PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 103. Kesalahan Terulang Kembali


__ADS_3

Setelah kedatangan Gunawan dan Kamil, Nayla semakin sedih saat melihat Kamil marah dengan sikap seorang perempuan yang tanpa sengaja sudah tiga kali bertemu dengannya hari itu.


Nayla dan Jamal masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan tempat parkiran rumah sakit malam itu.


Nayla merasa sangat sedih karena kembali gagal dalam percintaan. Pria yang disayanginya ternyata sama sekali tidak mencintainya.


"Maafkan aku Nay, aku sama sekali tidak mencintaimu. Aku hanya menganggap kamu sebagai sahabatku tidak lebih dari itu," jelasnya Kamil Pasha kala itu.


Bagaikan petir menyambar di siang bolong, Nayla Latifah Hanum sungguh terkejut mendengar perkataan dari Kamil. Pria yang selalu perhatian padanya walau dalam kesehariannya terkesan jutek,judes,dingin, galak tapi selalu memperhatikannya dengan tulus.


Rasa itu pun muncul di dalam hatinya Nayla yang menyalah artikan maksud dari sikapnya Kamil untuknya. Kamil tidak menyentuh minumannya yang dipesannya di dalam kafe itu. Ia tidak menyangka jika perempuan yang dianggap saudara-saudarinya sendiri ternyata menyimpan asa untuknya.


Kamil segera meninggalkan tempat mereka janjian setelah mendengarkan semua perkataannya dari Nayla.


"Kenapa kamu sulit sekali mencintaiku Ka, apa aku enggak layak dicintai olehmu? Apakah aku engga cantik sehingga kamu bersikap seperti ini padaku," teriaknya Nayla dengan kesal.


Tapi, semua perkataannya Nayla sama sekali tidak dipedulikan olehnya Kamil Pasha yang terus melangkahkan kakinya menuju ke arah luar.


Sejak itulah hubungan Nayla dan Kamil semakin renggang, tidak seperti dulu ketika Nayla belum mengatakan cintanya.


Nayla buru-buru menyeka air matanya ketika Gunawan dan Kamil sudah datang ke dalam mobilnya. Jamal tanpa sengaja melihat kesedihan yang terpancar dari raut wajahnya Nayla cukup prihatin dengan nasib gadis cantik satu ini.


Jamal memegangi punggung tangannya Nayla sambil tersenyum ramah,"cinta tak bisa dipaksakan dan cinta tak selamanya memiliki, di luar sana masih banyak pria baik yang nantinya pasti bisa membahagiakanmu. Kamu harus berusaha untuk melupakan orang yang sama sekali tidak ada hati untukmu, fokuslah dengan pria lain yang lebih menghargai arti cintamu," nasehatnya Jamal Abdillah.


Nayla menarik tangannya dari genggaman tangannya Jamal, dia tidak menyangka jika nasibnya sungguh miris. Nayla berusaha untuk menarik genggaman tangannya, tapi segera dicegah oleh Jamal.


"Biarkanlah sejenak seperti ini agar kamu bisa lebih tenang, insha Allah kamu akan baik-baik saja kok," pintanya Jamal yang keheranan sendiri dengan sikapnya itu.


Nayla tertunduk lesu melihat Kamil yang tidak mungkin dia dapatkan sebagai pria yang sangat dicintainya itu. Nayla berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya dari tangannya Jamal,tapi Jamal enggan melepaskannya.


Jamal mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan, sedangkan tangannya Nayla masih berada di dalam genggaman tangannya Jamal.


Air matanya Nayla kembali menetes seketika itu, ia semakin sakit dan hancur dikala mengetahui jika Kamil akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan perempuan lain pilihan mereka.

__ADS_1


Suara Isak tangisannya Nayla semakin besar saja, hingga menganggu konsentrasi menyetirnya Jamal terhenti. Terpaksa Jamal menghentikan laju kendaraannya ke arah badan jalan.


"Kamu menangislah sepuasnya, karena aku yakin setelah ini kamu akan bahagia, jadi tumpahkan semua segala risau hati kamu hingga merasakan kelegaan hati," pintanya Jamal yang memperbaiki duduknya agar saling bertatapan satu sama lain dengan Jamal.


Nayla semakin mengeraskan suara tangisannya itu,dia lagi tidaklah sungkan untuk menangis sejadi-jadinya dan menumpahkan segala kesedihannya malam itu, dia berharap cukup malam ini dia sedih dan merana karena cinta.


"Apakah saya tidak cantik, apakah saya tidak pantas untuk mendapatkan pria baik ataukah saya tidak berhak untuk bahagia dengan pria yang aku cintai?" Ratapnya Nayla.


Jamal menyeka air matanya yang terus menerus menetes membasahi pipinya Nayla yang halus putih itu. Nayla menatap nanar Jamal yang memperlakukannya begitu lembut malam itu.


Andaikan Kamil yang berada sekarang aku pasti sangat bahagia, tapi kenapa semakin aku mencintainya semakin hatiku terluka. Jamal menarik tubuhnya Nayla ke dalam dekapan hangat pelukannya itu.


"Kamu harus kuat dan sabar, jika Kamil bukanlah jodohmu, insha Allah akan datang pria terbaik dalam hidupmu, jika memang Pasha bukanlah jodohmu pasti akan digantikan pria sejati yang rela melakukan apapun demi cintanya padamu, aku yakin itu," nasehatnya Jamal.


Nayla perlahan mengecilkan suaranya iisakan tangisannya itu. Dia memeluk erat tubuhnya Jamal, dia sudah cukup lelah dengan semua ini. Entah berapa kali lagi harus patah hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Ini yang ketiga kalinya terjadi dalam hidupnya Nayla.


