Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Sehat jiwa sehat raga, Semangat !!


__ADS_3

Kara sudah masuk ke dalam alam mimpinya sejak 2 jam lalu, Ica dan Ayu melambaikan tangannya di depan mata Kara. Tak ada respon, itu tandanya gadis ini memang sudah terlelap. Keduanya mengangguk.


"Aman !" gumam Ica.


Memang jika pasal tidur, Kara sudah seperti ke*bo, andai kata orang lain akan berhamburan keluar karena gempa, gadis ini justru tidak akan terganggu, saking lelapnya.


Ica membuka pintu kamar. Ternyata di luar kamar sudah ada Milo dan Kean yang bersiap membawa Kara. Malam ini tepat pukul 00.00 wib, mereka akan memberikan surprise party kecil kecilan untuk Kara.


"Duh, jadi ga tega gue ! udah kaya anak kecil lagi tidur tau ngga, gemes gue !" refleks Milo memajukan wajahnya ingin mencubit gemas Kara. Namun, dihalagi oleh Kean, Ica dan Ayu.


"Eh eh..eh...ntar bangun !" sergah mereka.


Milo segera menggelung Kara dengan selimut dan menggendongnya perlahan menuju luar kamar.


"Busett ! cewek loe Mil, ada kebakaran kayanya bakal angus kebakar kalo ga ada yang bangunin !" ucap Keanu.


"Iya, di apa apain sama orang juga gampang banget, bahaya !" jawab Ayu.


"Ga akan, ada gue !" jawab Milo.


"Lebih bahaya !!" timpal Keanu.


Di hotel ini terdapat dua swimming pool, yang satu untuk umum, dan yang satu sengaja dibuat untuk disewakan sebagai private pool jika tamu akan mengadakan acara.


Yang lain sudah menunggu di kolam renang, sebuah kasur air (pelampung) berbentuk bebek berwarna pink di taruh di atas kolam, lalu Milo meletakkan Kara yang tertidur di atasnya.


"Beneran sugar baby gue, ke*bo banget !" decak Jihad, menggelengkan kepalanya. Milo membuka jaket dan sepatunya, ikut memasukkan badannya ke dalam kolam renang itu, mendorong kasur air Kara dan membawanya ke tengah tengah kolam renang dengan berhiaskan lilin aromateraphy yang mengambang di sekitarnya. Sungguh suasana yang romantis.


Milo melirik jam tangan anti airnya, masih kurang 1 menit, sedangkan suasana malam begitu syahdu, semuanya berada disini, mereka belum mengantuk. Sengaja mereka bersiap untuk moment ini.


Milo mengangguk, Raka membunyikan peluitnya dengan keras, hingga memekakan telinga. Kara mulai terganggu, tapi matanya masih tertutup sempurna.


"Ca, ga usah ganggu malem malem ! tau ga loe mata gue sepet !" ucapnya bergumam.


"Lah ! gue disalahin !" ucap Ica di tepian, ditertawai Ayu.


"Muka loe emang muka p3ndosa ! " sarkas Jihad, mengusap kasar wajah Ica. Kembali Raka membunyikan peluitnya keras, ditambah Ica dan Ayu yang berteriak teriak panik seolah olah ada gempa.


"Ra..Kara...Caramel !!! bangun gempa oyy, ka Milo dipeluk orang tuh !!" pekik Ica tertawa.


"Sengklek !" gumam Raka.


Kara terjengkat kaget, dengan wajah bantal dan rambut acak acakannya ia bangun.


"Gempa ??! dimana?" tanya Kara terkejut.


"Astaga !!!" Kara membulatkan matanya, niat hati turun dari kasur, kakinya malah terasa dingin dan basah. Segera ia menarik kakinya kembali.


"Ini gue dimana?" gumamnya, celingukan melihat dirinya berada di tengah tengah kolam renang di kelilingi lilin lilin kecil yang indah.


"Nah kan, baru sadar !" ucap Arial.


"Yah !!! bener kan dia kaya kodok be*go !" ucap Ica.


Dari ujung sana, Milo membawa gitarnya dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Kara masih mencerna kondisi ini, wajah bantalnya hanya bisa bengong, lalu sedetik kemudian ia baru menyadari jika hari ini tepat jam 00.00 sudah masuk hari dimana ulang tahunnya, 16 tahun..angka umurnya saat ini.


"Happy birthday Kara !!!" teriak mereka membunyikan terompet.


"Happy 16 years old baby, " ucap Milo.


