
Setelah berbicara dengan calon suaminya itu, awalnya Meylani mengira tidak akan bisa terlelap kemungkinannya akan terjaga sampai subuh. Tapi, ternyata baru saja dalam hitungan menit kelopak matanya terpejam.
Meylani seolah mendapat imun dan obat tidur setelah mendengar suaranya Zaidan sang calon imam kelak.
Jauh dari tempat itu, seorang pria awalnya sibuk sekali menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa sebelum libur dua minggu setelah menikah. Aura raut wajahnya langsung berubah menjadi bahagia dan berseri-seri.
Sejak sekitar lima tahun yang lalu sejak pertemuan keduanya di acara salah satu alumni dari sahabat kedua orang tua mereka, pria itu melihat Meylani yang seperti seorang putri yang turun dari kahyangan. Sejak hari itu ia terus berdoa agar keduanya dipertemukan dalam ikatan suci sakral pernikahan.
Tapi, sekitar empat bulan lalu sebelum bulan puasa, kedua orang tua mereka sepakat untuk menjodohkan keduanya. Betapa bahagia dan gembiranya mendapatkan kesempatan yang terbuka.
Zaidan itu pun mulai menyelidiki dan diam-diam jadi stalker yang terus mengikuti Mey dari belakangnya. Tapi, Zaidan sama sekali tidak mengetahui siapa sosok kekasihnya perempuan yang akan menjadi istrinya.
"Alhamdulillah aku sangat bahagia mendengar suaranya yang begitu lembut, besok kira-kira apa yang akan dikatakannya sehingga memintaku untuk bertemu, tapi ngomong-ngomong kafe popsa itu ada di mana? Aku tanya adiknya yaitu Kamil, sekarang saatnya tidur agar besok aku tidak terlambat datang," gumamnya Zai seraya mengirim pesan chat untuk Kamil calon adik iparnya itu.
Keesokan harinya, Meylani meminta ijin kepada kedua orang tuanya. Ia terpaksa berbohong mengenai masalah alasan bertemunya dengan Zaidan tunangannya itu.
__ADS_1
"Mama aku pamit yah," ucapnya Meylani setelah menghabiskan semangkuk kapurung makanan khas Makassar yang memang sengaja diminta dibuatkan khusus untuknya kebetulan sepupu dari mamanya datang dari daerah Palopo.
"Kamu jangan lama-lama yah, ingat setelah selesai ketemu dengan Nak Zaidan kamu langsung balik ke rumah, jangan keluyuran tidak jelas," ucapnya Bu Santi yang takut jika Melani melakukan hal yang aneh-aneh di luar sana.
Tapi baru beberapa langkah kakinya melangkah ke arah luar ia harus kembali menghentikan sejenak langkahnya itu karena mendengar perkataan dari ayahnya.
"Mey kamu tidak lupa kan dengan janjimu pada ayah yang ingin mengajak bertemu Bisma dengan Ayah!" Pak Zulkarnain menatap intens ke arah putri pertamanya itu.
Mey kelabakan karena melupakan masalah yang sangat urgen itu saking bahagianya akan bertemu dengan Zaidan. Seolah dua insan yang sedang dimabuk cinta yang akan bertemu. Rasa bahagia, tenang yang dirasakan oleh Meylani sama tidak disadarinya. Ia mengira jika rasa senang yang menghampiri hatinya adalah karena bahagia akan memutuskan hubungannya dengan Zaidan. Padahal itu hanya pikirannya saja, belum tentu Zai bersedia untuk membatalkan pernikahannya.
"Sa-ya ti-dak lu-pa kok ayah, aku akan berusaha untuk mendatangkan mas Bisma untuk menghadap langsung di hadapannya ayah," ucapnya Mey yang panik sehingga tergagap dalam berbicara.
"Iya ayah Mey sangat mengerti," lirihnya Mey yang kemudian berjalan ke arah luar dengan langkah kakinya yang lesu seolah belum makan seharian loyo sekali.
