PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 76. Rencana Kejutan


__ADS_3

Zaidan mengguyur sekujur tubuhnya dengan air dingin, ia masih teringat dengan jelas perkataan dari dokter Rahayu Purwaningsih dokter pribadi yang selalu menangani kesehatannya selama tinggal di Jakarta.


"Tolong dijaga kesehatannya istri Anda,jangan biarkan terlalu capek, apalagi sampai banyak pikiran dan buat dia stres itu sangat tidak baik untuk kesehatan calon anak Anda dan ibunya, masalah berhubungan iinn tiiim itu kalau perlu untuk beberapa hari kedepannya dikurangi dulu intensitas waktunya mengingat kehamilan diusia muda rentang terjadi sesuatu pada jabang bayi kalian Pak Zaydan, jadi tolong segala-galanya diperhatikan jangan hanya makanan dan sumber vitamin yang meski dijaga tapi kondisi ketenangan jiwa dan psikisnya juga sangat penting,"


Jelasnya dokter Rahayu panjang lebar, hingga Zaidan mulai cemas dengan kondisi istrinya itu. Zaidan pun memutuskan untuk merahasiakan tentang kehamilannya pada Meylani. Ia ingin nanti malam memberikan surprise party atas kehamilannya yang sudah tiga bulan itu.


"Ingat untuk sementara Meylani tidak boleh mengetahui tentang berita kehamilannya, jika Mey bertanya katakan padanya jika semua persiapan itu khusus untuk Jamal dan Dara,"


Semua orang mengerti, paham dan menuruti perintah dan peringatan dari Zaidan tersebut. Zaidan pun memesan pakaian khusus couple dengan istrinya nanti malam yang akan dipakai nantinya di malam nanti.


Zaidan pun mengultimatum kepada anggota keluarganya dan termasuk semua orang yang berada sekarang di rumahnya.


Zaidan sudah mengatakan kepada mereka jika Mey bertanya kenapa ramai katakan saja jika lusa adalah hari pernikahan antara Dara Inayah dan Jamal Abdillah.


Meylani sudah terduduk di atas ranjangnya setelah Zaidan selesai berpakaian lengkap karena baru saja mandi. Ia melihat istrinya terduduk di atas ranjangnya.


"Bagaimana tidurnya semalam sayang?" Tanyanya Zaidan yang bertanya bukan masalah kondisi ataupun tentang kehamilannya malahan bertanya masalah keadaan saat tertidur.


Meylani menatap jengah suaminya itu," iih Abang bukannya bertanya masalah keadaan saya yang baru saja siuman ini malahan bertanya mengenai ketika saya tidur!" Ketusnya Meylani.


"Hahaha,kamu lucu dan semakin cantik kalau marah seperti ini, ngomong-ngomong ayok makan bareng Abang, aku yakin kamu pasti sudah sangat lapar setelah tertidur cukup lama seharian ini," ujarnya Zaidan sambil mengulurkan tangannya ke arah istrinya itu.


Meylani tidak langsung menyambut uluran tangannya Zidan ia malah hanya menatap intens ke arah suaminya itu.


"Kenapa? Apa kamu enggak lapar?" Tanyanya lagi Zaidan.


"Lapar sih Bang, tapi saya pengen makan ketoprak, sate kambing sama rujak buah, apa Abang bisa beliin saya nggak semua itu?" Tanyanya Meylani yang sebenarnya ragu untuk mengutarakan keinginannya di depan suaminya itu.


Zaidan tersenyum smirk," sepertinya ini ide yang bagus untuk mengajak Meylani berkeliling di luar sana,agar tidak mengetahui surprise party khusus yang diberikan untuk menyambut berita baik kehamilannya itu,"

__ADS_1


"Bang tapi aku enggak mau bi Ijah atau Dara yang buatin, gimana kalau kita berdua makanya di luar saja?" Rengeknya Meylani sembari memegangi lengannya Zaidan.


Meylani menatap memelas ke arah suaminya dan menundukkan kepalanya karena ia sedikit kecewa dengan sikap suaminya yang tidak sanggup memenuhi keinginannya itu. Zaidan malah sangat bahagia karena mendapatkan lampu hijau dengan rencananya itu.


Zaidan tersenyum melihat sikap manis dan manja istrinya itu," baiklah karena ratuku yang memintanya langsung jadi mari kita berangkat sayang sebelum kamu dengan…" ucapannya Zaidan terpotong karena hampir saja kecoplosan mengatakan yang sebenarnya.


"Dengan, maksudnya bang! Kenapa perkataannya terhenti?" Tanyanya Meylani seraya mengerutkan keningnya mendengar perkataannya Zaidan yang membingungkan.


