PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 75. Persiapan Acara Syukuran


__ADS_3

Semua bahagia tanpa terkecuali mendengar kabar dan berita dari dokter jika Meylani hamil calon anak pertamanya itu.


"Alhamdulillah akhirnya putraku akan memiliki anak juga, ini harus dirayakan bersama, mama akan menghubungi semua anggota keluarga jika malam ini akan diadakan acara syukuran atas kehamilannya Meylani kebetulan cucuku baru balik dari Kuala Lumpur Malaysia, sekalian menyambut kepulangannya setelah empat tahun lebih baru balik," ucapnya Bu Liviana yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu.


"Alhamdulillah aku juga akan segera menghubungi ayah dan ibu kalau kakak Mey hamil anak pertamanya," gumamnya Kamil Pasha.


"Makasih banyak Bu dokter Rahayu sudah memeriksa kondisi anak menantuku," imbuhnya Pak Rudyatmo.


"Sama-sama Tuan Rudi tidak perlu berterima kasih segala, ini sudah menjadi kewajiban dan tugas saya sebagai dokter," tampiknya dokter Rahayu.


Dokter Rahayu pun segera meninggalkan kediamannya Zaidan Khaizan Rudiyatmo. Sedang Meylani masih memejamkan matanya dan belum terbangun dari pingsannya. Zaidan tak henti-hentinya mengecup punggung tangannya Meylani bergantian dengan keningnya di hadapan orang-orang.


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah atas segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan keluargaku," cicitnya Zaidan yang sedari tadi duduk di samping kanannya Meylani.


"Bu Ijah tolong segera bantu saya persiapkan untuk acara syukuran malam nanti, kamu Dara saya wakilkan kedua orang tuanya Jamal Abdillah besok pagi kamu harus menikahi Dara Inayah, Tante yang akan mengurus segalanya jadi kamu tenang saja banyak penghulu di Jakarta sekitaran sini yah Tante kenal," terangnya Bu Livia.


"Makasih banyak Nyonya Besar, saya akan kebelakang membantu Bu Ijah," ucapnya Dara yang masih sedih melihat kondisi Jamal yang sesekali meringis kesakitan.


Jamal terus menerus menatap intens kepergian dari Dara dalam kamar tamu yang dipakai oleh Zaidan.


"Hem! Tidak segitunya juga kali bang lihat Dara, besok kalian sudah resmi menjadi suami istri dan langsung bonus dapat calon bayi juga," candanya Nayla yang tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya Jamal yang seperti orang yang akan dipidanakan gara-gara kasus meng ha mili anak gadis orang.


Sedangkan Gunawarman dan Raina Alifia diam-diam saling bertatapan satu sama lainnya dan mengagumi satu sama lain.

__ADS_1


"Ya Allah dimana-mana di dalam rumah selalu saja mataku ini ternoda dengan melihat orang yang sudah bucin akut, aku kapan ada yang bucin denganku!" Kesalnya Nayla yang segera bangkit dari duduknya itu.


Zaydan yang mendengar perkataan dari adik sepupunya itu tertawa," makanya kalau ada cowok yang naksir dan pengen lamar kamu janganlah ditolak atau jual mahal segala,kalau gini hanya kamu yang jomblo loh," kelakarnya Zaidan yang puas melihat kekesalan Nayla adiknya.


Nayla melirik sekilas ke arah kakak sepupunya itu," gimana caranya aku menerima mereka bang, jika hanya satu nama pria yang mampu menyentuh relung hatiku ini,hanya ada nama bang Kamil Pasha Zulkarnain seorang tidak akan ada pria lain lagi hingga akhir hayatku,"


Semua orang satu persatu meninggalkan ruangan tersebut, hingga hanya berdua saja Meylani dan Zaidan di dalam kamar tamu itu. Bu Livia sudah mengirimkan undangan khusus ke sanak saudaranya melalui grup whatshap khusus keluarganya.


Bu Liviana pun sudah memesan katering khusus untuk acara tersebut. Saking bahagianya bahkan acaranya bakal tidak sesederhana yang mereka bayangkan.


"Saya harus memberikan segalanya yang terbaik untuk menantu dan calon cucu penerus keluarga Rudiyatmo Iskandar,"


Pak Rudi juga mengundang beberapa kolega ketika masih menjadi anggota TNI. Serta beberapa rekan bisnis kecil-kecilannya yang ada di ibukota Jakarta. Mereka berdua sibuk mengurus persiapan acara syukuran tersebut.


