PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 10. Penguntit Ketahuan


__ADS_3

Mey segera meninggalkan ruangan kafe Popsa tersebut dengan amarahnya masih menggebu-gebu itu. Dari raut wajahnya nampak dengan nyata dan jelas jika dia menyimpan amarahnya.


"Aku pikir dia pria yang gampang dipengaruhi dan dibujuk, ternyata pria keras kepala, egois dan menjengkelkan. gimana nantinya kehidupan rumah tanggaku jika harus menikah dengan pria yang tipikal dan karakternya seperti itu!? ish tapi ngomong-ngomong kok aku mikir dan berharap jadi istrinya sih!"


Mey berjalan dengan sesekali menggelengkan kepalanya jika mengingat perkataannya itu sendiri.


"Saya akan perlihatkan kepadamu bagaimana mencintai seseorang karena Allah SWT bukan karena hanya nafsu dan keegoisan semata, aku akan menunggumu sampai akhir hidupku hingga kamu sendiri yang sukarela datang menjatuhkan dirimu kedalam pelukanku," cicitnya Zaidan.


Gunawan dan Jamal tidak menyangka jika hari ini akan melihat langsung dua orang calon pengantin yang sedang berseteru.


"Tolong jangan ngumpet terus dibalik majalah yang terbalik, apa kamu sudah mengirimkan rekamannya ke nomor hpnya Paman Zulk?"


Gunawan dan Jamal terkejut karena ketahuan diam-diam mengamati dan membuntuti Zaidan dan Mey. Keduanya menjadi salah tingkah karena ketahuan.


Gunawarman dan Jamal Abdillah muncul ke hadapannya Zaidan setelah keduanya ketahuan jika sejak tadi mengikuti kemanapun perginya Meylani. Mereka tidak mungkin terus mengumpet dan menguntit perdebatan antara kedua calon pengantin yang tersisa menghitung hari saja. Keduanya hanya terkekeh karena ketahuan sudah menguping pembicaraan keduanya.


"Maafkan kami Abang, ini semua perintah dari Paman Zul ayahnya Mbak Mey, karena beliau khawatir dan cemas jika Mbak Mey melakukan hal bodoh," ujarnya Gunawan.


"Iya Bang, kami terpaksa melakukan ini, sebenarnya kami enggan melakukan dan memenuhi permintaan dari Paman,hanya saja kami juga takut dan khawatir dengan Mbak Mey, Abang enggak marah kan dengan apa yang sudah kami perbuat?" tanya Jamal Abdillah yang mulai panik melihat reaksinya Zaidan Khaizan Rudiyatmo yang hanya menatap intens mereka satu persatu.


Gunawan dan Jamal menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Keduanya pun tertawa cengengesan karena, mereka sudah sangat hati-hati bertindak dan cukup aman dan rahasia tapi ketahuan juga oleh Zaidan.

__ADS_1


"Segera lah pulang dan ikuti terus kemanapun perginya Meylani, jangan biarkan Mey bertindak bodoh,"pintanya Zaidan yang masih duduk bersantai di kursinya sejak tadi tanpa terpengaruh dengan sikap kasar calon istrinya yang sudah berteriak kencang di depannya.


"Kami akan segera pergi menyusul Mbak Meylani abang,kami permisi kalau begitu," pamitnya Gunawan.


"Kalian berdua tidak akan bekerja secara gratis kok, saya akan membayar rasa capek kalian, tapi saya tidak ingin mendengar sesuatu terjadi pada calon istriku," ujarnya Zaidan lagi.


"Siap kami akan melakukan apapun sesuai yang Abang inginkan," timpalnya Jamal dengan semangat.


Mereka segera berjalan cepat meninggalkan kafe tersebut, untungnya Meylani belum meninggalkan area parkiran kafe karena sedang memainkan ponselnya itu.


Gunawan menyenggol lengannya Jamal,"lihat sana Mbak Mey masih belum pergi, alhamdulilah ada kesempatan untuk mendapatkan bonus dari calon kakak ipar, ini namanya dua kali mendayung dua pulau terlampaui," ucapnya Jamal.


Puk… Pletok..


"Kamu itu kalau ngomong dipikirkan sebelum dikeluarkan jangan asal bicara saja," ketusnya Gunawan sambil memakai masker dan topi kupluk dan juga kacamata hitamnya sebagai aksesoris pelengkap dalam penyamarannya.


