
Lafas nikah sudah diucapkan oleh Zaidan Khaizan Rudiyatmo anak terakhir dari pasangan ibu Wina dengan Pak Rudi yang berasal dari Jakarta. Zaidan anak ketiga dari tiga bersaudara. Zaidan yang lahir dengan jarak yang cukup jauh dengan kedua kakaknya itu, sehingga kelihatan seperti cucunya saja Pak Rudi.
Hingga usianya Zaidan seumuran dengan keponakan pertamanya anaknya Bu Silvia dengan suaminya Pak Adam. Awalnya Bu Wina mengira jika dirinya tidak akan hamil lagi diusianya yang sudah masuk kepala empat kala itu.
Tetapi, Allah SWT berkehendak lain, diusianya Bu Wina yang 39 itu dia hamil anak bungsunya. Memang Bu Wina belum monopose sehingga kehamilan itu pasti terjadi. Padahal anak pertamanya yang nikah muda diusianya 19 tahun saat itu sudah hamil dua bulan.
Rezeki anak tidak mungkin pasangan suami istri tolak. Dengan senang hati mereka menyambut kedatangan calon anak ketiga mereka. Pak Rudi dan nyonya Wina berharap anak bungsunya itu adalah anak laki-laki. Alhasil doa mereka diijabah dan dikabulkan oleh Tuhan Sang Maha Pencipta lahirlah sekitar 26 tahun lalu, seorang bayi mungil diberi nama Zaidan Khaizan Rudiyatmo.
"Mas Bisma maafkan aku yang mengingkari janjiku padamu," Meylani berusaha untuk menahan air matanya yang sudah berembun di pelupuk matanya itu.
"Alhamdulillah akhirnya puteraku menikah juga dengan gadis yang sejak lama ia idamkan dalam hidupnya," gumamnya Bu Liviana.
"Iya Alhamdulillah banget yah Ma, anak bontotnya Mama akhirnya melepas masa lajangnya juga, aku hanya berharap pernikahan mereka langgeng sampai kakek nenek, seperti mama dan papa yang sudah puluhan tahun menikah tapi sekalipun saya tidak pernah melihat mama dan papa cekcok," ucapnya Silvia yang memuji kedua orang tuanya dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
"Mama juga bahagia nak, karena disisa hidupnya Mama masih bisa melihat adikmu menikah dengan wanita pujaan hatinya," Bu Livia menyahut perkataan dari anak sulungnya itu.
Bu Silvia memegang tangan mamanya dengan penuh suka cita dan haru. Anak yang dia bangga-banggakan itu, memilih jatuh cinta pada pandangan pertamanya. Zaidan memilih melabuhkan hatinya pada gadis yang berasal dari Makassar itu.
Tidak ada satupun yang hadir di tempat itu tidak turut bahagia atas pernikahan anak sulungnya pak Zulkarnain dengan Bu Santi. Semuanya mengucap syukur atas terlaksananya dengan baik semua prosesi acara akad nikahnya hingga beberapa adat istiadat pernikahan yang menyertai janji suci keduanya.
Kamil langsung memeluk tubuhnya Zaidan yang terlalu bahagia karena semuanya berjalan lancar tanpa kendala apapun, "Selamat yah hari ini Abang mulai detik ini kamu sudah menjadi kakak ipar kami, saya hanya berharap kedepannya tolong cintai dan sayangi dan jaga kakakku Meylani dalam keadaan apapun,walau kakakku itu rada-rada egois dan keras kepala, tapi aku berharap abang bisa menerima segala kekurangannya," ucapnya Kamil Elmanik adik keduanya Meylani.
Zaidan melerai pelukannya dari tubuhnya Kamil," tanpa kamu katakan padaku, saya pasti akan berusaha untuk membahagiakan istriku, itu tugas dan tanggung jawab terbesarku sekarang," imbuhnya Zaidan yang gagah dengan pakaian pengantin khas Bugis Makassar membalut tubuh atletisnya itu.
__ADS_1
Satu persatu anggota keluarganya Meylani naik ke pelaminan tempat pelaksanaan akad nikah. Tempat akad nikahnya di tempat terbuka outdoor sehingga suasana sedikit santai pagi itu. Untungnya hari ini Makassar rudal diguyur hujan yang terkadang datangnya tiba-tiba.
Acara kembali dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibawakan oleh ustadz terkenal se Makassar. Setelah acara ustadz Maulana didapuk sebagai penceramah pagi menjelang siang itu untuk memberikan beberapa petuah, nasehat dan wejangan untuk kedua mempelai.
Bu Santi menitikberatkan air mata kebahagiaan mengiringi pembacaan ayat suci Al-Quran setelah ijab kabul berlangsung.
"Alhamdulillah untung saja pria yang menjadi pacarnya anakku tidak muncul untuk mengacaukan semuanya, semoga saja kedepannya dia tidak akan muncul lagi di dalam kehidupan rumah tangga putriku," batinnya Bu Santi dengan penuh harapan.