Nayla segera melerai pelukannya itu," maaf saya sudah merepotkan untuk mendengarkan kesedihanku ini, aku terlalu lemah dan tidak beruntung dalam mencintai seseorang," ucapnya Nayla dengan sendu.


Jamal tersenyum tipis sambil membantu menyeka air matanya Nayla yang seperti tidak ada habisnya. Nayla menatap Jamal yang terus menerus membantunya malam itu.


Hingga ucapannya Nayla yang meluncur dari bibir mungilnya mampu membuat Jamal tak berkutik dan kaget mendengar perkataan dari Nayla itu.


"Jam apa kamu bersedia menikah denganku dan menjadikan aku istrimu satu-satunya di dunia ini?" Nayla merasa tertekan hingga mengatakan perkataan yang sama sekali tidak disadarinya itu akibat dari perkataannya.


Jamal Abdillah yang baru sekitar sebulan lalu ditinggal mati calon istrinya sungguh sangat terkejut mendengar keberanian seorang perempuan muda memintanya menikahinya itu.


Jamal memegangi pundaknya Nayla, "Nay! Please jangan bercanda, ingat pernikahan itu bukan mainan loh, jangan sembarang berbicara seperti ini. Jaga baik-baik diri dan omonganmu kalau pria lain yang mendengarnya maka mereka akan menyalah artikan arti dari ucapanmu ini, dan juga kamu itu dalam keadaan yang sedih, sakit hati tolong berfikir jernihlah,jangan terbawa emosi karena rasa sedihmu sehingga kamu menjadi tidak terkontrol untuk berucap kata-kata yang tidak masuk akal seperti ini," tuturnya Jamal yang keheranan dengan gadis periang dan ramah ini.


"Jamal, mereka akan menikah, apakah aku juga tidak bisa menikah dan menjalani kehidupan ini dengan baik seperti yang dilakukan oleh Kamil hidup berbahagia bersama dengan jodohnya?" Tanyanya Nayla yang menatap intens ke arah dalam bola matanya Jamal.


"Saya tahu maksudnya kamu,tapi bukan seperti ini juga jalan keluarnya Nay… kamu…" ucapannya Jamal terpotong dan kedua matanya membelalak dan membulat sempurna saking terkejutnya dengan apa yang dilakukan oleh Nayla terhadapnya.


Nayla menarik tengkuk lehernya Jamal kemudian langsung meee luuu maat bibirnya Jamal dengan rakus, walaupun ini pengalaman pertamanya Nayla tapi,ia tidak ingin kelihatan lemah dihadapan Jamal sehingga ia nekat dan gila tidak bisa mengontrol perasaannya.

__ADS_1


Jamal berusaha untuk menahan dan menghentikan perbuatannya Nayla. Dia tidak ingin singa bangkit lagi dari tidur panjangnya. Karena dia sangat takut perbuatan seperti yang pernah ia lakukan bersama dengan Dara Inayah terulang kembali.


"Nay ugh, hemmph ja-ngan se-per-ti i-ni," cegahnya Jamal.


Tapi, Nayla semakin menjadi saja,ia semakin memperdalam ciumannya itu himggy Jamal pun tidak bisa lagi menahan haas raaatnya yang tiba-tiba datang dalam dirinya.


"Maaf jika aku bersikap lebih padamu,kamu sendiri yang memintanya dan membuka jalan untukku padahal aku sudah berusaha kuat untuk mencegahnya," lirihnya Jamal yang mulai meladeni permainannya Nayla yang begitu kaku karena ini yang pertama kalinya terjadi padanya.


"Ugh!! Ah! Lenguhan kecil muncul dari bibir mungilnya Nayla.


Keduanya sama-sama membelit lidah masing-masing. Jamal tersenyum smirk karena Nayla mampu mengimbanginya malam itu. Keduanya berhenti ketika nafas mereka terengah-engah, tersengal-sengal dan ngos-ngosan.


Deru nafas keduanya memburu mengisi setiap sudut mobil sedan berwarna putih itu yang terparkir di pinggir jalan yang cukup sepi.


Nayla entah kenapa malah tersenyum melihat Jamal," aku menginginkannya, Kamil aku butuh kamu malam ini," racaunya Nayla.


Jamal kembali terkejut mendengar perkataan dari Nayla yang menganggap dirinya Kamil. Nayla segera menarik kembali tubuhnya Jamal sehingga mereka kembali saling menautkan bibirnya.


Jamal yang seperti mendapatkan angin segar dan jalan pintu yang terbuka. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Jamal mulai meeen jaaaa maaah benda yang sama sekali tidak pernah tersentuh sedikit pun oleh orang lain.


Kancing pakaiannya Nayla satu persatu sudah terbuka hingga memperlihatkan semua benda yang tersembunyi dibalik kacamata hitam penghalangnya. Jamal kesulitan menelan air liurnya sendiri ketika melihat benda paling berharga dalam kehidupannya Nayla.


Ternyata berbeda sekali dengan apa yang dimiliki Dara, Kamil bego sekali tidak memanfaatkan sebaik-baiknya.


Jamal mulai meee reee maass benda kenyal itu yang masih padat dan cukup menantang Jamal.


Hemph…


Ahhh!!


Auhhh!!


Nayla semakin tidak terkendali dan tidak berdaya dengan gayanya Jamal yang sungguh mampu membuatnya kehilangan kendali yang menganggap Jamal adalah Kamil pria yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


Nayla mendekatkan wajahnya ke telinga Jamale, "Kamil lakukan lah aku ingin menjadi milikmu malam ini," Lirihnya Nayla yang sudah pasrah dengan perlakuannya Jamal padanya yang membuatnya melayang.


Jamal mengangkat tubuhnya Nayla ke atas pangkuannya itu dan memperbaiki posisi letak jok kursi mobilnya.


__ADS_2