Zaydan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, "Hehehe maksudnya kalau begitu kamu harus secepatnya mandi dan berganti pakaian karena Abang juga sudah lapar,"


Zaidan bernafas lega karena untungnya saja masih bisa ngeles dan mengalihkan pembicaraan walau tidak nyambung dengan ucapannya sebelumnya itu.


"Kalau gitu kamu cepat sana bersihkan tubuhmu dan pakaian kamu sudah aku siapkan di atas meja nakas meja riasmu," imbuhnya Zaidan.


Meylani kemudian bangkit dari posisi duduknya itu, ia segera menarik tangannya Zaidan agar mereka berdekatan. Mey pun langsung memberikan kecupan penuh kelembutan di pipi kanannya Zaidan.


"Aku mandi dulu, tapi jangan ngintip takutnya di jago berdiri dan bangkit lagi,kan bisa berabe kalau siang-siang gini si jago pengen lepas dari kandangnya," candanya Mey yang segera berjalan ngacir tergesa-gesa ke arah kamar mandi.


Zaydan mengelus pipi bagian kanannya itu bekas ciuman istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Istriku sekarang sudah pinter menggoda rupanya,awas nanti malam Abang akan balas!" Teriaknya Zaidan.


Mey yang baru hendak ingin memutar handle pintu kamar mandi segera berhenti kemudian memutar kepalanya untuk mengarah ke Zaidan yang masih berdiri itu.


"Kalau Abang sanggup silahkan, aku akan aduin Abang kepada papa dan mama!" Jeritnya Meylani yang kemudian menutup pintu dengan kekuatan penuh hingga berbunyi suara yang cukup nyaring bunyinya.


Brukk!!!


Prang!!!

__ADS_1


Zaydan tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya Meylani, ia segera merogoh saku celananya untuk mengabarkan kepada anggota keluarganya yang berkeliaran di sekitar kamar tamu untuk segera masuk ke dalam kamar masing-masing.


"Ma jangan sampai ada yang ketahuan oleh Meylani ataupun curiga dengan rencana kejutan kita nanti malam Ma, sampaikan kepada yang lain jika saya dan Mey akan keluar cari makanan yang disukai oleh Mey sepertinya Mey ngidam ma," ujarnya Zaidan yang sudah berdiri di balkon dengan bersandar di besi dan pagar pembatas balkon kamar tamu.


"Oke kami akan secepatnya melaksanakan apa yang kau perintahkan, ingat jaga baik-baik istrimu dan calon cucuku jika kamu bepergian di luar rumah, kakak dan adik sepupumu sudah bekerja membereskan persiapan kalian berdua sementara waktu kalau kalian sudah menjauh barulah dimulai kembali pekerjaannya," imbuhnya Bu Liviana.


"Makasih banyak Ma, ingat jangan ada yang keliatan satu orangpun agar Mey tidak curiga," pintu berderit munculah Meylani dari balik pintu kamar mandi.


"Nanti disambung lagi, Mey sudah selesai mandi, ingat jangan pernah ada kesalahan sedikitpun," bisiknya Zaidan ketika ingin menutup telponnya karena Mey berjalan ke arahnya.


"Bang Zaidan!" Teriak Meylani yang mencari keberadaan suaminya itu.


"Iya Abang ada di balkon kamar sayang, ada apa sayang?" Tanyanya balik Zaidan yang segera mematikan layar ponselnya kemudian memasukkan kembali ke dalam saku celana kain model selututnya yang berwarna cokelat itu.


"Bang boleh bantuin enggak?" Pintanya Mey yang meminta tolong kepada suaminya itu.


Zaidan yang melihat istrinya ke sussahan memasang resleting pakaian model gamisnya yang senada dengan warna celananya yang dipakai Zaidan itu.


"Kalau kamu butuh bantuan Abang langsung saja ngomong, tidak perlu sungkan seperti ini karena Abang yakin sejak tadi kamu kesulitan untuk memasangnya kan?" Tebaknya Zaydan.


Wajahnya Meylani langsung merona memerah,ada semburat jingga disudut kedua pipinya itu karena ketahuan oleh suaminya apa yang terjadi padanya.


"Ini sih gara-gara Abang yang milih pakaian untukku jadinya seperti ini," gerutunya Meylani yang menutup rasa malunya itu.


Zaidan mendekatkan bibirnya ke telinganya Mey yang belum tertutupi hijab," kau sangat cantik Istriku jika rambut kamu basah dan terurai seperti ini," cicitnya Zaidan yang mengendus wangi aroma sampo dan sabun yang masih terasa ditubuhnya Meylani.


Ingat yah akan ada beberapa pembaca setia yang akan dapat give away tapi nanti author g a j i a n yah.. hehehe


syaratnya harus dan wajib baca, like, komentar setiap babnya, vote, kalau poin punya silahkan berbagi untuk pamanmu adalah jodohku.

__ADS_1


__ADS_2