PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 51. Road To MP


__ADS_3

Bi Ijah sangat ingin tertawa terbahak-bahak melihat reaksinya Dara yang langsung diskatmat oleh Zaidan. Zaidan tidak ingin memberikan kesempatan sedikitpun seperti celah yang bisa dijadikan dan dimasuki oleh siapapun saja, orang yang ingin merusak rumah tangganya.


"Andaikan semua pria dan suami-suami di seluruh dunia ini bersikap seperti pak Zaidan pasti tidak akan ada rumah tangga yang hancur oleh orang ketiga," Bu Ijah masih berusaha menahan tawanya yang akan meledak kapan saja.


Tetapi, Zaidan tidak mungkin langsung memecat Dara tanpa alasan yang jelas dan bukti nyata dan kongkrit atas kesalahan yang diperbuatnya langsung menggunakan mata kepalanya.


Walaupun Bu Ijah dan mang Danang sudah memperingatkan Zaidan tentang sikapnya Dara yang tidak baik itu. Tanpa disampaikan pun terlebih dahulu, Zaydan sudah mengetahui siapa Dara dari gerak geriknya baru dua hari bekerja sudah nampak jelas.


Zaidan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan hal untuk menangkap basah Dara secara langsung bukan hanya asumsi dan perkataan yang takutnya dikira hanya mengada-ada saja.


"Haha lucu banget yah, untungnya Tuan Zaidan bukan pria bego seperti korban-korban kamu sebelumnya jika tidak Pak Zaidan sudah masuk perangkap dan jebakan kamu, makanya jadi pembantu itu nyadar diri dong jangan terlalu berharap dan bermimpi yang ketinggian, karena kalau jatuh itu sakitnya disini," cibirnya Bi Ijah yang mendramatisir keadaan dengan menunjuk ke arah dadanya.


Bi Ijah segera mengunci rapat pintu utama sebelum meninggalkan Dara yang sudah komat-kamit, mengomel, marah-marah tidak jelas dan juga mendumel saking jengkelnya karena rencana keduanya kembali gagal lagi.


"Oke mungkin pertama dan kedua rencanaku kembali gagal, tapi jangan harap ketiganya bisa gagal lagi," gumamnya Dara sambil menghentakkan kakinya dengan sekuat tenaga ke atas lantai keramik.


Bu Ijah hanya tersenyum penuh kemenangan melihat kemarahan membuncah yang ditunjukkan oleh Dara. Bu Ijah sudah mengantongi berita tentang siapa Dara sebenarnya. Sore hari tadi,ia menelpon yayasan tempat ia bekerja dan mendapatkan banyak sekali bukti dan laporan.


Tapi pemilik yayasan sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Sedangkan ketua yayasan yang diserahi tugas mengelola yayasan malah menjadi selingkuhannya Dara sehingga tutup mata dan berusaha untuk menyembunyikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Dara.


Sedangkan Mey yang berencana malam ini akan menyerahkan segala hidupnya untuk suaminya seorang sudah bersiap sedari tadi. Tubuhnya yang pulihnya lebih cepat dari perkiraan mendorongnya untuk melakukan hal tersebut.


Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat untuk menyerahkan mahkotku kepada suamiku seorang.


Mas Bisma maafkan saya yang harus memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang istri yang baik.


Saya tidak ingin gara-gara ini saya mendapatkan dosa yang cukup besar. Saya juga ingin berbakti kepada suamiku.


Meylani memakai pakaian piyama tidur yang sedikit tertutup sebagai pakaian luar. Tapi dalamnya memakai pakaian lingerie seksi khusus yang dibelinya beberapa hari lalu ketika ke mall bersama dengan Kayla adik sepupu dari suaminya itu sekaligus rekan kerjanya.

__ADS_1


Meylani juga memoles dan bersolek tidak seperti biasanya, ia lebih anggun dan cantik bahkan lebih menggoda jika Zaidan melihatnya langsung.


Meylani menyemprotkan parfum sebagai aksesoris pelengkap terakhir untuk menyempurnakan penampilannya malam itu.


"Malam ini malam jumat kata orang malam Jumat itu adalah malam yang paling bagus untuk memenuhi tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang istri di atas ranjang."


Meylani berputar-putar di depan cermin besar,ia tersenyum malu-malu melihat penampilannya sendiri yang baru kali ini memakai pakaian yang begitu seksi dan transparan.


Hingga kedatangan suaminya di dalam kamarnya tidak disadarinya. Meylani yang asal mencepol rambutnya itu kelihatan cantik dan menawan dimatanya Zaydan. Karena biasanya Meylani walaupun dalam kamar ia lebih sering memakai hijab instan saja.


Zaidan segera menyimpan tas dan sepatunya di tempat biasanya. Ia diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Meylani istrinya itu.


"Hari ini kamu sangat cantik memakai pakaian seperti ini, alangkah bahagianya aku jika kamu berpakaian seperti ini terus jika menyambut kedatangan Abang dari luar," cicitnya Zaidan yang sudah berjalan ke arah Meylani.


