
Zaidan dan suster yang sedang memeriksa kondisi kesehatannya Zaydan saling terkejut melihat wajah masing-masing. Meylani mengernyitkan dahinya melihat reaksi keduanya.
"Kamu Zaidan Khaizan Rudiyatmo kan?" Tanyanya suster cantik itu.
Ucapan dari perawat itu membuat Meylani bertanya-tanya tentang siapa orang yang mengenal suaminya, sedangkan hari ini barulah ia melihatnya selama suaminya dirawat kurang lebih sebulan lamanya.
"Kau Berliana Febrianti kan?" Tebaknya Zaydan.
"Tepat sekali, alhamdulilah masih ingat rupanya dengan teman bolosnya," candanya Berlian.
"Saya kira sudah enggak ingat lagi, Alhamdulillah ingatanmu cukup bagus juga," guraunya Zaydan.
Keduanya saling tertawa mendengar perkataan masing-masing.
"Kalian sudah saling kenal?" Tanyanya Meylani yang keheranan melihat kedua orang di depannya itu.
Zaidan segera menarik tangannya Meylani sehingga Zaidan mampu memeluk pinggang rampingnya Meylani, "Iya sayang kenalkan ini Berliana teman sekolahnya abang dulu waktu masih sekolah di smp," jelasnya Zaydan panjang lebar.
"Berliana Febrianti Mbak," ucap Berlian sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Meylani.
__ADS_1
"Ber kenalkan ini Meylani Ramadhani Zulkarnain istriku," ungkap Zaidan yang memperkenalkan istrinya di hadapan Berliana.
"Wooo ternyata punya istri juga kau padahal saya kira kamu enggak doyan perempuan," canda Berliana yang teringat masa ketika mereka masih memakai seragam putih biru itu.
"Hahaha, aku itu normal saking normalnya istriku sudah hamil jalan empat bulan, tapi cantik kan istriku," ujarnya Zaidan yang memuji kecantikan istrinya di depan dua perawat yang sedang memantau kesehatannya Zaidan.
"Mana mungkin pria setampan kamu mendapatkan istri jelek, dunia ini serasa tidak adil kalau istrimu jelek, tapi apa yang kamu katakan memang benar adanya dia sangat cantik nan ayu," puji Berlian.
"Kalau gitu bagaimana hasil pemeriksaan medisku dan kapan kira-kira saya pulang? Sudah bosan di rumah sakit," keluhnya Zaydan.
"Alhamdulillah besok lusa sudah bisa balik kalau dilihat dari catatan medisnya kamu, tapi kita tunggu keputusan dari dokter terlebih dahulu," jawab Berlian.
"Gimana dengan kamu apa kamu sudah menikah dengan Rian?" Tanyanya Zaidan yang kepo dengan percintaan kedua sahabatnya itu.
"Kamil kok balik lagi dek, ada apa?" Tanyanya Mey yang segera melerai pelukannya dari Zaydan kemudian berjalan ke arah Kamil Pasha.
"A-nu sa-ya melupakan kunci mobil sama dompet Kak," jawabnya Kamil.
Kamil segera mengatur nafasnya dan berjalan ke Meylani sedangkan Gunawarman terduduk di atas sofa. Meylani mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut dan Gunawan pun mencari di atas sofa dan dibawah kolong meja.
__ADS_1
"Tapi saya enggak lihat dompet dan kunci mobil kamu loh, kamar ini cukup bersih dari barang-barang yang terjatuh, coba kamu ingat dengan baik, dimana kamu menjatuhkannya," tuturnya Meylani.
Sedangkan dua perawat itu kembali melanjutkan pekerjaannya itu untuk mencatat hal-hal yang telah mereka periksa secara detail.
"Iya nih Kamil kebiasaan sering ceroboh, ini tidak satu dua kali terjadi," gerutunya Gunawarman Haerul.
"Sudah cari saja dulu dengan baik tidak perlu protes dengan sikapku itu," ketusnya Kamil.
Berselang beberapa menit kemudian, Gunawan kembali terduduk di atas sofa karena sudah lelah mencari keberadaan dompet tersebut.
"Kam, coba kamu ingat apa jangan-jangan kamu jangan sampai dompet dan kunci kamu terjatuh saat bertabrakan dengan dua perawat tadi, karena sudah mencari disegala sisi ruangan tapi tidak ada," imbuhnya Gunawarman.
Mey tersenyum penuh arti sambil menunjukkan sebuah dompet berwarna hitam, " apa ini yang dinamakan dompet? Tapi kalau kunci enggak ada," ucap Meylani lagi.
"Syukur alhamdulilah dompetnya sudah ketemu yang jadi masalah kuncinya," tukasnya Gunawarman.
"Sepertinya kunci aku jatuh ketika tabrakan dengan seorang perawat yang sangatlah ceroboh sebelum kami meninggalkan koridor lorong rumah sakit," dengusnya Kamil.
Berliana Febrianti yang mendengar perkataan dari Kamil mendongakkan kepalanya ke arah Kamil. Raut wajahnya langsung berubah marah dan murka mendengar perkataan dari Kamil.
__ADS_1
"Bukannya kamu yang berlari di koridor,malah menyalahkan kami yang berjalan berlawanan arah denganmu!" Kesalnya Berlian yang tiba-tiba muncul untuk menanggapi perkataannya Kamil.
Semua orang terkejut mendengar perkataan dari Berliana sambil berjalan ke arah Kamil dengan tatapan yang penuh dengan amarah.