
Meylani tersenyum tapi hatinya menangis sedih mengingat suaminya yang tidak kunjung sembuh dan sadar dari komanya.
"Ya Allah apakah aku curhat kepadaMu adalah karena aku terlalu lemah dan banyak mengeluh? Aku bukannya capek bolak balik rumah sakit, tapi aku terlalu kasihan melihat suamiku terbaring lemah di dalam ICU ya Allah. Entah sampai kapan semua ini berakhir dan melihat suamiku bangkit dan bagung seperti sedia kala," air matanya Meylani kembali jatuh.
Mungkin semua orang yang mengenal dan melihatnya akan memiliki pandangannya yang berbeda-beda. Mungkin orang terdekatnya tahu apa yang dialaminya. Tetapi orang lain yang melihatnya mungkin akan menganggap dia wanita sekaligus istri yang sangat, kuat, tegar, tangguh dan sabar.
Padahal dalam hatinya sangat rapuh, untungnya banyak orang yang selalu support apapun kondisinya dan jalan hidup pilihannya. Meylani terus menatap ke arah luar jendela mobilnya, agar tidak ketahuan dengan apa yang dilakukannya saat ini.
Raina memegangi tangannya Meylani, Mbak Mey jangan jadi perempuan sok kuat dan tangguh, saya sangat mengerti dengan apa yang dialami oleh mbak, kalau mau menangis menangislah lagian hanya ada aku dan mang Joko dia pasti tidak mungkin berbicara kepada orang-orang jika Mbak Mey menangis, iya kan Mamang?" Hiburnya Raina Alifia sahabatnya Nayla Latifah yang diam-diam menyukai adik sepupunya Meylani yaitu Gunawarman Haerul.
Meylani berusaha untuk tersenyum walau hatinya bagaikan teriris sembilu hingga menikam seluruh jantungnya.
"Mungkin ini ujian cintanya Mbak Mey untuk Abang Zaidan, Allah SWT tidak mungkin memberikan cobaan dalam hidupnya Mbak jika tidak mampu mengatasi semua ujian hidup ini, yakinlah dan percaya jika Mbak bisa melaluinya dengan sabar insha Allah akan indah pada waktunya," ucapnya Raina panjang lebar.
Mang Jono hanya sesekali tersenyum tipis untuk menimpali percakapan mereka berdua.
"Ya Allah sungguh kasihan Nyonya muda dalam keadaan hamil muda harus melihat suaminya terbaring tak berdaya di atas bangkar rumah sakit sudah hampir tiga minggu, sembuhkan lah dan angkat penyakitnya tuan muda Zaydan, supaya bisa balik berkumpul bersama dengan anggota keluarganya itu, kasihan sekali Nyonya Mey yang setiap hari bolak balik rumah sakit rumah dan kantornya padahal dalam keadaan berbadan dua,"
Semua orang yang mengenal Meylani dan Zaidan cukup prihatin dengan apa yang terjadi. Satu persatu sahabat, teman kerja dan anggota keluarganya datang silih berganti untuk menjenguk dan bertanya tentang kondisi terakhir kesehatannya Zaidan Khaizan Rudiyatmo.
Bahkan CEO perusahaan besar tempat ia bekerja menjamin dan menanggung semua beban biaya yang ditanggung oleh Zaidan dan kelurganya. CEO perusahaannya sangat mengerti dengan kondisi ekonomi dari Zaidan. Walaupun Mey dan keluarga besarnya masih mampu membayarnya karena Zaidan memiliki asuransi kesehatan dan jiwa yang diklaim oleh Meylani.
Sehingga cek yang diberikan oleh CEO perusahaan tempat ia bekerja disimpan sebagai biaya untuk proses penyembuhannya Zaidan untuk kedepannya.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit sedangkan jauh dari rumah itu. Bisma Attalarik yang baru saja datang menginjakkan kakinya dengan begitu jumawa dan belagunya menganggap jika, Lisa istrinya tidak ada di rumah.
"Akhirnya aku ada waktu senggang untuk berduaan dengan Meylani," gumamnya Bisma.
__ADS_1
Baru beberapa langkah kakinya menuju pintu depan rumahnya Meylani. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara seruan seseorang.
"Hemm! Mas Bisma sepertinya mas salah langkah, Meylani tidak ada di rumah ia mengunjungi rumah sakit pagi ini," ucapnya Lisa yang baru pulang mengantar anaknya dan Azka.
Bisma segera merubah mimik wajahnya yang terkejut menjadi berwajah datar tanpa ekspresi.
"Saya kesini bukan untuk menemui Meylani, kenapa meski aku menemui Meylani bukannya istriku berada di sini juga di rumah besar ini," balasnya Bisma.
Lisa hanya tersenyum menyeringai lebar karena tanpa sengaja melihat ada seseorang yang membuntuti Bisma sejak tadi.
