
Dara semakin mengeraskan suara tangisannya itu Di dalam dapur Di sore hari. Untungnya penghuni rumah lainnya termasuk pasangan suami istri pemilik rumah belum balik dari kantor.
Dara semakin terisak dalam tangisannya itu,ia baru tersadar jika apa yang selama ini telah dilakukannya adalah salah dan keliru besar. Kekeliruan yang terlalu mendalam selama kurang lebih hampir dua tahun seperti ini.
"Bi Ijah apa bibi masih punya pakaian yang tertutup yang cocok untuk aku pakai? Kalau ada seperti hijab mungkin boleh," ucapnya malu-malu Dara.
Bu Ijah membelalakkan matanya mendengar perkataan dari teman kerjanya sekaligus sahabatnya.
"Seriusan kamu mau memakai hijab?" Bu Ijah berjalan mendekati Dara sambil menyentuh kedua lengannya Dara.
Dara hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari Bi Ijah," insha Allah saya serius dengan apa yang barusan saya katakan, semoga bi Ijah dapat membantuku menjalankan niatku ini," pintanya Dara.
"Masya Allah Dara Inayah, Alhamdulillah akhirnya kamu bertaubat juga dek, semoga apa yang kamu pilih dan lakukan kamu bisa Istiqomah dan bersabar dalam menghadapi cobaan dan rintangan ketika kamu sudah memutuskan untuk menutup auratmu,ingat kesabaran pasti akan menjadi pendamping dalam hidupmu untuk memperbaiki hidupmu," imbuhnya Bu irjayanti lagi.
"Insya Allah bi Ijah saya sangat serius dengan pilihanku ini dan sudah saya pikirkan dengan baik-baik konsekuensi dari apa yang sendiri saya pilih, karena segala sesuatu pasti akan menemui segala aral melintang tapi semoga saya bisa lebih bersabar menjalaninya," ucapnya Dara lagi.
Perbincangan keduanya terus berlanjut sambil mengerjakan pekerjaan dapur keduanya itu.
"Alhamdulillah saya punya banyak pakaian yang masih layak pakai kebetulan Bu Meylani memberikan pakaian tuanya yang masih bagus dipakai lengkap dengan hijabnya, nanti malam saya akan carikan kamu pakaian yang cocok dengan postur tubuhnya kau," tuturnya Bu Ijah yang senyuman tak pudar dari sudut bibirnya itu.
Dara memeluk tubuhnya Bu Ijah," makasih banyak Bi Ijah, syukur alhamdulilah saya masih diberikan dan dikelilingi orang-orang baik pula di dunia ini padahal jika mengingat betapa banyak dosa yang telah saya perbuat selama hidupku," ucap Dara.
__ADS_1
Perbincangan mereka berlanjut hingga ke beberapa permasalahan mengenai baca Alquran hingga ikut beberapa majelis taklim komplek perumahan elit tersebut yang sering dihadiri oleh Bu irjawanti dan Meylani bersamaan.
Keesokan harinya…
Dara yang sudah berubah penampilannya membuat beberapa orang di rumah itu cukup terkejut. Sedangkan Zaidan dan Meylani bukan hanya terkejut malah bersyukur dan bahagia karena Dara akhirnya memilih untuk berubah dan tidak hidup dengan jalan hidup yang salah.
"Masya Allah kamu cantik banget Dara," pujinya Meylani yang heboh ketika melihat Dara memakai hijab pemberian dari Bu Ijah yang miliknya sebelumnya.
Jamal pun membelalakkan matanya saking terkejutnya, sekaligus terpananya melihat penampilan baru dari kekasihnya itu.
"Kau semakin cantik sayang, semoga saja ini awal dari proses kamu untuk menjadi wanita sholeha," Jamal hanya mampu memendam rasa kagumnya di hadapan orang lain terutama kakak sepupunya Meylani.
