PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 77. Ujian Perdana


__ADS_3

Meylani merinding kegelian gara-gara ucapannya Zaydan yang mengendus-endus wangi aroma tubuhnya.


"Bang kalau seperti ini terus-menerus kapan saya bisa makan," ucapnya memelas Meylani.


Zaydan terkekeh melihat sikapnya Meylani, "Hehe maafkan Abang saya sudah buat kamu kelaparan,"


Zaidan segera menjauh dari hadapannya Meylani, ia segera berjalan ke arah meja untuk mengambil dompet dan kunci mobilnya. Meylani sudah merias wajahnya sedemikian cantik dan terlihat lebih feminim dan natural. Ia juga memakai hijab pashmina nya yang berwarna senada dengan warna gamisnya.


Berselang beberapa menit kemudian, kedua pasangan suami istri itu segera bergegas meninggalkan rumahnya menuju ke tempat yang ingin didatangi oleh Meylani.


Zaidan sambil menggandeng tangannya Meylani, ia juga memperhatikan dengan seksama keadaan sekitar rumahnya. Ia takut jika ada orang yang berkeliaran sehingga rencana kejutannya terbongkar.


Zaidan menghela nafasnya dengan cukup panjang," alhamdulilah mereka bisa diajak kompromi dan kerjasama rupanya,"


Meylani terus bergelantungan di lengannya Zaidan, "Suamiku apa sebaiknya kita makan di resto yang tidak jauh dari sini, itu restoran yang baru tiga bulan openingnya, katanya Nayla dan Kamil makanannya disana enak-enak restauran tapi rasa dan aromanya lidah rumahan gitu," jelas Meylani.


"Kalau kamu suka kita ke sana saja, let's go!" Ucap Zaidan yang segera berjalan ke arah mobilnya seraya membuka alarm kunci mobilnya.


"Makasih banyak sayang, aku semakin sayang deh kalau gini," ujarnya Meylani yang menyentuhkan kepalanya ke arah pundaknya Zaidan yang memang tinggi badan mereka hampir sama.


Kedua pasutri itu segera masuk ke dalam mobil mereka dan segera menuju restoran tujuan keduanya. Semua orang yang bersembunyi dan ngumpet di dalam kamar masing-masing segera bernafas lega, karena Mey sudah dibawa pergi jauh sehingga keadaan kembali aman dan terkendali.


"Sukur alhamdulilah mereka sudah pergi saatnya kembali bekerja," teriaknya Bu Liviana yang berdiri sambil mengangkat tangannya ke atas seolah mereka akan berperang saja.


"Mereka lama banget perginya yah, padahal tadi pengen banget bersin," gerutu Nayla.


"Hahaha kamu yah selalu saja enggak bisa berlama-lama terdiam, makanya kamu enggak cocok menjadi perempuan yang kalem," ketusnya Kamil Pasha.


"Kenapa emang, kalau bersin itu kan normal emangnya kamu yang bisa tahan segala-galanya seperti bisa tahan bersin, apalagi tahan enggak makan juga selama seminggu," sarkas Nayla Latifah yang menatap tajam ke arah Kamil.


"Hahaha kalian ini seperti kucing dan tikus saja, apa jangan-jangan kalian ini kedepannya akan jodoh yah!" Tebaknya Gunawan.


"Apa!! Itu sungguh mustahil!" Sanggahnya Kamil bersamaan dengan Nayla.


"Lihat kan mereka kompakan bersamaan menentang ucapanku," ucap Gunawan.


"Gun kamu sebaiknya diam saja, apa bibir dan wajahmu lukanya sudah kering!" Gertaknya Kamil.


"Hahaha!" Semua orang tertawa terbahak-bahak dan terpingkal-pingkal melihat reaksinya Kamil dan Nayla.

__ADS_1


Mereka kembali menghiasi rumah itu dengan pernak pernik khusus untuk syukuran menyambut kehamilan anak pertama Meylani Ramadhani Zulkarnain dan juga Zaidan Khaizan Rudiyatmo.