"Abang pakaian gantinya aku sudah persiapkan di dalam kamar ganti, jangan lupa mandi yang bersih yah sayang!" Teriaknya Meylani yang melihat suaminya dari pantulan cahaya di dalam cermin besar tersebut.


Zaidan hanya menganggukkan kepalanya sambil menaikkan tangannya tanpa menoleh ke arah belakang dimana Meylani berada.


Berselang beberapa menit kemudian, Zaidan segera keluar dari dalam kamar mandi. Tapi,ia dikejutkan dengan lampu kamarnya yang padam.


"Sayang kok lampunya padam, apa kamu baik-baik saja, Apa mati lampu?" Teriaknya Zaidan yang khawatir dengan keadaan dari Mey.


Zaidan sudah berusaha meraba tembok untuk berjalan menyusuri jalan dari kamar mandi ke ranjang tapi, baru beberapa langkah lampu kamarnya segera menyala. Tapi, apa yang berdiri du depannya Zaidan membuatnya tercengang, melototkan matanya hingga seolah kedua bola matanya akan melompat dari kelopak matanya tersebut.


Saking terkejutnya melihat penampilan Meylani yang tidak biasa seperti malam-malam sebelumnya. Zaidan kesusahan menelan ludahnya sendiri saking terkejutnya sekaligus bahagia melihat penampilan terbaru istrinya itu.


"Mey kamu!?" Ucapnya Zaidan yang masih terbengong tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya itu.


"Iya Abang kenapa dengan Mey, apa ada yang salah? Atau Abang nggak suka jika Mey berpenampilan seperti ini?" Tanyanya Mey sembari menggoyangkan tubuhnya di depan suaminya langsung.

__ADS_1


Zaidan yang sudah merasakan sesuatu berubah dibagian paling bawah tubuhnya dengan gerakan cepat dan gesit segera memeluk tubuhnya Mey tanpa ragu lagi.


Zaidan tanpa basa-basi satu persatu mengecup setiap sudut inci tubuhnya Mey. Tanpa pengalaman sedikitpun, Zaidan hanyalah melakukan semuanya sesuai dengan insting dan nalurinya saja.


Zaidan mendekap erat tubuhnya Mey dan menguncinya agar tidak banyak bergerak sehingga hanya mengijinkan Zai berbuat apapun yang sesuai dengan kehendaknya itu.


Zaidan mengucapkan kata-kata Du telinganya Mey yang tidak tertutupi apa-apa," sayang istriku Meylani Ramadhani Zulkarnain kamu malam ini sungguh-sungguh sangat very beautiful, bagi Abang kamu wanita tercantik yang ada di dunia ini," pujinya Zaidan yang hembusan nafasnya mengenai leher jenjang dan putihnya Meylani.


Meylani yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum simpul sembari mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Zaidan.


"Abang malam ini lakukan apa yang ingin Abang perbuat dibl atas tubuhku, aku ridho dengan apa yang akan bang Zai lakukan, aku ingin menjadi satu-satunya istrimu di dunia ini dan tidak ada perempuan lain yang Abang cintai hanya aku seorang," ujarnya Meylani yang tersipu malu dengan apa yang dilakukannya sendiri yang cukup berani memancing suaminya.


Kedua pasang matanya Zaidan berbinar binar bening, seketika itu ketika mendengar perkataan dari Meylani yang akhirnya mengizinkan dirinya untuk berbuat lebih pada tubuhnya.


"Sayang apa kamu serius dengan apa yang barusan kamu katakan?" Tanyanya Zaidan untuk memastikan apa yang didengarnya adalah bukanlah hanya isapan jempol saja atau bukan hanya mimpi sekedar bunga tidur.


Meylani tersipu malu mendengar perkataan dari suaminya itu yang bernada pertanyaan. Dia segera menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari suaminya itu.


"Saya serius banget Bang, saya ingin meraih pahala besar dalam rumah tangga kita ini, jadi Abang silahkan saja melakukan malam pertama kita yang hampir setahun ini tertunda," tuturnya Meylani.


"Tapi kamu enggak bermain atau enggak bohong kan dengan apa yang kamu katakan?" Tanyanya lagi Zaidan.


"Saya serius sangat Abang dengan pilihan yang saya ambil malam ini karena aku sangat mencintai Abang, saya tidak ingin ada perempuan lain yang menyentuh Abang dan merebut Abang dari sisi hidupku," jujurnya Meylani.


Zaidan semakin dibuat bahagia karena akhirnya Meylani mencintainya juga, bahkan Meylani sudah siap untuk melakukan belah duren yang pertama kalinya.


"Alhamdulillah makasih banyak sayang, tapi katanya agak sakit apa kamu bisa tahan?" Tanyanya lagi Zaidan yang khawatir dengan keadaannya Mey kedepannya.


"Hehe Abang sakit atau tidak tergantung Abang sih, tapi kan namanya juga pertama katanya orang memang gitu tapi katanya lagi enaknya lebih banyak dari pada sakitnya," cicitnya Meylani yang sebenarnya malu berbicara seperti itu.

__ADS_1


Hahahaha kedua pasutri itu tertawa terpingkal-pingkal dengan perkataan mereka sendiri di tengah malam.


__ADS_2