
Milo terpaksa mengikuti keinginan Raka, untuk mengikuti rapat OSIS.
"Ga usah di tarik tarik elah, Ka !" Raka menarik tas Milo bersama ketiga lainnya.
"Om Braja sendiri yang minta gue buat mengikutsertakan loe ikut kegiatan OSIS, katanya biar ga keluyuran malem terus ! biar ada kegiatan positifnya," jawab Raka tak ada ampun menyeret Milo menuju ruang OSIS.
Gue udah jarang keluar malem sampe larut Ka, " bela Milo.
"Itu karena loe jalan bareng Kara, cewek baik baik. Gue ga mau malah jadi loe yang bawa pengaruh negatif !" jawab Raka lagi.
Arial, dan Erwan mencoba mengendap endap lari dari cekalan Raka, selagi Milo yang sedang di sidang.
"Eits loe berdua mau kemana?" tanya Kean.
"Gue laper lah, mau ngantin !!" kilah Erwan.
"Gue mau ikut Erwan, " jawab Arial.
"Apaan kagak !! gue osis kalian osis juga !!" ucap Milo yang langsung ditarik oleh Raka untuk masuk.
"Siang rekan rekan !!" ucap Raka pada anggota lainnya yang sudah hadir, sontak saja para anggota OSIS perempuan langsung buru buru merapikan penampilannya, beberapanya malah membawa cermin ada pula yang bercermin di ponselnya.
Milo duduk di barisan belakang bersama ketiga lainnya. Kapan lagi bisa duduk bersama keempat cowok idola sekolah ini. Setidaknya bisa tebar tebar pesonanya masing masing, meskipun mereka terkadang tidak melihat.
"Oke guys sambut calon anggota OSIS baru dari kelas X !!" ucap Raka mempersilahkan anak anak kelas X yang sudah diseleksi untuk menjadi anggota OSIS junior.
Milo menatap bosan, tidak ada Kara nya, Kara memang tidak tertarik mengikuti kegiatan semacam ini, bagi gadis ini, OSIS adalah sebuah organisasi yang biasa dipakai para siswa untuk numpang eksis, dan yang jelas tak menghasilkan cuan. Memang begitulah prinsip hidupnya, ia lebih baik pergi mengajar anak anak les untuk tabungan kuliahnya kelak ataupun sekedar membantu ibunya membuat kue pesanan orang, walaupun begitu tidak menjadikan Kara menjadi gadis yang matre.
"Kara ga daftar, Mil?" tanya Arial.
"Udah gue ajak, tapi dia ga mau. Lagian dia sibuk ngajar anak anak les !" jawab Milo.
"Wah sayang kalo gitu, " lirih Erwan.
"Sayang kenapa ? lagian tiap hari tiap jam gue bisa samperin ke rumahnya, ke tempat dia ngajar les, ke kelasnya !" jawab Milo.
"Sayang lah, ga bisa liat loe berdua berantem !!" kekeh Arial, di tertawai Erwan dan Kean. Sontak saja kertas dan spidol melayang ke arah mereka dari Raka.
"Loe berempat bisa diem dan perhatiin gue ngga ? malah gosip aja, kaya ibu ibu komplek !!" sarkas Raka, keempatnya malah tertawa kecil, menertawakan diri mereka sendiri.
"Elah, galak bener bang Raka !" jawab Milo.
Rupanya Kara menunggu Milo sesuai permintaan Milo, lelaki itu tersenyum lebar, melihat Kara yang menunggunya sepaket dengan pipi menggembung kesal, dan gerutuannya. Semakin membuat Milo gemas ingin memiliki Kara untuk dirinya sendiri.
"Liat tuh ibu negara, udah cemberut gitu pasti sebentar lagi meledak !!" goda Arial.
"Ga usah ledekin mau ikut disemprot ?" jawab Erwan.
"Loe berdua yang kena semprot !!" jawab Kean yang menyampirkan tasnya.
"Guys gue bujuk dulu Kara, nanti malem ketemu di rumah Raka !" ucap Milo.
__ADS_1
"Makanya anak orang jangan loe suruh nunggu kasian jamuran tuh ! diamuk tau rasa !" ucap Raka mengejek sedangkan Milo langsung berlari menuju tempat Kara.
"Hemm, kapan gue bisa fall in love kaya si mas yang satu itu !!" sesal Erwan merenungi nasibnya.
"Ahahaha kapan kapan ! udah cabut yu !" ajak Kean.
"Sabar bruh, loe ga sendiri.. om Kean, bang Raka sama gue juga masih jumblu !!" jawan Arial.
Milo sengaja mengendap endap di belakang Kara, yang sedang menunggunya di bawah pohon bougenville, bunganya berguguran indah terhampar di bawah kaki Kara.
"Bwahahahaha, kamu siapa !!" Milo membuat suaranya berat seolah olah penunggu pohon. Kara sempat terjengkat kaget, sontak ia terkejut, sedang asyik mengomel tiba tiba sebuah suara mengagetkannya. Tapi detik berikutnya ia menyadari itu bukanlah makhluk tak kasat mata, Kara bukanlah gadis penakut, yang imannya tipis setipis uang mahasiswa kalo di akhir bulan dan lagi nunggu transferan ortu.
