Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Sepupu Milo


__ADS_3

Kara memukul mukul pundak sekeras beton ini. Wajahnya bukan lagi merona, keduanya jadi sorotan yang lain, Kara menunduk malu. Namun seolah tak terjadi apa apa, si pelaku bermuka tebal setebal kulit badak ini santai saja.


"Malu maluin tau !!" Kara membulatkan matanya selebar dunia, tapi Milo malah terkekeh.


" Ekhemm !! mesra dimana mana, anggap aja yang lain tenyom !" ledek Arial. Setelah berkumpul dan saling bersalaman, Milo berjalan menuju luar gedung. Tangannya tak lepas menggenggam tangan Kara.


"Bisa dilepas ga? udah kaya anak ilang aja !" bisik Kara.


"Kalo ga mau?" Milo malah menggodanya. Bukannya melepaskan, genggamannya malah semakin erat, seperti di tempeli lem super.


Langkah mereka terhenti, Milo yang asalnya menyimak obrolan absurd teman temannya teralihkan dengan pemandangan yang mengganggu mata.


"Guys duluan aja, gue ke toilet bentar !" ucap Milo. Kara ikut berhenti, karena tangannya yang masih di genggam Milo.


"Apa? mau ke toilet kan?? lepas ! masa iya aku juga harus ikut !" sewot Kara. Tapi Milo tak mendengar, malah ia menarik Kara untuk mengikutinya.


Gila saja lelaki ini, tidak mungkin kan, tiba tiba Kara disuruh ikut, dimana ia harus letakkan harga dirinya yang memang setinggi galaksi bima sakti. Setidaknya ia masih memiliki harga diri yang patut di sanjung orang, meskipun harta tidak sebanyak orang orang di luar sana.


"Eh..eh tunggu...aku ga mau lah, masa iya aku ikut masuk !!" Kara masih berontak.


Tapi tak berapa lama Kara tak lagi melawan, di hadapannya dan Milo, Juwita tengah di ganggu seseorang yang Kara pernah lihat.


"Itu ka Juwita kan?" Kara menoleh, Milo sudah mengeraskan rahangnya. Kara melihat amarah dari raut wajah Milo, seperti saat Moni membullynya dulu. Tangan Kara yang sebelah menggenggam tangan Milo.


"Sayang," ucapnya lembut. Milo menoleh, "tunggu sebentar disini !!" ucapnya tak ada senyum ataupun raut wajah bercanda. Milo tampak menakutkan bagi Kara, sama seperti saat dulu pertama kali bertemu. Juwita tengah di ganggu dan dipaksa, tak tau apa yang sudah terjadi dengan mereka, Kara tak mengerti.


Hanya yang Kara lihat saat ini adalah, Milo yang berlari dan mendaratkan bogeman mentahnya di rahang si laki laki, dialah kapten tim lawan tadi, Rayhan. Rayhan membalas, Juwita berusaha melerai mereka.


Kara berlari mendekat, "Milo, udah Milo ini tempat umum !!" ucap Kara.


"Milo stop !!!" Juwita dan Kara berusaha melerai.


"Astaga Milo !!" pekik Raka, ia kembali untuk mencari Milo dan Kara yang dirasa cukup lama.


Raka melerai keduanya. Kara langsung memeluk tubuh Milo menjauhkannya agar tidak beradu jotos lagi dengan Ray.


"Mau apa lagi loe sama Juwi, apa belum puas??" pekik Milo.


"Gue cuma mau say hay doang sama ex gue, masih teringat di ingatan gue ko lekukan tubuhnya dan suara sexy nya !!" ucap Ray memancing kembali pertikaian, sontak Milo maju ke depan di tahan Kara.


"Milo, udah Mil...cukup !" Kara menatap penuh memohon.


Bukan Milo yang menyumpal mulut Ray, tapi Juwita yang sudah menamparnya.


"Cukup Ray !!! " pekiknya sambil menangis. Raka yang biasanya sabar, kini tersulut emosi.


"Bukk !!!" satu tonjokan keras di perut Ray mendarat.

__ADS_1


Teman teman Rayhan berdatangan, dan meredakan pertikaian, begitupun teman teman Milo.


.


.


Kara menempelkan kapas yang sudah di bubuhi obat merah.


" Ga bisa apa jaga emosi? ga bisa apa semuanya di omongin baik baik," omel Kara.


Mereka tengah terduduk di sebuah gerai makanan cepat saji, untuk makan siang. Ada Jihad, Ayu dan Ica. Adapula Juwita, Arial, Erwan, Kean dan Raka.


"Ra, orang luka jangan dimarahin !" ucap Ica. Kean menyerahkan kapas ganti untuk bagian dekat matanya. Kara bukanlah seorang perawat apalagi dokter, Milo sedari tadi meringis oleh sentuhan Kara yang terbilang cukup kasar, layaknya tembok yang tidak di aci, saking emosinya.


"Ya kan gue kesel, ga bisa apa diomongin baik baik ! kenapa harus pake kekerasan sih !" tekan Kara pada luka Milo membuat si empunya meringis begitupun yang lain, seraya mengulum bibir ingin tertawa, namun takut ikut kena semprot Kara.


"By,pelan pelan. Udah jangan marah marah. Iya aku minta maaf !" jawab Milo mengalah.


