Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Umpatan om om


__ADS_3

Hanya kurang satu anak perempuan lagi, ditambah perut Kara yang melendung seperti balon, maka lengkap sudah sebutan keluarga cemara untuk mereka.


Hampir saja Keanu tersedak salivanya sendiri.


"Njirrr !! udah kaya keluarga berencana aja, pake segala bawa bocil, kapan kawinnya?!" ujar Arial.


"Itu anak siapa mas, yang loe culik ??!" tanya Erwan tertawa, melihat Cia menempel pada Milo, ia bahkan melingkarkan tangannya di leher Milo dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Milo. Sungguh pemandangan yang langka, dan patut untuk diabadikan di museum.


"Anak gue nih, takut sama loe berempat, pake topeng sono, muka kalian jelek !" jawab Milo.


"Njirr kamvrettt !" umpat Kean. Raka tertawa, "gue ga termasuk !"


"Ini anak yang kemaren kan Ra?" tanya Arial.


"Iya, Cia..ini om Rial yang kemaren nemenin ka Ra, " ucap Kara, Cia menoleh dan mendongak.


"Hay Cia !!" sapa Rial, tapi Cia tak bergeming, sontak saja Erwan, Kean dan Raka tertawa.


"Kamvreet loe bertiga !" jawab Rial.


"Suttt ! ka Rial, jangan ngumpat kalo depan anak kecil !" ujar Kara menepuk tangan Arial.


"Iya. Elah, Ra ! emaknya ngamuk nih !"


"Loe kurang ganteng kali Ri, " sela Erwan.


"Sat !" umpat Arial kembali, sontak mendapat toyoran dari Milo.


"Ri, jangan ngumpat, elah mulut loe, nyampah terus !" ucap Milo.


"Cia mau duduk disitu ?! samping abang Raka aja, dia ganteng kalem !" tawar Milo menunjuk kursi samping Raka. Biasanya pesona babang ketos yang satu ini bisa menyihir mata kaum hawa.


"Sini Cia, kita belum kenalan kan !" ucap ramah Raka. Tapi ternyata lesung pipi sang ketos tak membuat bocil ini luluh.


"Cia mau duduk sama om susu aja !" jawab anak gadis itu.


"Hahahaha !! pesona loe udah luntur bang Raka !" ledek Erwan. Raka menoyor kepala Erwan.


"Uhukkk !!! om susu !!" mereka kembali tertawa. Milo menyumpali keempatnya dengan kentang goreng di depannya, membuat Cia tertawa menggemaskan.


"Dih ketawa nih anak, titisan si Kara nih ! seneng kalo liat orang terdzolimi !" ujar Arial.


"Ihh apaan bawa bawa orang kalem ?!" jawab Kara duduk.


"Tuh anak dikasih pelet apaan Mil, bisa nempel banget sama loe ?! tumbenan, padahal menurut anak SMA aja loe serem, tapi anak kecil suka ! curiga pake susuk ! " ucap Kean.


"Pelet ikan !" jawab Milo asal.


"Kara !!" Ayu yang sedang bekerja menghampiri.


"Hay Yu, sibuk ya ?!" tanya Kara, Ayu mengangguk, "biasa. Hay !!! ini siapa ??!" tanya Ayu pada Cia yang duduk di pangkuan Kara.


"Cia, salim dulu dong sama kaka Ayu !" ucap Kara.


"Lah Ayu loe panggil kaka, kita kita loe panggil om, emang gue udah keliatan kaya om om ?!" ucap Arial tak terima.


"Ga usah bawel, terima kenyataan aja, muka ka Rial lebih tepat dipanggil om om !" jawab Kara.


"Asem, nih cewek si mas sayang !" Milo terkekeh.


"Hay Cia !!" sapa Ayu, Cia menyalami Ayu malu malu.


"Sini gabung Yu, " ajak Kara.


