
Zaidan sama sekali tidak menolehkan kepalanya ke arah Meylani yang terus berteriak memanggilnya dan berbicara padanya.
Zaidan berjalan lunglai ke arah dalam kamarnya, dan sama sekali tidak berniat untuk meminta bantuan kepada istrinya itu.
Zaidan segera naik ke atas ranjangnya malam itu, dan mulai memejamkan kedua pasang matanya tanpa menoleh sedikitpun ataupun menggubris perkataannya Meylani.
Meylani masuk ke dalam kamarnya, dan melihat suaminya tertidur membelakangi kedatangan Meylani.
Astaughfirullahaladzim ya Allah apa yang terjadi pada suamiku, kenapa tiba-tiba tanpa alasan mendiamkan aku seperti ini.
Andaikan Abang Zai mengatakan padaku kesalahan yang aku perbuat mungkin aku bisa memperbaikinya, tapi ini abang mendiamkan aku tanpa alasan yang pasti dan tanpa kata yang jelas.
Meylani segera berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan sekujur tubuhnya sebelum tidur.
__ADS_1
Keesokan harinya, rombongan iringan lamaran telah bersiap berangkat ke rumahnya Berliana Febrianti.
"Bagaimana Mey apa semua barang-barang seserahan sudah lengkap nak?" Tanyanya Bu Santi yang membantu Mey mengecek barang bawaannya mereka.
Meylani tersenyum simpul menanggapi perkataannya ibunya itu," Alhamdulillah semuanya sudah beres Bu, tapi mungkin saya engga bisa hadir karena kondisi kesehatanku sedikit tengganggu, enggak apa-apa kan Bu?" Ucapnya Meylani yang sekedar berbasa-basi saja dan menutupi kenyataan yang ada.
Meilani terpaksa tidak ikut dalam rombongan iringan lamaran, karena dia ingin menjaga suaminya dan juga ingin berbicara dengan suaminya mengenai masalah semalam.
"Tidak apa-apa kok Mbak Mey,kan ada kami yang akan menemani ayah dan ibu," tukasnya Kayla Salsabiela.
Berselang beberapa menit kemudian, rombongan sudah berangkat ke rumahnya Berliana calon istrinya Kamil Pasha.
Meylani segera masuk ke dalam dapur dan berniat untuk memasak makanan sebagai santap siang untuk suaminya.
__ADS_1
"Bi Sumi apa masih ada daging ayam belum diolah?" Tanyanya Meylani.
"Tunggu saya cek dulu nyonya muda apakah masih ada sisanya atau sudah habis," imbuhnya Bibi Sumi.
Untuk sehari ini bi Sumi yang akan bekerja melayani kebutuhan orang rumah, karena bibi Irjawanti pulang kampung bersama dengan mang Jono kebetulan adiknya Bu Ijha akan menikah hari ini.
"Kalau masih ada saya mau masak, kalau sudah habis bibi ke pasar untuk beli saja," Ucapnya Meylani.
Suara seseorang yang menuruni tangga dan berjalan menuju ke arah dapur segera mengintruksikan kepada kedua orang perempuan yang ada di dalam dapur.
"Kamu tidak perlu repot-repot untuk masak kalau itu buat saya, kamu beristirahat saja karena kamu itu sedang hamil saya tidak ingin terjadi sesuatu pada anakku," ketusnya Zaidan yang berjalan ke arah meja dapur sambil menuang air putih kedalam gelas.
"Tapi, Abang saya tidak masalah kok lagian masak sama sekali tidak menganggu kenyamanan kehamilanku ini, aku yakin dia sangat senang jika mamanya sedang masak," balasnya Meylani sambil mengelus perutnya itu.
__ADS_1
"Ya sudah terserah kamu saja,tapi jangan sekali-kali mengeluh di depanku jika kamu kelelahan ataupun mengeluh sakit, karena saya tidak akan pernah peduli padamu," dengusnya Zaydan yang segera berlalu dari hadapannya Meylani masih keheranan melihat sikapnya Zaidan suaminya berubah dalam semalam saja.
"Bang Zaidan kemarin kan katanya pengen makan ayam goreng kremes tepung, kenapa sekarang ngomongnya enggak mau makan," keluhnya Meylani yang melihat sikap suaminya yang aneh sejak semalam.