Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Shot me, jendral !


__ADS_3

Kara sibuk, sesibuk lebah. Sekolah memberikannya mandat sebagai perwakilan dari sekolahnya untuk acara duta sekolah bersama seorang teman siswa se angkatannya.


Sekolah melepas kepergian perwakilannya yang akan kembali mengharumkan nama sekolah.


"Kara makin sini makin cantik ya !" goda Arial, lihatlah Kara yang tengah tersenyum manis pada para guru.


"Sayang yang disebelahnya Restu !" kikik Erwan, yang langsung dipiting oleh Milo.


"Loe berdua tinggal pilih, mau rusuk kanan apa kiri ?!" Milo sudah ngebul, seharusnya ia yang ada disana bersama baby nya, berhubung karena ia kelas XII ditambah IQ nya rebahan kalo kata Kara, jadi posisi itu direbut oleh Restu.


"Sorry Ra, " Restu tiba tiba berjongkok.


"Kenapa?" tanya Kara.


"Tali sepatu loe !" Restu meraih dan membenarkan simpul tali sepatu Kara yang terlepas. Kara sempat memundurkan kakinya tapi Restu terlanjur meraih tali sepatunya.


"Yaaa !!! di taliin dong !" seru Ica, Milo maju hendak menghampiri keduanya.


"Minta diabisin tuh anak !"


"Eh Milo Mil..!!!"


"Ka Milo !!!"


Milo ditahan oleh teman temannya di pinggiran lapang basket. Kara mendengar kegaduhan dari pinggir lapangan itu.


"Astaga ! cari mati gue, " gumam Kara.


"Res, makasih tapi sorry sebelumnya bukan gue nolak, tapi biar gue aja sendiri !" jawab Kara memundurkan kakinya dan membetulkannya sendiri.


"Oh iya sorry, gue udah lancang."


Kara segera menyelesaikannya, dan segera menghampiri bayi besarnya, jangan sampai anak kingkong itu ngamuk dan mengacak ngacak isi satu sekolah.


"Ayo, Kara, Restu.." ajak bu Mira.


"Sebentar bu, ada yang kelupaan. Ibu duluan aja ke mobil, nanti Kara nyusul, 5 menit aja bu !" pinta Kara, bu Mira mengangguk dan berjalan duluan bersama bu Mira. Kara berbalik dan berlari menuju teman temannya dimana Milo berada.


"Gue pamit dulu ya, do'ain selamat sampai tujuan, " ucap Kara.


"Iya bebebs, gue do'ain loe kembali lagi dengan selamat !" Ica memeluk Kara.


"Pergi aja ! " jawab Milo, Kara tertawa melihat wajah marah Milo, pasti karena adegan tali sepatu tadi.


"Cie ada yang marah, " Kara mencolek hidung Milo.


"Aku pergi ya, jangan nakal !"


"Yang ada kamu yang nakal, belum pergi aja, masih di tempat yang sama, udah berani romantis romantisan sama orang lain, " jawab Milo.


"Jelek banget cemburu loe Mil, malu gue !" jawab Kean.


"Good luck sugar baby nya gue !" Jihad hendak menarik Kara ke dalam pelukannya, tapi dihalangi Milo.


"Loe ga usah ikut ikutan juga Ji, elah !" Milo menarik Kara dan memeluknya.


"Gue ke kantin lah ! gerah, liat bayi srigala kalo lagi cembokur !" sela Raka, yang lain mengekor, karena hanya akan jadi nyamuk saja.


"Lain kali kalo cari cowok cari yang bener, jangan kaya ginian baby..daddy ga suka ! dia mpok cecif !" ledek Jihad.


"Mendingan loe pada pergi," usir Milo.


"Iya ahhh, come on baby baby gue !" ajak Jihad pada Ayu dan Ica.


"Dih apaan !! ga usah pegang pegang kalo ga akan traktir !" sarkas Ica menepis tangan Jihad.


Bukannya menurut, Jihad malah semakin menggoda Ica, ia menyeringai sejurus kemudian ia mengangkat tubuh Ica seperti karung beras, dan berlari membawanya ke kantin.


"Nyi Blorong !!!! " pekiknya memenuhi koridor sekolah.


"Disana jangan nakal, aku bilang apa ? kalo ada yang ngajak ngobrol pura pura gagu aja, pura pura ga denger ! jangan deket deket, laki laki itu berbahaya !" ucap Milo.


"Laki laki kaya kamu gitu ?!" tanya Kara.