"Ga usah kepo !!" jawab Kara.
"Kamu berani sama saya??! saya adalah penunggu pohon ini !!" jawab Milo lagi dengan tawa yang dibuat buat menggelegar.
"Ga usah ngada ngada, gue ga takut sama siapapun selain sama ortu dan Allah !!" jawab Kara.
"Jangan menyesal kalo nanti kamu ngomong sembarangan gini, saya kutuk kamu jadi perawan tua !" jawab Milo.
"Kaya situ ga jomblo aja !! sesama jomblo ga usah ngeledek !" jawab Kara.
Milo muncul dari belakang, " saya ga jomblo, saya sudah punya kekasih !!" melongokkan kepalanya ke arah Kara, membuat Kara terkejut dan refleks memukul kepala Milo menggunakan tasnya.
"Buk !!!"
"Awww !!"
"Ya Allah, makanya jangan ngagetin !! ahahahha," gadis ini malah tertawa.
"Aww, sakit by. Kamu galak banget sih !" jawab Milo.
"Sini, sini, duduk, maaf sayang !!" Kara tak hentinya tertawa.
Senjata makan tuan, itulah kata yang pantas untuk Milo, niat hati ingin usil tapi malah dirinya sendiri yang kena getah atas perbuatannya sendiri.
Sebenarnya Milo tak merasa kesakitan, baginya pukulan Kara tak seberapa, terang saja Milo adalah atlet taekwondo sekolah, pukulan dan tendangan adalah makanannya sehari hari. Ia hanya senang bisa melihat tawa Kara.
"Cup..cup..maaf ya sayang ! mana yang sakit?" tanya nya. Milo menunjuk kepalanya, setelah diusap Kara ia menunjuk pula pipinya, lalu keningnya terakhir di bibirnya . Kara yang tau aksi modus Milo, yang mirip mirip tukang jualan perlatan medis kw ini mendorong bahu Milo.
"Sono nyebur aja ke laut !!" ucapnya, Milo terkekeh.
"Modus !!" sinis Kara.
"Modus dikit ga apa apa kali by, sama pacar sendiri. Lagian kalo cuma pukulan segitu doang mah ga akan bikin aku geger otak," jawab Milo.
"Iya deh yang kuat kaya samson betawi !!" lirih Kara meledek.
"Kamu tau ga apa yang bisa bikin aku sakit sesakit sakitnya??" tanya Milo.
"Engga dan ga pengen tau juga, yu balik dah kering nih nungguin kamu kaya kerupuk !!" Kara berdiri.
__ADS_1
"Ditinggal kamu !" jawab Milo yang masih duduk, langkah Kara jadi terhenti karena ucapan Milo.
"Ga usah ngebanyol, lagian mau ninggalin kamu kemana? aku masih disini, rumah ku, sekolahku, tempatku ngajar lesku, kamu tau, tinggal nyusul !" jawab Kara realistis.
"Nah itu dia makanya, kamu ga akan pernah bisa pergi dan ninggalin aku !" jawab Milo ikut bangun dan merangkul bahu Kara.
"Licik banget jadi kamu, lha aku ? ga tau rumahmu dimana, ga tau anak siapa, ataupun tempat kamu sering berada !" Kara mendongak.
"Oke kalo gitu yu ke rumah, sekalian ngerayain satu bulannya kita jadian !" jawab Milo.
Dek....
Ada rasa tidak percaya diri dari diri Kara, ia takut keluarga Milo tidak menerima Kara.
Milo berjalan dengan menggenggam tangan Kara, namun gadis itu malah berhenti, membuat Milo ikut terhenti.
"Kenapa?"
"Aku...aku takut..."
"Takut kenapa?" tanya Milo.
"Kalo keluargamu ga suka sama aku gimana?"
"Cukup aku yang suka sama kamu, kalo semua anggota keluargaku suka sama kamu, nanti kita berantem karena rebutan pengen jadi pacar kamu !" kekeh Milo maaih saja bercanda.
"Ihh bisa ga sih serius !!" jawab Kara kesal.
"Bisa !! mau kapan ? sekarang apa nanti setelah lulus ?"
Astaga, lelaki penghuni planet merkurius satu ini minta dipaketin ke matahari, pikir Kara.
"Milo !!!"
"Iya baby ??"
"Aku serius !!"
"Oke nanti sore aku datang ke rumah deh buat lamar, kalo kamu dah serius !!" goda Milo lagi. Kara sudah seperti kepiting rebus karena kesal dan marah. Tapi Milo malah tertawa, senang betul lelaki ini menggoda Kara.
"Kamu tenang aja by, insyaallah papah welcome, beliau orang yang baik...bibi juga pasti suka sama kamu."
"Yuu, aku mau kenalin kamu sama calon mertua !!" kekeh Milo.
.
.
.
.
__ADS_1