PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 117. Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

Kata sah yang diucapkan dan digemakan oleh semua saksi yang hadir dalam ruangan khusus di dalam gedung serba guna itu pertanda jika Kamil Pasha Zulkarnaen dan Berliana Febrianti Chandra sudah sah menjadi pasangan suami istri di dunia ini.


Pakaian pengantin ala adat istiadat Bugis Makassar Sulawesi Selatan asal sang pengantin pria, sedangkan di acara pesta resepsinya akan memakai gaun pengantin berwarna gold edition ala princess.


Mereka juga memutuskan dua minggu dari sekarang barulah akan mengadakan pesta pernikahan di daerah asal keluarga dari pihak laki-laki yaitu Kamil di Makassar kota angin mamiri asal lahirnya Kamil.


Segala ucapan syukur dan doa setulus hati dan terbaik dari semua orang satu persatu mereka ucapkan untuk sang pengantin baru.


Ya Allah kalau ini yang terbaik untukku maka ikhlaskan hati ini untuk menjalaninya dengan semampu aku dan sekuat hatiku.


Jadikanlah pernikahan ini sebagai baktiku kepada kedua orang tuaku, karena aku tidak ingin menjadi anak durhaka yang menentang keinginan dan keputusan mereka untuk menerima pinangannya Pak Zulk dan istrinya ibu Santi Ismayanti.


Berliana menatap tak berkedip suaminya itu setelah beberapa sanak saudara dan anggota keluarganya mengucapkan doa dan ucapan selamat kepadanya.


"Aku tahu kalau wajahku ini ganteng, kamu baru nyadar kan jika suamimu ini sangat ganteng setara dengan kegantengan artis Korea Selatan." Kamil berbisik di telinganya Berlian yang tertutup hijab itu.


Berlian membelalakkan matanya mendengar sifat narsisnya Kamil," astaghfirullahaladzim entah saya mimpi apa selama ini sampai-sampai mendapatkan suami yang kepedeannya berada di puncak level tertinggi." Sarkasnya Berlian.


Pertengkaran mereka yang pertama selama berstatus suami istri. Mereka bagaikan tom and the Jerry Yan selalu saja adu mulut jika bertemu dan saling usil.


Nayla memandangi dengan sendu wajahnya Kamil," ya Allah engkau telah menikah dengan perempuan pilihan kedua orang tua dan hatimu, aku memang sudah menikah dengan mas Jamal, tapi hatiku masih hanya untuk cowok yang bernama Pasha Kamil, entah kenapa aku berasa telah mengkhianati mas Jamal, karena masih hidup dalam bayang-bayang cinta masa laluku yang bertepuk sebelah tangan,"


Nayla Latifah berusaha sekuat tenaga nrngahalau laju air matanya itu. dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang banyak dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Azka melihat bundanya mama sambungnya nampak sedih,ia segera mengecup pipi sebelah kirinya Nayla.


"Ummah Azka sayang banget sama bunda," ucapnya Azka anak kecil berusia empat tahun itu.

__ADS_1


Nayla tersenyum dan hatinya tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh anak tirinya itu, putra semata wayangnya Jamal Abdillah bersama dengan kekasihnya sekaligus calon istrinya almarhumah Dara Inayah.


Jamal Abdillah tanpa sengaja melihat istrinya itu yang seperti melamun," saya sangat mengerti dengan apa yang sedang kamu alami saat ini, tapi aku berjanji dan bertekad pada diriku sendiri untuk membuat kamu secepatnya melupakan cintamu padanya, sedangkan Kamil juga sama sekali tidak mencintaimu, mungkin beberapa hari ini kita menjalani kehidupan pernikahan seperti layaknya pengantin baru yang sungguh bahagia, tapi kenyataannya kita hanya berkompromi dengan keadaan dan memperlihatkan kepada semua orang jika kita bahagia,"


Zaidan memelankan laju kendaraan mobilnya, ia ingin mengecek sekaligus memperbaiki posisi duduknya Meylani.


"Astaughfirullahaladzim ini orang, dimanapun dia tidur pasti akan mendengkur halus," gerutunya Zaidan sambil menepikan mobilnya di badan jalan trotoar.