"Sial!! Ya Allah kenapa aku harus bertemu dengan pria model seperti dia, keras kepala,egois tapi sayangnya ganteng, kalau tidak aku akan mencat-mencat dan mencakar wajahnya," geramnya Meylani yang kebingungan akan menelpon nomornya siapa.


Meylani menendang ban motornya saking jengkelnya dengan kegagalan cara yang sudah ditempuhnya itu.


Melani menatap ke arah langit, "Ya Allah… aku tidak mungkin mengingkari janjiku kepada Mas Bisma, aku sudah memakai cincin tunangan pengikat cinta kami, apa aku salah jika mempertahankan hubungan yang sudah lama kami bina ini, ya Allah berikan aku jalan keluar dan solusi yang paling tepat, tapi aku juga tidak mau jadi anak pembangkang dan juga durhaka kepada kedua orangtuaku, tapi apakah aku harus mengorbankan cintaku?" Meylani berjongkok di samping motornya itu kemudian berteriak kencang melepaskan amarah dan kekesalannya.

__ADS_1


Zaidan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Meylani wanita pujaan hatinya yang setiap disepertiga malam selalu ia sebut namanya agar kelak menjadi pasangan dan kekasih halalnya.


"Meylani Aileen Zulkarnain kamu tidak akan menyesali menikah denganku, karena aku akan mencintaimu dengan setulus hatiku dan aku bersumpah dan berjanji atas namaku aku tidak akan pernah menyakitimu asalkan jangan pernah sekalipun untuk memintaku untuk meninggalkan aku, itu sudah cukup karena cintaku tidak menuntut kamu untuk membalasnya asalkan kamu hidup seatap denganku itu sudah cukup," Zaidan kasihan dan iba melihat ketidakberdayaan yang dialami oleh Meylani.


Zaidan tidak mungkin tega melihat kekasihnya itu terluka dan sedih, tapi tidak mungkin juga dia membatalkan pernikahannya yang sudah terbuka lebar dan terpampang jelas di depan kedua matanya hanya menunggu dan menghitung hari saja mereka akan resmi menikah.


Meylani memutuskan untuk pulang ke rumahnya,dia pun pasrah karena berkali-kali pun ia menghubungi nomor hpnya Bisma Aksa Abimanyu tidak pernah aktif, satu-satunya sahabatnya yang mengetahui perkembangan terakhir dari Bisma adalah Sandi tapi, Sandi sama sekali tidak bisa dihubungi.


Meylani pun pasrah dengan keadaan satu hal yang tidak mungkin dilakukannya adalah menjadi anak durhaka dan tidak tahu diri untuk terus menentang keputusan mereka.


Meylani berjalan tertatih ke arah dalam rumahnya itu, dia tidak menggubris perkataan sapaan dan teguran dari semua orang. Ia hanya tersenyum menanggapi sapaan dari orang-orang yang sibuk berlalu lalang membantu persiapan pernikahannya.


Pak Zulkarnain menatap intens ke arah anak sulungnya itu," kamu pasti sudah putus asa dengan keadaan dan kedua matamu sudah terbuka lebar mengetahui siapa pria yang kamu cintai adalah pria tidak bertanggung jawab, maafkan ayah yang sudah menentukan perjodohanmu, tapi ayah melakukan semua ini demi kebaikanmu putri kebanggaanku, demi kebahagiaanmu Nak," bathinnya Pak Zulkarnain.


Bu Santi yang melihat kedatangan anaknya hendak menegurnya,tapi Meylani yang keliatan sangat kelelahan dan tidak berdaya itu.


"Mama mau naik atau mau kemana,kok langkah kakinya terhenti tidak jadi naik tangga?" Tanyanya Meysa yang baru saja muncul.


"Ehh a-nu itu rencananya mau negur kakakmu yang baru saja pulang,tapi sepertinya ia tidak ingin diganggu," jawabnya Bu Santi.


"Itu wajar lah kakak Mey bersikap seperti itu, namanya juga patah hati gara-gara tidak jadi menikah,kalau aku juga pasti akan begitu juga kalau menikah dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai, aku akan menangis tersedu-sedu," ujarnya Meysa yang langsung berjalan meninggalkan mamanya itu.

__ADS_1


"Aku memang bukanlah yang sempurna untukmu, tapi disini aku akan selalu menjadi pilihan terbaik dalam hidupmu."


__ADS_2