PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab.99 Keinginan Yang Tertunda


__ADS_3

"Sebaiknya kita pulang secepatnya, takutnya kita menjadi obatnya nyamuk bakar disini," ucapnya Kamil yang segera meninggalkan ruangan perawatan kakaknya.


Meylani hanya tersenyum simpul ketika terus digoda oleh saudara saudarinya. Semua orang telah pulang ke rumah masing-masing, karena mereka ingin melihat Meylani dan Zaidan berdua bersama menghabiskan waktunya bersama.


Meylani kembali duduk di samping kanannya Zaidan tepat di kursi. Zaidan menatap intens apa yang dilakukan oleh istrinya itu. Apapun yang dilakukan oleh Meylani menjadi pusat perhatian dari Zaidan. Hingga Meylani merasa malu karena terus ditatap oleh suaminya.


"Apa ada yang abang inginkan?" Tanyanya Meilani.


Zaidan menggelengkan kepalanya itu," tidak apa-apa kok, Abang hanya ingin menatap kamu karena serasa Abang dari bepergian jauh selama bertahun-tahun hingga rasa rindunya Abang sangat besar padamu," jawabnya Zaidan.


"Seriusan Abang enggak lapar atau enggak haus?" Tanyanya lagi Meylani.


"Saya hanya ingin memakan kamu, tapi sayangnya Abang belum bisa bebas bergerak leluasa," Zaydan tidak mampu mengucapkan langsung perkataannya itu di depan suaminya.

__ADS_1


Meylani menatap intens suaminya karena melihat tiba-tiba terdiam," Abang baik-baik saja kan?" Tanyanya Meylani yang mulai panik dan ketakutan melihat Zaydan terdiam.


Zaydan terkekeh melihat sikapnya Meylani sambil meraih tangannya Meylani agar Mey bisa tenang, "Insha Allah Abang baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir seperti itu, tapi Abang bisa meminta sesuatu padamu gak?" Pintanya Zaidan.


Meylani menatap intens ke arah suaminya dengan menautkan kedua alisnya itu," emangnya Abang mau minta apa?"


"Tapi kamu harus janji dulu untuk memenuhi apapun itu jika aku mengatakan padamu apa yang aku minta?" Zaidan tersenyum smirk.


Zaidan kembali tersenyum penuh kegembiraan ketika melihat kesungguhan dari perkataan yang sejalan dengan raut wajahnya Meylani yang diperlihatkannya.


"Kamu mendekat ke sini, Abang enggak bisa ngomong keras-keras," pintanya Zaidan.


Meilani tanpa banyak pikir ia segera menuruti perintah dari suaminya dengan sepenuh hati. Meylani segera mendekatkan telinganya ke arah bibirnya Zaydan.

__ADS_1


Perubahan raut wajahnya Meylani ketika mendengar bisikan dari Zaidan suaminya yang suaranya sangat lirih hingga seperti menggelitik di telinganya Meylani.


"Bagaimana sayang apa kamu bisa mengabulkan permohonanku kali ini?" Tanyanya Zaidan.


Meylani dan Zaidan saling bertatapan satu sama lainnya. Meilani yang tubuhnya sedikit membungkuk itu membuat Zaydan segera memegangi tengkuk lehernya Meylani.


Zaydan menggesekkan hidung mancungnya dengan hidungnya Meylani yang sama-sama mancung. Meylani spontan memejamkan matanya menunggu apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Zaidan.


Zaidan membelai lembut pipinya Mey dengan penuh kelembutan, berpindah ke bulu matanya, hingga hidung dan terakhir dibibir mungilnya Meylani yang merah merekah bak buah delima.


Zaidan mulai beraksi setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya itu," Kenapa kau semakin cantik, bukan lagi cantik tapi sangat membuat aku tergila-gila dan tergoda dengan semua yang kamu miliki," pujinya Zaidan yang bola matanya menandakan jika sangat menginginkan sesuatu yang ada pada tubuh istrinya itu.


"Lakukan apapun yang terjadi Abang inginkan, saya tidak akan melawan atau pun menolaknya, silahkan saja Abang," ucapnya Meylani sembari mengalungkan tangannya di lehernya Zaidan.

__ADS_1


__ADS_2