Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Seratus ribu kenyang berdua.


__ADS_3

Kara bingung, di depan matanya banyak sekali makanan. Memang ia tau. Namun, ia jarang memakannya. Kara mengambil beberapa yang familiar di mulutnya, ditemani Milo.


"Mau diambilin apa? atau mau disuapin?" tanya nya menggoda.


"Ck bisa sendiri !"


"Kalo gitu kamu suapin aku !" pinta Milo membawa Kara duduk di salah satu sofa di pojokan, keempat temannya berasa jadi jodi, ditinggal Milo yang asyik bersama Kara.


"Kalo orang kesemsem, temen di nomer 2 kan, berasa di selingkuhin !" omel Arial, Kean tertawa kecil.


"Milo aja udah nemuin masa loe masih diam di tempat !" ucap Kean.


"Gue mah entaran, om Raka dulu !!" jawab Arial.


"Ga nyangka gue cewek bar bar kaya Kara bisa bikin Milo klepek klepek !" gelengan kepala Erwan menunjukkan ketidaksangkaannya.


Keempat pasang mata itu memperhatikan Kara dan Milo yang menurut mereka pasangan absurd, dimana keduanya saling toyor mesra.


"Ga usah gede gede mangapnya, nanti ngabisin porsinya !" sarkas Kara menyuapkan makanan dari piring ke mulut Milo.


Kesalnya, setiap makan bersama ujung ujungnya Kara seperti nanny yang sedang momong anak majikan. Masa iya cita citanya yang setinggi awan menjadi profesor malah berakhir dan belok menjadi seorang pengasuh.


"Uhukkk !!" Kara tersedak.


Milo segera memberikan minum, ia malah tertawa melihat gadis itu kepayahan.


"Makanya kalo nyuapin itu yang ikhlas," ucap Milo.


"Udah tau ga ikhlas masih tetep minta !" jawab Kara lalu mengucap alhamdulillah.


" Itung itung aja lagi belajar berbakti !" jawab Milo.


"Berbakti tuh sama orangtua, sama suami !" sarkas Kara.


"Aku kan calon suamimu by," jawab Milo santai.


"Otak mu geser, minggir aku mau ke toilet !!" jawab Kara meminta Milo memberinya jalan untuk pergi.


"Perlu gue temenin ga by?" tanya Milo.


"Ga perlu, takutnya kamu ngintip," jawab Kara. Milo tertawa. Hari harinya menjadi penuh tawa semenjak kedatangan Kara di hidupnya, wajah Kara selalu melintas di pikiran Milo seperti iklan teh manis dalam kemasan yang ada di setiap spanduk warung.


Kara memang berbeda dengan gadis lainnya, ia selalu menolak Milo, yang menjadikan Milo semakin ingin bersamanya.


Kara berpapasan dengan seorang pemuda di dekat toilet, namun Kara memang gadis cuek. Ia tak pernah banyak lirik kanan kiri, ia tak pernah keganjenan seperti gadis lainnya yang matanya selalu on saat melihat ada lelaki tampan dan keren.


Lain Kara lain lelaki ini, melihat Kara yang bening dan segar bak tetesan air embun membuatnya memutar haluan mengikuti Kara.


"Mey.." tepuknya di pundak Kara. Sontak Kara berbalik.


"Gue ?" Kara celingukan.


"Eh sorry, gue salah orang. Gue kira loe Mey temen gue sama Ethan," ucap lelaki yang potongan rambutnya ini pendek rapi dan dipomade.


Kara hanya tersenyum ramah dan berbalik, langkahnya terhenti saat si laki laki mengenalkan dirinya, " Gue Ivan, sepupu Ethan. Gue ga pernah liat loe sebelumnya, temen sekolah Ethan?" tanya nya.


Sumpah ga pengen kenal ! batin Kara mengucap jengah.


" Gue bukan siapa siapa disini, gue cuman hamba Allah yang ga sengaja nyangkut disini," perkenalan cukup sampai disini. Jangan sampai lelaki ini pula sama seperti Milo, yang akan membuat hari harinya semakin berat saja seperti memikul batu sungai yang besarnya 3 kali lipat badan Kara.


