
Hari ini Kara ingin mencari yang segar segar, sepertinya bakso dengan kuah cabai level 10 cocok untuk membuat otaknya yang ruwet jadi segar kembali.
Sudah sendok sambal yang ke berapa kalinya masuk, meluncur menuju kuah bola bola daging miliknya. Ayu, Ica dan Jihad sampai melongo dibuatnya, auto kuras perut setelah ini.
"Stop..stop..stop..Ra!!" Ayu mencegah sendok sambal berikutnya masuk ke dalam kuah yang sudah berubah memerah dan bau cabai yang menyeruak hidung. Kasihan bu kantin jika satu mangkok penuh sambalnya dihabiskan hanya untuk satu porsi bakso hari ini.
"Busettt ! ini mah cabe dibasoin, bukan baso dicabein !!" ucap Ica.
"Kalo cewek lagi kesel sama cemburu kenapa larinya ke sambel sih!!" lirih Jihad geleng geleng kepala.
"Gue ga kesel ! gue juga ga cemburu !! ralat ucapan loe, gue lagi badmood aja !!" jawab Kara, tanpa sadar ia sudah memproklamirkan dirinya sadgirl, gadis polos macam Kara memang tak pernah merasakan yang namanya pacaran.
"Terus larinya mesti kemana?? lari ke rumah babeh loe terus minta duit, gitu?" tanya Ica sewot.
"Engga Ca, makan beling !" kekeh Ayu. Bagi Kara guyonan mereka tidak lucu saat ini, bahkan sepertinya jika ada komedian SUsu kedeLE saja tidak lantas membuatnya menjadi ngakak. Mood nya sudah jatuh ke inti kerak bumi saat ini, dan pelakunya adalah Armillo Dana Aditama.
Rasa bakso di mangkuk Kara yang menurut Ayu, sudah seperti rasa petir, bikin lidahnya kelu, seakan tak ngefek untuk suasana hati Kara. Memikirkan skandal yang dulu pernah terjadi antara Milo dan Juwita membuat kupingnya langsung berdengung.
15 menit sebelumnya.
"Gue penasaran deh Ji, skandal apaan sih? ko heboh banget !" tanya Ica penasaran, karena sedari tadi itulah yang menjadi topik pembicaraan Jihad, ketkel yang multi, ketua kelas oke, bintang tok tok oke, ketua perkumpulan ghibah se sekolah oke, jenis laki laki macam apakah Jihad ini.
"Gue heran deh, cowok kan rata rata ga pengen tau urusan orang, ko loe belok sendiri sih Ji?" tanya Ica dengan santainya. Kara dari tadi diam hanya menyimak pembicaraan ketiga temannya, moodnya benar benar hancur, sudah seperti kue putu yang diinjak injak terus nempel di sepatu.
"Katanya ga cemburu, katanya mau jadian juga ga apa apa, baru denger gosip ka Milo aja udah berubah jadi silent human !!" ledek Jihad, mata Kara berkilat menatap Jihad, ingin rasanya ia cekik temannya itu.
"Engga ya !! gue nyimak doang, ga tau apa apa mau ngomong apa ??" kilah Kara.
"Loe itu lagi menyangkal Ra, " Jihad menepuk nepuk pundak Kara.
"Serah loe deh, gue mau cari yang seger !" jawab Kara berjalam di depan Jihad.
"Eh Ji, jawab dulu skandal apa ?" paksa Ica.
"Gue tau dari kaka kelas yang seangkatan mereka sih, katanya dulu heboh banget jodoh jodohin Ka Milo sama Ka Juwita !" jawab Jihad, forum ghibah ibu ibu kompleks dibuka dadakan.
"Loe ga pengen tau, Ra??" tanya Jihad, Kara kepergok memasang pendengaran. Kara memutar bola mata jengah, "ya jelas denger lah, loe ngomongnya kedengeran sampe kampung sebelah !"
Ica dan Ayu tertawa, Kara kalo ngomong kelewat jujur. Jihad memanyunkan bibirnya menyebalkan.
"Terus Ji??" keempatnya duduk di bangku panjang saling berhadapan.
"Mereka emang kemana mana selalu bareng bareng, pas suatu hari keduanya kepergok berduaan di kamar mandi sekolah !! udah gitu ka Juwi digendong ala bridal style lagi !!"
Brakkk !!!! meja digebrak Kara membuat ketiganya kaget bukan main.
"Eh copot..copot...!!" latah Ica.
__ADS_1
"Bu !!!! aku pesen baksoo !!" pekik Kara, kupingnya sudah sangat panas.
"Ra,,kaget gue !! Ayu dan Jihad menegur Kara.
"Apa?? sorry deh kalo kaget !" ucap Kara polos tanpa rasa bersalah.
"Abis ngapain tuh mereka ??" Ayu dan Ica semakin penasaran, memang benar gosip itu singkatan makin digosok makin sip...
"Ga tau, yang jelas ka Juwi tuh nangis, ada yang bilang tuh, katanya sempet denger ka Juwi bilang sakit sakit gitu !!" Jelas Jihad tanpa sensor atau saringan kopi yang menyensor kata kata ambigunya.
"Haahhh!!!! daebak !!" bola mata Ica hampir saja keluar dari tempatnya.
"Masa sih?? ga mungkin ka Milo se brengsek itu !!" ucap Ayu yang melirik gadis di sampingnya, Kara sudah kusut, pandangannya mengkilat, sampai sampai kalau ada ayam tetangga lewat akan Kara tangkap dan makan hidup hidup.
