
Semua tatapan mata tertuju pada Zaidan Khaizan Rudiyatmo dan juga Meylani Ramadhani Zulkarnain. Keduanya tidak segan, sungkan untuk menyembunyikan hubungan keduanya itu di depan khalayak umum.
"Apa hubungan mereka yah, kenapa mereka datang berduaan dan bersama di dalam mobil tersebut, apa jangan-jangan?"
"Iya aku curiga mereka sejak dulu mereka sudah memiliki hubungan yang spesial dan istimewa hanyalah saja mereka menyembunyikan hubungan mereka dari semua orang di perusahaan," ucapnya yang satunya.
Untungnya belum jam kerja sehingga mereka masih sanggup untuk berbicara , berkerumun, bergosip serta bergibah juga.
"Tapi menurut saya mereka pasangan yang sungguh serasi deh, coba lihat Bu Mey sangat cantik sedangkan Pak Zaidan sangat tampan dengan penuh kharisma nya yang mampu menyihir semua perempuan yang melihatnya," sahutnya lagi yang satu.
Hingga kedatangan Kayla manajer HRD di perusahaan tersebut membuat mereka bubar dari tatapan matanya Kayla yang cukup tajam jika tidak ingin segera dipecat.
"Cepat bubar jika kalian masih ingin menerima gaji tinggi," ujarnya salah satu dari dalam kerumunan tersebut.
"Assalamualaikum Pak Zaidan dan Meylani akhirnya datang juga bersama ke perusahaan tercinta ini," ucap Kayla sang adik sepupunya Zaidan yang tidak ada yang mengetahui hubungan mereka berdua hanya sekedar batasan adalah rekan kerja saja.
Semua anggota keluarganya Zaidan yang bekerja di perusahaan itu saling menjaga rahasia bersama sehingga tidak ada mengetahui jika mereka adalah keluarga kandungnya sendiri. Mereka sengaja merahasiakan hal tersebut agar tidak ada yang menganggap mereka bekerja di sana karena ada nepotisme dan kkn di dalam penerimaan pekerja baru di perusahaan tersebut.
"Waalaikum salam Bu Kayla, sepertinya hari ini cukup santai tidak punya kerjaan sehingga jam segini masih kelayapan dan berkeliaran kemanapun sesuka hatinya," sarkasnya Zaydan yang memang memperlakukannya semua bawahannya tanpa terkecuali atau membeda-bedakan antara mereka para karyawan baru atau lama sama saja.
Kayla hanya tersenyum tipis menanggapi perkataannya dan sikapnya dari adik sepupunya itu.
"Saya kesini menyambut kedatangan pasangan pengantin baru kita, karena sebuah kehormatan jika pak Zaidan datang ke kantor bersama dengan istrinya, bukankah seperti itu Pak Zaidan jeneral meneger kita yang paling ganteng bahkan mengalahkan ketampanannya pak CEO dan juga termasuk suamiku," candanya Kayla lagi.
__ADS_1
"Sudah aah ladenin ibu muda satu ini ceritanya tidak akan ada habisnya dan tidak ada end nya, apalagi hari ini kita banyak jadwal beberapa meeting di luar," cibirnya Zaydan sambil menggandeng tangan istrinya itu tanpa rasa malu ataupun sungkan.
"Hahaha akhirnya bucinnya tidak disembunyikan lagi sudah terang-terangan, kenapa bukan sejak dari awal saja kamu bersikap seperti ini pasti ceritanya akan sungguh berbeda," teriaknya Nayla lagi.
Zaidan dan Meylani tidak menggubris perkataannya dan teriakannya Kayla. Keduanya hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari kakak sepupunya Zaidan.
Apa yang mereka perbuat diperhatikan oleh semua pasang mata yang kebetulan berpapasan dengan keduanya ketika berjalan bergandengan tangan dan beriringan penuh dengan kemesraan. Hingga membuat beberapa histeris melihat kedekatan mereka berdua.
"Ternyata pak Zaidan tidak seperti rumor yang dikatakan jika dia adalah penyuka sesama terung ungu Belanda,"
"Ya Allah berarti gosip yang beredar beberapa bulan belakangan ini jelasnya sangat salah tidak benar adanya,kalau pak Zaidan Khaizan Rudiyatmo itu tidak normal, itu salah besar adanya,"
"Masya Allah mereka pasangan yang sungguh serasi,tapi ngomong-ngomong dulu siapa orang yang mengatakan jika Pak Zaidan penyuka pisang Ambon yah? Lihatlah mereka apa masih bisa dikatakan Pak Zaidan itu pria yang tidak perkasa dan hanya gayanya doang yang seperti pria sejati," cercanya yang lain lagi.
