
Masih tersisa sesenggukannya, membuat Milo tertawa tawa. Ia menarik Kara untuk berdiri, tubuh atletis itu membawa Kara ke dalam pelukannya.
"Pergi membuat aku semakin yakin, kalau kamu lah jalan pulang untukku !" ucapnya. Kara memejamkan matanya, perasaannya semakin kuat untuk lelaki ini.
"Ga perlu takut menghadapi keadaan, kalau kamu tak sanggup berjuang buat kita, biar aku yang menjadi tameng dan pedangmu !" ucapnya lagi. Apakah Kara harus kembali menangis? dengan pelan akhirnya Kara membalas pelukan Milo .
Kara hanya mengangguk sambil kembali menangis, tak mampu untuk berkata kata, karena yang jelas ia sangat merindukan lelaki ini. Milo melepaskan pelukannya, ia malah berlutut di depan Kara, sambil memberikan sebuah gelang berhiaskan bandul kunci kecil.
"Caramel, jadilah gadis yang akan selalu menemani hari hariku, jadilah gadis kuat yang selalu menjadi alasanku untuk pulang, dan jadilah gadis nakal yang selalu kurindukan setiap saat !"
Jika orang orang menembak hanya dengan kata kata yang itu itu saja, beda halnya dengan Milo, tak ada kata mau atau tidak, terima atau tidak.
"Ini apa?" tanya Kara seraya mengambil gelang itu.
" Itu kunci, simbol kunci hatiku !" jawab Milo. Kara menatap lekat wajah tampan Milo.
"Kamu tau kan ini yang pertama bagiku?" tanya Kara.
"Iya, dan berdo'a lah ini jadi yang terakhir bagimu juga !" jawab Milo terkekeh.
"Curang !" ketus Kara. Gadis ini tau, ia bukanlah yang pertama buat Milo.
Kara meraih dan membawa gelang itu, senyum Milo mengembang, lalu ia berdiri memasangkan gelang itu di pergelangan tangan Kara.
*************
"Aaaaaaaa !!! mereka balikkan Ji !!" pekik Ica kegirangan menjambak jambak rambut Jihad.
"Gue tau Ca, tapi setelah ini loe yang gue tembak beneran !! rambut gue jangan di jambak jambak njirrr !! loe pikir ini sayuran emak loe di rumah, loe cabut cabut !! rambut mahal nih !!" dumel Jihad.
"Tembak aja Ji !!" ucap Arial.
"Gue tembak pake shortgun !" ucap Jihad.
"Uhhh ka Milo tuh sweet banget sihh, pengen deh jadi Kara !" mewek Ayu.
"Iya, dan kita jomblo ngenes cuma liatin orang pacaran kaya maling disini !" ucap Erwan. Mereka menyadari kebo*dohan nya sendiri lalu tertawa bersamaan. Kara mendengar tawa tawa penjahat penjahat lukcnut dari sana.
Alisnya langsung menukik tajam, "kamu kerja sama, sama mereka buat usilin aku?" tanya Kara.
Milo malah menyunggingkan senyumnya, "aku ga nyuruh mereka buat culik kamu pagi pagi pake piyama by, " jawabnya menunjukkan kedua jarinya. Kara langsung menjewer kuping Milo, meskipun terlihat berjinjit meraihnya.
"Aawww...by sakit by !!!" aduhnya. Kara membawanya seraya berjalan mendekati gerombolan stalker yang harus ia bantai.
"Waduhhh !! Kara kesini !! cabut cabut....!!" mereka langsung berlarian tak tentu arah. Kara melepaskan tangannya dan berlari mengejar Ica dan Jihad.
"Jihad !!! Ica !!! gue tau ini kerjaan kalian !!!" pekik Kara.
"Lari Ca, ada ODGJ ngejar ngejar minta duit rokok !!" Jihad tergelak.
Jihad berhenti, kelelahan. Ayu dan Ica pun sama. Kara menangkap ketiganya. Langsung membogemnya tanpa ampun.
"Kalian jahat sama gue, loe tau ga, gue kaya ODGJ yang lagi nahan bok3r !!" dengus Kara. Bukan Kara yang menggetok Jihad, tapi Jihad justru yang membawa Kara ke dalam keteknya mengacak acak pucuk kepala Kara.
