PamanMu Adalah JodohKu

PamanMu Adalah JodohKu
Bab. 71. Kejujuran Dara


__ADS_3

Meylani masuk ke dalam kamar tamu untuk segera melanjutkan usahanya untuk tertidur.


"Jamal, aku tidak menyangka jika dia punya hubungan spesial dengan Dara, tapi apakah mereka akan bahagia dengan pilihan mereka sendiri yang harus berhubungan di luar nikah, gimana kedepannya jika Dara hamil dan paman serta Tante tidak setuju mengingat status Dara hanya pembantu asisten rumah tangga, kalau Paman Haris aku yakin tidak akan mempermasalahkannya tapi kalau Tante Linda pasti akan komplen,tapi kalau masalah mereka aku pikirkan terus menerus aku tidak akan bisa tidur nyenyak padahal sudah hampir jam tiga subuh," gerutunya Meylani yang merubah haluannya yang hendak ke kamar tamu tapi mengarah ke dapur.


Zaidan yang sejak tadi mengikuti kemanapun perginya Meylani tersenyum simpul,ia segera mempercayai langkah kakinya menuju kamar tamu dan ia ingin lebih duluan di dalam sambil mengumpet dan bersembunyi agar tidak ketahuan.


"Saya harus cepat bergerak agar tidak ketahuan oleh Mey, jika tidak usahaku yang terakhir bisa kembali gagal total lagi," gumam Zaidan yang segera masuk ke dalam kamar tamu dengan mengendap-endap.


Jamal sudah berusaha untuk menidurkan dirinya, tapi sudah bolak-balik ke kanan-kiri tapi nyatanya matanya sulit untuk dipejamkan.


"Aahh!!" Jamal mengerang keras saking kesalnya karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya sangat kesulitan untuk tidur.


Jamal segera keluar dari kamarnya dan tanpa disadarinya langkah kakinya menuntunnya ke kamarnya Dara. Ia semakin frustasi memikirkan tanggapan kedua orang tuanya jika mengetahui perbuatannya selama ini.


"Sebaiknya aku bertanya pada Dara sebenarnya apa benar dia pernah tidur dengan pria lain atau tidak, masalah kehamilannya dulu apa benar dia gugurkan atau tidak," cicitnya Jamal sambil sesekali menendang apa yang menghalangi jalannya.


Dara yang sedari tadi diam-diam memperhatikan apa yang terjadi di dalam ruang tamu pun ikut tidak bisa tertidur kembali. Apalagi mengingat tubuhnya yang beberapa hari terakhir ini mengalami cepat lelah dikehamilan keduanya itu.


"Astaughfirullahaladzim, bagaimana ini yah Allah mas Jamal sudah mengetahui jika saya hamil, tapi bagaimana juga jika kedua orang tuanya tidak merestui rencana Tuan Zaidan dan Nyonya Mey untuk menikahkan kami berdua, tapi saya sadar ya Allah saya ini wanita kotor dan tidak suci lagi tidak pantas untuk bersanding dengan mas Jamal," ratapnya Dara yang tubuhnya luruh ke atas lantai di samping ranjangnya.

__ADS_1


Jamal diam-diam mendengarkan keluh kesahnya Dara. Ia tidak menyangka jika Dara juga mengalami hal yang sama dengan apa yang dialaminya itu.


"Astaughfirullahaladzim aku pikir dia akan bersantai saja dengan kejadian ini dan tidak akan peduli, tapi ternyata ia juga sama pusingnya denganku,ginilah jadinya jika bertindak hanya menggunakan dan menuruti ego dan nafsu semata," kesalnya Jamal.


Dara menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya sendiri," ya Allah berniat bekerja disini supaya dapat calon suami yang kaya raya malah masuk ke dalam pusara cinta masa lalu yang tidak berujung, apakah saya tidak pantas untuk mendapatkan pendamping hidup yang baik, ataukah memang saya ditakdirkan untuk selamanya menjadi orang ketiga," ratap Dara.


Hingga tiba-tiba tubuhnya dipeluk erat oleh seorang pria dari arah belakang. Awalnya tubuhnya tersentak dan terjingkak saking kagetnya, karena tiba-tiba ada yang memeluk tubuhnya itu.


