
Meylani menunggu suaminya pulang membawa makanan yang dimintanya. Hari ini hari minggu kebetulan mereka hanya bersantai di rumah saja.
"Semoga saja apa yang aku belikan untuk Mey disukainya," gumamnya Zaydan sebelum memutar kenop pintu kamarnya.
Meylani yang sedang bersantai sambil berselancar di dunia maya mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Ia kemudian tersenyum menyambut kedatangan suaminya.
"Maaf Abang terlalu lama di luar, kamu tidak apa-apa kan tadi aku tinggal terlalu lama?" Tanyanya Zaidan sambil menaruh barang bawaannya ke atas meja sofa kamarnya.
Meylani segera mematikan layar ponselnya dan segera berjalan ke arah suaminya yang sedang mengatur makanan yang dibelinya ke atas piring yang sudah disiapkan Mey sejak tadi.
"Astaughfirullahaladzim kenapa bisa ada tespack semacam ini di sini? Aku sama sekali tidak membeli benda semacam ini apalagi Mey tidak memesan juga," Zaidan semakin keheranan melihat benda asing itu apalagi ada dua garis merah disana.
Zaidan satu persatu membuka kantong kresek plastik tersebut dan betapa terkejutnya saat matanya tanpa sengaja melihat ada tespack di dalam kantong plastik belanjaannya.
Meylani yang melihat suaminya diam membisu tanpa reaksi dan pergerakan apapun, hanya saja diam membisu tanpa suara apapun. Meylani berjalan ke arah suaminya kemudian menepuk punggung lebarnya Zaidan.
Mey menepuk sekali punggungnya Zaidan," Hey Abang kenapa tiba-tiba terdiam, Abang baik-baik saja kan, apa ada barang bawaan yang kelupaan?" Tanyanya Meylani yang langsung mencerca banyak pertanyaan kepada Zaidan suaminya itu.
Zaidan terkejut bukan main seperti seorang yang sudah berbuat kejahatan dan memiliki kesalahan yang sangat fatal membuat tubuhnya tersentak terkejut mendengar ucapannya Meylani.
"A-nu a-pa sa-ya," jawabnya dengan gagap sedangkan tangannya masih setia memegangi sebuah benda yang membuat perhatian Meylani tertuju dan teralihkan ke tangan kanannya Zaidan.
"Astaauhfirullahaladzim Abang kenapa meski gagap seperti itu? Terus benda apa yang Abang Zai pegang?" Tanyanya Meylani.
__ADS_1
Zaidan sama sekali tidak berusaha untuk menyembunyikan benda itu, tapi malah menyerahkan testpack kehadapannya Meylani.
Mey merebut dalam genggaman tangannya Zaidan kemudian ia memegangi benda berwarna putih, panjang dan pipih itu ke hadapan matanya. Hingga membuat kedua bola matanya membelalak dan melotot saking terkejutnya melihat tespack itu.
"Bang kenapa benda semacam ini ada di dalam tangannya Abang? Saya enggak meminta Abang untuk membelinya dan juga kenapa disini ada tanda dua garis merah seperti ini!?" Teriaknya Meylani yang mulai tersulut emosinya karena berfikiran yang tidak-tidak.
Meylani mengarahkan benda itu tepat depan matanya suaminya langsung," Zaidan Khaizan Rudiyatmo katakan sejujurnya padaku siapa punya benda ini!?" Pekiknya Meylani yang menatap tajam ke arah suaminya.
Zaidan tidak tahu harus berbuat apa karena seperti seorang pria yang tertangkap basah sedang memiliki selingkuhan di luar sana yang sedang hamil.
"Mey istriku, ini benda sejujurnya Abang terlalu tak tahu juga kenapa bisa ada? Sedangkan abang sama sekali tidak membeli benda semacam ini," sanggahnya Zaidan yang berusaha untuk meyakinkan Meylani.
Sedangkan Meylani saking emosinya sampai-sampai dadanya berdebar kencang, nafasnya memburu saking marahnya menemukan tespack dalam kantong kresek belanjaan Zaidan dari toko swalayan dan warung penjual rujak.
"Abang Zaidan please! Aku mohon jangan ngeles, berbohong untuk menutupi kenyataan yang ada! Apa salahnya untuk bersikap jujur padaku!" Jeritnya Meylani yang sudah memukul kecil dada bidangnya Zaidan.
Meylani segera menepis tangannya Zaidan yang hendak menyentuh tangannya.
