
Berselang beberapa menit kemudian, Meylani yang sudah dipindahkan ke dalam kamar perawatan masih belum siuman juga.
Zaidan tidak perlu khawatir setelah mendengar penjelasan dan penuturan dari dokter. Dan juga informasi dari mamanya Meylani sendiri yang mengatakan jika Mey pingsan selalu tidak pernah sebentar selalu berlama-lama bahkan pernah sekali ketika masih sekolah dulu. Mey pingsan ketika mengikuti upacara bendera sampai sore bada ashar barulah tersadar.
"Alhamdulillah istriku baik-baik saja, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu istriku," cicitnya Zaydan sambil mengecup keningnya Meylani bergantian dengan kedua sisi pipinya Meylani istrinya.
Beberapa orang sudah kembali ke rumah, termasuk kedua mertuanya Melani Bu Liviana dan pak Rudiyatmo. Hingga tinggallah Zaidan seorang diri saja di dalam ruangannya Mey.
Awalnya Bu Livia tidak setuju dan sepaham dengan apa yang diputuskan oleh Zaidan yang menyuruh mereka untuk balik k rumah mengingat Meylani dalam kondisi baik-baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Beberapa menit sebelumnya,
"Pulanglah ma, insha Allah Mey baik-baik saja apalagi besok akad nikahnya Dara dan juga Jamal, siapa yang mengurus pernikahan mereka kalau bukan kita semua," ucapnya Zaidan yang berusaha membujuk Mama dan anggota keluarganya yang lain.
"Ingatlah kalau ada apa-apa atau pun kamu butuh sesuatu tidak perlu sungkan apalagi banyak mikir segeralah hubungi Mama secepatnya, Mama tidak ingin terjadi sesuatu kepada menantu kesayangannya Mama dan juga calon penerusnya Rudiyatmo Zulkarnaen," ultimatum Bu Livia sebelum meninggalkan area rumah sakit.
"Bang titip kak Mey yah, kalau kakak sudah siuman tolong hubungi nomor hpku atau siapapun untuk mengabarkan kepada kami kondisinya Kak Mey," pintanya Kamil Pasha adiknya Meylani.
Semua orang pun kembali ke rumah untuk melanjutkan acara syukurannya atas kehamilannya Meylani. Andaikan mereka tahu penyebab Meylani pingsan, pasti mereka akan terperangah dan terkejut hingga kemungkinan besarnya akan menyalahkan orang itu.
"Sayang, Abang keluar dulu mau tebus obat dan vitamin kamu, kamu Abang tinggalkan seorang diri dulu, Abang nggak bakalan lama kok, semoga kamu belum sadar sebelum Abang pulang," cicitnya Zaidan yang kembali mencium keningnya Meylani.
Zaidan merapikan bedcover yang dipakai oleh Meylani agar tubuhnya Meylani tidak terlalu kedinginan karena pengaruh angin dari AC pendingin ruangan tersebut.
Zaydan segera meninggalkan kamar perawatan istrinya dan berjalan menuju ke arah koridor lorong rumah sakit bagian apotek. Sejak tadi ada seseorang dibalik dinding yang terus memperhatikan gerak geriknya Zaydan.
__ADS_1
"Saya harus segera masuk ke dalam kamar perawatannya Mey, semoga saja Paman tidak cepat kembali," Zaidan segera masuk ke dalam kamar tersebut dengan mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh siapapun sambil mengedarkan pandangannya ke arah tempat tersebut.
Bisma Attalarik melihat Meylani yang masih terbaring lemah di atas ranjang bangkar rumah sakit. Ia segera berjalan ke arah ranjang dimana Mey masih terlelap tidur dalam pingsannya itu.
Bisma menggenggam tangannya Meilani, "sayangku Mey ini Mas sudah balik dari Kuala Lumpur Malaysia demi kamu mas pulang. Kamu pasti merindukan Mas kan?" Tanyanya Bisma yang saking bahagianya sehingga ia mengutarakan pertanyaan yang sungguh di luar dugaannya.
Mey yang merasakan ada benda dingin dan kenyal padat yang menyentuh punggung tangannya sehingga ia tersadar dari pingsannya.
"Auh!" Keluhnya Meylani yang berusaha menahan pusing di kepalanya itu.
Meylani mengerjapkan kelopak matanya berulang-ulang kali, hingga akhirnya melihat dengan jelas siapa pria yang duduk di hadapannya langsung.
Ia begitu terkejut melihat pria yang dulu dicintainya hingga detik ini masih disayangi. Tapi,rasa itu entah apa sudah berubah atau masih seperti dulu.