Zaidan memperbaiki letak seatbelnya Meylani kemudian memperbaiki posisi duduknya Meylani,tapi tanpa sengaja Zaydan menyentuh keningnya Mey dibalik hijabnya itu.


"Astauhfirullah aladzim, tubuhnya Mey panas banget, istriku apa yang terjadi padamu?" Lirihnya Zaidan yang mulai khawatir dengan kondisi dari istrinya itu.


Zaidan segera menggoyang tubuhnya Mey agar segera tersadar,tapi tidak bangun juga. Zai pun segera menepuk-nepuk pipinya Meylani,tapi hasilnya sama saja.


"Istriku! Sayangku bangunlah jangan seperti ini, aku mohon bangunlah! Please kalau kamu seperti ini aku sangat takut sesuatu terjadi padamu," lirih Zaidan yang semakin ketakutan.


"Aku harus segera membawamu ke rumah sakit," gumamnya Zaidan.


Mobil yang dikendarai oleh Zaidan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Zaidan sesekali melirik ke arah istrinya yang sepertinya menggumam.


"Bang Zaidan aku… kenapa Abang marah padaku," gumaman nya Meylani kedua matanya terpejam.


Air matanya Zaidan menetes membasahi pipinya setelah mendengar igauannya Meylani dalam tidurnya.


"Apa jangan-jangan karena sikapku yang mendiamkannya dan terkadang kasar dan membentaknya sehingga seperti ini,"


Berbagai macam dugaan muncul dalam benak, ingatan, pikirannya itu sambil tetap fokus melajukan mobilnya itu ke arah jalan menuju rumah sakit.

__ADS_1


"Ya Allah jaga dan lindungilah istri dan calon anak kami, jangan biarkan terjadi sesuatu pada istriku," cicit Zaidan.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit. Zaidan memarkirkan mobilnya dengan asal saja tepat di depan lobi pintu masuk rumah sakit.


"Kamu akan baik-baik saja, kita sudah di rumah sakit," lirih Zaydan.


Zaydan berbicara terus seolah-olah Meylani akan mendengar perkataannya dan juga akan menjawab ucapannya itu. Zaidan menggendong tubuhnya Meylani dan bergegas masuk ke dalam rumah sakit bagian unit gawat darurat ugd.


"Dokter!! Suster tolong istriku!" Teriaknya Zaidan seraya menggendong tubuhnya Mey yang cukup berat itu.


Beberapa perawat yang mendengar suara teriakannya Zaidan yang menggema dengan volume suara cukup tinggi, hingga semua orang yang berada di sekitar area UGD segera berdatangan ke arah kedatangan Zaidan.


"Pak naikkan ke sini istrinya," pintanya seorang perawat laki-laki.


"Apa yang terjadi dengan istrinya Pak?" Tanyanya seorang dokter perempuan yang masih muda sambil mengeluarkan stetoskop untuk segera memeriksa Meylani yang tidak sadarkan diri,tapi masih mengigau.


"Saya juga tidak tahu persisnya Dok, karena tadi kami menghadiri resepsi pernikahan adik kami, tapi tiba-tiba dia mengeluh katanya capek, jadi saya memutuskan untuk balik ke rumah,tetapi di tengah perjalanan tanpa sengaja saya cek ternyata suhu tubuhnya sangat tinggi," ungkapnya Zaidan yang tidak melepaskan genggaman tangan istrinya itu.


Dokter pun memeriksa dengan detail kondisinya Meylani," istri Anda hamil berapa bulan Pak?" Tanyanya dokter itu lagi.


"Alhamdulillah sudah jalan tujuh bulan dokter," jawabnya Zaydan.


Setelah percakapan itu tidak ada lagi perbincangan yang terjadi di antara mereka. Sudah terpasang selang infus itu di pergelangan tangan kirinya Mey. Zaydan bergidik ngeri ketika melihat Meylani dipasangkan jarum infus.


Ya Allah apa itu enggak sakit? Ini semua gara-gara keegoisanku, maafkan Abang istriku.


"Mohon bapak menunggu di luar saja, kalau bisa segera urus administrasinya agar setelah diperiksa bisa segera dipindahkan ke ruang perawatan lebih lanjut," imbuhnya seorang perawat.

__ADS_1


__ADS_2