"Masih muda Ra, loe masuk sekolah kecepetan !" ujar Ica. Kara terharu bercampur cemberut. Ia terharu mereka semua sampai sebegininya memberikan kejutan di hari jadinya. Ruangan pool yang dihiasi balon berwarna biru dan perak, meja kecil berisikan makanan, tepat di bawah hamparan langit malam yang indah.


"Makasih sebelumnya, tapi ini gimana ? gue bisa berenang ?! loe semua jahat wehh !!" Arial dan Erwan menyalakan kembang api yang di tembakan ke udara.


"Duarrr !!!"


"Duarrr !!!"


Background langit malam yang biru kehitaman terlihat sempurna dihiasi warna warni kembang api.


Kara terkagum kagum melihat kembang api yang dinyalakan, seraya sesekali menguap. Sejurus kemudian, Milo masuk kembali ke dalam kolam hingga kini bajunya basah, mencetak bentukan dada dan perutnya.


"Jeburrr !!!" Milo masuk ke dalam air, dan berenang menuju gadis itu.


Milo menyugar rambutnya, tampak keren dan tampan.


"Eh, mau ngapain??!" tanya Kara panik,


"Ngajakin berenang, ga mau tiup tuh lilin !" jawab Milo menunjuk kue ultah yang dibawa Ayu ddngan lilin angka 16 diatasnya yang menyala.


"Engga !" tarik aja nih bebek ke tepian kolam, biar aku bisa tiup lilin," pinta Kara.


Tapi Milo malah menyeringai jahil, "jangan macem macem ya, yang !" Kara sudah mengusir usir tangan Milo. Sedangkan Milo tergelak puas.


"Buruan Ra, potong kuenya ! gue pengen cicip !" pekik Ica.


"Ga usah berisik ! mereka mau india indiaan dulu !" jawab Jihad, yang sudah memasukkan kue ke dalam mulutnya.


"Laper gue !" ucap Arial yang ikut makan dengan Jihad, diikuti yang lainnya.


"Hemmm, jadi ngiri gue !" ucap Amel.


"Mas, jangan ngaco !! huss !" pekik Kara merapatkan badannya.


"Buruan Mil, paksa nyebur aja ! nih anak nene towok udah pengen potong kue," ucap Jihad.


"Njirr !!" umpat Ica mencubit pinggang Jihad.


Kara membulatkan matanya.


"Nyebur !!"


"Nyebur !!"


"Nyebur !!"

__ADS_1


Milo menarik tangan Kara hingga gadis itu tertarik oleh tenaganya yang kuat dan tercebur ke dalam kolam.


"Jeburrr !!" Kara refleks memeluk Milo, tak ingin dilepas.


Milo tertawa memegangi Kara,


"Uhuuukk..uhukk !" Kara terbatuk kemasukan air kolam.


"Dingin !" ujar Kara, mengusap wajahnya dari air.


Milo menuntunnya ke tepian kolam. Menarik Kara untuk naik ke atas, Ayu memberikannya handuk, sungguh spesial sekali, ulang tahun kali ini malah di suruh mandi tengah malem.


"Tiup lilinnya dulu by, "


"Make a wish !" pinta Vanya.


Kara memejamkan matanya lalu meniup lilin angka 16 itu. Kara memotong kuenya lalu memberikan potongan pertama pada Milo lalu ketiga sahabatnya ini.


"Hatchim !!" Kara bersin.


"Ganti dulu baju by, " pinta Milo.


"Kamu ga usah buka bukaan disini kaya Jihad, aku ga mau kamu umbar roti sobek juga !" tahan Kara pada Milo. Milo tertahan, lalu menurunkan kembali t-shirtnya, sebenarnya tanpa harus dibuka saja, perutnya sudah tercetak jelas.


"Cie ga rela ya ?!" goda Milo, sebelum Kara benar benar pergi mengganti pakaiannya dan melanjutkan makan malam yang terlampau kemalaman dengan mereka, Milo menahan pacarnya ini, ia memberikan sebuket mawar dan sebuah kotak. Kara menerimanya dan membukanya.


Sebuah kalung dengan liontin love.


"Makasih, " jawab gadis itu.


"Aaahhh, gumushhhh !!" Ica malah memukul mukul bahu Jihad.


"Njirrr ni bocah minta dilelepin juga ke kolam !" ucap Jihad memegang tangan Ica agar tak memukulinya lagi.


"Gumushh Ji, mau gue dikaya gituin !!" gemas Ica.


"Mimpi !!" sarkas Vanya dan Amel, juga Arial.


"Cih, gue minta ka Raka aja !!" jawab Ica.


"Ka Raka gue mau dikaya gituin?!" pinta Ica pada Raka yang tengah menikmati makanannya.


Raka menoleh, " maksudnya dijeburin ke kolam?" tanya Raka.


