
Zaidan tanpa ragu segera mengemudikan mobilnya Meylani menuju tempat makan yang sudah hampir lewat jam makan siang mereka.
"Pasang sabuk pengamanmu," perintahnya Zaidan.
Zaidan berbicara seperti itu tanpa melihat ke arah Meylani. Tatapannya sulit diartikan tapi menyiratkan jika dia sedang marah dan cemburu melihat kedekatan Hans dengan Meylani. Dia menatap ke arah Zaidan setelah berhasil memasangkan sabuk pengaman ke tubuhnya itu.
"Apa yang terjadi padanya?! Tadi senyam senyum enggak jelas sekarang wajahnya tidak sedap dipandang, tapi tetap kadar gantengnya gak berkurang sedikitpun walaupun dia marah-marah,"
Meylani tidak menyadari jika dia memuji ketampanan yang dimiliki oleh suaminya itu.
"Mulai hari ini, kamu tidak boleh terlalu dekat dengan pria manapun kecuali terpaksa, ingat kamu itu sudah punya suami bukan gadis lajang yang bebas bercanda bersama dengan pria lain!" Ketusnya Zaidan.
Meylani yang mendengar perkataan dari mulut suaminya itu cukup dibuat terkejut sambil menautkan kedua alisnya melihat tingkahnya Zaidan yang tidak seperti biasanya itu.
"Kenapa emangnya Abang melarangku, apa Abang tidak melihat apa yang saya lakukan adalah hal yang wajar saja, saya hanya menjawab singkat pertanyaan dari Pak Hans, apa itu tidak boleh? Dimana tata krama dan sopan santun saya sebagai bawahan jika hanya membalas pertanyaan dari pak Hans sehingga saya harus menghindar dari Pak Hans!" Gerutu Mey.
"Kamu boleh berbincang-bincang santai dengan pria manapun tapi tidak perlu kamu memperlihatkan senyumanmu karena kamu akan semakin cantik jika tersenyum, bagi Abang cukup saya saja yang melihat senyuman termanis kau itu!" Tegasnya Zaidan.
Meylani melototkan matanya dan mulutnya menganga saking terkejutnya mendengar perkataan dari mulut suaminya itu yang membuatnya sungguh tidak percaya.
"Ya Allah Abang selow, kalau aku perhatikan dan mengambil kesimpulan dari ucapannya Abang berarti Abang cemburu yah dengan kedekatan ku dengan pak Hans?!" Tanyanya Mey.
Zaidan masih serius dan fokus mengendarai mobilnya menuju salah satu restauran terdekat dari tempat kerjanya.
"Apa salah yah kalau aku cemburu dengan istriku sendiri? Apa tidak pantaskah aku marah melihat kedekatan pendamping hidupku dengan laki-laki lain? Apakah tidak masuk akal jika aku melarang wanitaku berduaan dengan pria lain?" Tanyanya Zaidan yang sedikit meninggikan volume suaranya itu.
__ADS_1
Mey tidak mengira jika tanggapannya Zai seperti itu, dia menyangka jika Zaidan sudah menyerah untuk mendapatkan kasih sayang dan cintanya apalagi mengingat sisa setahun lagi pernikahan keduanya akan berakhir.
"Berarti Abang cemburu yah!? Tapi Abang apa lupa baru sekitar setengah jam yang lalu loh Abang begitu lugas dan santainya bercanda gurau bersama dengan dua wanita cantik dan seksi di depanku bahkan Abang merayu dan menggoda mereka, apakah menurut Abang mana yang keterlaluan menggoda perempuan lain atau berbincang-bincang santai dengan pria lain?" Dengusnya Mey yang mulai tersulut emosinya itu.
Zaidan tanpa aba-aba langsung merem mendadak laju kendaraan roda empatnya tersebut.
Ciiiittt!!!
Meylani yang tidak sigap hampir saja keningnya terantuk ke dasboard mobilnya sendiri. Untungnya Zaidan segera menyelamatkan keningnya Mey dengan menggunakan tangannya itu yang menarik tangannya juga Mey.
Mey melototkan matanya yang hampir mau copot dari kelopak matanya saking jengkelnya dengan sikap kekanak-kanakan suaminya.
Zai tersenyum penuh kemenangan karena mampu membuat Mey cemburu, "Berarti kamu cemburu juga dong melihatku dengan wanita cantik dan body-nya yang aduhai bahenolnya?" Tebaknya Zaidan yang rencananya berhasil.
