PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 17. Hanya Akting


__ADS_3

Zaidan dan Meylani awalnya hanya berjalan beriringan saja,tapi karena Mey ingin aktingnya sebagai istri yang baik dan sholehah dimata kedua orang tuanya itu sehingga dengan berat hati, ia harus bergandengan tangan dengan pria yang sama sekali tidak dicintai dan disukainya tapi, sudah menikahinya itu.


Mey berbisik di telinganya Zaidan suaminya itu," ingat Abang harus beradegan suami istri yang saling mencintai di depan mereka, jangan sampai buat mereka menjadi curiga jika saya sebagai istrinya Abang sama sekali tidak berharap akan pernikahan ini, jika tidak berakting alami dan natural ayah dan ibu akan curiga dan tidak akan mengijinkan kita untuk besok balik ke Jakarta," bisiknya Meylani yang tersenyum penuh keterpaksaan di depannya Zaidan.


Zaidan tanpa diminta sekalipun,dia akan suka rela melakukan hal tersebut, karena memang dia ingin berdekatan dengan perempuan yang sangat dicintainya sejak dulu pertama kali ia melihat Meylani.


Zaidan memenuhi keinginannya Mey dengan baik dan penuh keyakinan. Ia tidak menyangka jika Zaidan bisa berperan dengan baik sebagai suami siaga. Mereka berenam di dalam ruangan tengah, ada Kamil Prayoga, Meisya dan juga kedua mertuanya Zaidan sedangkan beberapa kerabatnya sudah pada balik dan pulang ke rumah masing-masing kemarin sore.


"Baiklah karena itu sudah menjadi keinginan kalian,kami selaku kedua orang tua kalian tidak mungkin menghalangi apa yang kalian inginkan, tapi pesannya papa berharap kalian di kota besar baik-baik Nak, jadilah selalu rumah tangga sakinah mawadah warahmah yang selalu dirindukan oleh surga, kamu Mey jadilah istri yang selalu berbakti kepada suamimu dan tempatkan dirimu dengan baik sebagai seorang istri jangan hanya kamu yang ingin dimengerti oleh suamimu sedangkan kami lupa akan tanggung jawabmu sebagai seorang istri yang baik," nasehatnya Pak Zulkarnain dengan penuh wibawa dan bijaksana.


"Iya Nak ingat status kamu itu sekarang bukan anak gadis lagi yang bebas ngapain di luar sana,tapi ingat kamu itu seorang istri yang harus bertanggung jawab penuh kepada suamimu ini, ingat kodrat seorang wanita bersuami bagaimana jika kamu ingin mendapatkan pahala yang besar bekal akhiratmu," Bu Santi memegangi punggung tangan putri sulungnya itu sekaligus anak pertamanya.

__ADS_1


"Zaidan ayah tidak banyak bicara sama kamu, karena ayah yakin kamu selalu bertindak dewasa dan bijaksana,ayah hanya minta padamu untuk selalu menjaga Mey dan melindunginya dalam keadaan apapun, mengerti lah sikap dan perilakunya Mey yang terkadang egois dan keras kepala, karena hanya kamu yang mampu membuat Mey menjadi istri yang baik dan sholehah, ayah percayakan padamu putri ayah," harapnya pak Zulk.


"Nak Zaidan mungkin kedepannya pernikahan kalian sedikit sulit,tapi ibu minta agar kamu selalu mendampingi Mey dan memberikan arahan kepada Mey agar kekeliruan dan kesalahpahaman yang dibuatnya bisa kamu rubah jadi kebaikan agar rumah tangga kalian selalu dalam naungan kebahagiaan, walau itu sedikit sulit untuk kalian berdua lakukan karena tidak ada hubungan rumah tangga tanpa ujian dan cobaan tapi, jika kesabaran dalam menghadapinya insya Allah akan berbuah manis dan indah pada akhirnya, walau kesabaran setiap manusia itu berbeda-beda tingkatannya dan kesabaran tak terbatas yang terbatas adalah tingkat kesabaran yang dimiliki oleh manusia," Bu Santi menjeda perkataannya itu.


