PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab.20. Diterima Sebagai Sekretaris


__ADS_3

"Maaf yah saya terlalu terburu-buru jadinya enggak lihat jalan dengan bener, apa terluka atau ada yang sakit?" Tanyanya perempuan cantik itu sambil berjongkok dengan membantu Mey memunguti beberapa barang bawaannya Meylani yang sempat berserakan di atas lantai.


"Tidak apa-apa kok Mbak,masa hanya tabrakan kecil saja saya kesakitan atau pun luka, nggak lah, saya tidak selemah yang Mbak lihat juga kali," tukasnya Mey.


Perempuan itu tanpa sengaja melihat tulisan yang tertera di dalam salah satu berkas yang dibawa oleh Meylani.


Perempuan itu menatap Mey dengan lekat," apa kamu sedang cari pekerjaan?" Tanyanya Perempuan itu sambil mengarahkan berkas lamaran kerjanya Mey ke hadapannya Mey langsung.


Mey menganggukkan kepalanya itu tanda mengiyakan pertanyaan dari perempuan cantik satu itu.


"Iya Mbak sepertinya begitu, kenapa emangnya Mbak?' tanyanya balik Mey yang mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan dari perempuan yang sama sekali baru dilihatnya dan belum sempat berkenalan dengannya.


"Kamu mau aku bantuin ga? Kebetulan ada salah satu jabatan yang sangat butuh pegawai dibagian itu, kebetulan orang yang seperti ciri-ciri Anda yang kami cari," jelas perempuan itu lagi.


"Maksudnya Mbak saya kurang paham dengan apa yang dikatakan oleh Mbak?" Ucapnya Mey yang semakin menautkan kedua alisnya saking tidak mengerti dengan arah pembicaraan perempuan tersebut.


"Kita sebaiknya berbicara di dalam saja, tak enak ngomongnya sambil berdiri seperti entar karies lagi pahaku," candanya perempuan yang belum dikenal namanya itu.


"Baiklah Mbak,kalau cocok aku akan terima permintaannya Mbak," timpalnya Mey lagi.

__ADS_1


Keduanya pun berjalan ke arah bagian dalam lobi perusahaan, semua orang yang melihat keduanya yang kebetulan berpapasan dengan mereka langsung menundukkan kepalanya dan menyapa perempuan berbaju biru muda itu.


"Selamat siang Bu Kayla," sapanya semua orang yang melihat kedatangan Kayla.


Wanita yang disapa Kayla tersebut hanya tersenyum simpul menanggapi sapaan dari mereka semua. Karena tidak mungkin dia membalas satu persatu dari ucapan karyawan perusahaan yang mengenalnya itu.


Keduanya masuk ke dalam lift dan segera menuju lantai sembilan dimana kantor menejer personalia berada. Mey cukup dibuat takjub melihat pemandangan arsitektur bangunan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur industri tersebut.


"Silahkan Mbak Mey duduk,benar kan namamu Meylani?" Tanyanya Kayla.


"Benar sekali Bu saya Meylani tapi teman-teman lebih sering nyapa dengan panggilan Mey saja," ujarnya Meylani yang tersenyum ramah.


Mey baru saja hendak membuka suara untuk berbicara , tapi segera didahului oleh Kalya.


"Kamu diam berarti itu tandanya kamu setuju, masalah gaji kamu tidak perlu khawatir karena semua gaji karyawan di perusahaan kami cukup tinggi dan besar, aku pasti Mbak tidak akan menolak pekerjaan ini,kalau bisa besok pagi Anda sudah bisa mulai bekerja, CV Anda saya ambil jadi hari ini kamu sudah resmi menjadi bagian dari perusahaan kami, selamat datang di perusahaan kami,semoga betah dan tunjukkan kepada kami kalau Anda layak bekerja disini seperti yang lain," tuturnya Kayla.


