PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 56. Terlambat Menjemput


__ADS_3

Pak Danang Setiaji sudah bertemu dengan keempat anggota keluarganya majikan perempuannya. Pak Danang merasa bersalah karena terlambat datang menjemput.


Pak Danang menundukkan kepalanya sambil mengangkat beberapa barang bawaan Bu Santi dan Pak Zulkarnain ke dalam mobil.


"Maafkan saya pak saya terpaksa datang terlambat menjemput kalian sekeluarga, karena jalan cukup padat dan terkena macet, jadi terpaksa saya ke sini terlambatnya," jelasnya Pak Danang Setiaji yang menutupi kenyataan yang ada tentang alasan sebenarnya mengapa dia terlambat sampai di bandara.


Bu Santi tersenyum tipis menanggapi perkataannya pak Danang," tidak apa-apa kok Pak, lagian kami juga baru nyampai, belum lama juga," tampiknya Bu Santi.


"Iya pak tidak perlu terus meminta seperti ini juga, namanya juga ibu kota Jakarta yang setiap saat siapapun bisa terkena macet, jadi wajar saja bapak datang terlambat yang paling penting bapak sudah datang menurut aku sih," timpalnya Kamil yang ikut nimbrung.


"Tapi pak ngomong-ngomong Mbak Meylani dengan Abang Zaidan kok enggak jemput kami?" Tanyanya Meysha yang membantu pak Danang mengangkat beberapa sisa barang bawaan mereka ke dalam mobil.


Pak Danang akhirnya mendapatkan pertanyaan yang sulit untuk dijawab karena setahu Pak Danang sebelum keberangkatannya ke bandara internasional Soekarno Hatta, dia melihat pintu kamar majikannya belum terbuka juga.


Apalagi melihat kedua pasangan suami istri itu yang baru saja meraih kebahagiaan hakiki yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya. Hingga pak Danang kelimpungan, kebingungan dan pusing serta tidak mengetahui harus menjawab apa.


Pak Danang menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu," eh a-nu Mbak itu sepertinya Nyonya muda Meylani masih kurang enak badan jadinya tidak sempat kesini jemput adek sama kedua orang tuanya," kilahnya pak Danang yang sebenarnya tidak berbohong karena memang Meylani masih kurang fit setelah berulang kali berolahraga ranjang.


"Astaughfirullahaladzim pantesan Mbak enggak angkat telpon padahal sudah ribuan kali kami berusaha untuk telpon," sesalnya Meysha.

__ADS_1


"Sudah aah bincang-bincangnya, ngomong-ngomong kapan kita berangkat ke rumahnya Bang Zai nih? Ayah, Ibu capek binggo nih," ketusnya Kamil yang memang sudah capek dan lelah mengalami mabuk perjalanan.


"Hehehe sabar tuan muda,saya akan segera kemudikan mobilnya,tenang yah," sahutnya pak Danang.


Kelima orang itu sudah duduk di tempat jok kursi masing-masing, Kelima merebahkan kepalanya ke headboard mobil. Sedangkan yang lainnya sibuk dengan kegiatan masing-masing di dalam mobil yang cukup besar itu.


Sedangkan jauh di sana yang jaraknya cukup jauh dari bandara. Zaidan dan Meylani menuruni undakan anak tangga satu persatu bersamaan. Dari raut wajahnya keduanya terpancar kegembiraan yang sangat membuncah di dada dan hati mereka.


Keduanya beriringan sambil bergandengan tangan menuruni tangga dengan senyuman yang selalu merekah di wajah kedua pasutri itu. Senyuman yang tidak pernah pudar lekang dimakan zaman. Senyuman keduanya membuat seseorang terpancing dan tersulut emosi saking tinggi rasa iri hatinya terhadap keduanya.


Dara meremas kuat kain yang dipegangnya itu untuk membersihkan beberapa furniture yang terdapat di salah satu ruangan, dia melototkan matanya saking bencinya melihat kebahagiaan dari kedua pasangan suami istri yang menjadi majikannya baru beberapa hari terakhir.


"Pamer saja kemesraan kalian di depanku karena aku berjanji hari ini kamu terakhir bisa tersenyum di atas penderitaanku ini, Meylani Ramadhani Zulkarnain aku akan membalas kalian berdua," tekadnya Dara Inayah yang kebakaran jenggot gara-gara melihat kebahagiaan Meylani.


