PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 97. Kebahagiaan Semuanya


__ADS_3

Meylani yang mendengar teriakannya Raina Alifia segera bangkit dari duduknya tanpa peduli dengan Bisma dan Lisa.


"Ada apa dek? kenapa meski berlarian, kamu enggak ketemu hantu kan?" tanyanya Meylani.


nafasnya Raina ngos-ngosan dan tersengal-sengal, peluh keringat bercucuran membasahi pipinya itu.


"Abang Zaidan sudah sadar dari komanya Mbak," balasnya Raina.


"Apa!" ucapnya semua secara bersamaan.


"Bu Ijah tolong bersihkan sisa makanannya, kami akan segera ke rumah sakit," teriaknya pula Meylani yang bergegas menuju ke arah pintu depan.


Adik dan sepupunya ikut bersama Meylani. Mereka tidak peduli dengan kehadiran Bisma Attalarik dan Lisa yang berdiri menunggu apa yang akan dikatakan oleh Meylani.


Tapi harapan mereka buyar setelah melihat kepergian Meilani dan yang lainnya tanpa bicara sepatah katapun mengenai masalahnya yang ketahuan jika mereka adalah pasangan suami istri.


Argh!! Sial! Meylani sama sekali tidak peduli dengan penjelasanku, kesempatan untuk bersatu dengan Mey semakin tertutup saja.


Alhamdulillah untungnya Meylani tidak mempermasalahkan hal ini, jika tidak bisa-bisa aku segera ditendang oleh rumah ini dan hubunganku dengan Mas Bisma akan terganggu bahkan akan berakhir di ujung tanduk.


Lisa tersenyum penuh kemenangan melihat kepergian rombongan besar itu meninggalkan kedua pasutri itu.

__ADS_1


Alhamdulillah ya Allah makasih banyak Engkau telah menyadarkan suamiku. Aku tidak menyangka jika suamiku akhirnya sadar juga.


"Mbak Mey dan Nayla barengan dengan saya, sedangkan Jamal, Gunawan dan Raina barengan di mobil yang satu," usulnya Kamil.


"Jam, kamu titip Azka dengan Lisa aku yakin dia akan jagain anakmu dengan baik," sarannya Meylani sebelum menutup pintu mobilnya.


Jamal segera masuk ke dalam untuk mengantar putra semata wayangnya itu agar Lisa menjaga putranya.


Kamil segera menjalankan mobilnya menuju rumah sakit tempat Zaidan sebulan lebih di rawat di RS atas insiden kecelakaan yang dialami oleh Zaidan ketika berusaha menyelamatkan almarhumah Dara Inayah.


Jamal segera menutup kedua matanya Azka, karena Jamal tidak ingin memperlihatkan hal-hal negatif kegiatan orang dewasa dilihat oleh anak-anak dibawah umur.


Kedua orang yang berada di dalam ruangan tengah segera mengalihkan pandangannya ke arah kedatangan Jamal. Keduanya kikuk dan nampak canggung karena kedapatan bermesraan kembali oleh Jamal.


"Sebaiknya kalian berdua lakuinnya di dalam kamar sana, karena apa yang kalian ini tidak cocok dilihat anak usia dibawah umur!" Sarkasnya Jamal.


"Kamu seperti suci saja, saya tahu semua apa yang kamu perbuat dengan calon istrimu yang meninggal itu," cibirnya Bisma Attalarik.


Jamal tersenyum tipis," Emangnya siapa yang mengelak dengan apa yang kamu katakan! Tapi saya tidak pernah langsung memperlihatkan di depan anak-anak dan umum tapi kalian ini menamakan diri kalian orang dewasa tapi kelakuan sendiri seperti anak kecil dan tidak bermoral!" Balasnya Jamal yang segera meninggalkan ruangan tersebut.


Jamal hanya menggelengkan kepalanya melihat apa yang mereka kembali lakukan.

__ADS_1


"Lis, saya titip anakku yah, soalnya kami mau ke rumah sakit," ucapnya Jamal Abdillah ketika sudah di dalam ruangan tengah dimana Bisma dan Lisa duduk saling berdempetan.


Jamal segera menyerahkan putranya ke dalam pangkuannya Lisa Amelia. Sedangkan Bisma menatap tajam ke Jamal. Sedangkan yang ditatap seperti itu hanya tersenyum smirk.


Jamal segera melenggang pergi ke luar tanpa peduli dengan apa yang dilakukan oleh Bisma dan Lisa kedepannya. Jamal fokus dengan keselamatan dan kesembuhan dari suami kakak sepupunya.


Heran dengan tuan Bisma, sudah jelas-jelas salah besar malah mencela perbuatan orang lain.


Bu Ijha menatap intens ke arah Bisma dan Lisa dengan menggelengkan kepalanya yang terkadang heran dengan dunia anak muda di kota-kota besar.


Saya tidak akan mengijinkan anak-anakku tinggal di kota besar dengan pergaulan bebas yang cukup mengkhawatirkan.


Meylani tak henti-hentinya mengucap syukur alhamdulilah atas anugerah, berkat, bantuan serta pertolongan Allah SWT atas kesadaran yang diberikan kepada suaminya.


Ya Allah aku sungguh sangat bahagia mendengar berita, jika suamiku sudah sadar.


Hal yang terindah dan terbaik yang pernah aku alami adalah, aku hamil anak kami dan kedua suamiku telah sadar dan melewati masa kritisnya. Raina memegangi tangan kanannya Meylani dengan turut berbahagia atas berita gembira itu.


"Alhamdulillah Mbak Meylani tidak akan sedih lagi karena Abang Zaidan sudah pulih kembali, aku yakin Mbak akan bahagia," ucapnya Raina.


"Iya Mbak kami sangat gembira mendengar berita atas kesembuhan Abang Zaidan, semoga Mbak Mey dengan Abang Zaidan bisa hidup bahagia hingga kakek nenek dan membesarkan anak-anak penerus kalian," sahutnya Nayla Latifah dari jok kursi depan.

__ADS_1


__ADS_2