"Ya Allah mungkin sudah saatnya mas Jamal mengetahui jika kami memiliki anak, kasihan putraku jika dia tidak mengetahui siapa bapaknya, saya akan segera menelpon bapak dan ibu untuk hadir esok untuk menjadi saksi pernikahan kami ini," gumam Dara yang meraih hpnya untuk menelpon nomor bapaknya di kampung.


Bu Ijah senang dengan kehamilan Meylani majikannya yang begitu baik padanya. Dia ikut mendoakan untuk kebahagiaan dan kelancaran kehamilan Meylani.


Meylani pun siuman setelah beberapa jam tertidur pulas dalam tak sadarkan diri sebelumnya. Lenguhan kecil meluncur dari bibirnya ketika matanya cukup silau melihat cahaya lampu siang hari itu. Kamar itu tidak akan terang jika lampu dimatikan.


Meylani memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing nyut-nyutan," kenapa kepalaku tiba-tiba pusing seperti ini, apa yang terjadi padaku? Seingatku tadi saya kepalaku pusing dan pandanganku kabur seketika hingga saya terjatuh dan tidak mengetahui apa lagi yang terjadi kedepannya," lirihnya Meylani.


Zaidan tidak melihat suaminya berada di dalam sana, karena ia naik ke lantai dua rumahnya dimana kamarnya berada. Dia berniat untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah lengket dan gatal karena sudah pukul 11, tapi belum mandi juga hingga tidak mengetahui jika Meylani sudah siuman.

__ADS_1


"Bang Zai kemana, apa sudah berangkat kerja? Karena sudah sangat siang," Meylani masih sesekali memijit pelipisnya yang masih tidak enak dirasakannya.


Suasana di luar kamar sudah semakin ramai, karena anggota keluarganya Bu Livia satu persatu berdatangan termasuk kedua anak perempuannya dan juga menantu dan cucunya serta cicitnya pun memenuhi rumahnya Zaidan.


Persiapan sudah hampir 80% hampir selesai. Bu Liviana juga diam-diam mengurus pernikahan Jamal dan Dara lusa hari kamis nanti. Dia tidak ingin ada Anggota keluarganya yang curiga dan mengetahui hal tersebut. Karena takutnya jika ada yang membocorkan rahasia informasi tersebut sampai ke Makassar Sulawesi Selatan.


Kedua orang tuanya Meylani pun tidak diijinkan untuk mengetahuinya saat ini. Pak Zulkarnain dan Bu Santi takutnya mereka akan mengatakan kepada adiknya mengenai rencana mereka itu.


"Alhamdulillah pak Hanif Yahya bisa hadir untuk menikahkan Jamal dan Dara padahal beliau sangat sibuk, Nayla hubungi salon dan butik terbaik langganan kita untuk acara pernikahan Jamal dan calon istrinya itu, jangan biarkan pernikahannya terkesan terlalu sederhana,katakan pada Jamal untuk persiapkan mahar terbaik untuk Dara," terangnya Bu Livia yang akhirnya bisa duduk di atas sofa setelah mengurus segala sesuatunya kebutuhan dua acara penting tersebut.


"Siap Tante, perintah segera dilaksanakan!" Ucapnya Nayla Latifah Hanum yang antusias menyambut acara tersebut.


"Nay aku ikut kau yah," pintanya Raina yang tidak enak bersama dengan kakak dan saudaranya Nayla yang berdatangan satu persatu.


Nayla hanya tersenyum simpul menanggapi perkataannya dari sahabatnya itu yang menjadi saksi dua peristiwa besar yang terjadi di dalam rumah tangga kakaknya.


Semuanya bekerja sesuai dengan tugas masing-masing, tidak ada yang melalaikan tugasnya. Sedangkan Bu Santi dan pak Zulk sangat senang dengan kegirangan mendengar berita membahagiakan itu.


Rencananya mereka akan segera menyusul ke Jakarta saking bahagianya karena putrinya akan memberikan padanya cucu pertama di dalam keluarganya itu.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria yang baru sekitar dua hari balik di KL duduk bersama dengan seorang perempuan mendapatkan kabar jika om mudanya akan mengadakan acara syukuran atas kehamilan istrinya itu.


"Malam ini saya akan bertemu dengan Tante muda istrinya Om Zaidan, jadi penasaran gimana rupanya dan orangnya yang sudah berhasil menaklukkan Om Zaidan pria kaku berwajah dingin ini,"

__ADS_1


__ADS_2