Pacar Adopsi

Pacar Adopsi
Hello mr. Armillo


__ADS_3

Om Adi sudah berdiri rapi dengan stelan jas ala ala sekertaris di drama Korea, yang stelan jasnya tak berkerut sedikit pun, berikut mobil mengkilat merah di sampingnya. Di Indonesia, apalagi di sebuah sekolah, jarang jarang ada kejadian seperti ini, jika bukan di novel. Kerjaan siapa lagi jika bukan Armillo titisan Hittler.


"Itu !!" tunjuk Kara saat sampai di parkiran sekolah.


"Ngapain pegawai bank disini Ra?" tanya Ica.


"Asem, om Adi dikata pegawai bank, Mil !" ujar Arial.


"Itu sekertaris gue !" jawab Milo menurunkan tas nya dan tas Kara.


"Oh, sorry ! ganteng ko om, " ucap Ica, hujan angin badai petir...jika Ica mengucapkan kata ajaib itu.


"Ini otak loe ga kemasukkan lumpur kan Ca, " tanya Kara.


"Dih, engga lah. Gue lagi waras Ra, " jawab Ica, ditertawai yang lain, jadi Ica mengakui jika selama ini ia kurang waras.


"Thanks om, " ucap Milo.


"Om pake motor gue aja, tuh !" tunjuk Milo pada motornya yang terparkir cantik di parkiran sekolah, bersama motor keren lainnya. Dan memberikan kuncinya.


"Gue dukung loe, Ra...besok besok kalo loe nikah sama ka Milo, gue mau ko jadi kacung loe, kali aja kalo loe liburan, gue diajak !" ucap Ica.


"Ajak aja ke hutan Ra, cewek kaya gini mah temennya ulet sagu !" ujar Jihad berlalu ke lapangan.


"Dih, ngapa ??! aneh banget tuh orang. Ji !!! katanya mau anterin gue pulang !!" pekik Ica menyusul Jihad.


"Ngambek nih si nyai blorong !" Ica berlari.


"Ica...Ica...kapan loe sadar sih si Jihad suka sama loe !" gumam Milo.


"Byurrrr !!!" Kara yang sedang minum menyemburkan airnya dari dalam mulut, mengenai Ayu.


"Njirrr !! Ra, " omel Ayu.


"Seriusan?!" mata bulat bola bekel, Kara terkejut.


"Sorry, sorry Yu..." Kara terkekeh mengelap lengan Ayu.


"Baru sadar ?" tanya Kean.


Milo sedikit menunduk di depan kekasihnya ini, menyamakan tingginya, menghadapkan wajahnya ke wajah Kara.


"Otak kamu tuh sama kaya otak dong dong Ica !" Raka san Ayu tertawa.


"What ??!! dong dong?"


"Pukkk !!" Kara menepuk bahu kekasih belum halalnya ini.


"Hello mr. Armillo !!! sekedar mengingatkan jika gadis yang kamu sebut dong dong ini, penyabet runner up olimpiade nasional !" jawab Kara.


"Maksud Milo tuh, otak loe boleh pinter Ra, tapi dalam urusan hati, otak loe sumbu pendek !" jawab Erwan.


"Njirrrr !!" umpat Kara.


"Ya udah, gue tutup acara dulu bareng guru, loe berdua terusin aja dulu debat capresnya !" ujar Raka, bersama yang lain ikut ke lapang. Kara memanyunkan bibirnya disebut bersumbu pendek, dan dong dong.


"Tuh bibir minta di ci*pox !" jawab Milo.


Kara menyarangkan bertubi tubi kepalannya di bahu Milo.


"Rasain, rasain, rasain....!!!"


"Awwhhh...awwhhh...by, sakit !" Milo menangkap dua kepalan kecil Kara yang terbalut kassa.

__ADS_1


"Abisnya kamu sama Ica tuh sama sama ga peka, kalo ada cowok suka ! sama kaya aku dulu !"