Bukannya marah tapi Ivan malah tertawa, menurutnya Kara adalah gadis yang lucu, gadis gadis seperti inilah yang justru diidamkan oleh lelaki.

__ADS_1


"Sorry gue balik dulu, ke depan !" Kara dengan cepat berbalik dan sedikit berlari menghindari Ivan yang akan berucap, dalam hati ia meminta maaf sudah tak sopan meninggalkan orang yang masih mau berbicara sesuai ajaran ibu dan ayahnya, kini hidupnya akan sedikit sombong khusus jika bertemu orang orang yang satu frekuensi dengan Milo, cukup Milo saja yang menempeli dirinya.


"Udah?" tanya Milo.


"Kalo belum masih di toilet !" jawab Kara, Milo terkekeh gemas.


Acara akan dimulai, sang empunya acara beserta pembawa acara sudah berada di depan. Kara terlihat suntuk, Milo pun sebenarnya tak begitu suka dengan acara seperti ini, hanya saja ia menghargai Ethan yang notabenenya adalah teman satu clubnya.


"Kenapa suntuk ya?" tanya Milo. Kara mengangguk.


"Kenapa ga bikin acara sedekahin anak yatim aja sii, dibanding harus mubadzirin uang buat acara yang kurang berfaedah gini ?" tanya Kara dengan polosnya.


"Ga tau, perlu aku tanyain?" tanya Milo, Kara melotot menahan lengan Milo, menggoda Kara memang lebih menyenangkan dibanding mengikuti acara ini.


"Heh, loe berdua pasangan absurd, bisa diem ga. Tuh yang punya hajat lagi ngasih sepatah dua patah katanya. Loe berdua malah berantem sayang !!" bisik Erwan.


Kean sesekali tertawa melihat teman temannya ini, bagai mendapat personel baru yang sama gilanya, Kara lebih sering membuat kekonyolan bersama Milo dan si duo jodi Arial dan Erwan.


Ivan berdiri di dekat Ethan, matanya menyipit saat melihat gadis yang sudah membuat aliran darahnya menjadi cepat.


Setelah semua berbaur dan berpesta, Ivan mendekat ke arah Milo dan kawan kawan.


"Hey Mil !!" Kara yang sedang menyantap malanan mendongak mendengar suara yang tadi sempat ia hindari.


"Hay Van,,,"


"Heyooo, what's up bruhhh ?" bahkan Kean, Raka, Arial dan Erwan pun mengenalnya.


" Gimana kabar kalian ? sorry dah lama gue ga ikut kumpul !" jawab Ivan. Mata Ivan tertuju pada Kara yang mrmalingkan wajahnya dengan mulut yang penuh.


"Hey, hamba Allah ??!" lirih Ivan.


"Uhukkk !!!" Kara terbatuk.


"Baby, kamu ga apa apa?" Milo menyodorkan segelas minum.


"Kamu kenal Ivan, by?"


"Iya, tadi ga sengaja papasan di toilet," jawab Kara.


"Ahahaha sejak kapan nama loe jadi hamba Allah, Ra ?" tawa Erwan.


"Van, kenalkan dia Caramel pacar gue !" jawab Milo.


"Ohh, pacar loe. Gue kira loe temen Ethan, sorry juga gue panggil itu, soalnya dia nyebut nama dia hamba Allah !" jawab Ivan.


Kean dan Raka mengulum bibirnya sedangkan Arial dan Erwan sudah tertawa.


"Oke Caramel salam kenal dari gue ya, " Ivan undur diri, ternyata gadis yang baru saja membuat dirinya tertarik sudah menjadi milik orang, baru berkembang harus gugur.


"By, jangan deket deket sama Ivan, dia itu player !!" ucap Milo mewanti wanti.


"Kaya loe maksudnya?" goda Raka.


"Kamvreettt, gue engga !!" jawab Milo menyenggol Raka yang terkikik.


