Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Betina garang masuk club


__ADS_3

Kara berjalan mendekat, ingin ia menghampiri gadis ber rok rempel pendek, dengan stoking ala ala pelayan bar, dan memang iya, dia membawa nampan gelas beserta botol minumannya. Dengan wajah yang dipoles make up. Ayu juga sempat di mintai menemani tapi ia kadang menolak, meskipun ajakan itu berupa colekan di bahu, dan pipi, Ayu hanya diam, membuat Kara geram, jika ia ada di posisi Ayu, mungkin si laki laki sudsh berada di RS. Kara kembali mencari tempat persembunyian saat si penjaga kembali masuk ke dalam mencarinya, Kara berjongkok di sudut dekat pot tanaman. Untung saja suasananya sedikit gelap.


"Ahhh, mampossss kenapa tuh si bapak botak masuk lagi !!!"


Ia merogoh ponselnya, tidak mungkin menelfon Milo, yang ada setelah keluar dari lubang ular dia masuk ke dalam lubang buaya.


"Hallo Ra !"


"Jihad tolongin gue !! " suara memekakkan telinga membuat Jihad tak dapat dengan jelas mendengar suara Kara. Kara mematikan ponselnya lalu mengetik pesan, dimana ia berada.


Jihad mematikan treadmill nya lalu keluar meraih jaket dan menelfon Ica. Dirasa cukup aman, Kara beranjak bangun, naas ia menubruk seorang laki laki,


"Eh, sorry sakit ga??!" tanya nya balik melihat Kara.


"Engga, sorry dah nabrak !" jawab Kara cepat dan ingin pergi. Tapi jangankan bisa keluar dari situ, tangannya dicekal oleh lelaki hidung belang itu,


"Buru buru banget, dateng kesini pasti buat cari hiburan kan?? gue temenin !!" Lelaki itu melihat penampilan Kara,


"Masih sekolah ya?? udah main kesini??" tanya nya.


"Bukan urusan loe ! minggir !" Kara menepis tangan si lelaki.


"Owwhhh, galaknya !!" ia malah tertawa.


"Sini gue temenin !" jawabnya mengajak Kara, tapi Kara malah berbalik meraih dan memiting tangannya ke belakang sampai lelaki itu mengaduh. Seketika suasana bercampur antara musik dan kejadian ulah Kara.


Ayu melihat kejadian itu, ia terkejut kenapa Kara ada disini, ingin berlari tapi ia tak mungkin membiarkan sahabatnya itu dalam kesusahan. Ayu memantapkan hatinya. Cepat atau lambat semua akan tau. Toh ia merasa tak sehina yang orang pikirkan.


"Ga usah so jual mahal, loe datang kesini juga buat happy happy kan !" ucap si lelaki.


"Kalo ngomong dijaga !!! ga usah so ngurusin urusan orang, cari aja cewek lain !!" Kara mendorong badan si lelaki. Jangan remehkan Kara, dari luar saja terlihat layaknya anak cupu yang manis dan kalem.


"Kara !" sapa gadis itu, Kara menoleh, Ayu membawa Kara sedikit menjauh dari lelaki tadi.


"Ayu, ini loe kan !!" tanya Kara tak percaya, Kara menggosok gosok kacamata bulatnya.


Ayu menunduk malu, "iya Ra, inilah gue !"


"Ko bisa ??!" tanya Kara, tapi belum Ayu menjawab ia sudah dipanggil oleh bartender untuk mengantarkan minuman ke meja lain.

__ADS_1


"Bentar ya Ra, nanti gue balik !"


"Hey kamu !!!" penjaga itu kembali ingin menangkap Kara, sontak Kara bersembunyi di belakang Ayu.


"Pak Tono, dia temen Ayu..ga apa apa pak, dia bisa jaga sikap ko !" jawab Ayu.


"Tuh kan pak !! denger kan ??!" ucap Kara memeletkan lidahnya.


"Oh ya sudah, tapi hanya sebentar !! jangan lama lama !" Kara menunggu, sambil melihat tingkah tingkah orang yang bebas, merokok, mabuk, dan berjoget ria, juga berciuman sudah tak asing lagi disini. Mungkin bahkan kamar esek esek juga ada di belakang sana. Fix...jika Kara jadi presiden, ia akan meratakan tempat ini diganti menjadi tempat ibadah biar se*tan se*tannya pada kepanasan.


"Yu, siapa itu !!!" tanya Bobi, si bartender.


"Temen bang !" jawab Ayu mengambil pesanan dan mengantarkan pesanan, mata Kara mengikuti pergerakan Ayu, ternyata Ayu mengantarkan pesanan pada laki laki yang barusan mengganggunya, laki laki kurang ajar itu mencolek dan mengajak Ayu untuk duduk, terkesan memaksa. Kara yang sudah menatap tajam, mendekat, ia mengepalkan tangannya, dan mendaratkan bogeman mentahnya di pipi pria itu, hingga situasi kembali memanas.


