PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 26. Makan Siang Perdana di Kantor


__ADS_3

"Apa benar yah kalau suamiku penyuka sesama terong ungu?" Mey masih sangat penasaran dengan gosip simpang siur itu.


"Ayo masuk, jangan terlalu lama berdiri di depan pintu, nanti di kakimu muncul karies," ucapnya Zaidan yang segera berjalan berlalu dari hadapannya Meylani yang masih tidak habis pikir dengan tingkah dan kelakuan menyimpan dari suaminya itu.


Meylani menunjuk ke arah dadanya sendiri," aku maksudnya Pak?!' tanyanya Mey.


Zaidan segera menghentikan langkahnya itu, sambil menolehkan kepalanya ke arah Meylani," kalau bukan kamu siapa lagi, emangnya ada orang lain apa!?" Ucapnya Zaidan sambil menarik tangannya Meylani untuk segera mengikuti langkah kakinya menuju ke arah dalam.


Meylani hanya menurut tanpa menolak ataupun melawan apa yang dikatakan oleh Zaidan. Meilani memperhatikan sekitar ruangan kerjanya suaminya itu.


"Cukup elegan dan sangat mencerminkan sisi maskulinnya,kalau dilihat dari ruangan ini, aku tidak yakin kalau suamiku itu penyuka sesama terong ungu balado, apa aku perlu mengumpulkan beberapa bukti dan cerita dari beberapa karyawan karena tidak mungkin ada asap tanpa api kan, atau gimana kalau aku cari waktu untuk mengecek dan mengetes langsung saja apa benar isu dan gosip yang beredar tersebut,"


Meylani mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut, tapi isi pikirannya masih tertuju pada perkataan dari Anita yang mengatakan jika Zaidan pria yang diisukan adalah pria yang membelok dengan menyukai sesama jenis. Hal itu tanpa alasan, karena Zaidan lebih dekat dan akrab dengan pria lainnya.


Sedangkan dengan rekan kerja perempuan pasti akan jaga jarak, menjauh bahkan kriteria sekretarisnya adalah harus perempuan berhijab dan sudah menikah. Makanya Zaidan dianggap pria tampan penuh kharisma tapi, kolot dan dipertanyakan.


"Kamu duduk di sana kita makan bareng, Abang sengaja beliin kamu makanan karena Abang yakin kamu pasti belum makan kan," tebaknya Zaidan.

__ADS_1


Mey hanya terdiam mendengarkan semua apa yang dikatakan oleh Zaidan suaminya itu. Mey semakin tergoda melihat isi dari paper bag makanannya Zaidan yang sudah ditaruhnya ke atas meja sofa.


"Ya Allah udang tepung, cumi-cumi bakar, mujair goreng tumis saus Padang, kok tahu kalau aku suka makan makanan ini?" Tanyanya Mey.


Meylani yang tanpa ragu segera mengambil beberapa potong makanan langsung kedalam piring yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu oleh Zaidan suaminya.


"Apa pun itu insya akan Abang ketahui cepat atau lambat tentang istriku Meylani Ramadhani Zulkarnain, sama halnya dengan mie ayam kesukaanmu itu," ucapnya Zaidan yang tersenyum mengingat kejadian semalam ketika Mey diam-diam ke dapur untuk menyantap mie ayam sosis jamur kancing plus bakso itu.


Mey spontan batuk-batuk mendengar perkataan dari Zaidan,"huk… huk… Abang minum," mintanya Meylani menyodorkan tangannya ke hadapan Zaidan.


Zai secepatnya mengisi sebuah gelas dengan air penuh, gelas kaca berisi air putih mineral itu segera diberikan kedalam genggaman tangannya Meylani.


"Kalau makan itu pakai hati-hati, jangan main-main nyosor saja mentang-mentang kamu kelaparan," candanya Zaidan yang masih tersenyum tipis menanggapi sikapnya Meylani yang menurutnya lucu.


"Kenapa Abang Zai bisa tau jika saya bangun makan tengah malam mie ayam itu" tanyanya Meylani dengan penuh selidik seraya mengerutkan keningnya itu.


Meilani saking tidak mau menunggu ingin bertanya sampai-sampai minumannya diteguknya dalam sekali tegukan saja.

__ADS_1


"Iya Abang ayo jujur, apa jangan-jangan Abang intip atau semalam hanya berpura-pura saja tertidur dan mengikuti kemanapun perginya aku semalam yah?' tebaknya dengan asal dari Meylani sembari menggoyangkan lengannya Meylani.


"Kamu habisin makanannya dulu kalau kamu sudah menghabiskannya baru Abang akan jelaskan, tapi Abang minta sesuatu sama kamu boleh?" pintanya Zaidan.


"Minta sesuatu sama aku, memangnya mau minta apaan sih Abang?" tanyanya balik Mey yang kembali melanjutkan acara makannya siang menjelang sore hari itu.


Mey kembali melanjutkan menunjuk ke arah hidungnya sendiri, Zaidan segera menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan dari istrinya itu.


Zaidan hanya menoel hidung mancungnya Meilani," inilah yang selalu membuat Abang jatuh cinta padamu berkali-kali lipat tidak pernah berubah dan goyah sedikit pun,malah semakin besar setelah kita menikah," pujinya Zaidan yang berbicara terus terang di hadapan istrinya itu.


Meylani melototkan matanya mendengar penjelasan dari mulutnya Zaidan," apa Abang jujur, bukannya Abang itu penyuka sesama jenis! itu terong makan terong di dapur," terkanya Meylani.


Apa yang dikatakan oleh Meylani membuat Zaidan tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya Meylani barusan. Zaidan segera menarik tengkuk lehernya Meylani tanpa permisi dan tak ada sepatah katapun yang mengawali apa yang hendak dilakukan oleh Zaidan padanya.


Zaidan tanpa aba-aba dan tidak keraguan dikit pun langsung mengecup bibirnya Meylani, sedangkan Mey yang tanpa menduga serangan tiba-tiba dari Zaidan membuat mulutnya menganga lebar sehingga Zaidan seperti mendapat sinyal lampu hijau.


ia tidak segan lagi melakukan hal lebih dari kecupan sekilas, tapi mulai mee luuu maatt bibir atas bawahnya Meylani dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Hingga lambat laun pasokan udara yang masuk ke dalam rongga hidung mereka semakin menipis, sehingga keduanya segera melepaskan pangutan karena nafas mereka ngos-ngosan.

__ADS_1


Zaidan menyeka sudut bibirnya Meylani yang terdapat sisa salivanya itu. Mey spontan menundukkan kepalanya tanda ia malu dengan apa yang mereka perbuat. Meylani diam-diam menyentuh bibirnya itu dan bergantian dengan dadanya. Mimik wajahnya Mey memerah menandakan bahwa dirinya sangat malu dengan apa yang mereka lakukan bersama.


Ya Allah, itukan ciuman pertamaku, kenapa dengan mudahnya aku melakukannya dan sama sekali tidak menghalangi Abang. Tapi, ngomong-ngomong abanga cium saya berarti itu pertanda bukan penyuka sesama pisang Ambon,"


__ADS_2