PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 111. Lamaran Tak Terduga


__ADS_3

"Ingat baik-baik saya minta kepada kalian untuk tidak membicarakan masalah ini Du depannya menantu kesayanganku Meylani Ramadhani Zulkarnain, cukup yang ada di dalam sini yang mengetahui apa yang terjadi," pintanya Bu Liviana.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Mama, ini adalah aibnya Bisma Attalarik dengan kedua istrinya, jadi saya mohon dengan sangat jangan dibuka ataupun dibicarakan kepada orang diluar," sahutnya Bu Zaskia.


Kamil Pasha, Jamal Abdillah, Gunawarman Haerul, Nayla Latifah Hanum, Kayla, Lisa Nandini, Tasya Ainun, Giska, Bu Ijah, Meysha, Pak Zulkarnain, Bu Santi, pak Rudiyatmo hanya menatap mereka secara bergantian.


Mereka hanya saling bertatapan satu sama lainnya sambil mendengarkan perbincangan semua.


Ya Allah aku kira hanya aku di dunia ini, yang mengalami musibah dan ujian. Bisma keponakan aku pun memiliki masalah yang cukup pelik.


Benar kata orang, jika tidak ingin mendapatkan masalah dan cobaan dalam hidup, katanya tidak perlu hidup.


Aku pun berharap semoga saya tidak hamil dan tidak ketahuan oleh siapapun anggota keluargaku.


Hancur sudah masa depanku jika rahasia besarku ini terbongkar di depan umum. Ya Allah ampunilah segala dosa dan khilafku, aku tidak ingin kedua orang tuaku menderita.


Nayla diam-diam menyeka air matanya itu tanpa ingin ketahuan orang lain.


Bu Liviana menyentuh punggung tangannya besannya itu Bu Santi," besan maafkan kami, atas nama saya dan beserta keluargaku mewakili mereka untuk meminta maaf atas kekacauan yang diciptakan oleh ulahnya cucu sulungku ini, maaf semua ini terjadi sama sekali tidak terduga dan kami tidak rencanakan bahkan membayangkannya pun tidak pernah sedikitpun," ucapnya Bu Silvia dengan penuh sesalnya.

__ADS_1


Bu Santi menggenggam tangan mertua putrinya itu," tidak apa-apa kok Bu Livia, biasa masalah seperti ini terjadi dalam keluarga besar seperti ini, tapi saya berharap semoga masalah ini tidak mempengaruhi rumah tangganya putriku dengan putranya ibu Livia karena sungguh sangat membuat aku ketakutan dan khawatir dengan nasib pernikahannya Meylani," tukasnya Bu Santi.


"Ibu kenapa meski takut dan khawatir, memangnya apa yang terjadi?" Tanyanya Seorang perempuan yang baru saja muncul setelah membantu suaminya beristirahat siang hari itu.


Semua orang mengarahkan pandangannya ke arah kedatangan Meylani. Semuanya terdiam sesaat tanpa ada yang mau berbicara sepatah katapun.


Meylani mengerutkan keningnya melihat sikap semua orang dan ketika melihat wajah mantannya. Hanya raut wajahnya yang berbeda dari orang lain.


Ini pasti ada hubungan dan kaitannya dengan pernikahan Bisma dan Lisa. Aku yakin sekali dengan hal tersebut.


"Hmph! Kenapa kalian diam dan lihatlah betapa banyaknya makanan yang terhidang di atas meja tapi sepertinya kalian semua enggan untuk menyentuh dan menikmati makanannya,"candanya Meylani.


Pak Rudi dan pak Zulkarnain sama sekali tidak menggubris ataupun mencampuri urusannya Bisma dengan kedua istrinya itu. Karena mereka malas dan sudah mengetahui jauh-jauh hari kebusukan dari sifat dan kelakuannya Bisma sendiri.


Pak Rudi sudah muak melihat kelakuan dari cucu pertamanya itu. saking marahnya sampai-sampai setiap ada masalah yang diperbuat oleh Bisma Attalarik pasti dia tidak berkomentar apapun.


"Tidak perlu memasang wajah seperti itu juga, kalau masalah Bisma dan kedua istrinya sudah lama Mey mengetahui hal itu jadi kalian santai saja,"


Bu Liviana terkejut dengan yang lainnya yang mendengar perkataan dari Meylani. Mereka tidak menyangka jika tuan rumah sudah mengetahui kedok dan keburukan dari Lisa dan Bisma.

__ADS_1


"Mama Livia tidak perlu terkejut seperti itu juga, saya tidak mempermasalahkannya kok ma karena bagiku selama tidak mengusik atau pun menganggu ketenangan rumah tanggaku, silahkan kalian melakukan hal-hal yang kalian inginkan, aku orangnya simpel tapie jangan berbuat macam-macam di dalam rumahku atau langsung di depan mataku!" Tegasnya Meilani sambil meraih sebuah piring untuk mengisi makanan.


"Saya selaku mamanya Bisma meminta maaf yang sebesar-besarnya padamu dek karena gara-gara ulahnya mereka sehingga mengacaukan suasana rumahmu yang damai ini, semoga kamu tidak dendam dan marah terhadap sikapnya mereka," ujarnya Bu Zaskia.


Meylani segera menggenggam tangan kakak iparnya itu," tidak perlu sungkan seperti ini kita ini saudara kak,hanya saja saya meminta kalau boleh, Bisma tolong jangan sekali-kali untuk menyakiti hati kedua istrimu kasihanilah, sayangilah dan cintai mereka secara adil menurut tuntunan agama kita dan tata cara hidupnya nabi Muhammad SAW, bukan menurut pemikiran kamu sendiri," imbuhnya Meylani.


"Benar sekali apa yang dikatakan oleh putriku, sebaiknya kita menyantap dan menikmati begitu banyak hidangan yang lezat dan enak, masalah hari ini jadikan pembelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya," ucapnya Pak Zulkarnaen.


Mereka kembali ke suasana sebelum ada kejadian yang mengejutkan. Mereka bersenda gurau bersama, Bisma sesekali mencuri pandang ke arah Meylani, sedangkan yang ditatap malah tidak peduli sedikitpun.


Hingga perkataan dari Jamal Abdillah membuat semua orang kembali tercengang mendengar perkataannya itu.


"Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum tanpa mengurangi rasa hormatku kepada kedua orang tuanya Nayla Latifah Hanum, saya berniat untuk melamar Nayla sebagai istri dan pendamping hidupku, insha Allah kedua orang tuaku akan datang ke Jakarta hari ini juga untuk bertemu langsung dengan kedua orang tuanya Nayla," ungkapnya Jamal.


Semua orang menatap intens tak percaya ke arah Jamal yang berlutut di hadapannya Nayla. Sedangkan sang perempuan terkejut mendengar perkataan dari Jamal yang gagah berani mengutarakan keinginannya dan niatnya langsung di depan orang banyak.


Nayla menganggap jika perkataan Jamal pagi tadi hanya bualan, omong kosong belaka saja. Dia menatap tak percaya ke arahnya Jamal Pria yang sudah merenggut kehormatannya karena kesalahannya sendiri.


"Semoga kalian semua menerima dengan itikad dan niat baikku ini terutama Om Lukman Hakim dan juga Tante Lidia dengan lamaranku yang terkesan mendadak," ujarnya Jamal lagi.

__ADS_1


__ADS_2