
Meylani kembali tercengang mendengar perkataan dari teman kerjanya sekaligus anggota keluarganya suaminya sendiri.
"Jadi," ucapannya Meylani terpotong karena ia tidak menyangka jika selama ini dirinya telah dijebak oleh suaminya sendiri bersama dengan sepupu dari suamiya itu.
"Astaughfirullahaladzim jadi selama ini Abang Zaidan dan Nayla hanya mempermainkan aku saja yang bertujuan mengetes apa tanggapanku dengan hubungan mereka, awas yah Abang aku akan membalas perbuatannya Abang," gumamnya Meylani yang berasa malu dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Sudah jangan dengerin perkataan mereka yang tidak bermutu itu,kita masuk istirahat saja sayang kamu kan baru balik dari rumah sakit," bujuknya Zaidan karena tidak ingin Meylani marah padanya setelah terbongkar sudah kerjasamanya dengan Nayla Latifah Hanum.
Meylani berbisik di telinganya Zaidan," Abang mulai malam ini harus kembali tidur di bawah,"
Semua tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Zaidan yang sudah seperti suami-suami takut istri saja.
"Ya elah Abang segitunya takut banget kalau Mbak Mey akan marah padanya," sahutnya Firda adiknya Roy.
"Apa takut enggak dapat jatah malam ini bang!" Teriaknya Nita adik sepupu dari papanya itu.
Semua tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya Zaidan yang garang dan tegas serta disiplin di dalam sekitar lingkungan perusahaan. Tapi di depan Melanie, Zaidan seperti mati kutu tak berkutik sedikitpun.
Semua tamu yang datang mengunjungi Meylani sudah duduk di atas sofa. Mereka bercanda bareng bersama tanpa ada yang merasa baper, sensitif dengan candaan mereka. Karena memang sejak dulu rasa persaudaraan dan keakraban mereka tercipta tanpa ada yang merasa menang sendiri, egois ataupun menganggap dirinya adalah yang terbaik dari semuanya.
Mereka bahkan membuat grup khusus anggota sepupunya untuk saling berinteraksi satu sama lain. Semuanya bahu membahu dalam menangani segala permasalahan mereka selama ini.
Mereka bersantai bersama, awalnya Meylani dilarang gabung dengan tamunya tapi, malahan ngotot untuk gabung. Bahkan Mey juga sudah gabung grup whatsapp khusus sepupu dari suaminya itu.
Hingga menjelang magrib barulah satu persatu mereka membubarkan diri masing-masing dan kembali ke rumah. Tinggallah Mey dengan suaminya dua orang saja.
Mey sedang rebahan sambil membuka beberapa pesan whatsappnya yang dua hari ini tidak dibukanya. Dia tersenyum melihat banyaknya chat yang belum sempat dibacanya itu. Zaidan ikut duduk disebelah istrinya sembari menyimpan secangkir kopi yang diseduh nya barusan.
"Mey apa kita cari asisten rumah tangga saja untuk mengurus rumah dan juga masalah masak?" Tanyanya Zaidan sambil mengarahkan pandangannya ke arah istrinya itu.
Meylani segera mengalihkan perhatiannya dari layar benda pipih itu," kalau itu menurut Abang bagus silahkan saja, karena aku juga terkadang sibuk banget jadi tidak sempat membuat makanan khusus untuk Abang," imbuhnya Meylani.
"Kebetulan katanya Nayla ada keluarga teman kuliahnya yang punya art yang dipecat oleh majikannya kebetulan art itu adalah tetangganya yang sangat butuh pekerjaan, apa kita ajak ibu itu saja atau mungkin kamu punya rekomendasi orang yang lebih layak dari ibu itu?" Pungkasnya Zaydan.
__ADS_1
"Coba suruh datang hari ini ke rumah Bang, saya ingin melihatnya apakah pantas dan layak bekerja bersama kita atau tidak, tapi saya tidak ingin art ini nantinya membersihkan kamar kita dan juga masalah yang lebih pribadinya Abang khusus saya yang tangani, saya tidak ingin ada orang lain yang menyentuh miliknya Abang," jelasnya Meylani.
"Hem. Kalau seperti itu hanya bekerja membersihkan seluruh rumah kecuali kamar pribadi kita, kedua aku hanya ingin memakan hasil masakan tanganmu sendiri kalau ada di rumah, bukan buatannya perempuan lain," ungkapnya Zaidan.
