
Meylani dan Zaidan semenjak kedatangan kedua mertuanya itu hubungan mereka semakin lengket saja. Keduanya tidak malu-malu saling mengungkapkan perasaannya masing-masing.
Seperti ketika keduanya mengantar kedua orang tuanya Meylani yaitu pak Zulkarnain Iskandar Zulfikar dan juga Bu Santi Zulfikar serta anak bungsunya itu bertolak ke Makassar Sulawesi Selatan.
Ayahnya Mey menepuk pundak anak menantunya itu, "Nak Zaidan, tolong jaga baik-baik anak sulungku ini, jadilah suami yang selalu melindungi, menyayangi dan mencintai Meylani setulus hatimu Nak," harapnya Pak Zulk yang menaruh harapan kepada menantunya itu.
Mereka berbincang-bincang di dalam mobil menuju bandara internasional Soekarno Hatta. Kamil, Meysa dan kedua orang tuanya Mey duduk di kursi jok belakang. Kamil hanya terduduk sambil mendengarkan perbincangan keduanya itu.
Sedangkan Meysha dengan asyiknya bermain gadgetnya itu tanpa terusik sedikitpun dengan perbincangan mereka. Dia asyik ber-selfie tanpa banyak peduli dengan perbincangan hangat lainnya.
__ADS_1
Zai hanya tersenyum simpul sebelum membalas perkataan dari ayah mertuanya itu," insha Allah ayah saya akan selalu menjaga, melindungi, mencintai dan menyayangi Meylani Ramadhani Zulkarnain hingga akhir hayatku andaikan bisa hingga ke akhirat aku akan selalu setia dan sedia menemani Mey dalam suka maupun duka," ucapnya Zaidan penuh keyakinan.
"Syukur alhamdulilah ayah sangat gembira mendengar perkataanmu Nak, semoga saja pernikahan kalian selalu diberkahi, sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek," doa setulus hati yang diucapkan oleh Pak Zulkarnaen untuk kehidupan rumah tangga anaknya.
Bu Santi pun mulai ikut menimpali percakapan antara dua pria dewasa itu," Mey jadilah istri yang selalu menjadi tempat ternyaman ketika suamimu mengalami segala kepenatannya ketika selesai bekerja, jadilah perempuan yang selalu dirindukan oleh suamimu nak, paling penting saling menghargai, menyayangi, mencintai dan menghormati satu sama lainnya insha Allah pernikahan kalian selalu akan bahagia walau aral melintang, cobaan apapun yang datang menghadang tidak akan berarti apa-apa," imbuhnya Bu Santi yang memberikan nasehat sekaligus masukan kepada Meylani putri kandungnya.
Zaidan memegangi punggung tangan istrinya itu sambil mengecup punggung tangan istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Alhamdulillah kekhwatiran saya selama ini tidak terbukti dan beralasan lagi, walau dulu saya sempat mengira jika Meylani akan kesulitan dan susah untuk mencintai suaminya,tapi setelah beberapa hari kami menginap di rumah mereka, Alhamdulillah ketakutan aku itu sirna dan tidak terbukti kecemasanku ini,"
__ADS_1
Bu Santi diam-diam menatap ke dua anaknya itu. Dia bersyukur karena putrinya sudah mulai mencintai suaminya. Padahal diawal rencana pernikahan Meylani sangat menentang keputusan perjodohannya karena pria lain yang tidak diketahui asal usulnya itu.
"Alhamdulillah kedua mertuaku tidak lagi menaruh curiga dengan pernikahan kami ini, dan juga saya bersyukur karena Meylani sudah mulai membuka hatinya untuk mencintai dan menerimaku sebagai suaminya," Zaidan membantu Meylani membuka seat beltnya.
Keromantisan, kedekatan dan kemesraan Zaidan tunjukkan di hadapan keluarga dari istrinya itu. Zaidan sama sekali tidak ragu sedikitpun atau sungkan dan risih memperlihatkan perhatiannya kepada sang istri di hadapan orang lain.
Ingat akhir bulan yah khusus untuk pembaca setia yang like,baca, komentar setiap hari akan masuk list yang akan menerima sembako dari fania.
Jadi pantengin terus yah novel recehku ini. Jangan sampai enggak masuk list. ingat akhir bulan akan ada beberapa pembaca setia dari ketiga novelku yang akan dapat pulsa zikit.
__ADS_1
Jika ada readers yang baca ketiga novelku setiap hari maka bonusnya tiga kali juga. akhir bulan aku akan umumkan yang dapat.