
Semua orang sudah balik ke rumah masing-masing setelah acara lamaran dadakan dari Jamal Abdillah untuk Nayla Latifah Hanum. Semua orang bubar dan tidak ingin berlama-lama menganggu waktu istirahatnya Zaidan yang baru saja balik dari rumah sakit selama kurang lebih satu bulan dirawat di rumah sakit.
Meylani sedang duduk di ruang tengah bersama dengan ibunya Bu Santi dan adik bungsunya Meysha.
"Saya sangat mengerti dan memahami apa yang terjadi antara Lisa dan Bisma. Tidak mungkin saya mengumbar aib mereka, walau awalnya saya sempat marah kepada pilihan mereka dengan menikah tapi karena saya masih punya hati nurani untuk mengumbar aib mereka, dan haknya mereka untuk menikah dengan siapa pun itu dua atau tiga selama masih dalam batasan sesuai dengan aturan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW," jelasnya Meylani.
"Tapi Nak, bagaimana jika Bisma berniat untuk mengacaukan dan menghancurkan rumah tanggamu dengan suamimu apa yang akan kamu lakukan?" Tanyanya Bu Santi yang ingin mendengar bagaimana reaksinya Meylani jika bertanya seperti itu.
Meylani menghentikan segera kunyahan makanannya itu," saya tidak akan mengijinkan siapapun orang di dunia ini menganggu hubungan rumah tanggaku, saya akan melawan mereka jika ada yang berniat menghancurkan kehidupan kami!" Tegasnya Meilani.
Bu Santi tersenyum tipis menanggapi sikapnya Meylani," Alhamdulillah berarti kamu sudah benar-benar jatuh cinta pada suamimu nak, ibu sangat bahagia mengetahui jika kamu sudah melepas, membuang jauh-jauh kenanganmu bersama dengan Bisma Attalarik, ibu sangat gembira mendengarnya nak," Bu Santi menggenggam erat tangannya Meylani.
__ADS_1
"Ibu saya dengan Bisma sudah berakhir sejak saya mendengarkan langsung Abang Zaidan mengucapkan ikrar ijab kabul ketika kami menikah dulu, sejak saat itu saya sudah putuskan untuk meninggalkan kenangan bersama dengan Bisma bagiku tidak ada ruang untuk menyimpan semua kenangan bersama dengan Bisma yang hampir tujuh tahun kami pacaran, saya juga tidak ingin mengingat kejadian itu. Bagiku kenangan-kenangan itu tidak ada gunanya dalam hidupku," Putusnya Meylani yang menjelaskan secara detail tentang apa yang dirasakannya itu.
"Syukur alhamdulilah, ibu sangat bahagia mendengarnya, semoga saja kamu bisa menjalankan pernikahan kalian hingga kakek nenek dan hingga hanya maut yang memisahkan hubungan kalian." Imbuhnya Bu Santi.
Meylani sudah terlalu kecewa dan menyesal telah mencintai pria tidak bertanggung jawab seperti Bisma. Dia tidak menyangka jika selama ini telah membuang waktunya dengan percuma ketika harus hidup dalam penantian panjang yang tidak ada pasti dan tak berujung.
Berselang beberapa menit kemudian, Meylani berjalan ke arah tangga dimana ia ingin naik ke atas lantai dua dimana kamarnya berada. Hingga langkahnya terhenti ketika melihat Zaidan berada di ujung tangga.
Meylani ingin membantu memegangi tangannya Zaidan tapi segera ditepis oleh Zaidan dengan cukup kasar.
"Saya masih sanggup berjalan dan bisa melakukan apapun dengan sendiri tanpa harus dibantu olehmu!" Ketusnya Zaydan.
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Zaidan membuat Meylani tercengang dan kaget mendengar perkataan Zaidan yang cukup kasar dan sedikit membentaknya.
Zaydan berjalan sedikit tertatih ke arah kamarnya, Meylani segera bergerak cepat untuk membantu suaminya itu.
"Stop! saya mohon ja-ngan sentuh saya, karena saya masih sanggup berjalan bukan pria lumpuh yang sama sekali tidak berdaya! saya mohon jangan perlakukan saya seperti Pria yang tidak berguna lagi!" sarkasnya Zaydan.
"Astaughfirullahaladzim Bang Zai kenapa bersikap seperti ini padaku, apa salahku Bang?" tanyanya Meylani yang sudah menitikkan air matanya saking sedihnya diperlakukan seperti itu untuk pertama kalinya oleh suaminya itu.
Tubuhnya Meylani terdiam mematung memikirkan sikap suaminya yang berbeda dan nampak aneh tidak seperti biasanya.
Air matanya terus menetes membasahi pipinya itu, dia tidak menduga jika suaminya akan menghempaskan tangannya dan menghardiknya. Sedangkan ia sama sekali tidak mengerti dengan kenapa dia diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Hiks hiks..." Abang Zai apa Abang marah padaku? kenapa Abang diam saja tanpa mengatakan apapun yang sejujurnya padaku," rengeknya Meylani sambil berjalan terburu-buru di belakang suaminya itu.