Dengan wajahnya yang tertunduk lesu, Meylani terus melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rumahnya. Beberapa orang yang berada di dalam ruangan itu hanya melihat dan mendengar tanpa ada yang berani berkomentar sedikitpun. Mereka terlalu sungkan dan segan untuk berbicara menimpali percakapan kedua orang bapak dan anak itu.
__ADS_1
Bu Santi melihat punggung putrinya mengjauh dari rumahnya menggunakan sepeda motornya, "Ayah aku takut bagaimana kalau Mey nekat dan kabur dari sini, apa yang akan kita lakukan kalau seperti itu, kita pasti akan sangat malu," ujarnya Bu Santi yang panik sekaligus cemas dengan kepergian putrinya itu.
Pak Zulkarnain tersenyum tipis menanggapi perkataan dari mulut istrinya itu," kau percayakan saja padaku, aku yakin putriku tidak akan berbuat nekad seperti apa yang kamu takutkan lagian Gunawan dan Jamal Abdillah akan terus mengawasi penggerakan yang dilakukan oleh Mey apapun itu, ayah dapat kabar terakhir jika Mey janji bertemu dengan Zaidan calon suaminya itu,saya sudah mewanti-wanti Zaidan untuk berusaha tidak mengalah dengan permintaan dari Mey ayah sangat yakin jika ia akan meminta Zaidan untuk membatalkan pernikahan mereka," ungkapnya Pak Zulk.
"Semoga apa yang kita harapkan bisa terjadi sesuai dengan keinginan kita semua, saya tidak mungkin mengijinkan Mey menikah dengan pria lain yang tidak jelas asal usulnya apalagi tidak pernah melihat bagaimana batang hidungnya pria itu," ketusnya Bu Santi.
Pak Zulkarnain meninggalkan meja makan siang itu. Saudara suaminya yaitu adik iparnya menatap kepergian kakaknya sebelum berbicara mengeluarkan semua perkataannya yang dipendamnya beberapa menit lalu.
"Mbak kenapa dari sejak awal perjodohan ini tidak disampaikan terlebih dahulu kepada Mey, kenapa harus meminta persetujuan darinya? Agar kejadian seperti ini tidak terjadi kedepannya," ucap Bu Diana adiknya Pak Zulkarnain.
Bu Santi mengalihkan perhatiannya dari tangga dimana suaminya berada sekarang ke arahnya adik iparnya itu.
"Diana kau lihat kan apa Mey akan setuju untuk pulang ke sini jika saya bilang padanya kalau saya jodohkan dia dengan anak dari teman ayahnya dan akan menikah? Tentunya itu tidak mungkin terjadi, Mey pasti tidak akan pulang dan kita akan lihat Mey pasti gagal menikah, jadi saya dengan ayahnya memikirkan cara yang terbaik untuk menerima lamaran tanpa kehadirannya Meylani, Mey itu keras kepala dan hanya ayahnya yang mampu melunakkan dan membuat Mey tidak akan banyak bicara dan menuntut lagi," jelasnya Bu Santi.
"Benar juga, kalau Mey tahu semuanya lebih awal pasti akan terus menolak dan kemungkinannya akan berusaha bertindak nekat, aku tahu sifatnya bang Zulk itu sama persis dengan Mey sekali ngomong pantang untuk mengubahnya," imbuhnya Bu Diana.
__ADS_1
"Kalau saya pria seganteng itu tidak mungkin aku tolak, Tante Mbak Mey bego kalau mempertahankan hubungannya dengan pria tidak jelas dibanding dengan pria mapan, cakep,sholeh, baik hati dan sopan lagi itukan idaman semua wanita," timpalnya Masitah adik sepupunya Meylani sembari mengocok telur persiapan untuk buat berbagai jenis kue kering dan basah khusus untuk pestanya.
Berselang beberapa menit kemudian, Zaidan sudah berada di dalam kafe Popsa yang terkenal di daerah Makassar yang harganya murah meriah dan bandingkan dengan kafe lainnya yang letaknya tidak jauh dari tempat tersebut terdapat pantai Losari ikon kota Makasar.