
Keesokan harinya, ketiga pemuda tampan itu sudah duduk d meja makan sambil menunggu sang pemilik rumah yang belum muncul juga.
"Ngomong-ngomong abang Zaidan dan kak Meylani itu habiskan malamnya berapa ronde? Sampai-sampai mereka sampai jam segini belum turun juga," candanya Jamal yang menatap ke arah tangga.
"Hahaha mungkin sampai subuh Mal, biarkan saja mereka seperti itu supaya kita bisa nimang keponakan secepatnya," balasnya Gunawarman Haerul.
Kamil malah tidak ikut campur dengan pembicaraan mereka. Dia hanya asyik menyantap santap paginya hari itu.
Dara terpaksa memakai pakaian yang cukup tertutup mulai dari leher hingga e bagian tubuh bawahnya. Karena jejak kepemilikan yang ditinggalkan oleh Jamal cukup banyak hampir di sekujur tubuhnya. Bu Ijah memperhatikan gerak geriknya Dara yang tidak biasanya itu sambil tersenyum penuh arti.
"Dara coba kamu rubah sikapmu itu dan setia hanya satu pria pasti hidup kamu akan lebih indah dan bahagia, apalagi kamu menutup auratmu Masya Allah kamu akan akan semakin cantik," ucapnya Bu Ijah disela menyiapkan makanan untuk orang-orang yang sudah berada di depan meja makan.
Jamal menajamkan pendengarannya itu sehingga percakapan dua asisten rumah tangga kakak sepupunya terdengar hingga ke telinganya.
"Sepertinya aku harus mencari tahu apa yang terjadi dengan Dara selama tinggal di Jakarta, aku yakin dia melakukan hal-hal aneh selama di Jakarta, karena miliknya tidak mengigit seperti dulu seolah miliknya itu sering dimasuki oleh pria lain, kalau seperti ini aku tidak akan tinggal diam saja, aku tidak akan mengijinkan Dara berhubungan dengan pria yang hanya memanfaatkan kondisi dan tubuhnya saja,"
Berselang beberapa menit kemudian, akhirnya pasangan suami istri yang sejak tadi ditunggu kehadirannya muncul juga.
"Alhamdulillah akhirnya sang Tuan dan Nyonya besar turun juga padahal perut kami ini sudah berbunyi nyaring meminta diisi," candanya Kamil Pasha sambil mengelus perutnya itu.
"Maaf kami harus terlambat maklum semalam banyak banget pekerjaan yang meski kami selesaikan sebelum hari berganti, jika tidak CEO perusahaan akan mengultimatum kami berdua," ungkapnya Mey sembari duduk di kursi yang sudah ditarik oleh suaminya sendiri.
"Benar-benar kalian pemburu dollar sejati, pasangan suami istri lainnya biasanya dijam segitu sudah tertidur lelap malah kalian masih bekerja," ucapnya Gunawan.
"Kalau kami tidak berkerja gimana dengan masa depan anak-anak kami kelak, mumpung Mey belum hamil jadi memanfaatkan waktu luang sebaiknya," tukasnya Zaidan.
__ADS_1
Meylani menatap intens ke arah suaminya ketika mendengar perkataan dari suaminya tentang anak.
Mey mengelus perutnya itu, "Ya Allah semoga saja saya segera hamil, pasti Abang akan sangat bahagia jika mengetahui jika saya hamil, semoga saja harapan kami segera terkabul," harapannya Meylani.
Apa yang dilakukan oleh Mey dilihat langsung oleh Zaidan kemudian ia segera mengecup punggung tangannya Zaidan dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
"Jadi hari ini kami langsung akan mengikuti beberapa tes bang di kantor?" Tanyanya Kamil di sela acara santap paginya.
"Kalian langsung saja ke ruangan HRD karena disana tempat penerimaan karyawan baru, kalian hanya perlu memperlihatkan pada semua orang jika kalian bertiga memang benar-benar layak bekerja di perusahaan multinasional yang cukup besar itu," ujarnya Zaidan sebelum menyantap makanannya untuk menghabiskannya hingga tandas tak bersisa sedikitpun.
Bunyi suara bel membuat mereka berlima saling bertatapan satu sama lainnya. Mereka cukup penasaran di pagi itu Zaidan kedatangan tamu di rumahnya.
Mey yang hendak bangkit dari duduknya segera dicegah oleh Kamil adiknya," stop kak, biarkan aku saja yang bukain pintu, kakak lanjutkan saja makannya, aku sudah selesai kok," cegahnya Kamil Pasha adik keduanya Meylani Ramadhani Zulkarnain.
Kamil segera mempercepat langkahnya karena orang yang menekan tombol bel rumahnya Meylani seperti orang yang tidak sabar saja.
