
Lafadz ijab kabul yang diucapkan dan dilafalkan oleh Kamil Pasha Zulkarnain, ketika menikahi perempuan yang bernama Berliana Febrianti Benny. Mereka menikah karena atas perjodohan kedua keluarga besar mereka.
Semua orang mengucapkan ucapan syukur alhamdulilah karena akhirnya Kamil Pasha dan Berliana Febrianti menikah juga.
Kamil mengecup keningnya Berlian dengan penuh kelembutan, sambil membaca dan melafazkan doa pernikahan dan meniup ubun-ubunnya Berliana Febrianti.
Ada sesuatu yang berdesir di dalam hatinya ketika Kamil menyentuh dan mencium keningnya itu. Berlian mendongakkan kepalanya ke arah suaminya yang baru beberapa menit lalu menikahinya itu.
Kenapa aku melihat ada perbedaan dari pria ini, biasanya selalu bersikap dingin dengan perkataan yang cukup tajam, jutek dan judes serta pedesnya mengalahkan boncabe level sepuluh saja.
Kamil dan Berlian sungkeman kepada kedua orang tua masing-masing dan bergantian dengan kepada kedua mertuanya. Air mata tangis haru dan penuh bahagia terlihat dari sanak saudaranya Meylani dan Berliana.
Meylani dengan perut buncitnya memeluk tubuh adik iparnya yang baru itu dengan penuh kelembutan, "Alhamdulillah selamat yah cantik akhirnya kau menjadi adik iparku juga, Kamil pasti bahagia bisa memiliki istri seorang perawat baik dan seperti kamu," pujinya Meylani.
Berlian tersenyum simpul menanggapi perkataan dari kakak iparnya," Mbak Mey terlalu memuji, padahal saya hanya perempuan biasa saja kok," elaknya Berlian.
"Apa yang dikatakan oleh kakak iparmu Mey benar sekali Nak, saya sangat setuju dengan apa yang dikatakannya," ucapnya Bu Liviana
__ADS_1
"Iya besan anak menantuku semuanya sangat baik dan membuat aku bisa tenang dan bahagia, karena aku sudah mempunyai dua menantu yang sangat baik, semoga pernikahan putraku seperti kakaknya Meylani yang bahagia dengan suaminya sekarang dan insha Allah akan segera mendapatkan calon anak pertama mereka," ungkapnya Bu Santi dengan penuh bahagia.
Bu Liviana memegangi tangannya Zaidan yang kebetulan berjalan melewati beberapa kumpulan ibu-ibu.
Bu Livia melingkarkan tangannya ke lengannya Zaydan, "Ini putraku yang aku banggakan begitu mencintai istrinya dan selalu memperlakukan istrinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, saya berharap semoga saja Kamil juga bersikap seperti Zaydan memperlakukan istrinya, apalagi setelah mereka akan mempunyai calon anak," jelasnya Bu Livia dengan penuh gembira.
Zaidan terenyuh mendengar perkataan dari ibu mertuanya, ya Allah mereka selalu menganggap aku pria yang baik dan suaminya yang penuh perhatian kepada Meylani tapi, karena aku mendengar suatu kenyataan yang sangat ingin tidak aku percayai bahwa Meylani adalah mantan kekasihnya Bisma Attalarik keponakan aku sendiri yang membuat aku sangat marah dan tidak menerima kenyataan itu,"
Zaidan menatap intens ke arah Meylani istrinya itu.
Meylani berusaha untuk tersenyum walau dalam hatinya sangat sedih, karena sudah sebulan lebih, hubungan mereka tidak sehat dan tidak dalam keadaan baik-baik saja. tapi, Mey berusaha menutupi semua kenyataan apa yang terjadi di dalam rumah tangganya.
Dia menunjukkan kepada semua orang jika dia itu, Perempuan yang sangat beruntung dan paling penting bahagia dengan pernikahannya bersama pria yang bernama Zaidan Khaizan Rudiyatmo.
Semua bahagia dalam hubungan yang baru terbentuk dan tercipta hari itu.
Aku akan mengatakan kepadanya jika, saya menikahinya karena baktiku kepada kedua orang tuaku sehingga aku berkompromi menikah dengannya.
__ADS_1
Aku akan mengatakan padanya jika kami hanya berdua saja, aku akan menjelaskan bagaimana perasaanku padanya apa yang sebenarnya aku inginkan dengan pernikahan ini.
Yaitu menjalin hubungan persahabatan, walau kami adalah suami istri tapi bagiku untuk saat ini hanya temannya saja tidak lebih.
Beberapa jam kemudian, acara resepsi pernikahan kedua mempelai pengantin baru itu sedang berdiri di atas pelaminan menyambut satu persatu tamu undangannya. Mereka berdiri di atas panggung dengan senyuman penuh kebahagiaan tapi semuanya penuh dengan kepalsuan.
Sedangkan Mey yang sedari pagi tadi tidak terlalu beristirahat mengalami kram diperutnya sehingga harus pulang lebih awal bersama suaminya itu.
"Kalau enggak kuat, jangan dipaksakan, kenapa akhir-akhir saya perhatikan kamu seperti ingin menunjukkan kepada orang jika kamu kuat," ucapnya Zaidan yang fokus mengendarai mobilnya menuju ke arah tujuannya.
Tapi, karena Mey sudah ketiduran sehingga ia tidak mendengar perkataan dari suaminya yang bernada omelan itu.
Zaidan yang sudah lama menunggu balasan perkataannya dari Meylani segera menolehkan kepalanya ke arah Meylani yang terdiam membisu dengan suara dengkuran halusnya.
Ya Allah aku sudah capek-capek berbicara, tetapi dia malah tertidur. gerutunya Zaydan.
Hingga Zaydan tanpa sengaja menyentuh keningnya Mey yang ingin hendak memperbaiki letak posisi seat beltnya yang tidak terpasang pas ditubuhnya Meylani.
__ADS_1