"Kecuali aku, " ralat Milo.


"Iya, ya udah aku pamit. Tuh bu Mira udah pada nungguin !"


Cup !


Milo mengecup kening Kara.

__ADS_1


"Hati hati, "


******************


Tak ada Kara seperti separuh jiwanya tertiup angin kota Jakarta.


"Games yu !!! mau ngga? TOD ? daripada boring, " tantang Arial.


"Boring apa? brondong garing ?" jawab Ica, Jihad menoyor kepalanya.


"Ck, tangan loe kebiasaan banget toyor toyor, ini kepala bukan kelapa !"


"Terus kata siapa sawit, " jawabnya.


"Oke TOD apa ?"


"Siapa aja nih yang main ?" tanya Erwan.


"Semuanya aja biar adil !" jawab Raka mengambil sebuah botol bekas teh, melihat wajah suntuk Milo, seperti orang yang habis kalah jud*i dan rugi segala galanya.


Botol minum diputar, semua yang ada di meja ini merasakan debar takut takut tertantang, ngeri ngeri sedep.


Leher botol mengarah ke Keanu.


"Wahahahahah !" Arial dan Erwan menepuk nepuk meja senang.


"Njir gue !"


"Tantangannya, makan bakso sambelnya setengah mangkuk !" pinta yang lain.


"Itu mah ngeracun !" jawab Keanu.


"Masa si Kara aja bisa, " ujar Ica.


"Hah ?! kapan Kara ngabisin sambel?" tanya Arial.


"Waktu dia cemburu sama Milo, sampe masuk klinik," kekeh Jihad.


"Ohhh ! jadi mangkuk sambel tuh ini, kapan ? ko gue ga tau ?!" tanya Arial.


"Loe nya aja ketinggalan info, " mendengar nama Kara disebut sebut lagi, ketebalan rindunya jadi bertambah setebal lapisan atmosfer.


"Buruan Om Kean !" seru Erwan yang menuangkan sambal ke dalam mangkuk baso setengahnya.


"Hahaha, segini mah si Ica juga kuat !" jawab Ayu.


"Apa sih yang ga dia makan !" jawab Jihad.


"Njir ! emang perut gue apaan?! " Ica memukul bahu ketos itu.


Kean menyendok baso berkuah merah menyala itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya beberapa kali,


"Hosss hosss...huu..haaa.." wajah putihnya langsung memerah dan banjir peluh, ia langsung menyambar es teh manis di depannya, membuang sedotannya dan meneguk sampai habis, bahkan es batunya saja ia kunyah.


Botol kembali diputar, leher botol mengarah pada Milo.


"Wkwkwkwkwk ! Mil, loe kena !"


"Oke, apa tantangannya ?" tanya Milo.


Loe samperin tuh adik kelas bilang sama dia, kalo dia cantik banget hari ini !" ucap Raka tunjuknya pada salah satu adik kelas yang tengah melihat Milo. Salah satu fans garis keras Milo yang tak mau diam jika melihat Milo, lebih pantas disebut cacing kremi.


"Kamvrettt ! ogah gue !" tolak Milo.


"Elah, cuma bilang cantik doang, ga akan bikin Kara cemburu, " jawab Arial.


"Coba, gue pengen tau kalo ka Milo gombalin cewek selain Kara bisa ngga?" tanya Ica.


"Hahaha, awas Kara tau digantung !" ujar Ayu.


"Kalo gue rasa, hal lain bisa Milo lakuin semua. Ga kaci lah kalo Milo bisa, bukan tantangan namanya !" ujar Jihad.


"Go Milo goo !!!" pekik yang lain.


"Awas kalo sampe Kara salah paham, loe semua gue b4ntai !" jawab Milo.


"Iya ahh elah lama !" jawab Arial.


Milo beranjak, ia berdiri tepat di depan adik kelas yang sudah hampir pingsan dibuatnya, Milo mendekat saja ia sampai mengipas ngipasi wajahnya dengan kedua tangan.


Milo meraih sebungkus coklat dan duduk di depan adik kelas itu.

__ADS_1


"Gillaaa ! pake coklat dong ! totalitas, " decak Ayu.


"Ini dia ayam kampus kita nih, playboy is comeback !" kekeh Raka.


"Hay, sorry gue boleh gabung ?!" tanya Milo, mereka kegirangan dan heboh sendiri.


"Boleh ka, boleh banget !!!" jawabnya.