Jihad dan yang lain sudah tertawa puas.


"Njirrr !! loe ketawa paling kenceng Ji, tak nak kawan lagi lah ! " sarkas Ica, kembali menghampiri Jihad dan memukul kepala Jihad, yang semakin mengejeknya.


Juwita malah mengurung diri di kamarnya, melihat kemesraan Kara dan Milo, ia jadi semakin mengingat Rayhan. Kado yang ia siapkan untuk Kara ia taruh di atas ranjangnya, biar besok saja ia berikan.


"Yakin loe ga suka sama Ica, Ka ?! Ica ga kalah imut dari Kara !" bisik Kean.


"Ga mungkin gue tikung Jihad, Kean..lagian Ica, Kara udah gue anggep kaya adek gue sendiri sekarang !" jawab Raka. Diantara mereka, Raka lah yang paling kalem bahkan dibandingkan Kean. Ica bukan tidak menarik, tapi mereka tau jika Jihad menyukai Ica.


"Ca, minggir ! makanan di kekepin sendiri nih anak !" sahut Arial, dari tadi gadis ini menganggap seperti meja makanan ini miliknya sendiri.


"Bo*do ! kata nyokap gue, gue ga bakat gendut !" jawab Ica enteng, Arial tertawa. Justru dibandingkan Kara dan Ayu, Ica lah yang paling mont*ok.


"Hayo !! kapan gas nya, keburu di duluin ka Rial !" goda Ayu, saat keduanya melihat Ica dan Arial tertawa saling bercanda.


"Masa loe kalah sama si kadal, Ji ?!" bisik Erwan dari belakang.


Jihad merasa kupingnya panas, ia maju ke arah Ica dan Arial, berada di tengah tengah keduanya.


"Geserr !! badan loe menuhin tempat !" paksa Jihad menggeser Ica, yang ikut sewot.


"Ihh !!" Ica mengetapel kuping Jihad menggunakan jari telunjuknya seraya kakinya berjinjit.


"Nyi Blorong ! ganggu banget tau ga ! udah kaya dinding beton tau nggak !!" sewotnya.


"Lagian loe menuhin tempat, orang lain mau ambil makanan susah ! tuh makanan loe kekepin sendiri !" ujar Jihad selalu saja mencari masalah dengan gadis chubby satu ini.


"Ini tempat luas Ji, loe ga akan keabisan tempat cuma karena tubuh ramping gue !" jawab Ica.


"Ramping diliat dari sedotan cendol !" Jihad mengusap kasar wajah Ica.


"Njirrr !! minta di gigit nih sama vampire nene nene !" jawab Ica.


Kara yang baru saja mengganti pakaiannya dan sedang asyik bersweet sweet ria dengan Milo, terganggu ddngan pertengkaran si tom dan jerry versi Indonesia.


"Berisik ! berenti ngga??!" Kara menjewer keduanya yang tertarik mengikuti tangan Kara.


"Gue sentil sampe Venus nih ?!" ancam Kara.


"Dia nih Ra, sentil aja sampe matahari, biar kebakar kaya kena azab !" jawab Ica.


"Yang ada loe yang kena azab, sentil aja dia sampe Uranus Ra, biar beku jadi es, tinggal di masukkin ke es dawet !" jawab Jihad.


"Cewek gue udah kaya emaknya Jihad sama Ica, " guman Milo, melihat ketiga makhluk di depannya bertengkar.


"Juwi, mana Mil?" tanya Raka.


"Dia di kamar, ga tau deh..bingung gue kalo ngobrol sama dia, mesti gimana ?!" Milo memijit keningnya.


"Udah Ra, sentil aja dua duanya ke pelaminan !" ucap Ayu, di cie.. i oleh Amel dan Vanya.


"Ga usah cie cie...!! gue bukan tukang tahu bulat, " sarkas Ica.


*********************


Pagi pagi sekali mereka sudah di bangunkan paksa oleh Milo cs, pagi pagi dengan mata yang masih malas untuk terbuka, Milo sudah mengumpulkan teman temannya, lihatlah..bahkan Arial saja masih memakai boxernya, termasuk Kara pacarnya sendiri yang masih memakai piyama, semalam mereka tertidur pukul 02.30 wib.


Kara menopang dagunya, dengan mata tertutup, duduk di kursi taman "kalo kaya gini bukan liburan namanya, udah kaya latihan kemiliteran tau nggak?!" gumamnya.


"Tau tuh, pacar loe Ra !" jawab Ica sama sama masih mengantuk.


"Buka matanya baby, ini udah siang loh, jam 7 !" Milo berjongkok di depan Kara dan membantu Kara merapikan rambut singanya.