"Kita tuh sayang sama loe, ga mau liat loe murung terus kaya ayam sakit !" jawabnya.
Kara menatap Jihad tajam, "makasih Ji, Ca, Yu. Gue sayang kalian !!!" Kara memeluk Jihad yang ukuran badannya sama seperti Milo, Kara mungil di dekapan Jihad. Ditemploki juga Ica dan Ayu.
"Kalian kaya cicak nemplok di dinding tau ga ?" ucap Jihad, mereka tertawa.
"Emmhhh bunda gue sayang loe !!" ucap Kara kembali.
"Gue juga sayang kalian, makhluk terkamvreeet nya Allah !" ketiga gadis ini tertawa.
"Hemm, thanks guys !!" ucap Milo duduk di bangku taman bersama keempat temannya, memperhatikan keempat manusia teletubbies yang berpelukan tapi saling jitak kepala di depannya.
"Ga usah makasih, kita brother !" jawab Kean, diangguki yang lain. Keempat lelaki yang jika bersatu yang kerennya sama seperti boyband korea.
"Masalah loe di depan menanti Mil, bukan ga mungkin hubungan kalian pun akan banyak ujian. " ujar Erwan.
"Tenang aja kita ada disini buat loe bro, asal gue jangan disuruh motongin bawang merah lagi !" ucap Arial.
"Loe nya aja yang bo*do mau maunya disuruh Jihad motongin bawang !" jawab Kean.
"Mil, ayah Kara bagian produksi !" jawab Raka, memberikan informasi yang baru saja ia dapatkan dari orang dalam.
"Oke, thanks brother !"
"Sorry, gue jadi ikut campur kerjaan papah !" ucap Raka.
"Loe ga usah minta maaf, justru gue yang makasih karena udah bantuin gue. Lagipula nanti loe lah yang meneruskan tahta om Dion kan ?" Raka mengangguk.
__ADS_1
"Selanjutnya gue yang ambil kendali, " ujar Milo.
"Cowok selingkuhan tante Marsya gimana Mil ?" tanya Arial.
"Gue udah nyuruh orang buat awasin keduanya, biarlah tante Marsya enak untuk sekarang, untuk sekarang gue bakal simpen hubungan mereka untuk nanti, saat ini gue masih bisa lindungi Kara dan papah dengan tangan gue sendiri." jawab Milo.
"Tapi lebih banyak lagi harta om Braja yang di porotin tuh laki, Mil!" jawab Arial.
"Gue sudah menyuruh om Adi untuk membatasi limit kartu kredit tante Marsya, gue juga akan membatasi gerakan tante Marsya di pabrik."
"Kalau menurut loe itu yang terbaik, oke !" jawab Kean.
"Loe kapan Ka, ikut om Dion?" tanya Milo. Ketiga lainnya menatap Raka.
"Ikut kemana?" tanya Arial membeo.
"Ucapin selamat juga dong sama calon CEO RAKA !" kekeh Milo membuka rahasia jika Raka pun akan mengikuti jejaknya.
"Si@*lan loe Mil !" dengus Raka.
"Hah??! loe bilang ga mau ngikutin jejak om Dion!! loe bilang loe mau ikutin mimpi loe !" keempatnya tau Raka sangat ingin menjadi dokter.
"Ini jadi temen temen gue bos nih certanya?? " tanya Erwan.
"Yoi, untung lah gue, jadi nanti gue ga ada acara jadi pengangguran !" jawab Arial.
"Otak loe dan kemampuan loe juga mesti mumpuni kamvreet !" toyor Kean.
"Heh, saravvv seengaknya gue punya koneksi orang dalam !" jawab Arial balik menoyor Kean. Ujung ujungnya mereka malah berdebat dan saling menjepit kepala dengan ketiak.
**********************
"Guys, gue laper ! gue pingin pipis !" ucap Kara.
"Beli di warung !" jawab Ica, merapikan rambut Kara dengan tangannya.
"Mana ada peakkk, warung ga jualan pipis !" jawab Jihad.
"Disitu aja Ra, di balik semak semak !" usul Jihad membuatnya dihadiahi tamparan keras di pa*hanya dari Kara.
"Kalo ngomong suka ga dipilih dulu kosa katanya, asal jeplak !" jawab Kara.
