PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 84. Keadaan Genting


__ADS_3

"Alhamdulillah untungnya Dara bisa melahirkan anak pertamaku ke dunia ini, padahal aku sudah sempat berfikiran yang tidak-tidak tentang calon istriku,"


Jamal sangat bahagia ketika mengetahui jika Aska adalah anak pertamanya bersama dengan Dara Inayah. Perempuan yang sejak dulu dicintainya itu sepenuh hatinya. Apalagi Dara telah mengandung anak keduanya.


Pak Fuadi dan Bu Cahyani sangat senang mendengar jika Jamal Abdillah adalah ayah biologisnya Aska. Kebahagiaan kedua orang tuanya Dara semakin lengkap karena esok hari anaknya akan menikah dengan pria yang sangat dicintainya itu setulus hatinya dan segenap jiwa dan raganya.


Keesokan harinya sebelum jam delapan pagi, Meilani dan Zaidan sudah balik ke rumahnya. Kedua pasangan suami istri itu sudah menghubungi kedua orang tuanya untuk singgah ke butik sekaligus ke salon.


Di salon itu mereka akan bertemu dengan calon mempelai perempuan yaitu Dara Inayah.


Zaidan mengelus puncak hijabnya Meylani," sayang kamu baik-baik saja kan? Atau ada yang ingin kamu makan mungkin?" Zaidan menunggu Meylani menjawab pertanyaan dari suaminya itu.


Meylani melingkarkan tangannya ke lengannya Zaidan kemudian menyentuhkan kepalanya ke pundaknya Zai dengan manja.


"Aku tidak pengen makan apa-apa,lagian kan tadi sudah sarapan bareng dengan suamiku, aku pasti tanya Abang kalau aku lapar atau mau makan apapun," ujarnya Meylani.


"Kalau gitu kita singgah ke butik terlebih dahulu sebelum ke salon untuk mempercantik kamu lagi dan lagi walau sekarang kamu tetap cantik di mataku, tapi alangkah indahnya dan baiknya jika istriku tampil yang paling tercantik dari semua perempuan yang hadir di acaranya Jamal dengan Dara," pujinya Zaidan dengan sepenuh hati.


"Abang emang jago ngerayu, ngomong-ngomong belajar ngegombalnya dimana sih," Meylani mencubit lembut di perut sispack nya Zaidan.


"Auhh sakit," keluhnya Zaydan yang berpura-pura mengalami kesakitan.


Meylani hanya menatap kesal suaminya yang menurutnya pagi ini terlalu lebay," ih Abang lebaynya nggak ketulungan banget deh, tapi ngomong-ngomong apa kita akan selamanya di sini sampai jadi ikan kering yang sengaja di keringkan," gerutunya Meylani.


Zaidan terkekeh mendengar perkataan dari istrinya itu," baiklah tuan putri saatnya kita berangkat,cek sabuk pengamannya yah," tuturnya Zaidan sambil mengemudikan mobilnya menuju ke arah jalan raya protokol ibu kota Jakarta.


Berselang beberapa menit kemudian, Dara sejak sejam yang lalu sudah duduk di depan salon. Dia tidak percaya diri dan berani masuk ke dalam salon tersebut. Sesekali Dara berdiri dari tempat duduknya dan memperhatikan arah jalan. Apakah Meylani dan Dara sudah datang.

__ADS_1


"Ya Allah kenapa Nyonya Meylani belum datang juga, apa dia baik-baik saja atau jangan-jangan sakitnya Nyonya Mey semakin parah, ya Allah sembuhkan lah penyakitnya nyonya Mey," gumamnya Dara.


Hingga tangan seseorang yang tak disangka-sangka menariknya dengan cukup kuat. Hingga tubuhnya Dara tertarik ke dalam pelukannya sang penarik.


"Auhh tolong!!" Jeritnya Dara yang berusaha melindungi tubuhnya agar tidak terjatuh mengingat dirinya sedang hamil.


"Kamu tidak perlu takut, saya akan menolongmu," ucapnya orang itu.


"Hey sayang, akhirnya kita bertemu kembali, ternyata kamu semakin cantik saja, hemm sudah lebih setahun rupanya kita berpisah, ngomong-ngomong apa kamu sudah melupakanku?" Tanyanya seorang pria yang sudah memeluk erat tubuhnya Dara.