"Abisnya kata orang kamu buaya ! mana aku tau kamu suka, kamu kan maksa dan tulang bully ! jadi aku ga mau kegeeran," sewot Kara layaknya anak bebek sedang mengadu kwek..kwek..kwek...


Interaksi ini dilihat oleh mata kilat Vio dan Nina. Nina melihat Vio, yang sudah mencak mencak. Ia tau apa yang harus dilakukan.


"Mana ada, tukang bully nolongin waktu kamu kejatohan air got !" jawab Milo.


"Mana ada suka, traktir makan aja, kaya pinjem uang ke rentenir?" jawab Kara mendebat.


"Itu bukan rentenir, tapi memanfaatkan apa yang ada, kalo kamu ga bisa terima aku karena sayang, maka setidaknya kamu bisa disampingku karena hutang," ucap Milo mengerlingkan mata.


"Ikhhh ! jelek !" Kara memanyunkan bibirnya.


"Itu namanya licik !"


"Hm, bukan. Itu namanya cerdik !" ralat Milo. Kara diam tak mendebat, tak tau harus bilang apa lagi. Milo tertawa dan menunduk, "kamu ga akan menang lawan aku, baby..."


"Bo*do !!! mau cari pacar baru !" jawab Kara.


"Boleh, tapi jangan salahin aku, kalo nanti pacar kamu cuma tinggal nama !" jawab Milo menggoda Kara dengan menakut nakutinya. Otak Kara kan cetek jika masalah ini.


"Dih, ga bisa gitu dong ! "


"Bisa lah, apa yang ga aku bisa?!" ucapnya jumawa. Jangan lupakan siapa Milo.


"Ditaktor !"


"Nama tengahku baby, " kekeh Milo.


"Ya udah, mau liat penutupan, atau mau langsung pulang, wahai pacar rakyat jelataku ?!" tanya Milo tertawa.


"Njirrr ! rakyat jelata ! iya yang mulia !" jawab Kara menunduk, membiat Milo gemas dan mengacak rambutnya.


"Apapun itu, buat calon ibu dari anak anakku, " jawab Milo.


"Dih geli !" Kara mencebik. Sedangkan Milo sudah tergelak puas,menggoda Kara.


"Liat ga, semut semut itu pada ngumpet masuk rumah ?!" tanya Milo menunjuk tanah tempat semut berkumpul, membawa makanannya ke sarang.


"Kenapa?"


"Soalnya mereka minder sama ke uwuan kita !" jawab Milo, mencolek hidung Kara.


"Dih, mereka masuk rumah emang mau bawa makanannya ke sarang. Nilai IPA kamu berapa sih ?" sewot Kara, pasalnya laki laki berstatus pacar royal kingdom nya ini be*gonya kebangetan.


"Ga penting nilai IPA ku berapa, yang penting cintaku padamu tak ternilai.." kekehnya.


Kara benar benar mati kutu dibuatnya oleh buaya campuran kupu kupu ini.


"Sejak kapan kamu jadi pinter gombal gini?" tanya Kara angkuh.


"Sejak...kapan ya??" Milo bertingkah seolah olah sedang berfikir.


"Ahhhh...sejak aku mengenalmu !" Kara berbalik, sebaiknya ia segera masuk mobil, dan mengakhiri semua obrolan melambung tinggi ini.


"Elah, by..digombalin malah pergi, bentar pintunya belum kubuka," ucap Milo segera membantu Kara berjalanmenuju mobil.


"Ga apa apa, bisa kudobrak aja pake tenaga dalam !" jawab Kara. Milo tergelak,


"Loe ga suka kan?? liat mereka. Seecara, dibanding loe, Caramel jelas jelas ga ada apa apanya, sayang banget kalo cowok seganteng, sekeren, dan setajir Milo jatuh ke pelukan gadis kampungan, cupu dan miskin kaya Caramel.." ucap Nina, membuat Vio menoleh.