"Ini saatnya hubunganku dengan Mas Bisma harus ketahuan, aku juga istrinya dan aku punya cucu keluarga besar Attalarik, memangnya enak hidup seperti ini mulu bermain petak umpet jika ingin bertemu,"
Lisa segera menarik tubuhnya Bisma hingga mereka berpelukan. Bisma yang memang tidak pernah menghindar ataupun menolak godaannya Lisa akhirnya masuk perangkap yang sengaja dibuat oleh Lisa.
Keduanya saling berpelukan kemudian berciuman di depan pintu masuk rumahnya Meylani. Lisa awalnya hanya memancing suaminya itu, tapi segera mengikuti irama dan ritme permainan Bisma.
Keduanya saling meee luu maaat bahkan saling meee raaa baaa hingga suara lenguhan kecil meluncur dari sudut bibir keduanya. Permainan mereka berlanjut hingga nafas keduanya ngos-ngosan keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh kedua pasangan suami istri itu.
"Astaughfirullahaladzim kenapa mereka meski di luar bermesraannya, padahal biasanya di dalam kamar juga mereka melakukannya, ya Allah apa sudah saking tidak tahannya sehingga berbuat seperti itu!" Gerutunya Bi Ijah yang terpaksa kedua pasang matanya ternoda oleh perbuatan kedua orang itu.
Sedangkan seseorang yang sedari tadi terus mengikuti kemanapun perginya Bisma dibuat tercengang sekaligus terkejut karena melihat Bisma tidak tahu malunya bermesraan dengan perempuan lain yang bukan istrinya menurut penglihatannya.
"Astaughfirullahaladzim kenapa Bisma seperti ini, aku harusnya segera bertindak takutnya kejadian ini bukan pertama kalinya dan untuk menghindari kejadian selanjutnya yang tidak diinginkan," cicitnya yang segera berjalan ke arah rumahnya Meylani dan Zaidan.
Orang itu mengepalkan tangannya saking marahnya melihat sikap murahan dan tidak terpuji yang dilakukan oleh Bisma.
"Bisma Attalarik Iskandar!!" Teriak seorang wanita dari arah belakang kedua pasutri itu.
__ADS_1
Keduanya secepatnya melepaskan dan berhenti dari apa yang dilakukannya itu. Lisa hanya tersenyum dalam hatinya itu karena bahagia hubungan tersembunyinya akhirnya terbongkar juga.
Sedangkan Bisma kebingungan, takut, cemas dan mengkhawatirkan keadaan kedepannya.
"Bisma apa yang telah kamu perbuat ini Nak? Apa kamu lupa jika kamu itu sudah punya istri yang menunggu kamu pulang ke rumah! Ingat istri kamu itu sedang hamil anak keduamu sedangkan kelakuanmu sungguh bejak dan tidak beradab seperti ini!" Teriaknya dengan kencang.
"Mama! Apa yang Mama lihat tidak sesuai dengan dugaannya mama saya hanya…," kilahnya Bisma.
Lisa berpura-pura menjadi korban disini dengan memperlihatkan wajah tak berdosa dan memelasnya dalam waktu yang bersamaan.
"Saya hanya tidak sengaja berciuman, bermesraan di depan rumah orang maksudnya gitu ga!!" Pekiknya Bu Zaskia ibunya Bisma.
"Mama!"
Plak!
Ucapannya Bisma kembali terhenti ketika bi Zaskia menampar wajahnya Bisma dengan cukup kuat.
"Bisma dulu kamu mencintai seorang perempuan yang ternyata istri dari pamanmu sendiri aku masih diamkan karena adikku telah menikah dan bahagia dengan pernikahannya,tapi hari ini Mama tidak sanggup melihat kamu sudah salah jalan, Bisma dimana hati nurani kamu simpan nak,apa kamu enggak kasihan dengan Tasya Ainun yang sudah hamil!" Ibu Zaskia tidak ingin lemah dan membiarkan kelakuan anaknya yang tidak bermoral.
Bisma mengelus pipinya yang terkena tamparan cukup keras, sedangkan Lisa berpura-pura menangis tersedu-sedu agar mertuanya itu iba padanya.
Bu Zaskia menatap ke arah Lisa yang sudah menitikkan air matanya itu, "Kamu Lisa kamu itu temannya Meylani adik iparku kenapa kamu tega berbuat tidak see noooo nooh di depan rumah orang yang telah berbaik hati menampungmu! Kenapa kamu tega menganggu rumah tangga perempuan lain, dimana kamu taruh otakmu, pria ini sudah punya istri dan anak! Tidak mungkin kamu lupa atau kamu berpura-pura amnesia!?" Sarkasnya Bu Zaskia.
Lisa segera mendongakkan kepalanya ke arah Bu Zaskia," apa saya salah jika memeluk dan mencium suamiku sendiri?"
Jedeer…
__ADS_1
Keder…
Bu Zaskia tubuhnya terhuyung terkejut mendengar perkataan dari Lisa yang sungguh membuatnya tidak percaya.