Dara tidak bisa mencerna dengan baik setiap perkataan dari pria itu karena masih dalam pengaruh terkejut dengan apa yang terjadi begitu cepatnya.


"Pak Johan," cicitnya Dara


Sekujur tubuhnya Dara mulai ketakutan dan tidak pernah terpikirkan olehnya alasan ia meninggal kampung halamannya di Makassar karena pria brengsek itu.


Dara bergidik ngeri setelah ia mendongakkan kepalanya ke arah tepat wajahnya sang pria. Ia membelalakkan matanya karena, pria itu lah yang sedari dulu selalu dihindarinya.


"Ka-mu le-pas-kan sa-ya," ucapnya Dara.


Dara berusaha untuk berontak agar segera terlepas dari pria penjahat yang ingin menjualnya menjadi pee laa cur wanita malam ke negri Macau.


"Ya Allah gimana kalau nyonya Mey melihat saya dalam keadaan seperti ini, pasti mereka akan menganggap aku dengan pria ini ada hubungan gelap, ya Allah tolonglah aku, jangan biarkan pria ini berhasil dengan kejahatannya,"


Karena ia tidak ingin orang-orang melihatnya dan menganggap dia perempuan yang tidak baik yang berpelukan di depan umum dengan pria lain bukan calon suaminya.


"Entah mimpi apa aku semalam akhirnya bisa bertemu dengan primadona buruan dan incaran para om-om, kamu tidak akan aku jual ke luar negeri, tetapi di Jakarta saja sudah cukup buat aku kaya raya!" Ancamnya Johan.

__ADS_1


Johan adalah bos besar sang mafia penjual maa nuu siaa itu yang selalu melakukan tindakan ilegal yang menentang hukum yang sudah berulang kali masuk penjara tapi tidak ada kapoknya.


Dara sudah cukup bersusah payah, berjuang keras untuk menciptakan image yang baik dan bersih. Dengan membuang pikiran negatif tentang dirinya dari orang lain.


"Tolong lepaskan aku! Mohon kasihanilah aku pak Johan, aku tidak ingin pergi denganmu, aku akan menikah dengan calon suamiku," ratapnya Dara dengan raut wajahnya yang memelas.


"Haha! Jangan harap aku akan melepaskan kamu lagi,kali ini aku tidak bego bisa tertipu dengan tipu muslihatmu seperti dulu!" Gertaknya Johan.


"Kalau tidak aku akan berteriak kencang agar orang-orang berdatangan untuk menyelamatkan aku dan menghajarmu hingga babak belur!" Ancamnya Dara yang berusaha berbicara lantang untuk menutupi kegugupan, ketakutan, kepanikannya itu.


Walaupun sebuah pi sa uu belati sudah mengarah ke perutnya, tapi Dara masih berusaha untuk membujuk Johan Budi.


Johan memberikan kode kepada anak buahnya untuk segera mengamankan Dara sebelum ada yang mencurigai apa yang mereka lakukan.


"Kamu jangan bermimpi di siang bolong jika ada yang akan datang menyelamatkanmu!" Kesalnya Johan.


Dara segera digiring ke dalam mobil minibus berwarna hitam itu. Dara terus berusaha untuk mencari pertolongan dengan celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang hingga harapannya pupus.


"Ya Allah apakah aku akan kembali menjadi manusia hina dan kotor, mas Jamal tolong aku cepatlah datang," ratapnya Dara.


Dara hendak di dorong ke dalam mobil tapi segera dihentikan oleh teriakan seseorang.


"Hey!! Syop jika kalian berani bawa perempuan itu maka kalian akan berurusan dengan polisi!" Teriak seseorang dari arah belakang dengan suara yang cukup lantang dan melengking.


Dara akhirnya bisa tersenyum tipis setelah mendengar suara teriakannya seseorang yang sangat dikenalnya itu dan ia bisa bernafas lega, tidak terlalu ketakutan lagi.


"Syukur alhamdulilah semoga aku bisa ditolong dari penjahat ini," doanya Dara dengan penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2