"Gue bukan lagi beli ko*n*dom Ra, mesti dipilih dulu rasanya !" jawab Jihad, sontak membuat ketiga gadis di sampingnya yang duduk melantai di rumput menguyel uyel bibirnya.
"Ketauan yang suka beli !" jawab Ica.
"Iya gue suka beli yang bekas dipake orang, buat gue jadiin karet jepang anak anak, loe ga tau gue pengoplos karet jepang !!! sebut saja gue Mawar !" jawab Jihad. Ketiga gadis ini tertawa puas.
"Aduh gue makin ga kuat pengen pipis !!" jawab Kara, ia berlari mencari toilet. Kara masuk ke toilet umum.
"Alhamdulillah lega !" jawabnya.
Tapi langkah kaki putihnya terhenti saat bertemu Ivan yang ternyata ada juga di taman kota sedang berolahraga pagi. Ia menyugar rambutnya.
"Hey, hamba Allah??!!" serunya. Melihat tampilan Kara, Ivan tertawa. Tapi Kara memang cantik dan manis, apalagi tanpa kacamata bulatnya. Mata Kara sudah memicing melihat Ivan.
"Kita selalu ketemu ya, tau ga artinya apa??" tanya Ivan, Kara membatin, "jangan bilang jodoh kalau iya berarti dia sama kaya emak emak pecinta sinetron !" Kara menggeleng.
"Itu artinya kita jodoh !" jawab Ivan sendiri.
"Fix dia ga kreatif, dan pecinta sinetron kaya ibu !" benak Kara. Gadis itu memutar bola mata jengah.
"Kalo gitu anggap aja gue memutus jodoh loe !" Kara melenggang pergi begitu saja, tapi Ivan mengikuti dan mensejajarkan langkahnya di samping Kara.
"Loe salah kostum??" kekeh Ivan, ada ada saja gadis ini, semakin ia gemas dibuatnya.
Kara menghentikan langkahnya, "Loe mau kemana sih ? Ga usah so akrab so deket sama gue ! sono pergi aja duluan !!" jawab Kara menghentakkan kakinya kesal.
"Gue pergi kemana loe pergi," jawab Ivan mengesalkan.
"Gue mau lompat ke jurang !" jawab Kara.
"Kalo gitu gue ikut !"
"Dih, gilaak ini anak!" dengus Kara.
" Kalo gitu gue minta loe pergi aja deh, please kalo ketemu gue, anggap aja kita ga pernah ketemu dan ga kenal!" pinta Kara.
"Gimana mau bilang ga kenal, wajah loe aja kebayang bayang terus di otak gue!" jawab Ivan.
Kara menatapnya aneh, "kurang waras loe ! huss huss !" usir Kara.
__ADS_1
Milo yang tak melihat Kara berjalan mendekat ke arah Jihad dan kawan kawan.
"Kara mana?" tanya nya.
"Cari toilet ka!"
Setelah menunggu 10 menit, Kara tak kunjung datang. Akhirnya Milo beranjak mencari Kara. Rahang Milo mengeras melihat Kara sedang di ganggu Ivan. Terlihat dari ekspresi tak suka Kara.
"Loe kesini pake piyama ? tanpa sendal lagi," kekeh Ivan.
"Iya ! gue ngadain pesta piyama di taman kota, mau ngapain loe, awas minggir minggir. Jangan ikutin gue !!" ancam Kara.
"Loe lucu banget sihhh!" ucap Ivan gemas, hampir saja tangannya meraih pipi Kara, tapi belum sampai Milo sudah menepisnya.
"Sorry yang loe bilang lucu ini sayangnya dah ada yang punya !" ucapan menukik Milo membuat senyum Ivan menjadi getir.
"Kara memang ga butuh sendal, " Milo berjongkok di depan Kara, membuat Kara terkejut.
"Mau ngapain yank??" tanya Kara.
"Gendong kamu lah by, ayo ! daripada nanti kaki kamu lecet,, terus ga bisa pake high hells di acara nikahan kita !!" jawab Milo, Kara kikuk, daripada terjadi perang dunia ke 4, ia memilih menurut saja, naik ke punggung Milo.
"Tapi aku berat loh !" Kara meringis.
