PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 25 Penyuka Sesama Terong


__ADS_3

Meylani terkejut melihat siapa yang berjalan ke arahnya dengan memperlihatkan wajah dinginnya.


"Apa jangan-jangan Abang bekerja di perusahaan ini juga? Kalau gitu pantesan gajinya tinggi karena bekerja disini juga,"


"Selamat siang Pak," sapanya Meylani yang melihat beberapa orang berjalan berbarengan dengan suaminya itu.


Anita segera berjalan ke arah depannya Meylani untuk saling memperkenalkan keduanya, "Pak Zaidan perkenalkan ini Mbak Meylani dia akan menjadi sekretarisnya bapak kedepannya, Mey dia adalah general manager kita pak Zaidan Khaizan Rudiyatmo, kalau ini Mbak Meylani Ramadhani Zulkarnain," imbuhnya Anita.


Meylani seperti segan mengulurkan tangannya ke hadapan Zaidan, sedangkan Zai hanya membalas jabatan tangannya Meylani hanya tersenyum tipis saja saking tipisnya sampai-sampai tidak kelihatan dimata siapapun yang memandangnya.


"Selamat datang dan selamat bekerja semoga kamu tidak mengecewakan kami disini," ucapnya Zaidan yang seperti orang lain saja.


Zaidan memang seperti itu sejak dulu, dia tidak pernah mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan kehidupan pribadinya. Sehingga banyak petinggi perusahaan yang memuji kemampuan dan dedikasi dari Zaidan yang patut diacungi jempol, sehingga dalam kurung waktu singkat dia menjabat pekerjaan yang cukup tinggi di perusahaan tersebut.


Zaidan berlalu dari hadapannya Meylani,ia hanya melirik sekilas ke arah istrinya itu," kebetulan yang sangat bagus, padahal aku tidak menyangka jika dia akan bekerja di perusahaan ini sebagai sekretarisku lagi, ini kesempatan yang sangat bagus,"

__ADS_1


Sebelum Anita pergi ia membisikkan kata-kata ketika melihat pintu ruangannya Zaidan tertutup," semoga Mbak Meylani bisa betah bekerja dengan pria kolot seperti pak Zaidan, entah apa yang menyebabkan dia selalu dingin pada semua perempuan,ia bahkan tidak segan-segan memecat karyawan perempuan yang melanggar atau tidak becus dalam bekerja, tapi kamu tidak perlu khawatir dengan Pak Zaidan aku yakin kamu bisa bekerja dengan baik hingga dia akan memuji kemampuan dan skill kamu," ucapnya Anita lagi.


"Insya Allah saya tidak akan mengecewakan Mbak dan Bu Kayla, makasih banyak atas kepercayaannya, dukungannya dan juga serta kesempatan yang diberikan kepadaku," pungkasnya Meylani yang segera menundukkan kepalanya sehingga ujung hijabnya terbang terkena angin ac pendingin ruangan.


Anita kemudian memperhatikan sekitar area tempat tersebut, ia celingak-celinguk mencari apa kah ada orang atau tidak, " mungkin pak Zaidan itu penyuka sesama jenis makanya selalu menolak berdekatan dengan perempuan manapun, lihat saja sampai detik ini dia belum menikah dan dia paling dekat dengan sahabat dan rekan kerjanya sesama Pria," bisiknya Anita.


Apa yang dikatakan oleh Anita tidak bisa dipercaya dengan begitu saja, tapi Ia sedikit bergidik ngeri jika kenyatannya seperti itu benar adanya.


"Ya Allah semoga saja itu tidak benar, tapi aku akan selidiki apa benar Abang Zaidan memanfaatkan pernikahan kami untuk menutupi kenyataan jika dia belok haluan, aku sepertinya akan cari waktu dan kesempatan untuk mengetahui kenyataan dibalik rumor jelek tersebut," Meylani hanya bergidik ngeri sedap seperti itu yang masih tidak kepikiran dengan sikap mental suaminya sendiri.


Meilani segera merentangkan tangannya kesamping setelah melihat jam dipergelangan tangannya itu," Allahu Akbar… ternyata cukup melelahkan juga tapi aku bersyukur karena sampai detik ini Alhamdulillah masih sanggup mengerjakan semua yang diberikan dengan terbaik agar orang-orang tidak salah sangka dan salah paham jika saya mendapatkan jabatan ini bukan karena koneksi tapi dari kemampuan saya sendiri."


Mey menyelesaikan pekerjaannya itu dan merapihkan beberapa berkas penting yang kedepannya masih akan segera diselesaikannya karena belum beres. Dia hendak masuk ke dalam ruangan kantor pribadi suaminya itu dengan membawa beberapa salinan berkas asli yang baru dikerjakannya dengan baik dan teliti.


Meylani mengetuk pintu sebelum masuk,ia menunggu di depan pintu sampai Zaidan membukakan pintu ruangannya untuknya. Ia menunggu pintu yang sudah berulang kali digedornya, tapi belum dibuka juga oleh sang pemilik ruangan.

__ADS_1


Meylani menatap jarum jamnya ternyata sudah hampir lewat waktu istirahat siangnya, padahal belum sempat melaksanakan shalat dzuhur juga.


"Ya Allah, apa yang dilakukan oleh Abang d dalam yah? Sudah mau lewat waktu istirahat tapi belum selesai setor berkas penting ini, andalkan aku sudah lama bekerja mungkin aku sudah ninggalin berkasnya di depan pintunya kalau aku tahu seperti ini," gerutunya Meylani.


Hanya berselang sepersekian detik Meylani mengomel di depan pintu, seseorang seperti kurir pengantar makanan membawa beberapa paper bag.


"Maaf Mbak apa benar ini ruangannya Pak Zaidan?" Tanyanya kurir online itu.


Baru saja hendak membuka mulutnya untuk berbicara dan menjawab pertanyaan dari pria tersebut, tapi pintu yang tertutup sedari tadi itu tiba-tiba terbuka dari dalam.


"Ini uang tip untuk kamu, tapi sayangnya terlambat beberapa menit jadi penilaian kinerja untuk Anda kurang," ucapnya Zaidan dengan datar.


Pria pengantar makanan itu hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulutnya Zaidan karena memang dia sendiri yang salah. Meylani hanya berdiam mematung memperhatikan apa yang dilakukan oleh kedua orang tersebut.


"Apa benar yah kalau suamiku penyuka sesama terong ungu?"

__ADS_1


"Ayo masuk, jangan terlalu lama berdiri di depan pintu, nanti di kakimu muncul karies," ucapnya Zaidan yang segera berjalan berlalu dari hadapannya Meylani yang masih tidak habis pikir dengan tingkah dan kelakuan menyimpan dari suaminya itu.


__ADS_2