"Bentar deh, gue masih ada kerjaan Ra..tunggu jam istirahat dulu deh !" jawab Ayu yang dipanggil pegawai lainnya, mata Keanu mengikuti langkah Ayu.


"Ka Ra, Cia mau es krim, " ujarnya meminta.


"Tadi kan udah, nanti kalo tenggorokannya sakit gimana?" tanya Kara.

__ADS_1


"Kue coklat aja ya, " bujuk Kara.


Cia menggeleng, selalu saja anak ini tak mau dibujuk Kara.


"Princess dengerin om susu, kalo Cia makan terus es krim nanti tenggorokan Cia sakit, Cia susah buat ngomong atau buat keluarin suara ! Cia mau nanti ga bisa manggil lagi om susu, nanti kalo Cia sakit om susu ga punya pacar lagi, pacarnya om susu kan Cia !" Milo menaik turunkan alisnya. Nasihat dan bujukan macam apa itu, memang jika buaya yang membujuk ya seperti itu hasilnya.


"Njirr sue ! " tawa Erwan.


Plak !!!


"Aww by, "


"Yang bener kalo ngomong, pacar pacar.." sarkas Kara.


"Ciee !! pacarnya om susu cemburu !" tunjuk Arial.


"Dih, bukan cemburu. Ntar kalo Cia sampe bawa kosakata baru ke mamahnya kan gue yang berabe, dikira malah ngajarin anak orang ga bener !" jawab Kara.


"Tanpa loe sadar, ngenalin Milo sama Cia aja udah ga beres, Ra !" kekeh Erwan.


"Hahaha otaknya geser !" tambah Kean. Jika tak ada Cia, mungkin ketiganya sudah mendapatkan bogeman dari Milo sampai makanan yang barusan dimakan keluar lagi.


"Om susu, aku juga mau dong di ghosting biar mau makan kue !!!" ucap Arial.


"Njir amit !" Erwan mengoleskan saus sambal kentang goreng di bibir Arial hingga Arial mengibas ngibaskan tangannya kepedasan. Hal itu justru membuat Cia tertawa.


"Loe berdua gue sumpal sepatu juga nih, dari tadi ngumpat mulu !" decak Milo. Sedangkan Kara sudah menutup kedua telinga Cia,


"Ga usah di denger ya Cia, om om itu emang mulutnya mesti ditutup pake selotip !" ucap Kara.


"Ya, ya udah Cia mau kue coklat aja kalo gitu !" jawab anak ini.


"Woahhh !!! om susu kita, hebat !! udah siap jadi calon ayah kayanya nih, " seru Erwan.


"Untung ga ada Ica, kalo ada..lebih geser lagi otaknya nih anak !" ujar Arial.


"Segala bahasa kalbu juga dibawa bawa," tambahnya lagi.


"Ka Ra !!" tarik Cia,


"Iya sayang?!"


"Cia mau pipis lagi !" bisiknya.


"Busett nih bocah ! ga bisa nunggu pulang dulu apa ?!" ucapan Cia terdengar oleh Erwan.


"Oke, yu ka Ra temenin..." Kedua gadis beda usia ini bergandengan menuju toilet.


"Mil, kapan loe mau kasih pelajaran buat Rayhan?" tanya Kean.


"Besok ! sekarang gue mau anter Kara sama Cia balik dulu, " jawab Milo mencomot makanan di depannya.


"Keterlaluan emang si Ray, apa sih yang dia mau ?!" ujar Erwan.


"Yang jelas memang dia br3ngks3k ! dia sudah menghancurkan hidup Juwita," geram Milo.


"Akhir akhir ini dia sering berada di jalan Y, arena balapan baru !" jawab Kean menurut info yang ia dapat.


"Gimana kabar Juwita sekarang, Mil?" tanya Raka.


"Baik, udah mendingan. Kemarin dia cek up lagi ke psikiater pribadinya !" jawab Milo kembali.


