
Milo berjalan masuk ke dalam rumah, ia tak tau dimana kamar Kara berada, seingatnya, waktu itu Kara keluar dari pintu dekat ruang tengah. Milo menarik senyuman saat melihat sebuah pintu yang paling berbeda, bergorden kan untaian bunga plastik berwarna merah muda. Ia memegang handle dan memutarnya. Ia sedikit terkejut, karena Kara tidak mengunci pintu kamarnya.
Langkah Milo terhenti saat masuk ke dalam kamar, yang ukurannya jauh lebih kecil dibanding kamarnya, tapi bukan itu yang membuat ia terhenti, Milo mengamati kamar bernuansa biru baby itu, rapi, banyak barang perintilan khas perempuan dan juga foto yang terpajang di dinding, gadis cantik jauh dari kesan cupu yang biasa orang orang bilang. Justru terkesan manja dan menggemaskan, mata Milo menatap kagum pada jejeran piagam dan piala yang berjejer diatas laci kecil Kara.
Mata nya beredar menyapu sekeliling ruangan, sampai matanya berhenti, disana sesosok kepompong masih bergelung di dalam selimutnya. Milo mendekat, tak pernah ia merasakan debaran jantung saat bersama seorang gadis selain bersama Kara.
"Oyyyy !!! jam berapa ini !!!" pekik Milo. Memang tidak ada manusia yang sempurna termasuk Kara. Yang akan selalu terlihat rajin dan tampil sempurna dimata siapapun.
"Babyyy !!!" jauh dari kata manusiawi, Kara yang tengah bermimpi indah terpaksa harus mengakhiri petualangan berkudanya bersama prince charming di tengah padang bunga. Bukannya pangeran berkuda dengan sekuntum bunga mawar, matanya melihat seorang keturunan penjajah sedang berdiri di samping ranjangnya, apa Indonesia belum merdeka? kenapa ada anak buah Nippon disini. Ia tergelonjak kaget, bagaimana bisa Milo juga masuk dalam mimpinya, rasanya ia tak masuk kriteria laki laki lembut nan idaman. Tampan sih iya tapi sweet dan lembut, oh ayolah !!
"Ini gue masih mimpi ga sih?? ko ada pasukan Nippon disini?" gumam Kara, Milo mengulum bibirnya, gadis ini menyamakannya dengan sekutu penjajah.
"Kamu salah baby, ini prince charming dari kerajaan penghuni langit !!" jawab Milo.
Kara menyipitkan matanya, sesaat kemudian ia malah kembali tidur.
"Astaga baby !!! liat cowok seganteng aku, kamu masih belum seger !!" Milo terpaksa menarik kaki gadis ini hingga si empunya tertarik dan meronta ronta minta dilepaskan.
"Aaaa !!! ngapain sih loe kesini, gue masih ngantuk !!" ucap Kara dengan suara khas oramg bangun tidur.
"Baby, ini matahari aja udah keluar bukan sekedar ngintip doang, masa kamu belum bangun juga ?" Milo masih memegang kaki Kara.
"Sehari aja loe ga muncul, bisa ga sih !! masih ngantuk !!" Kara merajuk mencoba menutupi kepalanya dengan bantal dan selimut namun Milo menariknya.
"Ngga ada ! anak gadis itu harus bangun pagi pagi," debat Milo.
"Tiap hari gue bangun subuh, ini weekend !! lagian kan janji nya jam 9 kan !! jam berapa si ini, loe datang kepagian !! kaya yang mau garap sawah aja !!" jawab Kara.
"Pokonya bangun !!" titah Milo tertawa.
Kara menyerah, ia membuka selimutnya, "oke, gue bangun !!" ucapnya, Milo melepaskan kaki Kara.
"Ga manusiawi banget sih banguninnya !!" omel Kara, bukannya malu tapi gadis ini malah makin cemberut dengan wajah bantalnya di depan Milo, Milo semakin mengetatkan rahangnya gemas, ingin rasanya ia memeluk dan menciumi gadis ini sampai puas.
"Sadar Milo, belum halal !!!" batinnya.
"Ngapain loe masuk ke kamar??? ga sopan !!! gue lapor ayah sama ibu, biar diusir !!" omel Kara.
"Orang ibu ko, yang nyuruh. Lapor aja sana," jawab Milo melihat lihat barang barang di kamar Kara yang menurutnya menarik untuk di unboxing.
"Masaaa !! ga mungkin ibu nyuruh loe masuk ke kamar anak gadisnya, kalo loe punya niat jahat gimana?" Kara masih duduk bersila di atas kasurnya.
__ADS_1
"maksud loe?" tanya Milo.
"Ngele*cehin gitu !!"
"Oh gampang, nikahin aja beres !!" Milo menggidikkan bahunya.
"Ihhh keenakan di loe !" sarkas Kara beranjak dan mengambil handuk.
"Sana !!!" Kara mendorong tubuh Milo untuk keluar dari kamarnya,
"Gue mau di kamar aja, nungguin loe mandi !" kekeh Milo berkelakar.
"Mata loe gue colok ya !!" sarkas Kara. Ini dia yang paling Milo suka dari Kara, ia gadis yang selalu menyiapkan amunisi jawaban untuk mendebatnya.