"Lebih berat dosa Jihad !" jawab Milo tertawa, membuat Kara ikut tertawa. Moment sweet itu tak luput dari pandangan Ivan. Sebelum pergi Milo menatap Ivan lekat,
" Sebaiknya jaga sikap loe !" ucapnya dingin. Kara memalingkan wajahnya dari Ivan. Ivan menatap kepergian Kara dan Milo.
Ia mendengus, "oke, gue bisa rebut dia dari loe Armillo !" gumamnya kembali berlari.
"Kenapa ga bilang dulu kalo mau ke toilet ?" tanya Milo.
"Udah ga tahan, lagian tuh salahin mereka, ga ngasih waktu buat ke toilet dulu !!" jawab Kara.
" Ya udah, kita cari sarapan deh si gembulku ini pasti lapar !" jawab Milo, selalu ada senyum mengembang saat mendengar kata makan.
"Hemmm, balik balik udah maen gendong gendongan !! bentar lagi pasti di gendong ke KUA !" ujar Erwan.
"Guys cari makan dulu deh, kasian gembulnya gue kelaperan !" ucap Milo.
"Yeee !! dari tadi kek ka Milo, gue udah laper. Bukan cuma Kara doang yang laper. Kita nih yang dari subuh udah gerak juga laper !" jawab Ica.
"Jangankan loe, gue juga laper..seabad belom makan !" jawab Jihad.
"Seabad apaan loe !!! terus tadi yang rampok gorengan ibunya Kara siapa?? se*tan budeg??!" sarkas Ica.
"Udah ga usah berantem ! gini nih kalo kocheng kocheng kelaperan, bawaannya pasti cakar cakaran !!" lerai Arial.
"Udah, berisik tuh di depan kan banyak yang jualan makan !! ga usah pada ribut !" ucap Raka.
"Loe berdua seriusan mau gendong gendongan gitu??" tanya Jihad.
"Emang kenapa Ji?" tanya Ayu.
"Empet mata gue liatnya ! bikin gue mupeng !" jawab Jihad.
"Sini gue colok mata loe, biar ga empet ! lagian siapa suruh datang blusukan ke rumah orang pagi pagi bikin panik, gue kan jadi lupa sama sendal !!" jawab Kara, Milo tertawa.
"Loe mau, Ji? tuh gendong si Ica !" jawab Kean.
"Ogah ! langsung pendek gue gendong bocah rasa buto ijo gitu !" jawab Jihad.
"Njirrr !! gue do'ain loe beneran dapet jodoh buto ijo !!" ketus Ica.
"Sesama makhluk halus ga usah saling sindir !!" jawab Raka.
"Ihh ka Raka mah jahat, gue mati aja lah gantung diri di pohon toge !" jawab Ica.
"Sini biar gue bantu, simpulin tali gantungannya, Ca !" jawab Ayu.
"Gue yang bawain bangkunya buat naik, sekalian viral in !" jawab Kara.
"Gue bantu tahlilan sama ghibahin loe deh Ca !" jawab Jihad.
"Uhh teman teman yang baik, mati bareng yu!!" ujar Ica.
"Dasar gilaakk ! dibantuin gantung diri malah seneng !" timpal Jihad.
" Saravvv loe semua !!" Erwan sudah tak kuat menahan tawanya lagi. Begitupun Milo, Raka dan Kean.
Tanpa terasa langkah mereka sampai di deratan gerobak penjajak makanan, berhubung hari ini hari minggu dan rutinitas Car free day.
__ADS_1
Lapar, bisa membuat seseorang memiliki penyakit komplikasi, diantaranya selain penyakit fisik tapi juga mental, seseorang dapat menggila, berhalusinasi, kesal, emosian dan juga gilaakk seperti mereka.
Note : 2k kata sayang sayangkuh, untuk mengganti satu episode kemarin plus sarapan pagi ini, saking asiknya nulis, mimin sampe lupa hal yang paling penting !! saya atas nama author gabut dan kaum rebahan menundukkan kepala dan merangkul penuh sayang, buat readers kesayangan author remahan ini, Dari cerita awal sampe saat ini pun kalian setia membaca karya karya amburadul ku, kalian selalu memberikan komentar yang selalu menjadi mood booster, like, rate, dan hadiah juga vote buat dukung mimin. Tak lupa selalu menempatkan cerita cerita mimin di rak favorit. Kalian sangat perhatian dan peduli sama mimin, mimin terharu, kalian sudah seperti keluarga online buat mimin.