"Engga sekali maksud loe, Mil?" tambah Kean.


.


.

__ADS_1


Beberapa kali Kara merajuk minta pulang, hingga akhirnya Milo mengalah, ia pun merasa suntuk ada disini.


"Ya udah by, tunggu sini. Aku pamit dulu sama Ethan !" Milo mengusap lembut pipi Kara menggunakan jempolnya. Kara menunggu Milo sendiri, Arial dan Erwan sedang bersama teman temannya yang lain termasuk Kean dan Raka.


"Hay, Caramel !" sapa Ivan. Kara menghela nafas lelah.


"Nama loe semanis orangnya !" ucapan buaya yang sudah basi menurut Kara, kata kata yang sering di copas dari sinetron tv.


"Makasih, tapi maaf gue ga punya receh buat bayar pujian loe !" jawab Kara.


"Ahahahah, gue suka cewek jutek dan humoris..lebih menantang dan menggemaskan, Milo memang pintar memilih gadis !" jawabnya, kata katanya mulai membuat Kara tak suka.


"Tapi gue engga, loe kesini mau apa? mau ucapin selamat kah untuk Milo?? nanti gue sampein !" jawab Kara yang ingin meninggalkan Ivan, namun lelaki ini malah menahan lengan Kara. Membuat Kara terkejut.


"Gue cuma mau ngobrol doang ko sama loe," ucap Ivan, Kara terlihat tak suka dengan lelaki ini. Terlebih jika Milo melihatnya, akan ribet urusannya.


Pundak Ivan ditepuk seseorang,


"Sorry Van, bisa tolong lepasin Kara. Caramel pacar Milo sobat gue dan sudah menjadi kewajiban gue juga jaga Kara," ucap Raka. Sepertinya memang Ivan ini lelaki buaya yang kurang @jar.


"Owhh sorry, " Ivan melepaskan lengan Kara sambil menyunggingkan senyuman mengejek. Yang dibalas sama oleh Raka, namun matanya menatap tajam.


"Loe ga apa apa Ra?" tanya Raka.


"Ga apa apa ka ! dia tuh siapa sih !! nekat banget !" Kara mengusap usap lengannya.


"Loe harus hati hati aja, Ra...dia memang seburuk pikiran loe..dan apa yang dikatakan Milo tadi, sebaiknya loe inget baik baik, Ra !" jawab Raka.


"Baby, yu balik !" ajak Milo.


"Loe dah mau balik, Mil?" tanya Raka.


"Yoi, Ka...loe sama anak anak mau bareng?" tanya Milo.


"Kayanya gue sama Kean nungguin tuh duo sengklek game dulu !" jawab Raka.


"Sorry kali ini gue ga ikutan, nyonya udah bete !" ucap Milo menggoda Kara yang merengut disebut nyonya.


"Oke deh, Mil..Ra hati hati !" jawab Raka tos dsngan Milo.


.


.


Jujur sebenarnya Kara masih ingin disana dan makan sepuasnya, ukuran porsinya sangat sedikit sedikit, ia belum kenyang. Tapi kedatangan Ivan membuatnya tak betah.


"Sayang, aku masih laper, apaan itu porsinya udah kaya ngasih kucing !" jawab Kara.


"Ya udah kita cari makan dulu, sekalian kencan !"


"Tapi kali ini aku yang milih tempatnya ya !!" seru Kara.


Milo mengernyirkan dahinya tapi tak ayal setuju. Mobil melaju sesuai arahan Kara, memasuki jalanan yang cukup ramai oleh semua umur. Layaknya pasar rakyat, orang orang bercampur disini.


"Tadaaaa !!!!" seru Kara.


"Yuu, cepetan aku udah laper !!! dijamin cuma bawa uang seratus ribu aja kita kenyang !!" Kara menarik Milo masuk ke keramaian suasana.


Gerobak gerobak pedagang yang menjajakan makanan menguarkan aroma sedap makanan, seketika perut kelaparan meronta ronta.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2