Bu Santi menatap satu persatu anak perempuan dan kugy anak menantunya itu sebelum melanjutkan perkataannya.


Ibu Santi menyentuh punggung tangan Zaidan dengan tatapan matanya yang teduh dan lembut, "Tetapi ibu yakin kamu bisa bimbing putriku untuk jadi istri yang baik dan pernikahan kalian akan langgeng dengan saling menghargai satu sama lainnya," nasehat bu Santi dengan senyuman penuh kelembutan dan kasih sayangnya yang memberikan nasehat kepada kedua anaknya itu dan terutama kepada anak menantunya tersebut.


"Insya Allah Bu, ayah saya akan berusaha untuk membahagiakan Meylani sesuai dengan kemampuanku, percayalah padaku jika Mey akan bahagia dan akan aman saja selama dia bersamaku," imbuhnya Zaidan seraya mengecup punggung tangannya Mey.


"Kenapa ini orang meski mencium segala punggung tanganku! seharusnya dia juga memberikan kode sebelumnya agar aku bisa bersiap dengan apa yang dilakukannya terlebih dahulu, kalau seperti ini pasti akan membuat aku malu saja, walaupun kami ini pasangan suami istri tapi, setidaknya harus meminta ijin terlebih dahulu padaku,jangan main nyelonong saja, apa aku sebaiknya menerapkan dan menetapkan sebuah aturan terlebih dahulu agar dia tidak seenaknya saja menyentuhku dan melakukan kontak fisik denganku kelak,"

__ADS_1


Zaidan tersenyum sumringah melihat reaksi yang diperlihatkan oleh Mey, ia bersyukur dan bahagia karena memiliki kesempatan yang langka terjadi padanya saat itu. Zaidan juga mengecup sekilas keningnya Mey sebelum menanggapi perkataan dari ayah mertuanya itu.


"Doakan kami selalu Ibu,agar pernikahan kami selalu dalam lindungan Allah SWT dan selalu diberkahi serta dalam lindungan Allah SWT yang Maha Kuasa, amin ya rabbal alamin." Ujarnya Zaidan penuh harap.


"Amin ya rabbal alamin, tanpa kamu minta saya dengan ayahmu akan selalu mendoakan hubungan pernikahan kalian dalam sujud kami, karena kebahagiaan dari anak-anak kami adalah kebahagiaan tersendiri dari kedua orang tuanya, semoga pernikahan kalian selalu dalam lindungan Allah SWT dan sakinah mawadah warahmah, hingga kakek nenek hanya maut yang memisahkan kalian berdua." Ucap Bu Santi Khaerunnisha.


Setelah berpamitan keduanya meninggalkan ruang tengah tempat berkumpulnya anggota keluarganya setiap harinya. Mey bisa bernafas lega, karena kedua orang tuanya dan kedua adiknya sama sekali tidak ada yang mencurigai apa yang mereka sedang lakukan.


Zaidan yang tulus dan alami memperlakukan suaminya sepenuh hati, sedangkan Mey hanya berakting di depan ayah dan ibunya agar tidak dicurigai dengan pernikahan yang akan mereka gunakan nantinya.


"Enak saja dia main cium segala,awas yah kalau besok-besok begitu lagi tanpa meminta ijin terlebih dahulu padaku, aku harus mengatur dengan baik apa saja aturan yang akan aku tuliskan di dalam surat perjanjian pernikahan kami nantinya, agar kami sama-sama tidak ada yang dirugikan,"

__ADS_1


Keesokan harinya, mereka balik ke ibu kota Jakarta. Keduanya pergi dengan tangis haru dari kedua orang tuanya dan adiknya Mey. Karena nanti lebaran idul Fitri lagi baru Mey balik ke Sulawesi Selatan Makassar.


Bu Santi tidak bisa menyembunyikan kesedihannya melepas kepergian anak sulungnya itu. Anak yang selalu disayangi dan dibanggakannya itu selama ini,walau Bu Santi sama sekali tidak pernah membeda-bedakan ketiga anaknya.


__ADS_2