"Masya Allah mereka, sungguh pasangan yang sangat serasi dan romantis,saya yakin mereka akan bahagia seumur hidupnya, bahkan pelakor jelek tidak tahu diri tidak akan berani menganggu kebahagiaan mereka berdua," ucapnya Bibi Irja.


Dara yang mendengar perkataan dari Bu Ijah semakin menjadi saja,dia berjanji jika akan segera membuktikan perkataannya jika dia akan menggoda Zaidan,merebut Zaidan Khaizan Rudiyatmo dari dalam pelukannya Meylani.


"Kita lihat saja sampai sejauh mana pernikahan mereka bertahan dan kebahagiaan mereka akan aku hancurkan dengan berganti tangis duka mendalam akan dirasakan oleh perempuan jelek itu jika aku sudah berhasil merebut suaminya," cicitnya Dara yang segera meninggalkan ruangan tengah yang dijadikan pembatas antara ruangan tengah dan dapur.

__ADS_1


Meylani segera menyiapkan beberapa perlengkapan makan terlebih dahulu sebelum mengisi satu persatu alat-alat makan tersebut dengan makanan yang baru saja selesai dimasak oleh Bu Ijah.


"Sayang kamu duduk saja, ijinkan suamimu ini melayani kamu, kasihan tubuh kamu itu belum pulih sepenuhnya dan belum total beristirahat, Abang saja yang siapin makanannya,"cegahnya Zaidan yang segera berdiri dari duduknya itu.


Meylani tersenyum simpul terlebih dahulu sebelum menjawab perkataan dari suaminya itu.


"Ya Allah Abang aku sungguh bahagia dan gembira mendengar perkataan dari Abang, tapi semua pekerjaan ini adalah tanggung jawab saya sebagai istrinya Abang, saya ingin meraih banyak pahala selama kita menikah, jadi jangan sekali-kali melarangku untuk memenuhi tanggung jawab aku sebagai seorang istri," sangkalnya Meylani yang tidak mungkin membiarkan begitu saja suaminya bekerja sedangkan dia masih sanggup.


Zaydan terkekeh mendengar perkataan sanggahan dari istrinya itu," Masya Allah sungguh mulia hatimu istriku, bukannya saya melarang atau mungkin mencegahmu untuk berbuat baik dan memenuhi tanggung jawabmu sebagai seorang istri, tapi aku kasihan sama kamu karena gara-gara ulah dan tingkah lakunya Abang kamu jalan bebek seperti sekarang," imbuhnya Zaidan yang perkataannya membuat Meylani terbatuk-batuk.


"Uhuk… uhukk…" suara batuknya Mey sungguh nyaring di dalam dapur tepatnya di hadapan meja makan.


"Hey Istriku kamu baik-baik saja kan sayang?" Tanyanya Zaydan sembari segera mengambil gelas untuk segera mengisi dan menuang air putih mineral ke dalam gelas bening tersebut.


Zaydan cepat tanggap darurat untuk membantu istrinya itu seraya menepuk-nepuk halus punggungnya Meylani sang istri tercinta.


"Kau makan apa sih kok bisa batuk-batuk seperti ini sih? Abang sering kali ngomong apapun yang kamu kerjakan dan perbuat itu harus ekstra hati-hati kalau seperti ini kan jadinya tidak baik," imbuhnya Zaydan.


"Sa-ya ti-dak apa-apa kok Bang, hanya saja keselek permen yang baru saja saya makan," kilahnya Meylani yang tidak mungkin mengatakan bahwa yang sejujurnya di hadapan suaminya itu.

__ADS_1


"Kalau gitu Abang bantuin kamu supaya kerjaannya lebih cepat kelar, soalnya perutku sudah berbunyi keroncongan saking laparnya," guraunya Zaidan seraya mengelus perutnya itu sendiri dengan tertawa cengingisan.


"Alhamdulillah, makasih banyak sudah menawarkan bantuan, tapi saya masih sanggup untuk melayani Abang Du dapur dan di kasur," kelakarnya Meylani yang ikut membalas candaan suaminya itu.


__ADS_2