Meylani menganggukkan kepalanya, "Tepat sekali Abang, saya tidak ingin seperti di film-film atau di sinetron ikan terbang yang banyak pembantu rumah tangga yang menggoda suami majikannya jadi sebagai antisipasi yah hanya dengan cara seperti ini saja terbaik menurutku," ujarnya Meylani.
"Berarti artnya tidak boleh yang lebih muda dari kamu, kedua pembantunya tidak boleh lebih cantik dari Meylani Ramadhani Zulkarnain,tapi kriteria yang terakhir ini agak sulit karena, di mataku istriku lah yang paling cantik di dunia ini, tidak ada lagi wanita lain yang tercantik di dunia ini," jelas Zaidan.
"Jadi deal yah dengan asisten rumah tangga yang akan kita pekerjakan, harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang aku ajukan, semoga saja hari ini juga bisa langsung bekerja," ujar Meylani.
"Apa obatmu sudah kamu minum?"tanyanya Zaidan yang baru teringat dengan obatnya Mey harus segera diminumnya.
"Alhamdulillah sudah Abang, makanya aku ngantuk banget," ucapnya Meylani sambil menguap hingga menutup mulutnya.
Berselang beberapa menit kemudian, kedua kelopak matanya Meylani terpejam. Zaidan memilih melanjutkan membuka beberapa email pekerjaan yang sudah ditinggalkannya beberapa hari yang lalu di atas kasur lipatnya seperti kebiasaannya tidur selama mereka menikah.
Tapi, sebelumnya Zaidan dikejutkan oleh perkataan dari istrinya itu. Yaitu memintanya untuk tidur di sebelahnya Mey. Zaidan tak henti-hentinya tersenyum mendengar perkataan sekaligus permintaan dari istrinya itu.
Meylani menepuk-nepuk pelan kasur disisinya itu, "Sayang, suamiku tidurnya di sini saja, aku pengen Abang tidurnya bareng aku yah," pintanya Meylani dengan senyuman termanisnya.
Zaidan segera merapikan, melipat kembali kasur kesayangannya untuk beberapa bulan terakhir ini. Zaidan sesekali bersiul dan bersenandung saking bahagianya dengan permintaan dari istrinya sendiri.
Zaidan dengan sangat pelan merangkak naik keatas ranjang king size-nya dimana istrinya sudah lama tertidur menuju mimpi indahnya itu.
"Bismillahirrahmanirrahim semoga saja malam ini ada dan selamanya ada perubahan yang lebih baik dan signifikan dari hubungan kami sebelumnya, aku hanya meminta kepadamu semoga saja pernikahanku ini semakin dipenuhi keberkahan," harapnya Zaidan.
Zaidan baru saja hendak merebahkan tubuhnya tapi, tanpa tak terduga Meylani malah menarik tangannya sehingga mau tidak mau tubuhnya Zaidan terjatuh menimpa dirinya Meylani.
Untungnya Zaidan segera cepat tanggap darurat dengan menjajal kan tangannya ke samping tubuhnya Meylani yang sudah mendekap erat tubuh sixpack suaminya.
"Abang aku kedinginan, apa ac-nya terlalu rendah suhunya sehingga aku cukup kedinginan," lirihnya Mey yang kedua kelopak matanya sudah terbuka lebar melihat ke arah wajahnya Zaidan di atas tubuhnya itu.
"Kalau gitu Abang ambilkan lagi selimut agar kamu lebih hangat," ucap Zaidan yang hendak berdiri dari posisi diatas tubuhnya Meylani.
__ADS_1
"Tidak perlu Abang, yang aku butuhkan adalah tubuhnya Abang, pelukannya Abang yang mampu meredakan dinginnya tubuhku ini," sanggahannya Meylani.
Zaidan terbelalak dan juga sekaligus tercengang mendengar perkataannya Meylani. Ia segera memenuhi keinginannya Meylani seperti memeluk hangat tubuhnya Meylani.
Hingga tanpa sengaja tangannya Zaidan menyentuh sebuah benda yang sangat asing baginya. Benda yang begitu kenyal, padat berisi yang membuat ketegangan dalam dirinya Zaidan sendiri.
"Astaghfirullahaladzim itu…," ucapannya terhenti ketika Meylani dengan beraninya menarik tengkuk lehernya Zaidan.