Kamil segera membuka lebar pintu berdaun dua itu hingga terbuka lebar dan memperlihatkan sosok perempuan cantik yang langsung spontan tersenyum lebar kerahnya pemuda yang membukakan pintu untuknyal. Sedang Kamil pun membalas senyuman sang gadis yang sangat tipis.
"Maaf apa Abang Zaidan ada di rumah?" Tanyanya.
"Cantik-cantik tapi sayangnya tidak tahu mengucapkan salam," ketusnya Kamil Pasha.
Nayla Latifah Hanum yang mendengar ucapannya Kamil yang menggerutu dan menasehatinya itu segera mengucapkan salam.
"Assalamualaikum, apa Bang Zaidan Khaizan Rudiyatmo ada di rumah Pak?" Tanyanya Nayla yang sengaja menekan setiap perkataannya kata demi kata tersebut.
__ADS_1
"Waalaikum salam warahmatullahi wa barakatuh, bang Zaydan ada apa saya panggilkan atau…," balasnya Kamil yang belum selesai berbicara tapi Nayla sudah nyelonong masuk ke dalam setelah mendengar perkataan dari Kamil.
Kamil hanya tercengang melihat tingkah perempuan yang membuatnya keheranan," astaughfirullahaladzim kalau semua anak gadis bertingkah laku seperti dia hancur sudah dunia," kesalnya Kamil yang perkataannya masih mampu terdengar jelas hingga ke telinganya Nayla.
Nayla reflek menghentikan langkahnya itu dan menolehkan kepalanya ke arah belakang.
"Cukup menarik baru kali ini ada pria yang terang-terangan memprotes tindakan yang aku lakukan, tapi ngomong-ngomong siapa pemuda yang gantengnya seperti Zain Malik ini," cicitnya Nayla adik bungsunya Kayla manajer HRD di perusahaan tempat kerjanya Meylani.
"Amit-amit deh punya calon istri seperti dia, walau Dy dunia ini tersisa dia perempuan aku tidak akan menikahinya bahkan lebih baik aku hidup melajang dan membujang hingga aku tua dari pada menikah dengan gadis tidak tahu tata krama," umpatnya Kamil Pasha.
"Hahaha," Nayla tersenyum lebar mendengarkan umpatannya Kamil.
"Kita lihat saja nanti bakalan siapa yang akan jatuh cinta duluan padaku kamu atau aku! Aku akan buktikan padamu jika hanya aku wanita yang ingin kamu nikahi dh dunia ini bukan perempuan lain," gumamnya Nayla sambil melenggang ke arah dalam rumahnya Zaidan dengan istrinya Meylani.
Meylani dan yang lainnya yang sudah bersiap berangkat ke kantor. Jamal dan Gunawan melihat seorang gadis cantik yang berjalan ke arah Zaidan kakak iparnya itu. Mereka memperhatikan dengan seksama gerak geriknya Nayla.
"Abang Zaidan!" Teriaknya Nayla yang langsung bergelantung di tangannya kakak sepupunya itu yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri karena sejak kecil Nayla hidup dan besar bersama dengan Zaydan.
Gunawarman dan Jamal saling bertatapan satu sama lainnya melihat kelakuan dari Nayla bergantian dengan Meylani yang sama sekali tidak terusik dengan kedekatan keduanya.
Gunawarman menunjuk ke arah Nayla langsung," maaf Mbak Anda ini memeluk suami orang di depan istrinya loh! Tapi ngomong-ngomong apa seperti ini semua sikapnya gadis terdidik dan terpelajar yang tinggal di kota besar main nyosor saja padahal suami orang lagi!" Cibirnya Gunawarman Khaerul.
Kamil hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkahnya sang tamu," astaughfirullahaladzim kenapa gadis tengik dan bar-bar ini langsung memeluk tubuhnya bang Zaidan, apa jangan-jangan dia adalah kekasihnya Bang Zaidan? berarti dia adalah calon pelakor!" tebaknya Kamil.
Sedangkan Jamal malah perhatiannya tertuju pada Dara yang berjalan seperti pinguin gara-gara ulahnya sendiri semalam hingga subuh tadi kegiatan mereka masih berlanjut hingga Dara tak mampu berkutik dan meladeni permainan Jamal yang sungguh luar biasa.
__ADS_1
"Sial!! kenapa juga aku bisa sampai jatuh kembali ke dalam pelukannya mas Jamal,gini nih akibatnya kalau harus menuruti keinginannya, mas Jamal Abdillah masih seperti dulu luar biasa perkasanya," Dara menatap tajam ke arah Jamal sedangkan yang ditatap malah tersenyum smirk dengan mengedipkan sebelah matanya menanggapi sikapnya Dara yang marah padanya memperlihatkan melalui gestur tubuhnya itu.
Give away khusus pembaca setia dari ketiga novel aku insha Allah akhir bulan yah.