
Kedatangan kedua pasangan pengantin baru itu disambut hangat oleh keluarga besar Pak Rudyatmo, terutama kedua mertuanya dan juga ketiga kakak iparnya Mey.
Bu Wina bahagia melihat satu-satunya mantu perempuan di dalam keluarganya, "Alhamdulillah akhirnya kalian sudah datang, padahal sejak tadi Mama menunggu kalian loh Nak," imbuhnya Bu Wina Adina Rudiatmo yang masih cantik dan awet muda di usianya sudah berumur 60an lebih itu.
"Maafkan kami yang sedikit terlambat ma, maklum jalanan macet," imbuhnya Meylani sambil mengecup punggung tangan ibu mertuanya itu dengan penuh takjim.
"Kamu sudah datang itu sudah buat kami bahagia, semoga kamu menyukai pestanya adik sepupunya Zaidan suamimu," ujarnya Pak Rudi ayahnya Zaidan.
"Insya Allah Pa, kami sangat senang dan bersyukur karena diundang untuk turut hadir menghadiri acara resepsi pernikahannya Fandy Mochtar," balasnya Meylani yang pintar sekali mencari muka di depan keluarga besar suaminya sehingga mereka sama sekali tidak menemukan celah jika mereka hanya berakting.
"Woo pengantin baru yang belum honeymoon yang ditunggu sejak tadi akhirnya datang juga," ujarnya dengan hebohnya Kayla dengan anggun berjalan beriringan dengan suaminya.
Meylani tercengang melihat kedatangan ibu Kayla Ibu HRD di tempat kerjanya itu. Mey segera ngelirik sekilas ke arah suaminya. Zaidan yang mengerti dengan arti lirikan matanya Mey langsung berbicara.
__ADS_1
"Sayang perkenalkan dia adalah kakak sepupuku walaupun kami hanya beda setahun saja tapi, wajahnya lebih tua dari usianya karena keseringan marah-marah di kantor, kalau yang berdiri di sampingnya itu suaminya namanya Bayu pasti kamu juga sudah pernah bertemu dengannya kan," tuturnya Zaidan.
"Ibu Kayla dan Pak Bayu jadi kalian suami istri dan juga keluarganya suamiku," ucap Mey yang sempat kaget karena tidak menduga jika orang yang sering kerja bareng dengannya ternyata keluarga dari suaminya sendiri.
Meylani tanpa sungkan dan ragu menunjuk ke arah kedua pasangan suami istri itu yang belum dikaruniai anak padahal pernikahan mereka sudah masuk usia empat tahun, tapi mereka begitu santai tanpa terbebani sedikitpun.
"Hehehe kami baru tau kalau kamu istrinya GM berwajah datar, kaku, dingin yang harus bekerja perfeck tersebut, maaf yah saya tidak sempat berbicara padamu jika kita ini satu keluarga," ucapnya memelas Kayla yang tidak ingin disalahkan.
"Tidak apa-apa kok Bu Kayla itu hal yang wajar terjadi kok apalagi wanita karir seperti ibu yang sangat sibuk," tukasnya Meylani.
"Sepertinya bincang-bincangnya disudahi dulu kasihan Zaidan dengan istrinya belum santap malam, bagaimana kalau kalian makan dulu cantik, setelah itu kita lanjutkan bercakap-cakapnya insha Allah waktu masih panjang," tutur Bu Ziska kakak sulungnya Zaidan.
"Hahaha betul juga apa yang istriku katakan, karena aku yakin mereka pasti belum sempat makan jadi silahkan nikmati menu yang tersaji semoga kalian menyukainya," timpalnya pak Benny suaminya Bu Ziska.
__ADS_1
Semuanya berjalan kembali ke tempat semula untuk menyambut kedatangan beberapa tamu undangan yang masih silih berganti berdatangan untuk memeriahkan acara pernikahan tersebut.
Mereka berbaur dengan beberapa anggota keluarga lain dari suaminya, Meylani dengan pintarnya beradaptasi dengan lingkungan baru. Mey pintar dan bijak menempatkan dan memposisikan dirinya dengan baik di antara anggota keluarganya suaminya yang baru datang kenalnya malam itu.
"Masya Allah cantiknya istrimu Nak Zai, Tante sungguh kagum dengan penampilan istrimu yang begitu cantik wajahnya, hatinya juga cantik luar dalam deh," pujinya Bu Martha Adinata adiknya Pak Rudi.
"Iya benar sekali apa yang kamu katakan, saya sungguh merasa bahagia mendengar pujian dari kalian atas anak menantuku ini," ucapnya Bu Wina sambil merangkul lengannya Mey.
"Alhamdulillah makasih banyak atas segala pujiannya Tante, Paman, Mama saya sungguh terharu dan gembira mendengarnya, tapi ngomong-ngomong kenapa kalian tidak ada yang mau datang ke rumah padahal hanya kalian keluarga yang saya miliki dan Jakarta," imbuhnya Mey yang berharap mereka datang berkunjung kerumahnya.
Walaupun Mey sedikit takut, ragu, cemas jika mereka datang, tapi apa salahnya berbasa basi agar mereka tidak mencurigai pernikahannya yang tidak sehat dan normal itu.
"Kami akan datang ke rumahmu dek jika kamu sudah hamil calon anaknya Zaidan Khaizan Rudiyatmo," cercanya Bu Zania kakak keduanya Zaidan.
__ADS_1
Mey dan Zaidan spontan saling berpandangan satu sama lainnya, Zaidan pun segera menengahi pembicaraan mereka semua
"Apakah harus punya anak dulu baru kalian mengunjungi gubuk kami kak, kami selalu menunggu kehadiran kalian," terangnya Zaidan sambil melingkarkan tangannya ke pinggang ramping istrinya itu.