"Mungkin sebaiknya aku mengucapkan kata selamat tinggal untuk mu mas Bisma, aku berharap esok jika kamu kembali bisa menerima, mengerti dengan pilihanku ini dan yang paling penting kamu memaafkan kesalahanku yang sudah mengingkari janji kita," Meylani berusaha tegar karena dia sudah sah dan resmi menjadi istri dari Zaidan.
"Apa pengantin perempuannya sudah siap? Soalnya pengantin pria sudah menuju kesini loh," ucapnya Bu Widya adik bungsunya Pak Rudi yang masih single diusianya yang sudah kepala empat itu.
Pak Rudi memiliki adik yang cukup banyak yaitu Zainal Arifin, Zulkifli Hasan, Bu Widiya Candra Kirana, masih ada tiga adiknya yang author lupa namanya hehehe.
Meylani segera mengangkat kepalanya ke arah kedatangan bibinya itu dengan berusaha untuk tersenyum walau senyumannya sangat tipis.
"Iya aku juga gitu, saking bahagianya aku melihat kakak Mey menikah sampai aku menangis," timpalnya Meysa adik paling bontot nya Meylani.
"Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuh," sapanya Zaidan ketika memasuki kamar pengantin istri yang baru sekitar dua puluh menit yang lalu dinikahinya itu.
Semua orang yang beradu dalam ruangan itu bersamaan menolehkan kepalanya ke arah kedatangan rombongan pengantin pria.
"Betapa gantengnya kakak ipar, dia suaminya kak Mey atau artis Korea Selatan Jhi Chan Wook yah? Kenapa aku merasa hatiku berdebar kencang," candanya Siska anaknya Bu Sinta adik kembarnya Bu Santi.
__ADS_1
"Betul sekali apa yang kamu katakan, betapa beruntungnya dan bahagianya Mbak Mey mendapatkan pria yang hampir nyaris sempurna ini, Mbak Mey masih ada enggak stok pria seperti suamimu," kelakarnya Elsa adiknya Jamal.
"Hey kalian para ledys hati-hati dengan penglihatannya itu harus dijaga, jangan sampai matanya jelalatan mengagumi suaminya kak Mey," guraunya Bella Shofie kakaknya Elsa.
Semakin ramai candaan dari kakak dan adik sepupunya Mey baik dari pihak bapak maupun pihak mamanya itu. Hingga raut wajahnya Meylanie dan Zaidan memerah saking malunya diperlakukan seperti itu oleh banyak anggota keluarganya itu.
"Sudah, berikan jalan untuk Zaidan untuk melanjutkan prosesi adat terakhir sebelum mereka menyambut dan menerima tamu-tamu di depan," tuturnya Bu Widya yang sebenarnya ikut mengagumi wajahnya Zaidan yang begitu tampan.
Zaidan dan Melani sudah saling duduk berhadapan. Mey kebanyakan hanya terdiam dan patuh mendengarkan perkataan dari orang tua yang dipercaya untuk melaksanakan serangkaian ritual pernikahan.
Zaidan mengambil cincin emas bertatahkan berlian yang imut berwarna ungu itu dari atas nampan yang dipegang oleh seorang perempuan paruh baya. Zai segera menyematkan cincin yang dibelinya di luar negri khusus untuk Meylani.
Meylani awalnya sungkan, ragu dan bimbang pastinya karena dijari manisnya tersemat sebuah cincin yang tidak kalah indah dan cantiknya. Jelas-jelas itu adalah pemberian dari mantan pacarnya Mey. Bu Widya yang melihat hal itu dan sangat mengerti segera membantu Meylani untuk melepas cincin tersebut.
"Keponakanku yang paling cantik, cincin ini kamu lepas dulu dan jari ini khusus untuk cincin nikah kalian berdua tidak boleh dijarimu ini ada cincin lain Nak," ucap Bu Widya.
Mey menatap kesal dan jengah tantenya itu karena sampai kapanpun dia tidak akan melepas cincin itu. Tapi, dengan paksaan dan perkataan dari ibu Widya adik dari ayahnya itu, dia cukup kooperatif dan terpaksa mengikhlaskan semuanya.
"Nak Zaidan silahkan dipakaikan cincinnya kebetulan di luar sana sudah banyak tamu undangan yang berdatangan untuk melihat kalian berdua Nak," tekannya Bu Widya yang sedikit jengah dengan sikap keras kepalanya Meylani keponakan paling disayanginya itu.
"Karena cincinnya sudah dipakai oleh Meylani, sekarang saatnya Nak Zaidan mengecup keningnya Mey sambil ikuti ucapannya Ibu yah," pintanya Bu Mawar sebagai perwakilan yang diserahkan tugas untuk melaksanakan proses tradisinya.
Semua orang tersenyum melihat kedua pasangan suami istri yang masih malu-malu untuk saling bersentuhan. Hingga acara tersebut selesai juga dengan banyaknya canda tawa mengiringinya.
__ADS_1
Sekitar jam dua belas siang, semakin ramai lah acara resepsi pernikahan kedua pengantin baru itu, hingga pukul tiga siang Meylani meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk beristirahat. Walaupun tamu terus berdatangan satu persatu memenuhi undangan pernikahan mereka masing-masing.
Pernikahan adalah bentuk ibadah yang paling terpanjang selama hidup umat manusia.