Sedangkan sang tokoh dan aktor acara tersebut sedang menikmati perjalanannya mencari makanan yang disukai oleh Meylani.


Mesin mobilnya Zaidan pun sudah berhenti," Alhamdulillah akhirnya sampai juga," ujarnya Zaidan.


Meylani memperhatikan sekitar area restoran,ia memicingkan matanya melihat sekitar sehingga ia pun enggan untuk turun.


"Sayang ayo turun, kita sudah sampai," ucap Zaidan yang sudah membuka pintu bagian tempat duduknya Meylani bagian kiri.


Meylani melirik ke arah suaminya itu," Maaf Abang sepertinya kita makannya jangan disini, aku tidak suka kalau terlalu ramai," imbuhnya Meylani.


"Kita bisa cari tempat yang aman dan tidak terlalu ramai sayang,kamu kan tadi pengen makan rujak buah, sate kambing sama ketoprak, ngomong-ngomong makanan yang kamu ingin makan itu disini sangat enak loh," jelasnya Zaidan yang berusaha untuk menjelaskan suasana di dalam sana.


"Tapi Abang aku enggak mau makan di sini, gimana kalau makannya di restoran jalan XX itu bagus loh, aku baru buka cek di sosmed kok Bang," tampik Meylani.


"Baiklah kalau begitu kita makan di tempa lain yang kau sukai," ucapnya Zaydan yang mengalah dengan kemauan istrinya itu.


Sekitar sekilo perjalanan waktu tempuh mereka hingga ke resto yang kedua. Keduanya berjalan bergandengan tangan ke arah dalam. Tetapi tiba-tiba Meylani berputar arah lagi tidak jadi masuk.


Zaidan mengerutkan keningnya melihat tingkah lakunya Meylani yang tidak jadi kembali masuk.


"Kenapa berputar balik sayang?" Tanyanya Zaidan.


Zaydan hanya tersenyum kecut melihat hal itu. Padahal tumpukan sampah tersebut sungguh masih sangat jauh dari restoran. Zaidan tidak menyangka jika perjalanan yang lebih tiga kilometer ditempuhnya itu terbilang cukup melelahkan dan sia-sia saja.


Dimana sudah sempat terjebak macet yang cukup panjang sehingga Zaidan hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat sikapnya Meylani.


Zaidan yang memang tipikal sabar sehingga ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Yang paling penting persiapan untuk memberikan kejutan pesta syukuran atas kehamilannya Meylani.


"Astaughfirullahaladzim harus lebih sabar, jika tidak rencana kami gagal lagi,"Zaidan kembali ke arah mobilnya.


Meylani tersenyum penuh kemenangan melihat ketidakberdayaan yang dialami oleh Zaidan.


"Hehehe Abang untuk hari ini saya akan mengetes sampai sejauh mana rasa cinta dan kesabaran Abang mengahadapi sikapku ini,"


Meylani berusaha menahan tawanya melihat Zaidan yang berusaha menahan kekesalannya.


"Astauhfirullah aladzim aku akan membuktikan kepada istriku jika saya itu tipe suami-suami penyayang istri dan tingkat kesabaran saya itu tidak mudah ditebak,"

__ADS_1


Hingga ke restoran ke lima pun masih saja seperti itu. Sehingga perjalanan mereka kembali dilanjutkan ke salah satu warung makan yang cukup viral di sosial media. Mereka keduanya memutuskan untuk makan di sana.


Mereka kembali gagal total rencananya Meylani karena kembali ia mengurungkan niatnya untuk masuk k dalam untuk makan.


Zaidan melirik sekilas ke arah istrinya itu yang memainkan gedjetnya," saya yakin kamu itu lagi ngerjain saya, tapi saya bukan pria yang mudah masuk perangkap, aku akan tunjukkan padamu jika saya ini suami yang rela melakukan apapun demi kebaikan rumah tanggaku,"


"Bang katanya Nayla di jalan X ada warung pojok yang cocok untuk lidahku, murah meriah dan higienis tentunya halal, hanya saja dari sini cukup jauh banget, apa Abang enggak masalah, apa Abang gak capek?" Tanyanya Meylani yang menatap ke arah suaminya yang masih fokus mengemudikan mobilnya itu.