Mey tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan dari suaminya itu," hahaha!! Abang bercanda yah! Mana ada aku cemburu dengan kedua cecungut itu! Lebih cantikan aku dari segi manapun, jadi aku Meylani Ramadhani Zulkarnain tidak cem bu ru!" Meylani sengaja mengeja kata terakhirnya yang diucapkannya itu bertujuan agar Zai percaya dan yakin padanya.
"Ya Allah apa benar aku cemburu dengan Abang Zaidan yah? Kalau begitu apa aku sudah mulai menyukainya! Ini tidak boleh terjadi aku harus mencegahnya sebelum terlambat,"
Mey semakin dibuat terkejut karena lamunannya belum selesai, tiba-tiba mobil berhenti yang sebelumnya melaju dengan kecepatan tinggi itu.
Mey memundurkan tubuhnya ke arah belakang hingga tubuhnya terantuk ke dinding pintu mobil. Ia takut jika kejadian tempo hari terulang kembali lagi. Cukup sekali baginya Zaydan mengambil ciuman pertamanya itu. Sehingga Mey tidak ingin kejadian tersebut terjadi kembali di dalam hidupnya.
Mey mulai panik, takut dan cemas jika suaminya kembali mengecup bibirnya Zaidan semakin tersenyum penuh arti melihat ketakutan yang dirasakan oleh Mey.
Zaidan semakin tidak gentar untuk melihat reaksinya Mey jika dia bersikap seperti itu. Mey mulai panik, sekujur tubuhnya bergetar hebat hingga dia spontan menutup kedua kelopak matanya itu.
__ADS_1
Apa yang dilakukan oleh Mey membuatnya Zaidan ingin tertawa terbahak-bahak padahal niatnya hanya bercanda saja. Ia tidak mungkin kejam dan memanfaatkan keadaan dan kesempatan yang ada untuk meminta haknya sebagai seorang suami.
Zaidan hanya mengecup sekilas bibirnya Mey kemudian ke keningnya Meylani wanita yang sangatlah dicintainya itu hingga dengan penuh keyakinan dalam sabarnya jika Mey suatu saat nanti akan mencintainya sebelum waktu perjanjian mereka berakhir.
Zaidan kembali melajukan mobilnya menuju ke arah restoran yang sudah terlihat bangunannya di depan mata. Senyuman penuh maksud terbit dari sudut bibirnya Zaidan.
"Dengan keyakinanku tidak lama lagi kamu akan menyatakan sendiri jika kamu mencintaiku, aku Zaidan Khaizan Rudiyatmo akan menunggu waktu itu dimana kamu akan mengatakan jika kamu tidak bisa hidup tanpaku," impian dan harapannya Zaidan.
Mey membuka kedua matanya setelah Zaidan selesai mencium kening dan bibirnya itu. Mey kembali diam-diam menyentuh bibirnya yang masih basah setelah dikecup oleh suaminya sendiri.
Mey memegangi dadanya yang berdetak kencang dan berpacu dengan kuat seirama dengan detakan jantungnya itu. Mey bisa bernafas lega karena dipikirannya sudah memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal saja.
"Alhamdulillah Abang Zai tidak meminta ataupun melakukan hal-hal aneh seperti dulu ketika aku ingin mengecek apa benar rumor dan isu yang mengatakan Abang itu pecinta sesama pisang Ambon,"
Berselang beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di dalam restoran xx di jalan X. Zaidan mengambil meja yang tidak terlalu jauh dari pintu karena hanya meja itu yang kebetulan kosong.
"Restonya cukup ramai yah Abang," ucap Mey sambil mendudukkan dirinya ke atas salah satu kursi yang ditarik khusus oleh Zau untuknya.
"Iya ini memang restoran favorit Abang setiap kali punya waktu senggang," imbuhnya Zaidan yang ikut duduk di depannya Mey sambil memanggil pelayan pramusaji.
"Makasih banyak Abang," ujar Mey ketika sudah berhasil duduk.
"Sama-sama," Zaidan segera memesan beberapa makanan untuk menu makan siang mereka.
Semua menu makanan yang dipesannya adalah makanan kesukaannya Meylani. Sehingga membuat Mey terkejut mendengar jika suaminya menghafal dan mengetahui semua makanan yang disukainya.
__ADS_1
Bahkan Bisma yang notabene kekasihnya hampir setiap minggunya bertemu dan melewatkan akhir pekan mereka bersama, tapi tidak hafal betul dengan semua apa yang disukai oleh Meylani.
Insya Allah minggu terakhir akan ada lagi yang dapat give away kecil-kecilan dari fania, bagi khusus pembaca setia caranya: like, Komentar, baca Pamanmu adalah jodohku, Satu Atap Dua Hati dan Belum Berakhir.