"Siapa!?" Teriak Dara.


"Hush jangan berisik, ijinkan seperti ini untuk beberapa saat sayang, jangan melawan dan jangan menolak ataupun mencegah dengan apa yang aku lakukan sekarang," pintanya Jamal.


Jamal menengadahkan kepalanya Dara menggunakan salah satu tangannya, agar mereka saling bertatapan satu sama lainnya.


"Dara apakah kamu tidak setuju jika aku menikahi kau secara siri untuk sementara waktu? Apakah gara-gara ini sehingga kamu menangis tersedu-sedu," tebaknya Jamal.


Dara tidak berkedip sedikitpun dan menyelami kedalam bola matanya Dara yang bersinar itu dengan masih ada sedikit sisa embun pagi disana.


"Bukan begitu mas, apa sebaiknya mas pikirkan baik-baik niatnya mas terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikahiku? Mengingat saya hanya orang miskin sedangkan mas orang kaya. Apalagi saya bukan perempuan baik-baik tapi saya ini wanita penggoda suami orang lain," ujarnya Dara sambil menundukkan kepalanya ke arah bawah dan tidak berani menatap langsung ke arah pacar rahasianya.

__ADS_1


Air matanya kembali menetes membasahi pipinya itu. Ia semakin sedih mengingat betapa banyak kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya.


Jamal menyeka air matanya Dara Inayah," stop jangan seperti ini, ingat apapun yang terjadi dimasa lalu kamu,mas tetap akan bertanggung jawab padamu sayang, tapi mas minta sebenarnya sudah berapa bulan usia kandunganmu dan apa benar kamu dengan tiga majikan kamu terdahulu kamu pernah tidur dengannya?" Tanyanya Jamal dengan sangat hati-hati karena takut menyinggung perasaannya Dara yang sudah terluka.


Dara membelalakkan matanya mendengar pertanyaan dari Jamal. Dia akhirnya mendengar pertanyaan yang selalu ditunggu-tunggunya itu.


"Mungkin ini saatnya saya terbuka jujur di hadapan mas Jamal agar kedepannya tidak terjadi salah paham lagi,"


Dara terdiam sesaat sebelum membuka suaranya untuk berbicara. Ia memikirkan segala kemungkinan besar yang bisa terjadi setelah berkata jujur dihadapan calon ayah dari anak yang didalam kandungannya itu.


"Saya sudah hamil jalan tiga bulan, masalah mantan kekasihku yang tiga orang demi Allah saya tidak pernah berhubungan badan dengan mereka hanya sebatas bagian atas saja kalau lebih dari itu maaf saya memang wanita penggoda, tapi untuk menyerahkan mahkotaku yang kupersembahkan hanya untuk mas tidak pernah sekalipun dengan pria lain hanya dengan mas seorang," ungkapnya Dara sesuai dengan sejujurnya.


Jamal menggenggam tangannya Dara dan sesekali mengecupnya dengan penuh kelembutan.


"Apa mas percaya dengan apa yang saya katakan barusan?" Tanyanya Dara sambil menautkan kedua alisnya melihat reaksinya Jamal Abdillah.


"Jika kamu sudah memutuskan untuk mengatakan seperti itu mau tidak mau saya pasti percaya dengan semua yang kamu katakan, kalau memang kamu bohong baik buruknya akan kembali pada kau sendiri," Jamal mengecup keningnya Dara setelah berbicara seperti itu.


Hatinya Dara terenyuh mendengar perkataan dari kekasihnya itu," mas berjanjilah padaku apapun yang terjadi kedepannya tetaplah berdiri di sampingku, kita bersama mengahadapi kehidupan ini, saya tidak akan bisa menjalani sisa kehidupanku ini jika tanpa cinta dan kasih sayangmu mas," ungkapnya Dara lagi yang baru kali ini bersikap serius dalam mengutarakan isi hatinya.

__ADS_1


Jamal kemudian mulai melakukan kegiatannya seperti biasanya. Walau kakak sepupunya dan anggota keluarganya yang lain sudah mengetahui kenakalannya yang berakibat fatal, ia tetap melakukannya karena selalu kesulitan untuk mengontrol dirinya jika berhadapan dengan Dara.


__ADS_2