"Subhanallah kamu sudah berubah Bi Dara, kamu sebenarnya sangat cantik, tapi sayangnya beberapa hari ini kami tinggal disini dan memperhatikan cara berpakaian kamu yang aku tak pantas dan tak layak, tapi hari ini kamu sungguh tampil cantik dengan pakaian seperti ini, kalau begitu aku Gunawarman Haerul akan membelikan kamu beberapa pakaian yang syar'i semoga kamu seperti ibuku di kampung selalu memakai hijab kemanapun perginya," timpalnya Gunawan panjang lebar yang ikut menimpali percakapan yang lainnya di depan meja makan.
Dara tersenyum simpul," Alhamdulillah Tuan Kamil kalau ada yang masih perhatian terhadap kehidupanku, malahan saya sangat gembira karena saya dikelilingi oleh orang-orang baik seperti kalian semua, saya dengan tanpa mengurangi rasa hormatku saya hanya meminta kepada kalian agar bisa membantuku dan membimbing saya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya," ucapnya Dara yang berharap penuh kepada anggota keluarganya Zaidan majikannya.
Jamal kembali dibuat tercengang dengan pernyataan dari kekasihnya itu. Dia cukup gembira dan juga sekaligus merasa heran dengan sikap dan keputusannya Dara yang menurutnya begitu tiba-tiba.
"Mungkin sebaiknya aku menjaga jarak darinya karena aku tidak ingin menganggu apa yang sudah menjadi keputusannya untuk berubah menjadi lebih baik lagi, semoga kamu kelak segera menjadi wanita sholeha terlepas dari kesalahan yang pernah kau perbuat," harapnya Jamal Abdillah.
"Alhamdulillah aku sangat senang dengan hidayah Allah yang diberikan kepada Dara semoga saja tidak ada lagi korban berikutnya dan sadar untuk selamanya, aku berdoa semoga Dara segera menemukan jodohnya agar kejelekan dan perbuatan kurang baiknya beberapa tahun belakangan ini tidak diulanginya itu," Zaidan memperhatikan dengan seksama perubahan sikapnya Dara.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Zaidan berjalan tergesa-gesa ke arah dalam rumahnya sehingga, tanpa sengaja menabrak mang Jono yang sedang membawa beberapa kantong kresek yang berisi beberapa sampah.
Bruk!!
Barang bawaan mang Jono terjatuh sehingga berhamburan keluar ke atas lantai keramik rumahnya. Hingga berceceran hingga sebuah kantong plastik hitam terjatuh mengenai punggung kakinya Zaydan.
"Maafkan saya Tuan Zaidan, saya tidak sengaja," ucap pak Jono yang meminta maaf karena sudah menyebabkan kekacauan.
Zaidan yang membawa bungkusan makanan yang diminta oleh istrinya pun ikut terjatuh ke atas lantai.
"Tidak apa-apa kok Mang Jono, saya juga yang salah karena tidak berhati-hati ketika berjalan, saya terlalu khawatir setelah mendengar jika Meylani istriku mual-mual ketika menelpon," jelasnya Zaidan.
"Kalau gitu bapak silahkan ke kamar saja untuk melihat Nyonya Mey takutnya dia butuh sesuatu," ucapnya Mang Jono.
"Iya Mang Jono," Zaidan segera memunguti barangnya yang terjatuh barusan.
Mang Jono pun meninggalkan Zaydan yang masih memungut satu persatu barang bawaannya yang terjatuh ke atas lantai.
"Ya Allah semoga saja istriku tidak kenapa-kenapa, tapi ngomong-ngomong tumben Meylani meminta dibelikan buah-buahan tapi yang jadi masalah itu buah yang rasanya masam," gumamnya Zaidan yang menaiki satu persatu undakan anak tangga.
Bi Siti yang tanpa sengaja berpapasan dengan Zaidan di tangga dan mendengar ucapannya Zaidan segera menanggapi perkataannya Zaydan langsung.
__ADS_1
"Tuan Muda jangan-jangan Nyonya Mey hamil muda karena biasanya kalau mual-mual, tidak ada nafsu makan dan minta buah yang rasanya masem biasanya hanya ibu hamil Tuan," imbuhnya Bu Ijah yang tersenyum lebar menanggapi ucapannya sendiri yang jika menjadi kenyataan sungguh berita yang sangat menggembirakan.
Untuk pembaca setia maaf give away nya akhir bulan yah.