PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 68. Masih Seperti Sebelumnya


__ADS_3

Semua penonton bubar barisan ketika mendapatkan tatapan mata yang cukup tajam dari Zaidan. Ia hanya terduduk lesu, lemah, loyo, lunglai dan letih ketika melihat punggung istrinya pergi menjauh dari hadapannya.


Zaidan mengusap wajahnya dengan gusar sambil menyugar rambutnya ke arah belakang. Ia tidak habis pikir kenapa bisa tespack itu berada di dalam kantong kresek plastik belanjaannya.


"Astaghfirullahaladzim kenapa bisa benda yang tidak jelas asal usulnya itu bisa berada di dalam sana, gara-gara benda sial ini rencana kejutan yang ingin aku berikan untuk istriku gagal total,"


Zaidan menggenggam erat benda pipih, yang entah siapa pemilik benda yang dianggap Zaidan pembawa sial dalam kehidupannya hari ini. Karena sudah berhasil merebut kebahagiaan mereka sementara waktu.


"Aahh!!" Pekiknya Zaydan sambil menendang meja yang ada di hadapannya itu.


Zaidan untuk pertama kalinya tersulut emosi dan terbawa suasana yang membuatnya sangat marah. Zaidan mengerang keras saking kesalnya karena telah tanpa sengaja membuat istrinya marah padanya.


"Ya Allah apa yang harus aku perbuat untuk menenangkan hatinya Meylani, aku yakin dia akan bertahan marah padaku padahal aku sama sekali tidak pernah menduakan cintanya seumur hidupku, kalau aku mendekati Meylani dalam keadaan marah seperti ini pasti akan semakin memperkeruh suasana bahkan akan semakin menambah masalah,"


Zaidan segera memperbaiki posisi sofa dan mejanya yang sudah tadi ditendangnya itu.


Zaidan memunguti satu persatu beberapa benda yang berserakan dy atas lantai keramik kamarnya karena ulahnya sendiri.


"Kalau gitu terpaksa malam ini harus kesepian lagi tanpa selimut hidupku seperti biasanya, padahal baru dalam tiga bulan hidup rumah tangga kami berubah lebih hangat dan dekat tapi harus kembali butuh perjuangan ekstra untuk merebut kembali hatinya Meylani Ramadhani Zulkarnain kalau gini,"


Meylani memakai kamar tamu,ia tidak menyangka jika suaminya telah berselingkuh di belakangnya. Tapi, tidak mau mengakui kesalahannya itu.


Meylani duduk meringkuk di atas ranjangnya yang baru saja sepreinya. Ia menekuk kedua lututnya. Air matanya terus menetes membasahi pipinya, tapi mulutnya tidak berhenti mengunyah buah-buahan yang sudah diolah dalam bentuk rujak buah sesuai keinginannya.


"Buahnya masem seperti wajahnya Abang Zai ketika tidak mau jujur atas kesalahannya," gerutunya Meylani.


Meylani sudah hampir menghabiskan dua porsi rujak buah yang sangat diinginkan dimakannya.


Sedangkan di tempat lain, Dara mondar mandir di dalam kamarnya. Ia tidak menyangka jika benda miliknya sendiri jatuh ke dalam tangan majikannya itu.


"Ya Allah… kenapa bisa benda itu jatuh ke dalam tangannya Nyonya dan membuat ketentraman kehidupan rumah tangga tuan Zaidan jadi bermasalah seperti sekarang ini," gumam Dara yang tidak bisa tenang untuk pertama kalinya dalam hidupnya karena biasanya apa yang diperbuatnya walau itu sudah sangat jelas tidak baik.

__ADS_1


Dara semakin panik dengan keadaan yang bersumber dari kesalahpahaman yang terjadi.


"Saya sudah buang jauh-jauh itu benda di tong sampah, tapi kenapa malah jatuh dalam tangannya Tuan Zaidan, kalau ketahuan itu punyaku tamatlah riwayatku, saya tidak akan bisa menutupi rahasia besar ini dari mas Jamal," cicitnya Dara.


"Rahasia besar, maksudnya?"


Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dari arah belakangnya Dara Inayah. Dara tidak menyangka jika pintu kamarnya akan terbuka dari luar sedangkan ia tidak waspada karena sudah bergumam mengenai masalahnya yang tidak mungkin dikatakannya pada orang yang berdiri di depan ambang pintu kamarnya.


Dara nampak panik, gugup, takut dan cemas karena dia tidak ingin apa yang barusan dikatakannya di dengar langsung oleh Jamal Abdillah. Rahasia yang tidak mungkin dia infokan kepada Jamal kekasih rahasianya itu.


"Ya Allah semoga saja mas Jamal tidak mendengar apa yang barusan saya katakan jika dia mengetahui apa yang saya rahasiakan bisa-bisa rencanaku untuk mengugurkan kandunganku pasti akan gagal total, cukup Rafli Amar terlahir di dunia ini tanpa Mas Jamal ketahui hingga detik ini,"


Jamal berjalan ke arah Dara tapi segera menutup pintu kamarnya Dara rapat-rapat agar kedatangannya di kamar itu tidak ketahuan oleh orang lain. Tapi pepatah mengatakan sepintar-pintarnya tupai melompat pasti akan jatuh juga.


Seseorang sejak tadi diam-diam mengikuti kemana perginya Jamal. ia tidak menduga jika akan mendatangi kamar salah satu asisten rumah tangganya.


