PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 100. Pertemuan Kembali


__ADS_3

Meylani tersenyum simpul menanggapi permintaannya Zaidan suaminya sambil menaruh jari telunjuknya tepat di depan bibirnya Zaidan


"Maaf yah Abang bukannya saya menolak permintaan dan keinginannya Abang, tapi ingat Abang itu baru saja sadar loh dari komanya Abang, takutnya kalau banyak goyang bisa berakibat fatal lagi, insha Allah kita banyak waktu readers ngomong sama saya nanti katanya tiba-tiba perawat datang gimana coba," tolaknya Meylani secara halus yang tidak ingin terlalu terang-terangan menolak mentah-mentah kemauannya Zaydan.


Zaidan terdiam sesaat dan dari raut wajahnya terlihat dengan jelas jika dia sedikit kecewa. Tapi, Mey yang melihat perubahan mimik wajahnya Zaidan segera mengecup sekilas bibirnya Zaidan.


Zaydan yang diperlakukan seperti itu tersenyum penuh arti, dia tidak ingin melepaskan pangutan bibir istrinya. Meylani yang niatnya hanya ingin mengecup sekilas saja, menjadi saling bertukar saliva.


Zaidan jemari tangannya mulai nakal dan bergerilya kemana-mana bagaikan tanaman yang merambat ke sana kemari.


Hingga ketukan pintu membuat keduanya segera menghentikan kegiatan yang sungguh mengasyikkan. Zaidan dan Meylani terkekeh dengan apa yang barusan mereka lakukan.


Zaidan menyeka sisa saliva di sudut bibirnya Meylani," kamu segera buka pintunya sayang, takutnya itu perawat yang mengantar obat."

__ADS_1


Meylani tersenyum sebelum turun dari ranjangnya Zaidan dan kedua pipinya masih terlihat semburat merah jambu di kedua sisinya.


Kamu sangat manis, aku yakin kamu sudah melupakan seratus persen mantan tunanganmu.


Syukur alhamdulilah, makasih banyak ya Allah Engkau telah memberikan hatinya istriku sepenuhnya untukku.


Zaydan terus menatap kepergian istrinya itu dengan penuh kegembiraan. Ia baru tersadar jika,masa komanya sebulan lebih ini ternyata maksud dan tujuannya adalah membawa keberkahan dan perubahan positif dalam hidup rumah tangganya.


Ya Allah saking bahagianya aku hingga terlena dalam buaian kecantikannya, sampai-sampai aku melupakan masalah calon anak kami.


Saya kan punya istri seorang saja dan tidak ingin dan tak bakalan menambah lagi,tapi kenapa semalam anak kecil itu ada dua orang apa jangan-jangan aku akan dianugerahi dua orang anak sekaligus.


Semoga saja calon anak kami adalah kembar. Aku sangat berharap seperti itu, karena kata papa kakek buyutnya dulu kembar. Bahkan katanya kembar tiga.

__ADS_1


Pasti seru memiliki anak kembar, aku pasti akan selalu mengganggu Meylani jika akan memberikan asi anaknya. Zaidan tersenyum penuh maksud hanya membayangkan itu saja sudah mampu membuat dia tersenyum bahagia.


Meylani membuka pintu kamar inap perawatan Zaidan. Dan terlihatlah seorang perempuan yang memakai pakaian seragam putih dengan topi khas perawat di kepalanya itu.


"Selamat malam ibu, maaf kami akan memeriksa kondisi pak Zaidan dan membawa obatnya khusus untuk malam ini," imbuhnya perawat itu.


Meylani tersenyum simpul sambil membuka lebar pintu itu," silahkan masuk sus," balasnya Meylani.


"Selamat malam pak, semoga malam ini lebih baik dari hari kemarin," ujarnya suster itu.


Suster itu tanpa melihat langsung wajahnya Zaidan segera mengambil peralatan medisnya.


Suster segera berjalan ke arah bangkar rumah sakit dan betapa terkejutnya melihat siapa suster yang akan memeriksakannya.

__ADS_1


"Kamu!"


__ADS_2