"Shittt !!!" ia mengusap rahangnya yang terkena bogeman Kara, kecil namun berasa sampai tulang. Ayu bahkan menutup mulutnya, begitupun teman teman yang menemani lelaki itu


"Kalo ga mau ga usah maksa !!" ucap Kara, bukannya kesal atau marah, lelaki itu malah menyeringai.


"Boleh juga, gue suka cewek galak galak gini, lebih menantang !" jawabnya, meskipun tertutup bingkai kacamata bulatnya, Kara tetap terlihat menggemaskan dan cantik.


Laki laki tadi menarik paksa tangan Kara. Hingga Kara berontak, Ayu pun membantu Kara.


Milo dan keempat temannya turun, di depan club malam itu.


"Ngapain tuh anak kesini !!" ucap Arial, beda halnya dengan Milo yang sudah sangat tak sabar, untuk menggeret Kara keluar dari tempat ini. Milo memang sering ke tempat begini, tapi ia tak suka dan tak rela jika Kara harus masuk juga kesini.


Kelimanya masuk dan mencari cari keberadaan gadis manis nan cupu itu.


"Disana Mil !" tunjuk Raka. Sedangkan Kean seperti biasa melobby pak Tono, mereka memang sudah biasa masuk kesini.


"Mil, si Kara digangguin !" seru Erwan. Milo dengan langkah besarnya mendekat. Kara yang tengah berontak menginjak kaki Reno keras.


Reno refleks ingin menampar Kara, Kara padahal sudah hampir menutup wajahnya, Tapi tamparan itu tak sampai, tangan Reno dengan mudah ditepis Milo.


"Kalo loe laki, jangan berani main tangan sama cewek ! dia ga mau jangan loe paksa !!" ucap Milo tajam dan dingin.


"Ka Milo !" gumam Ayu. Sedangkan Kara sudah menelan salivanya berat sembari meringis, Jihad sudah di depan club bersama Ica keduanya masuk.


"Haha, loe siapa?? ini betina gue , loe mendingan cari yang lain !" decih Reno, tak menunggu aba aba, Milo menonjok rahangnya, hingga bogeman kedua dirasakan Reno, yang ini malah sampai membuat rahangnya bergeser, Reno bahkan tersungkur jatuh, teman temannya menolong Reno, mereka ingin maju namun ditahan Arial, Erwan. Raka pun sedang berbicara dengan Bobi sang bartender agar tidak ikut campur.

__ADS_1


"Apa??! betina ??!! dipikir gue singa !!!" lirih Kara.


"Kara !!" pekik Ica menghampiri.


"Jangan sampai gue ketemu loe lagi, kalo loe ngga pengen abis !!" ucap Milo, memperingati Reno. Ia lalu menarik Kara keluar dari tempat lucknut itu.


"Sorry ya Bob, ini gue ganti kerugian yang barusan !!" Raka memberikan beberapa lembar uang merah pada Bobi.


"Santai mas bro, hari sabtu guest star Dj wangki !!" jawab Bobi, diangguki Raka.


Anak anak itu sedang berada di luar, dengan Kara yang manyun bak donald bebek, disidang Milo.


Milo melipat kedua tangannya di dada, " kamu ngapain disini ?!" Kara hanya menghela nafas lelah, bukan pada Milo pikirannya sekarang tertuju.


"Urusan kita bisa nanti aja ga sih ! mau kamu ceramahin satu hari full aku siap deh !" jawab Kara, gadis itu menghampiri Ayu , di tempat lebih terang kini penampilan Ayu semakin terlihat jelas dengan pakaian minimnya, mata Ayu berkaca kaca. Ia sesenggukan lalu memeluk Kara.


"Maafin gue Ra, maafin gue Ca, " ucapnya terisak.


"Gue kaget aja Yu, gue ditelfon Jihad katanya Kara lagi butuh bantuan, tapi pas liat??!" Ica tak meneruskan ucapannya.


"Ca, " ucap Kara.


"Gue butuh duit guys ! bokap gue kena phk, karena dia kecelakaan saat kerja ! sedangkan nyokap cuma buruh nyuci !" Ayu meluruh terduduk melantai.


"Adek gue..." Ayu tak meneruskan ucapannya.


Kara memeluk Ayu erat, "tapi ga kaya gini Yu, apa ga ada kerjaan lain lagi, ini tuh bahaya Yu, tadi aja loe baru dicolek colek gitu, dipaksa paksa ga menutup kemungkinan besok besok loe..hiks !" Kara menangis, gadis itu membuka kacamatanya.


"Kenapa loe ga jujur aja sih Yu, "ucap Jihad.


"Mungkin kita bisa bantu, inget like brother like sister !!" tambah Jihad.


"Gue ga mau nambah masalah kalian, ini masalah keluarga gue !" jawab Ayu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2