"Kalo diomongin baik baik namanya musyawarah, Ra ! gimana sih ?!" jawab Jihad.


Raka dan Kean menggelengkan kepalanya, bukan tidak mungkin babak kedua akan terjadi antara Kara dan Jihad, bukan gontok gontokan melainkan main jambak.


" Guys pesen aja duluan, biar nanti gue yang bayar. " ucap Milo. Semua bersorak senang, siapa yang tak senang makan gratis.


"Gratis nih ka?? di traktir?" tanya Ica berkaca kaca terharu. Milo mengangguk.


" Asikk, makin sayang mas Milo !!" ucap Erwan. Hanya tinggal Kara,Milo dan Juwita. Gadis itu masih terlihat menatap nanar tak bergeming.


"Maksudnya, pacaran?" tanya Milo memperjelas, Kara mengangguk ragu.


"Astaga baby, jadi kamu kira aku sama Juwita ada hubungan spesial?" tanya Milo meraih tangan Kara yang sedang membersihkan dan mengobati luka Milo di sudut bibirnya. Kedua tangan Milo menggengam tangan Kara dan menaruhnya di p*aha Milo.


"Apa yang kamu dengar di luar tentang aku dan Juwita?" tanya Milo.


"Apa gosip murahan yang sudah lawas itu sampai ke telingamu?" tanya nya lagi, belum Kara menjawab.


"Juwi, " panggil Milo, Juwita menoleh.


"Kara mengira kita ada hubungan spesial !" kekeh Milo, Juwita tersenyum,


"Gue sepupu cowok yang ada di depan loe, Kara !!" seru Juwita. Kara bengong, malu, kaget, dan bingung bercampur aduk.


"Tapi yang lain bilang kalian??" ucap Kara, hampir saja suaranya terjeda, Kara tersedak salivanya sendiri.


"Ga usah dengerin ucapan ga penting, Ra ! memang ga banyak yang tau, Ra..soal kita adalah sepupuan. Milo anak om gue, Ra...ibu gue itu adek papah Milo !" jawab Juwita, Kara memang polos..


Jadi selama beberapa hari ini Kara hanya cemburu buta, cemburu tak jelas. Milo dan Juwita tertawa melihat ekspresi Kara. Semakin Kara ingin mengurung diri dan tak ingin keluar lagi setelah ini, atau kreseki saja wajahnya.

__ADS_1


"Si*alan Jihad !! " pekik batin Kara.


"Lucu deh kamu by, aku sudah tau kalau kamu cemburu pada Juwi, tapi aku membiarkannya. Karena dengan melihat kamu cemburu, dan berusaha mempertahankanku, membuatku tau kalau perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan. Lagian cemburu kamu menggemaskan by, " jelas Milo, Kara semakin manyun.


"Ra, gue sengaja ga bilang.. ingin tau cewek seperti apa yang dipilih oleh sepupu lucknut gue ini !" mata Juwita mendelik pada Milo.


"And then??" tanya Milo.


"Kara gadis yang baik, sopan dan berani. Gue suka dengan sifat bar bar loe yang apa adanya Ra !" jawab Juwita.


"Dihh siapa dulu dong pacar gue !!" Milo mengacak rambut Kara gemas, padahal si empunya sedang cemberut. Ia malu dengan dirimya sendiri, kenapa pula harus senaif ini.


"Kamu jahat !" ucap Kara pada Milo, menatap Milo mendelik sinis, sedangkan Milo terkikik. Wajah Kara sangat lucu bila sedang marah.


"By, yang lain dah pada sibuk pesen makanan, kamu lapar kan? biasanya Kara akan luluh dengan makanan,Milo tau itu.


"Ga nafsu !!" jawab Kara. Tapi saat Jihad membawa nampan berisi makanan miliknya, soft drink milik Jihad disambar gadis ini.


"Eh..eh.. Ra, kalo mau, pesen aja lagi. Ini punya gue !!" ucap Jihad.


"Bo*do !!"


"Tak apa Ji, biar nanti gue yang pesen, gadis kesayangan gue lagi marah !" goda Milo mencolek pipi Kara.


"Ga usah colek colek bukan sambel rujak !!" tepisnya.


"Ini baby nya mas sayang kenapa lagi nih ??" tanya Arial melihat Kara yang cemberut.


"Lagi kurang sajen Ri, wetonnya hari ini !" goda Milo, Kara menatap tajam lelaki ini yang malah mengedip pada Kara.


"Milo !!"


"Iya baby, mau peluk? mau cium?" tanya Milo semakin menggoda.


"Emhh emhh kebiasaan, yang lain mah penonton bayaran !! liat oyyy disini banyak yang jomblo !" sahut Erwan.


"Loe aja yang baperan !" jawab Kean.


"Kaya yang engga aja om Kean !" balasnya.


"By, mau pesen apa?" tanya Milo.


"Terserah, lagi pengen nyemilin ban kontainer !!" jawab Kara.


Juwit tertawa melihat kekocakan Kara,


"Besok besok lagi aja marahnya, Ra ini enak loh !!" ujar Jihad, seraya makan dengan lahapnya, seperti seminggu tak makan saja.

__ADS_1


.


.


__ADS_2