Kara sudah kembali dari toilet bersama Cia.


"Sudah? " tanya Milo merubah air mukanya.


"Udah !" gadis kecil itu mengangguk.


"Mau pulang sekarang?" tanya Milo lagi.

__ADS_1


"Om susu ga nanya aku?!" rajuk Kara.


"Cih geli banget Ra !" decih Arial.


"Nanya apa cintaku ?!" tanya balik Milo.


"Ya Allah kuping baim, tern*istakan !" ujar Erwan.


"N*ista tuh bagi yang jumblu !!"sarkas Raka.


"Pulang sekarang aja yank, papah, mamahnya Cia udah pulang soalnya !" jawab Kara.


"Oke deh momy !!" seru Milo.


"Astaga nasib jomblo begini amat !" ratap Erwan.


"Makanya move on ! cari yang lebih baik lagi !" sarkas Kean.


"Sat ! gue dah move on !" jawab Erwan.


"Sesama jomblo ga usah saling ledek !" celetuk Raka.


"Bang Raka kesindir !" timpal Arial.


"Ya udah broth..gue cabut dulu, bini sama anak ngajak balik !" ucap Milo terkekeh.


"Njirrr !! om susu, sombong syekali !" decak Erwan.


"Cia, pamit dulu sama om om sama abangnya !" pinta Kara.


"Om, abang Cia pulang dulu ya !" pamit gadis kecil ini.


"Iya sayang, besok besok ngikut om susu lagi kesini ! biar om ajarin caranya morotin duitnya om susu !" ujar Arial.


"Otak loe toxic !!" jawab Milo.


"Bye Cia, bye om susu !!" seru Raka dan yang lain seraya tertawa.


Karena lelah seharian, suara berisik Cia dan Kara yang tadinya asik menghitung jumlah mobil dan motor tiba tiba sunyi. Rupanya, keduanya terlelap dengan Cia yang berada di pangkuan Kara.Wajah tenang keduanya seperti bidadari pemghuni taman langit. Tangan Milo terulur mengusap kepala keduanya. Di saat lampu sedang merah, Milo merogoh ponselnya lalu dengan sengaja memotret keduanya yang tengah tertidur.


"Menggemaskan," gumamnya.


Mobil Milo sampai di depan rumah Cia. Tak enak hati membangunkan Kara, Milo memutuskan menggendong Cia masuk ke dalam.


"Om, tante !"


"Ya Allah, maaf Cia sudah merepotkan ya Milo !" ucap ibu Cia.


"Tak apa tante, engga ko malah saya sama Kara seneng !" Milo memberikan Cia pada ibunya, yang refleks mengalungkan tangannya di leher ibunya, tanpa terbangun.


"Oh iya kemana Kara, Mil?" tanya ayahnya Cia mengerutkan dahinya.


"Kara juga ketiduran om, di mobil," jawab Milo nyengir.


"Oalah ! kasian Kara sampe kecapean gitu !" keduanya terkekeh.


Milo kembali masuk ke dalam mobil, lalu melesatkan mobilnya menuju rumah Kara. Tak berapa lama, mobil sudah berada di depan gang rumah Kara, tapi Kara belum juga terbangun. Ia tertidur seperti anak kecil yang pulas tanpa beban.


Jika digendong, takut akan menjadi omongan yang tak enak, diantara tetangga. Milo memutuskan untuk diam sejenak, seraya memandangi wajah damai Kara.


Tangannya terulur merapikan rambut Kara.


"Kamu cantik by, cantiknya kamu luar dalam, " gumamnya menyenderkan kepalanya di sandaran kursi.


"Aku nakal by, tapi aku tau batasan. Aku tak bisa sembarangan merampas kehormatan seorang perempuan seperti yang Rayhan lakukan pada Juwita, tidak kamu ataupun lainnya ! seandainya pun aku mau, aku akan melakukannya jika sudah halal buatku !" gumamnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2