"Cukup! Kalau Abang tidak bisa jujur dan mengakui kalau tespack itu adalah miliknya kekasih selingkuhannya Abang jangan pernah sentuh aku lagi!" Kesalnya Meylani.
Zaidan terkekeh melihat sikapnya Meylani," cukup! Abang jelaskan padamu sampai kapan pun Abang tidak akan mengakui benda ini adalah milikku karena memang kenyataannya jika tespack ini benar-benar Abang tidak tahu siapa pemiliknya," Zaydan masih bersikap santai saja Kate menganggap istrinya hanya salah paham.
"Abang saya tidak butuh senyuman seperti itu! Yang aku butuhkan adalah kejujuran Abang! Jadi sudahi bersikap berpura-pura bego seperti ini untuk terus menutupi kenyataan jika Abang itu berbohong padaku. Apa susah dan sulitnya untuk berkata jujur sesuai dengan kenyataan yang ada, tapi malah semakin bersikap untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya," ketusnya Meylani.
__ADS_1
Zaidan berlutut di hadapannya Meylani, "Meylani Ramadhani Zulkarnain Abang sekali lagi katakan padamu Abang sama sekali tidak berbohong dan sudah berkata yang sebenarnya padamu," Zaidan mengusap wajahnya dengan gusar.
Meylani menatap jengah suaminya itu, "Kalau gitu mulai malam ini, Abang harus tidur di luar kamar jangan pernah masuk ke dalam kamar ini tanpa seijinku, tetapi kecuali Abang sudah mengakui jika benda ini adalah punyanya Abang!" Mey mengangkat benda itu tepat didepan wajahnya Zaidan.
Mey segera meninggalkan kamarnya itu dengan menghentakkan kakinya ke atas lantai keramik sambil menutup pintu kamarnya dengan kekuatan penuh hingga terdengar suara pintu.
Brak!!
Bruk!!
Meylani saking marahnya sampai-sampai meninggikan nada suaranya di depan suaminya. Padahal selama setahun ini mereka menikah sekalipun Meylani tidak pernah membentak keras suaminya itu.
Apa yang terjadi pada kedua pasutri itu di lihat langsung oleh semua penghuni rumah yang lumayan cukup besar itu. Kamil Pasha, Jamal Abdillah, Gunawarman Haerul, Nayla Latifah Hanum, Bi Irjawanti, Mang Jono serta Dara Inayah pun ikut serta menjadi penonton setia drama kolosal rumtang antara Mey dan Zaidan tersebut.
mereka sebenarnya mengadakan pesta kecil-kecilan di belakang rumah. Tetapi terkejut mendengar teriakan lengkingan suara dari Meylani karena kebetulan pintu dan jendela kamarnya tidak tertutup kala itu sehingga apa yang keduanya perdebatkan dilihat dan disentuh dengar langsung oleh mereka semua.
"Ya Allah kenapa tespack itu ada bersama Nyonya dan Tuan, bagaimana kalau ketahuan itu punyaku,"
"Apa benar yang dikatakan kakak, jika bang Zaidan punya selingkuhan dan selingkuhannya hamil?" Kamil merasa itu mustahil terjadi tapi sulit untuk membenarkan kenyataan tersebut yang mereka lihat langsung.
"Abang Zai kalau Mama dan papa Rudi mengetahui semua ini pasti akan terjadi perang dunia kedua, ngeri bayangkannya, apalagi Mbak Mey menantu kesayangan mereka," Nayla masih tidak bisa mempercayai apa yang terjadi.
Gunawan geleng-geleng kepala dengan situasi yang terjadi, "Ya ampun apa benar itu miliknya Abang Zai kok aku merasa ada yang aneh dan ganjil. kalau memang faktanya Abang selingkuh, aku yakin mana berani dia bawa benda itu ke sini,"
__ADS_1
Sedangkan Jamal sedari tadi melihat dan memperhatikan dengan seksama Dara yang tampak aneh," Kenapa aku merasa ada orang yang sengaja menyimpan benda itu agar Abang dan Mey bertengkar, apa sebaiknya aku bertanya pada Dara saja, karena aku perhatikan gerak-geriknya Dara sejak tadi aneh saja dimataku,"
"Semoga saja bukan Dara pelakunya yang berniat untuk menghancurkan kehidupan rumah tangganya Bang Zaidan dan kak Mey, jika memang benar adanya aku tidak akan tinggal diam saja berpangku tangan melihat kehancuran itu."