Zaydan dan Meylani hanya tersenyum tipis menanggapi bisik-bisik tetangga dari beberapa rekan kerjanya. Zaidan untuk saat ini tidak ingin menimpali perkataan mereka. Baginya saat ini dia sangat bahagia dengan keadaan hubungan rumah tangganya tersebut.
Meylani diam-diam menatap ke arah suaminya, ia tidak memungkiri dan menampik jika apa yang dikatakan oleh mereka adalah memang benar adanya.
"Memanglah suamiku sangatlah ganteng dan tampan seperti apa yang dikatakan oleh mereka, aku tidak akan pernah ijinkan perempuan manapun untuk merebut suamiku dari sisiku apalagi hanya sekedar menggoda Abang Zaidan, jangan harap perempuan dengan tipe apapun aku ijinkan untuk mendekati suamiku,"
Zaidan mengetahui jika istrinya itu adalah memperhatikannya dan curi-curi pandang.
"Silahkan kamu tatap wajahnya Abang karena semakin kamu tatap semakin kamu akan jatuh cinta padaku, hingga bayang-bayang tentang kekasih yang kamu katakan akan balik ke Jakarta tidak lama lagi akan kamu lupakan, aku berjanji dan akan terus berusaha agar kamu bisa melupakan pacarmu di dalam hati dan hidupmu itu adalah hanya namaku seorang,"
__ADS_1
Sesampainya di meja kerja masing-masing, Meylani dan Zaydan yang beberapa hari libur segera kembali bekerja dengan rutinitas yang sungguh padat.
Karena banyaknya pekerjaan yang tertunda beberapa hari karena kondisi Meylani yang sakit sehingga keduanya baru bisa bekerja hari ini.
"Henmph, lumayan tumpukan berkas ini cukup banyak bahkan melebihi dari tingginya puncak gunung Himalaya," candanya Meylani yang hanya tersenyum miris melihat beberapa berkas Du atas mejanya.
Zaidan tak henti-hentinya tersenyum jika mengingat ketika Meylani langsung mengeratkan pegangannya tangannya di lengan kirinya Zaydan ketika mendengar segala pujian dari beberapa rekan kerjanya wanitanya di perusahaan itu.
"Aku yakin tidak akan lama lagi kamu akan berpaling dari pria yang selama ini kamu sayangi, aku bertekad dan berjanji akan menghilangkan bekas dari segala kenangan yang pernah kalian lewati dan lalui itu, aku yakin kamu akan mencintaiku setulus hatimu, dan semoga kamu segera hamil anakku dan perjanjian pra nikah kita segera dibatalkan, agar segera hamil berarti setiap ada kesempatan gencot saja yah,"
Beberapa hari kemudian malam sebelum kepulangan kedua mertuanya Zaidan kedua keponakannya pun datang juga ke Jakarta untuk melamar pekerjaan. Gunawarman dan Jamal Abdillah sudah sampai di Jakarta dengan selamat.
Sedangkan Kamil sudah memasukkan beberapa berkas CV lamaran pekerjaan sesuai petunjuk dan arahannya dari Meylani serta Zaidan.
Kedua mertuanya Meylani Ramadhani pun mengunjungi rumahnya malam itu karena esok harinya kedua besannya akan segera kembali ke kampung halamannya di Makassar Sulawesi Selatan.
"Masya Allah Bu Winna kenapa meski harus repot-repot membawa banyak segala barang bawaan untuk kami angkut pulang ke Makassar besok, pasti ibu Wina sudah kerepotan mengurus semua ini," tampiknya Bu Santi yang sebenarnya sangat bahagia dengan pemberian dari besan perempuannya itu.
Kedua perempuan paruh baya itu berjalan beriringan ke arah dalam ruangan sambil bergandengan tangan satu sama lainnya.
"Mbak Santi kan ibunya menantu paling kesayanganku jadi ini semua yang aku lakukan tidak seberapa dibandingkan aku mendapatkan menantu paling baik dan sholehah yang kami miliki," pujinya Bu Wina istrinya Pak Rudiyatmo.
Kedua orang tuanya pak Zulkarnain dan Bu Santi serta anak gadis bungsunya Meysa Aileen itu untuk kembali ke Makassar Sulawesi Selatan.
__ADS_1