"Astaughfirullahaladzim kenapa bisa Jamal ke sana? apa yang sebenarnya terjadi dan tidak aku ketahui selama ini, apa hubungannya Dara dan Jamal,"


"Kenapa aku perhatikan kamu seperti menyembunyikan rahasia dariku, apa karena sudah hampir sebulan aku tidak menghangatkan ranjangmu sehingga kamu berfikir untuk mencari pria lain di luar sana sebagai pelampiasan nafsumu," tebaknya Jamal yang terus berjalan ke arah Dara.


Orang yang sedari tadi membuntuti Jamal segera mempercepat langkahnya agar tidak ketinggalan berita terbaru yang selama ini tertutupi dengan rapat-rapat.


"Saya akan membongkar rahasia kalian berdua, ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, jadi rumor yang mengatakan jika Dara itu pelakor benar adanya,"


Sedangkan di dalam sana Dara terus memundurkan tubuhnya agar tidak tersentuh oleh Jamal seperti yang sudah-sudah terjadi pada keduanya jika bertemu.


"Ya Allah kalau kami melakukan hubungan malam ini seperti biasanya maka mas Jamal bisa saja mengetahui jika saya sedang hamil anaknya. seperti dulu kehamilanku semakin saya tutupi, semakin ketahuan juga, kalau begitu saya harus bersikap normal dan wajar saja agar Mas Jamal tidak curiga sedikitpun padaku,"


"Tumben kamu selalu menghindar dariku, apa yang terjadi padamu? atau jangan-jangan kamu kembali bertindak seperti dahulu selalu mencari kesenangan bersama pria-pria beristri, jika sampai itu terjadi kembali maka aku tidak akan mengampunimu sampai kapan pun dan akan aku berikan hukuman yang tidak akan pernah kamu lupakan selama hidupmu," gertaknya Jamal seraya mengusap dengan lembut wajahnya Dara hingga kebagian paling bawah miliknya Dara.


"Ke-na-pa mas berbicara seperti itu? Apakah jika saya berbicara tentang rahasia berarti saya bermain dan berselingkuh kembali, mas Jamal terlalu sempit pemikirannya," sanggahnya Dara yang tidak tahu bagaimana caranya agar Jamal pergi dari dalam kamarnya sekarang juga.

__ADS_1


Jamal semakin tidak menyerah dengan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jamal bahkan sudah berhasil membuka hijab rumahan yang dipakai oleh Dara kekasihnya itu.


"Sebenarnya kedatangan ku kali ini adalah untuk bertanya padamu adalah mengenai tespack yang ditemukan oleh kakakku di dalam kantong kresek belanjaannya Bang Zaidan, karena entah kenapa aku berasa jika kamu lah dalang dibalik pertengkaran mereka," tebaknya Jamal yang tangannya semakin nakal saja hingga seluruh aset terpenting miliknya Dara sudah terlihat jelas terpampang nyata tanpa penghalang itu.


Jamal tersenyum smirk melihat ketidakberdayaan yang dialami oleh Dara seperti biasanya jika mereka bertemu. Jamal kemudian mendekatkan wajahnya ke telinganya Dara.


"Aku yakin kamu sangat menginginkan apa yang aku lakukan sekarang, karena sinyal dari tubuhmu tidak bisa menutupi apa yang ada f dalam hatimu dan otakmu ini," Jamal semakin menjadi saja.


Jari jemarinya semakin nakal saja hingga Dara menggelinjang kegelian akibat ulahnya Jamal.


"Hemph, auh stop ja-ngan mas," tolaknya Dara yang berusaha untuk menahan diri dari serbuan dan serangan yang dilancarkan oleh Jamal padanya.


"Kamu semakin membuatku tergila-gila pada dirimu sayang, malam ini aku akan menunjukkan pada siapa pria yang harus kamu sayangi dan cintai, bukan pria lain di luar sana, apa aku tidak pantas untuk menjadi pendamping hidupmu ataukah kamu ingin hidup selamanya menjadi perempuan yang tidak jelas hidup terombang ambing tak tentu arah,Dara katakan padaku apa kurangnya aku dimatamu sehingga kamu tidak bersedia untuk menikah denganku!?" Bentak Jamal.


Dara tersentak terkejut mendengar perkataan dari Jamal yang suaranya cukup besar dan menggema di dalam kamar kecilnya Dara.


Dara tidak ingin kehamilannya ketahuan oleh ayah biologisnya calon anak yang dikandungnya itu.


"Aah jangan!! Tolonglah jangan seperti ini Mas, aku mohon hentikan," ratapnya Dara yang masih berusaha untuk mencegah Jamal.


Orang yang berdiri di depan pintu kamarnya Dara hampir saja muntah di tempatnya jika tidak segera pergi dari sana.


"Astaughfirullahaladzim kenapa mereka tega banget berbuat seperti itu di dalam rumah, kenapa mereka tidak memutuskan untuk mengakhiri hubungan gelapnya dengan menikah saja," umpatnya orang itu yang segera berjalan tergesa-gesa meninggalkan kamar pembantu.


Bi Ijah tanpa sengaja melihat kepergian orang itu dari depan kamarnya Dara.


"Akhirnya ada juga orang yang melihat langsung apa yang mereka lakukan, semoga saja ini awal dari kebaikan hubungan mereka dengan segera menikah secepatnya," Bu Ijah hanya menggelengkan kepalanya.


Dara semakin tak berdaya dengan seen tuuu haann yang dilakukan oleh Jamal untuk Dara sendiri.


"Mas Jamal tolonglah saya mohon hentikan saya tidak ingin ada orang yang mengetahui hubungan kita ini,"

__ADS_1


__ADS_2