"Sorry nama loe siapa?" tanya Milo.


"Elsa kak, " jawabnya hampir meledakkan seruannya.


"Elsa, loe cantik hari ini," Milo menyerahkan sebungkus coklat tadi pada Elsa.


"Nih buat loe, " Milo beranjak dari situ. Tepukan tangan menggema dari meja Milo cs.


"Gilakkk ! kalo seorang Armillo sudah beraksi, cewek satu sekolah pyyyuhhhh dorrr.....klepek klepek !" seru Arial ditertawai yang lain.


"Heran aja, kenapa si Kara dulu malah benci banget gitu, kaya pesonanya ka Milo tuh cuma numpang lewat aja di depan dia, " jawab Ayu mengingat ngingat dulu sahabatnya itu sangat membenci Milo.


"Jangankan ka Milo, dulu gue sempet mikir apa temen gue ga normal ya, soalnya sama idola gue aja yang gantengnya kebangetan menurut dia mah biasa aja, tapi ternyata setelah gue liat Kara pacaran sama ka Milo, Kara emang secuek itu orangnya !" jawab Ica.


"Kara gue mah beda, dia mah ga bisa tertarik sama sembarang orang," jawab Milo kembali bergabung.


"Dan loe cowok sembarangan yang maksa jadi pacarnya," ujar Raka.


"Eh, yang tadi ada loe foto ngga?" tanya Elsa pada temannya.


"Bukan lagi gue foto, gue videoin malahan !" jawab temannya.


"Sini kirim gue, mau gue post !"


Elsa mempostnya di sosial media miliknya, dengan caption # rasanya di gombalin the most sekolah itu sesuatu banget @Armillo Dana Aditama, makasih coklatnya. Foto yang ia post adalah saat Milo tengah tengah memberikan coklat seraya tersenyum.


Restu dan Kara yang tengah istirahat dan hanya duduk saja, menunggu bu Mira berselfie ria dengan pihak panitia dan dari kementrian pendidikan, daripada bosan Restu melihat akun sosial medianya, ia terkejut melihat satu postingan instagram anak anak sekolahnya yang langsung heboh.


"Oo...Ra, " ucap Restu, Kara melihat ponsel yang ditunjukkan Restu, matanya menyipit dan menajam, tunggu saja pembalasannya.


"Ohhh, jadi gini kalo di belakang gue !" ucap Kara.


Raka menscroll ponselnya melihat story whatsapp bu Mira, menampilkan foto acara acara tadi.


"Eh liat ini bu Mira ada posting, "


"Mana liat ?!" pinta mereka termasuk Milo.


Foto pertama saat di depan gedung acara, lalu dengan pihak sekolah lain dan panitia acara, lalu foto berikutnya Kara dan Restu yang menerima buket bunga. Kara menyabet duta seribu buku, sedangkan Restu duta anti narkoba. Foto selanjutnya Kara dan Restu yang berjajar bersama bu Mira dengan wajah jeleknya.


"#Congrats anak anakku !!"


Lalu beralih foto mereka dengan petinggi kepolisian, TNI, dan kementrian pendidikan. Tak lama setelah itu muncul di riwayat Raka story whatsapp Caramel, dengan statusnya baru saja.


Milo tergelonjak, saat melihat foto Kara bersama seorang petinggi Kepolisian yang masih muda, dengan pangkat berjejer.


"Calon idaman, no gombal gombal..shot me Jendral Wirayasa 😊😘" Kara tengah hormat dan si jendral muda tengah memegang bunga.


Sontak saja tawa menggelegar diantara mereka.


"Gue susul sekarang, dimana tempatnya Ka?" tanya Milo.


"Ya, mana gue tau ! mau ngapain disusul ? " jawab Raka.


"Mau gue ajak berantem, jendral polisi, gue jabanin !" jawabnya.


"Hahaha, ka Milo karma tuh, dia gombalin cewek dapetnya cabe cabean, dibales sama Kara yang lebih nge boom, Kara no kaleng kaleng, jendral !!" Ica tergelak.


************


"Makasih jendral, maaf ya ka, cuma buat iseng isengan aja, ngerjain pacar, " kekeh Kara. Setelah mendapatkan ijin dari jendral Wirayasa dan tunangannya, Kara mempostnya,


"Hahahah, ga apa apa...kamu lucu banget sih, kalian maksudnya, so sweet !" ucap si tunangan jendral Wira memeluk pinggang laki laki itu mesra.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2