************
"Kira kira mungkin ga sih kalo ka Juwi sama ka Milo ngelakuin gitu ??" tanya Ica, memang dasar teman teman ga ada akhlak, tak memikirkan perasaan gadis di sebelahnya.
"Uhuukk !!" Kara terbatuk air matanya sampai keluar, salahnya yang menaruh sambal diatas batas normal, hingga sekarang ia sendiri yang tersiksa karena keselek kuah cabai yang pedasnya seperti kuah neraka.
"Ra, !!" Ayu dan kedua lainnya memberikan air minum untuk Kara,
"Loe berdua sih !!" Ayu menepuk nepuk tengkuk Kara.
"Gue cuma ceritain gosip yang beredar aja, biar Kara ga kaget nantinya kalo tau, lagian gue sayang sama Kara, ga mau nantinya temen gue disakitin," dibalik sikap kurang akhlaknya, ada niat baik terselubung disana, walaupun sebenarnya Jihad pun tak tau berita itu benar atau tidak.
"Berita itu belum tentu benar adanya, ada baiknya kita tanyakan sama orangnya langsung !" jawab Ayu, memang diantara semuanya Ayu lah yang sering bersikap bijak.
"OGAH !!" tambah mereka kompak.
"Kompak banget !!" kekeh Ayu.
"Gue ga berani !" gidik Jihad, diangguki Ayu.
"Gue juga !!" tambah Ayu.
"Gue ga mau, malu lah...gengsi banget mesti nanya hal begituan..lidah gue gatel kalo nanya begituan !!" jawab Kara.
.
.
Baru saja lepas dari rasa sambal yang membakar lidah dan tenggorokannya, sampai sampai dadanya terasa panas.
Guru sedang menerangkan pelajarannya saat ini, tapi Kara tidak fokus belajar, peluhnya bercucuran menahan sesuatu di perutnya, lambungnya rasanya seperti di ubek ubek.
"Bu, saya ijin ke toilet !!" ucap Kara, setelah mendapat anggukan dari guru, Kara tak tunggu lama lagi, ia berlari sambil memegang perut dan kacamatanya.
__ADS_1
"Si*al, gara gara kebanyakan cabe !!" gerutunya.
Kara lemas, ia memegang ujung wastafel sebagai pegangannya, baru saja keluar ia sudah masuk kembali ke dalam bilik toilet.
"Aduhhh !!!"
Badannya sudah lemas, keringat bercucuran, ia membuka kacamatanya wajahnya pun pucat. Biasanya hanya membutuhkan waktu 10 menit, tapi kali ini sudah hampir 30 menit berlalu dan Kara masih berada disana.
Ayu dan Ica yang khawatir menyusul ke toilet, mereka menemukan Kara sedang terduduk lemas di dekat watafel kamar mandi.
"Astagfirullah Ra, kamu kenapa?" Ayu dan Ica ikut berjongkok memeriksa keadaan Kara.
"Gue lemes, udah hampir 7 kali balikan gue masuk toilet !! perut gue sakit banget !" jawab Kara.
"Nah kan gue bilang juga apa !! ini gara gara kuah bakso tadi !" jawab Ayu.
"Ya Allah Ra, yang kaya begini nih bertindak bo*doh, mendingan loe ke UKS aja Ra," tambah Ica.
"Iya Ca, loe balik biar kita yang anterin Ra, "ucap mereka.
"Bentar gue lemes !" Kara kembali ambruk, tenaganya sudah terkuras habis dan terbuang.
Bukannya sedih tapi Ica dan Ayu malah tertawa atas apa yang terjadi pada temannya ini, " ini namanya cemburu makan tuan, ga usah gengsi Ra, keliatan ko di jidat loe gede banget tulisan kalo loe cemburu !! konyol loe !!" ucap keduanya.
Ayu dan Ica membopong Kara masuk ruang UKS.
Petugas UKS memberikan pertolongan pertama pada Kara, untuk selanjutnya Kara disarankan ke klinik.
"Caramel, " sapa seseorang. Kara melirik ke arah cowok yang datang bersama Ayu dan Ica.
"Ra, ka Iwan nyariin loe ke kelas, " jawab Ayu yang membawakan tas Kara.
"Gue di mintain Milo buat anter loe pulang !" ucap lelaki yang tampak urakan, celana seragam yang di plester di bagian lututnya dan baju yang keluar, dengan handband di tangannya dan tindikan di bawah bibirnya.
"Ga perlu, gue bisa pulang sendiri,atau engga sama temen temen gue !" jawab Kara memalingkan wajah, hatinya kembali panas mendengar nama Milo.
"Gue ga terima bantahan, terima ga terima, loe harus mau, gue ga mau kalo nantinya gue yang kena omel atau sampe dihajar Milo."
"Bilang aja gue nya ga mau, ga usah so perhatian, gue ga butuh pedulinya dia ! gue bukan korban bencana alam yang butuh dompet peduli !" omel Kara. Iwan tertawa kecil.
"Tapi gue ga mau ambil resiko dihajar Milo, Milo udah kasih mandat sama gue dan harus gue jalanin sekalipun harus geret loe pake mobil derek !" jawab Iwan, Milo memang berkumpul dengan orang orang yang satu frekuensi dengannya, cowok cowok pemaksa dan sadis.
"Gue denger loe juga sakit kan, gue dah kasih tau ke Milo kalo loe sakit di sekolah !!"
Mata Kara membulat, bukan lagi di penjara, bahkan orangnya tidak ada saja perintahnya masih tertinggal disini.
.
__ADS_1
.
.