"Jangan dong, nanti gue ga bisa liat kecantikan loe !!" jawab Milo.
"Ga usah gombal pagi pagi, gue lagi pengen sarapan nasi goreng bukan sarapan gombalan loe, gombalan loe ga bikin kenyang !!"
"Oke deh gue tunggu sambil nemenin ayah di halaman, jangan kelamaan nanti cinta gue jamuran !" goda Milo.
" Loe cowok terberisik yang pernah gue kenal !" saat di depan pintu kamar.
"Yang berisik yang ngangenin by," jawab Milo.
Kara bukan tipe gadis yang suka berlama lama di kamar mandi, selain karena tidak adanya bathtub, Kara memang terbilang gadis yang gesit.
Kara memakai celana jeans panjang dan t-shirt juga swetter rajut berwarna dusty pink. Tak ada baju khusus yang istimewa.
"Yuuu !!" ajak Kara, gadis ini sudah siap. Milo benar benar terpukau walaupun dengan gaya sederhana, jika memang sudah cantik tak perlu polesan make up tebal ataupun pakaian blink blink.
Tak ada kacamata berbingkai bulat, tak ada rambut rapi terikat ataupun atasan yang dimasukkan ke dalam celana.
"Ayah, ibu..Kara jalan dulu ya !" jarang jarang anak gadis ini pergi di hari weekend, biasanya juga rebahan berteman dengan film si kucing biru abad 21.
Milo berbalik secara tiba tiba membuat Kara yang berada di belakangnya menabrak punggung keras dan mengaduh.
"Awwhh !!!" gadis itu mengusap keningnya, keningnya terasa menabrak tembok beton, untung saja tidak bertekstur rengginang, bisa bisa keningnya baret baret terluka.
"Ngapain sih berenti tiba tiba? seenggaknya kasih aba aba kek!!" sewot Kara.
Milo terkekeh, " sorry, sakit?" tanyanya.
__ADS_1
"Pake nanya lagi, ngapain sih?"
"Tunggu, orang orang bakal sadar ga sih ini loe?" tanya Milo, secara dari look saja bukan Kara seperti biasanya.
Gadis ini mengernyit, jadi pemuda ini berhenti hanya karena ingin menanyakan hal yang tidak penting begini, demi mama krab minta disantet laki laki ini.
"Ya bo*do amat !!ga ngurus kata orang !!" sarkas Kara.
"Loe cantik gini dilirik orang ga sih? ko gue jadi worry !!" Milo menangkup pipi bapau gadis ini yang sudah menaikkan alisnya sebelah, secantik itukah ia sampai sampai lelaki jelmaan dewa Mesir turunan cleopatra ini sampai khawatir.
"Jadi pergi ga sih ini, kalo ngga gue mau balik lagi tidur ?" tanya Kara hendak berbalik dan pergi.
"Jadi !!" jawab Milo menahan tangan Kara. Seulas senyum terlukis di wajah Milo, apalagi dari balik sweter nya menggantung kalung yang ia berikan, gadis ini masih memakai kalung ini. Milo meraih dan mengeluarkannya agar terlihat.
"Loe punya gue, kalau siapapun nanya atau deketin loe, bilang aja kalo loe cuma milik gue !" ucap Milo, manik mata Kara menatap lelaki ini jengah.
"Udahan drama bak cowok cowok bucinnya?" tanya Kara, membuat Milo tertawa kecil dan mengacak rambut Kara.
"Yu jalan !!"
Milo memasangkan helm di kepala Kara.
Sekilas sudah seperti pasangan ter uwu pada abad ini saja mereka, padahal di belakang mereka saling sarkas dan gontok gontokan.
Motor gede Milo menembus kemacetan kota, mengarah ke arah utara kota, jalanan mulai menanjak, aktivitas masyarakat pegunungan mulai terlihat, mata Kara berbinar, jarang jarang ia main ke daerah gunung.
"Ko gue baru tau ya, ini asli indah banget !! gue suka !!" ucap Kara memekik bersahutan dengan suara berat mesin motor Milo dan angin. Untung saja ia tak salah kostum hari ini, pasalnya hawa perbukitan memang dingin.
"Baru diliatin orang lagi nyambit aja senengnya kebangetan !! apalagi liat orang lagi tawuran !!" kekeh Milo. Kara yang posisi badannya condong ke depan menegakkan badannya dan memukul pundak Milo.
"Nyambitnya kan nyambit tanaman peakkk !! bukan nyambit orang !! disini tuh seger banget, ijo ijo pemandangannya bagus !!" jawab Kara.
"Lah orang yang bonceng loe juga pemandangan yang menyejukkan mata !!" ucap Milo demgan seringaiannya, gas Mil...brumm brummm...bukan cuma motor yang di gas. Kara diam, ia tak dapat membalas ucapan kepedean Milo.
Milo menarik tangan Kara untuk melingkar di perutnya, " pegangan nanti jatoh !!" modus dikit ga bikin paspampres turun tangan dan keroyokin Milo kan.
Laju motor berhenti di parkiran sebuah arena track motor trail. Dari kejauhan saja keduanya sudah dapat melihat Keanu, Raka, Arial dan Erwan yang sudah berganti pakaian.
.
.
__ADS_1
.