__ADS_1


"Kita mau ngapain disini, pagi pagi ?!" tanya Kara berusaha membuka matanya selebar dunia.


"Senam !!" jawab Milo.


"Hah?!" tanya Ica tak percaya. Apakah cowok keren kini sedang turun derajat, cowok keren ngajakin senam?? aerobik maksudnya? mirip emak emak yang kalo hari minggu udah ngumpul depan lapang bale warga buat aerobik. Oh tidak, Kara dewasa sebelum waktunya, baru saja dini hari tadi ia mengecap remaja 16 tahun.


"Kamvreet si Milo, gue ogah lah ikutan kaya beginian !! apa kata dunia gue ikutan senam aerobik !" gerutu Arial, Raka juga enggan sebenarnya, tapi melihat teman temannya menggerutu tapi menurut, ia mau tak mau mengikuti.


"Turun derajat gue, reputasi ketos gue dipertaruhkan si kamvreet Milo !" jawab Raka.


"Njirrr ! baru kali ini b4jinkan plus berandalan kaya kita senam goyang goyang *4***@* sambil teriak teriak kaya orang kesurupan !" dumel Kean. Erwan sudah memegang perutnya karena tertawa sedari tadi melihat teman temannya mengomel ngomel seperti beo yang sedang datang bulan.


"Mesti gue abadikan ini mah ! pertama kali dalam sejarah !" ucapnya.


"Loe video in gue hajar Wan !" sarkas Arial. Jika Jihad sudah pernah melakukannya saat memimpin senam di sekolah, lain halnya dengan kelima pemuda ini.


Erwan membawa sound, benar saja..Milo memang berniat mengajak semuanya senam.


"Liburan juga mesti sehat, terutama kamu by, jangan tidur mulu ! biar jadi calon istri CEO yang sehat, tadinya mau kuajak nge gym, masa iya cewek dikasih berat pagi pagi, nanti kalo aku keringetan, yang lain liat tahu kotak di perutku, kamu marah !!" Milo sudah berada di depan barisan.


Heloo !! ini taman hotel, disaksikan para pengunjung, apa jadinya kalau mereka tau, jika pemuda tampan namun absurd ini adalah anak pemilik hotel. Seorang perempuan memakai pakaian ketat, memandu di tempat yang sudah disediakan.


"Bwahahahahaha !!" Ica tergelak.


"Niat banget !" gumam Kara.


"Biar loe sehat katanya, biar nanti idul adha tinggal dikurbanin Ra, " jawab Ica.


"Sat !!" umpat Kara. Para pengunjung hotel melihatnya antusias, anak anak muda nan tampan mengikuti senam aerobik. Terpaksa Kara yang menjadi sorotan karena mendapatkan tempat istimewa, mau tak mau mengikuti masih dengan piyamanya. Ica tak henti hentinya tergelak, melihat gerakan kaku para most wanted sekolah yang senam aerobik. Arial dan Kean malah sudah bertubrukan kepayahan dari tadi mengikuti gerakan instruktur.


"Hahahaha ngakak anj@yyy !" ucap Ica.


Kara menggelengkan kepalanya melihat memicing ke arah pemuda ini, Armillo Dana Aditama, sedangkan si tersangka masih asyik bergerak kesana kemari meskipun gerakannya banyak yang salah,


"Ayo by, semangat...calon ibu dari anak anakku mesti sehat jiwa raga !!" ucapnya melirik lirik ke arah Kara.


"Justru semenjak aku kenal kamu, jiwaku udah ga sehat lagi !" jawab Kara frustasi, sepertinya ia akan melambaikan tangan ke kamera saat ini juga.


Tadinya ga akan kasih visual, karena takut tidak sesuai ekspektasi, ditambah mimin ini katrok, ga tau artis luar yang ganteng ataupun cantik, maklum lah anak singkong yang gaulnya sama kebon bapak 🤣🤣, ingat ya sayang sayangkuhhhh, visual hanya sebagai pelengkap dan dari segi pandang mimin saja, jika tidak sesuai silahkan memakai visual masing masing saja.


Armillo Dana Aditama




cie calon CEO haus minum dulu coyy !



Shot me Caramel !!



Gimana ga klepek klepek coba babynya kalo bangun tidur aja terus diceburin ke kolam, kaya gini



Apalagi kalo dandan



Sekolah aja dah imut



cupu aja masih imut



Om Kean



Babang Raka



Om Erwan



Om Rial



Daddy Jihad




daddy Jihad so hawt



Neng Ica



Neng Ica kalo lagi kesel



Neng Ica kalo mode manis semanis caramel


__ADS_1


__ADS_2