"Tapi Mbak saya kan belum menjawab pertanyaan dari Mbak apa saya setuju atau enggak lagian saya juga harus meminta ijin terlebih dahulu sebelumnya kepada suamiku dan meminta masukannya," tukas Meylani yang baru kali ini menemukan perusahaan yang sungguh mengherankan karena untuk pertama kalinya dia melamar pekerjaan yang sungguh begitu mudahnya tanpa melalui serentetan pertanyaan dan seleksi yang sungguh ketat.


"Alhamdulillah kalau Mbak sudah punya suami malah semakin baik pula, gaji Anda lumayan besar disini, aku yakin tanpa Anda beritahu kepada suami anda pasti menerima tawaran kami ini karena gajinya Anda adalah berkisar di atas angka dua puluh juta perbulan ditambah beberapa akomodasi dan bonus lainnya," jelas Kayla lagi yang membuat matanya Mey langsung hijau dipenuhi dengan bayangan uang dollar.

__ADS_1


Meylani tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas ini yang tidak mungkin datang dua kali dalam kehidupannya.


"Aku tidak perlu meminta masukan kepada Abang Zaidan lagian dia sendiri yang menganjurkan agar aku segera resign dari tempat kerja sebelumnya dan mencari pekerjaan tidak jauh dari rumah, aku yakin dia tidak akan keberatan dengan semua keputusan sepihak yang aku putuskan langsung tanpa meminta pertimbangan sebelumnya,"


Kayla yang memperhatikan dengan seksama dan menautkan kedua alisnya melihat tingkahnya Mey yang tiba terdiam.


"Saya yakin pasti dia sedang mempertimbangkan penawaran terbaikku ini,saya yakin dia pasti setuju bekerja di sini sebagai sekretaris pria yang seperti alergi berdekatan dengan seorang perempuan yang seksi, belum menikah dan wajib harus pakai hijab, jujur saja saya sudah pusing dan bingung gimana hadapi sahabatku yang satu itu,"


"Bismillahirrahmanirrahim, saya setuju dengan semua persyaratan yang ibu berikan, aku akan datang besok pagi untuk bekerja sebagai sekretaris menejer ibu," ucapnya Meylani sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kayla.


"Alhamdulillah makasih banyak, selamat bekerja di perusahaan kami dan semoga betah menghadapi atasannya Mbak," ujarnya Kayla sebelum Meylani meninggalkan ruangan tersebut personalia.


Meylani melenggang pergi ke luar, ia segera pulang, karena masih ada tujuan tempat lain yang harus didatanginya sebelumnya.


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah, aku tidak perlu bersusah payah dan repot-repot kesana kemari mencari pekerjaan, hanya butuh sehari saja aku sudah keterima sebagai karyawan, saatnya shoping day, mumpung dapat dua macam kartu ATM kredit dan debit, Alhamdulillah nikmat Allah SWT mana lagi yang kamu dustakan kalau hidup begitu indahnya seperti ini,tapi ngomong-ngomong menikah dengan Abang Zaidan seperti seolah membawa berkah tersendiri bagi hidupku,tadi di tempat kerja sebelumnya dapat pesangon yang lumayan banyak, jadinya dapat tambahan tabungan, tadi pagi kalau enggak salah dengar katanya kirimkan uang belanja bulanan untuk Ibu di Makassar, aku transferkan saja dulu,"


Meylani mengamati sekitarnya dan mencari apa ada taksi online atau ojek online yang kebetulan lewat kalau enggak ada baru mesan melalui aplikasi.


"Mas Bisma semoga kelak kamu datang dan mengetahui jika saya sudah menikah kamu bisa memakluminya dan menerima permintaan maafku, aku janji hidupku, cintaku, sayangku dan tubuhku ini hanya untuk dirimu seorang,bagiku suamiku hanya sekedar status saja,agar aku bisa berbakti kepada kedua orang tuaku karena aku tidak ingin dicap anak durhaka,"

__ADS_1


__ADS_2