Tanpa disadari Meylani langsung berhamburan memeluk tubuhnya Bisma. Pria yang hampir lima tahun perginya dan hari ini ia bisa berjumpa kembali dalam keadaan yang berbeda dengan terakhir kalinya berpisah.
Bisma tersenyum penuh arti ketika mendengar perkataan dari Meylani perempuan yang sangat dicintainya itu.
"Kamu mungkin boleh menikah dengan pamanku, tapi hatiku masih milikku, tidak apalah kamu hamil anaknya Zaidan Khaizan Rudiyatmo tapi hatimu hanya untuk Bisma Attalarik Zulkarnaen,"
"Mas kenapa engkau tega banget meninggalkan aku seorang diri hingga aku harus menikah dengan pria lain, kenapa? Apa salahku padamu mas sedangkan aku begitu tulus mencintaimu mas Bisma," ucapnya sendu Meylani yang masih memeluk erat tubuhnya Bisma yang sudah melupakan statusnya sebagai seorang istri yang tidak lama lagi akan melahirkan anak pertamanya.
"Maafkan mas sayang, mas tidak bermaksud untuk meninggalkan kamu tanpa kabar apapun, hanya saja waktu itu ponselku hilang entah terjatuh atau ada yang mencuri hpku di tempat kerja sedangkan saya tidak menghafal nomor hpmu, aku mohon jangan menangis lagi,mas sangat sedih dan merasa bersalah jika kamu seperti ini," kilahnya Bisma yang menutupi kenyataan yang sebenarnya.
"Hiks... hiks mas Bisma gara-gara kamu pergi tanpa kabar ibu dan ayah menjodohkan dan menikahkan aku dengan pria lain, apakah kamu tahu betapa hancur, sedih dan kecewanya aku kala itu. bahkan aku menentang dan menolak keputusan kedua orang tuaku demi kamu mas, tapi apa yang aku dapatkan malahan akunl harus menjalani kehidupan dengan pria lain," keluhnya Meylani.
__ADS_1
Zaidan dengan santainya berjalan menenteng beberapa bungkusan obat, vitamin dengan kualitas terbaik untuk calon anak dan istrinya dan tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam kamar perawatan istrinya.
Bahkan Zaidan dengan sengaja mencari makanan yang kemungkinan besarnya disukai oleh Meylani.
"Meylani Ramadhani Zulkarnain tunggu Abang pulang, semoga kamu belum sadar, takutnya kamu merasa cemas dan takut sendirian di dalam kamar,"
Waduh kasihan yah general manager satu kita ini sang istri malah bernostalgia dengan kekasihnya yang baru balik dari negri Jiran itu.
"Sayang sudah dulu yah, nanti suamimu datang takutnya dia melihat kita berduaan dan berfikiran yang macem-macem terhadap kedatanganku disini," ucapnya Bisma yang segera melerai pelukannya itu.
Bisma tidak ingin jujur tentang dia adalah keponakan dari suaminya dan juga sudah memiliki istri dan seorang putra yang masih bayi.
"Aku akan berusaha untuk merebut kamu dari dalam pelukan Paman Zaidan sekalipun dia adalah pamanku, aku bersyukur karena Mey masih mencintaiku, aku tidak dapat gadisnya aku tunggu jandanya," tekadnya Bisma Attalarik.
Bisma untuk kali ini tidak akan mengalah dengan keadaan sekalipun akan bersaing dengan pamannya sendiri.
Bisma mendengar suara langkah kaki seseorang menuju ke arah kamarnya Meylani. Dia segera bersiap-siap untuk berpamitan dengan kekasih pujaan hatinya.
Semoga saja tidak ada readers yang marah, kecewa dan jengkel dengan Meylani. hehe
ini ujian cintanya Zaidan yah readersku...
"Mas harus segera pergi, takutnya suamimu datang dan melihat kita berduaan," Bisma memeluk Meylani dan tidak lupa mengecup puncak hijabnya Meylani tersebut dengan penuh kasih sayang.
Bisma secepat kilat keluar dari dalam kamarnya Mey dan untungnya dia cepat waspada dengan kedatangan Zaydan Pamannya itu. Sehingga tidak ada yang menyadari terutama Zaydan sendiri jika Bisma dari dalam kamar perawatan istrinya itu.
__ADS_1
Bisma tersenyum mencemooh dan licik ketika melihat bayangan Zaidan di dalam kaca jendela salah satu kamar. Zaidan yang tersenyum lebar
"Kamu akan bersaing denganku Paman, sejak dulu kita selalu dibandingkan,kau yang selalu paling disayangi dan dibanggakan oleh kakek bahkan papaku sendiri,"