"Tidak masalah katanya warungnya namanya warung pak Ben ada mie ayam yang topingnya otak-otak plus bakso, aku pengen banget makan itu Bang, sejak tadi pagi pengen makan itu saja," pintanya Meylani yang rasa ngidamnya baru saja muncul seketika.


"Jadi sate kambing, ketoprak dan rujak buahnya dibatalkan saja atau belinya tapi bungkus saja kalau balik dari sana?" Tanya Zaidan.


"Iya bang, aku ikut pengaturannya Abang saja deh karena aku yakin itu terbaik untukku," ujarnya Meylani.


Setelah berpusing-pusing kata upin Ipin kalau kata Jamal dan Dara muter-muter keliling Jakarta akhirnya Meylani juga pusing dan capek sendiri. Zaydan segera mengirim pesan chat singkat ke nomor ponsel mamanya. Tentang memesan makanan sate kambing, ketoprak dan rujak buah Du dalam menu katering mereka nanti malam.


Mereka pun sudah menyantap makanan siang sekaligus makanan sarapan pagi mereka. Keduanya akhirnya tersenyum bahagia karena pencarian sudah terhenti untuk berburu makanan.


Zaidan mengelus ujung hijab istrinya itu dengan penuh kelembutan," sayang apa masih ada tempat yang kamu inginkan kunjungi?" Tanyanya Zaidan sambil memulai menyalakan mesin kontak mobilnya.


"Kita pulang saja Bang, atau mungkin Abang mau singgah ke suatu tempat lagi mungkin," terangnya Meylani sambil merebahkan kepalanya ke headboard jok mobilnya.


"Kita mampir sebentar untuk ambil pakaian pengantinnya Dara dan Jamal, kamu juga punya gaun khusus untuk kamu pakai malam ini dan besok pagi juga," terang Zaidan yang selalu fokus mengendarai mobilnya itu.


"Dari Abang saja kalau aku manut Abang mau kemanapun aku akan jabanin," candanya Meylani.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah kembali pulang ke rumahnya tepat adzan magrib berkumandang.


Keduanya bergandengan tangan hingga ke dalam rumahnya itu, Meylani membuka pintu berdaun dua itu dengan senyuman penuh kegembiraan. Karena hari ini cukup menggembirakan walau sedikit merasa kelelahan dengan kegiatannya di luar rumah.


Zaidan yang mengekor dan belakangnya hanya terdiam dan tersenyum menunggu kejutan apa yang diberikan oleh mamanya untuk Meylani. Pintu itu pun terbuka lebar dan bunga-bunga serta beberapa benda kertas berwarna warni berjatuhan dari atas.


"Selamat atas kehamilannya mbak Meylani," teriak semua orang yang ada sekitar puluhan berdiri di depan pintu menyambut kedua pasangan suami tersebut.


Meylani tersentak terkejut mendengar ucapan dari semua orang, ia menutup mulutnya saking terkejutnya.


"Hamil!" Beonya Meylani.


Zaydan langsung berlutut di hadapan Meylani sambil mengulurkan tangannya ke arah Meylani dengan sebuah kotak emas perhiasan buludru biru.

__ADS_1


"Meylani Ramadani Zulkarnain Makasih banyak sudah memberikan aku anugerah yang terindah dalam hidupku ini, aku sungguh bahagia karena kamu bersedia hamil calon anakku," imbuhnya Zaydan sambil membuka kotak tersebut.


Meylani menutup mulutnya dengan melihat benda yang berkilauan di dalam kotak persegi empat itu. air matanya menetes membasahi pipinya saking terharunya dengan hadiah yang luar biasa itu.


__ADS_2