Hingga kedua bibir mereka saling bertabrakan satu sama lainnya, kedua pasang mata mereka tidak berkedip dengan apa yang barusan terjadi pada keduanya itu.
Baru saja hendak memajukan wajahnya Zaidan tapi, tiba-tiba kedua matanya Meylani kembali terpejam dan terdengarlah dengkuran halus dari bibir mungilnya Meylani.
Zaidan hanya terkekeh melihat sikapnya Meylani yang seolah mempermainkan perasaannya yang sudah membuncah di dadanya itu hingga awalnya sudah bersiap untuk bertempur, tapi ternyata Mey kembali terlelap dalam tidurnya yang begitu indah dan nyaman.
"Oke, malam ini kamu lolos dari terkaman Zaidan Khaizan Rudiyatmo tapi, jika esok kamu Meylani Ramadhani Zulkarnain masih bersikap seperti padaku, aku tidak akan mengijinkan kamu untuk beristirahat, aku akan buktikan siapa suamimu sebenarnya," cicitnya Zaidan.
Kabir mengerang keras saking kesalnya sudah bersiap untuk apa yang sudah lama diidamkannya itu malah membuatnya harus mengurungkan niatnya dan mengubur dalam-dalam keinginannya yang sudah bergejolak dalam dadanya.
"Ya Allah istriku sudah mancing seperti ini tapi malah ngorok, hari ini boleh gagal tapi tidak ada kata lain kali lagi," gumamnya Zaidan.
Keesokan paginya, Meylani dan Zaidan segera menyambut kedatangan art yang akan membantunya membersihkan seluruh rumahnya, dan juga mengerjakan pekerjaan lain seperti memasak, mencuci serta lainnya asalkan bukan membersihkan daerah privasi yang sudah ditentukan oleh Meylani.
Zaidan mengerutkan keningnya melihat salah satu dari mereka. Zaidan meminta tiga orang. Satu pria yang akan bekerja sebagai penjaga keamanan security sekaligus merangkap sebagai tukang kebun juga. Dua orang salah satunya yang sudah tua mungkin berusia empat puluhan, sedangkan satunya masih muda mungkin seumuran dengan istrinya Mey.
Perempuan itu berpakaian cukup ketat dan sejak tadi menatap intens ke arah Zaidan sambil melirik sekilas ke arah Meylani.
"Beruntung sekali perempuan ini mendapatkan suami yang sudah ganteng, baik hati, sholehah dan juga tajir,tapi bukan Dara namaku jika aku tidak bisa menaklukkan hatinya Tuan Zaidan seperti suami-suami sebelumnya dimana aku bekerja,"
"Ya Allah kenapa bisa perempuan seperti ini dikirimkan oleh yayasan bekerja bersama kami, karena entah kenapa saya merasa perempuan muda bernama Dara ini menyimpan rahasia yang sungguh membuatku saya tidak tenang,"
"Aku harus waspada dengan pembantu satunya, sepertinya menyimpan sesuatu yang berbahaya, baru kali ini aku bertemu dengan pembantu yang tatapan matanya terus menatap intens tuannya padahal majikannya prianya sudah punya istri, aku harus menyampaikan kepada istriku kecurigaanku ini agar Mbak Mey tidak kecolongan dengan wanita seperti ular saja." mang Danang Setiaji menatap tajam ke arah Dara yang tersenyum kegenitan.
Meylani yang hanya bisa duduk santai hanya tersenyum simpul menyambut kedatangan ketiga asisten rumah tangganya yang baru kali ini memakai jasa pembantu. Meylani segera menjelaskan apa-apa saja tugas dan tanggung jawab mereka selama di rumahnya. ketiganya mendengarkan dengan seksama penjelasan dari mulutnya Meylani.
__ADS_1
Zaidan segera memeluk secara posesif istrinya," Alhamdulillah selamat datang di rumah sederhana kami ini, saya dan istriku sangat bahagia menyambut kedatangan kalian bertiga, tapi ingat disini sekali kamu melakukan kesalahan fatal akibatnya kamu tidak akan bekerja lagi dimana pun,ingat ini bukan hanya sekedar ancaman saja tapi, jika kalian ingin membuktikannya gampang saja silahkan melakukan kesalahan saja," tegasnya Zaidan.