"Tau apa loe ? ga usah ikut urusin urusan orang, bilang aja loe suka juga sama Milo !"

__ADS_1


Nina mendengus pelan,sia*l nya Vio benar.


"Siapa sih yang ga suka sama Armillo, tapi karena gue sadar diri, ada yang lebih cocok sama Milo yaitu loe, gue ikhlas Milo sama loe !" jawab Nina.


"Ck, ntar aja lah gue urus ! hari ini gue capek pengen pulang dan istirahat !" jawab Vio.


"Loe punya segalanya Vio, loe punya koneksi sama ibunya Milo, bokap loe juga partner bisnis ayah Milo kan?? harusnya sih gampang ya !" pekik Nina, membuat Vio menghentikkan langkahnya dan berfikir. Otak Nina benar benar telah diracuni oleh kebul*shitttan drama sinetron ikan rebahan.


"Terus gue mesti gimana?" tanya Vio.


Nina menarik senyuman jahatnya. Mudah sekali memperalat dan membo*dohi gadis macam Vio, memang ia benar..Vio memiliki segalanya, hanya saja otaknya dangkal dan naif.


******************


"Ya Allah, Ra..bisa sampai gini?!!" ujar ibunya.


"Maaf ya bu, Milo teledor jagain Kara," ucap sesal Milo.


"Ga apa apa nak Milo, lagipula ini memang kecelakaan, "


"Lain kali Milo janji, bakal tetep ada si samping Kara, bu !" ucap Milo.


Ibu Kara tersenyum, "ga perlu kaya gitu nak, semua orang punya kehidupan masing masing, termasuk nak Milo. Tidak harus selalu ada di samping Kara, yang penting kalian masih baik baik saja !"


"Sebentar, ibu ambil minum, " ibu Kara masuk ke dapur.


"Minggu depan sudah masuk ujian semesteran, " ucap Kara melihat notifikasi dari wali kelasnya.


"Iya, ga kerasa. Karena ada kamu disini sekarang," jawab Milo yang malah sibuk mencorat coret perban di kaki Kara.


"Kamu lagi ngapain sih ?!" tanya Kara, yang kakinya naik ke atas kursi. Memangnya tak ada lagi pekerjaan lainnya, untuk ia kerjakan.


"Lagi bikin maha karya ! kan jadi indah !" jawab Milo. Melihat tulisan dan gambar yang digambar Milo, adalah namanya dan nama Kara, juga tanda love dimana mana.


"Indah apanya, nama kamu jelek !" kekeh Kara.


"Ini apa ?? nama siapa??"tunjuk Kara pada dua buah nama lainnya yg terlihat asing.


"Nama calon anak anak kita nanti !" jawab Milo.


"Ya Allah !" Kara tertawa.


"Kenapa?" tanya Milo.


"Belum kepikiran di otakku !"


"Makanya mulai pikirin dari sekarang, waktuku di sma tinggal 1,5 tahun lagi, kemungkinan setelah keluar aku bakal sibuk sama kuliah dan bisnis. Apa salahnya kuiket kamu dulu !" jawab Milo.


"Dipikir kambing diiket !" sewot Kara.


"Kalo misalnya kita ga jodoh ?? aku punya yang lain dan kamu punya juga yang lain?" tanya Kara.


"Aku suruh semua laki laki di bumi buat operasi ganti gender !" jawab Milo.


"Ngaco !!!"


.


.


.


Semua komentar sudah kubaca sayang, untuk beberapa komentar "request novel Jihad sama Ica dong, min !!" ✊✊✊✊,

__ADS_1


Insyaallah ya sayang, sedang kupikirkan dan masuk list karya berikutnya, tapi mungkin tunggu cerita ku selesai ya, biar miminnya bisa fokus, walaupun dipikir pikir, karyaku sambung menyambung satu sama lainnya, mirip sinetron series yang ga kelar kelar, Mungkinkah Ica berpasangan sama Jihad, Who knows ??!!


__ADS_2