kan ada kalian, gue rehat dulu ! sirik aja !" sarkas Ica pada Jihad. Ica malah mengajak ngajak Kara, "Ra buruan, dari tadi loe mulu yang mikir ! gantian yang lain ! loe rehat sini ! kita mojok, " ajak Ica.
"Loe ga liat apa, tangan gue aja di borgol !!" tunjuk Kara pada tangannya, yang sedari tadi sedang dipegang Milo.
"Ga usah ajak ajak Ca, gue masih disini !" ucap Milo. Kara hanya mengulum bibirnya.
"Hahahaha, canda ka Milo. Lagian sayang cowok tampan dianggurin ! mubadzir !" jawab Ica.
__ADS_1
"Ga usah marah sayang, cuma canda juga !" ucap Kara.